NovelToon NovelToon
Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:55.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

"Papa tidak setuju!"

Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.

"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.

"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"

***

Ingat, jangan nabung bab!

Follow IG : ichageul9563

Facebook : Khairunnisa (Ichageul)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggaet Sekutu

Anyelir tengah duduk santai di pantry. Sedari tadi wanita itu asik dengan ponselnya. Wajahnya nampak sumringah. Dia baru saja mendapat kiriman foto-foto orang suruhannya. Di foto tersebut berisikan gambar Sisil bersama Alvin.

Gambar Alvin saat bersama Sisil di café. Sang fotografer pandai sekali mengambil angle foto hingga di café itu seolah-olah terlihat kalau mereka hanya berdua saja. Lalu ada pula foto saat Alvin memeluk Sisil.

Dilihat sekilas, mereka seperti sedang beradegan romantis. Padahal itu terjadi karena insiden motor yang memang sengaja diseting oleh orang suruhan Anyelir.

Terakhir foto keduanya memasuki lobi hotel. Semuanya terlihat sempurna. Foto-foto ini seolah menunjukkan kalau keduanya terlibat affair.

Tentu saja ini adalah ide yang dilontarkan Sandi. Menurutnya orang kaya seperti Dion pasti sangat menjaga nama baik. foto seperti ini dan isu kalau Sisil menjadi pelakor, pasti akan berpengaruh pada bisnisnya.

“Lihat anakmu, Mas Dion. Lewat foto ini aku akan membuat Sisil pergi dari rumahku,” gumam Anyelir pelan seraya menyunggingkan senyum licik.

Puas dengan hasil kerja orang bayarannya, Anyelir pun beranjak dari pantry. Saat akan kembali ke mejanya, tanpa sengaja dia melihat Rian berdiri di dekat lift. Pria itu sedang menghubungi seseorang.

“Sorry Sil, aku belum dapat video mereka lagi. Hubungan mereka tuh rapih banget. Kalau di kantor mereka kaya rekan kerja aja. Tapi kalau keluar baru deh kelihatan belangnya.”

Anyelir nampak geram. Kecurigaannya tempo hari pada Rian benar adanya. Ternyata pria itu adalah mata-mata Sisil. Wanita itu berdiri di belakang Rian, menunggu pria itu selesai berbicara.

“Video yang kemarin udah dikasih ke Om Alvin belum?”

“Belum.”

“Tahan dulu, aku bakal cari bukti yang lebih nendang.”

“Oke, thanks Yan.”

“Apa sih yang ngga buat kamu.”

“Dasar gombal.”

Rian hanya terkekeh saja sambil mengakhiri panggilan. Sambil memasukkan ponsel ke saku celananya, pria itu berbalik. Dia terkejut melihat Anyelir sudah berdiri di hadapannya. Wanita itu melihatnya dengan tatapan tajam.

“Jadi kamu mata-matanya Sisil?” tanya Anyelir to the point.

“Saya memang temannya Sisil. Memangnya kenapa?” tantang Rian, kadung basah.

“Sisil sudah bermain dengan orang yang salah. Kamu pikir saya akan diam saja dengan sikapnya itu?”

“Berani Tante menyentuhnya, saya akan buat Tante menyesal!” Rian mengancam balik. Wajah pria itu nampak gusar.

Alih-alih takut, Anyelir justru tersenyum. Melihat reaksi Rian, tiba-tiba saja terbersit ide di kepalanya. Dia yakin kalau pria muda di depannya ini memiliki perasaan pada Sisil. Wanita itu mengambil fotonya lalu memperlihatkan foto yang didapatnya tadi.

“Lihatlah kelakuan temanmu ini. Dia itu cuma perempuan gatal yang mencoba menggoda suamiku.”

“Kamu—“

“Coba kamu bayangkan, kalau foto ini tersebar di media sosial ditambah pernyataanku sebagai istri yang tersakiti, menurutmu apa yang akan terjadi pada Sisil?

Dia akan jadi bulan-bulanan netizen. Bisa jadi dia akan depresi. Dan bukan iut saja … lewat foto-foto ini, aku bisa membuat saham Blue Harmony terjun bebas.”

Seketika Rian terbungkam. Apa yang dikatakan Anyelir sangat masuk akal. Jika wanita itu menyebar foto tadi, maka Sisil yang akan paling tersakiti.

Dan itu akan berdampak pada perusahaan juga. Rian tahu kalau Anyelir adalah wanita licik. Dia akan menggunakan berbagai cara untuk menjatuhkan Sisil.

Seketika Rian menjadi dilema. Apa dia harus tetap menjalankan misi dari Sisil atau menyerah?

“Apa yang Sisil katakan saat memintamu memata-mataiku? Apa dia bilang demi membantu omnya?” tanya Anyelir namun tidak ada jawaban dari Rian. “Tapi apa kamu tahu tujuannya yang sebenarnya? Itu demi menarik perhatian Alvin. Sisil ingin menjadi istri Alvin. Apa kamu tahu itu.”

“Jangan bicara omong kosong!” hardik Rian.

“Aku mengatakan yang sebenarnya. Apa kamu tidak lihat dari foto tadi? Cara Sisil memandang Alvin, penuh dengan cinta. Dia itu ingin menjadi pelakor di rumah tanggaku.”

"Brengsek!!”

“Kamu boleh saja marah, tapi pikirkan ucapanku. Aku tahu kalau kamu mencintai Sisil. Aku bisa membantumu mendapatkan Sisil, tapi kamu juga harus membantuku memisahkannya dari Alvin. Bagaimana?”

Masih belum ada jawaban dari Rian. Apa yang dikatakan Anyelir barusan, tak ayal mengganggu pikirannya. Memang benar kalau dia mencintai Sisil dan berkeinginan menajdikan gadis itu sebagai pendamping hidupnya.

“Pikirkan tawaranku. Tapi … aku tidak punya waktu banyak. Kalau sampai besok kamu tidak memberikan jawaban, akan aku sebar foto-foto ini ke media sosial.”

Anyelir menepuk pelan pundak Rian sebelum berlalu pergi. Dia yakin kalau sudah berhasil meracuni pikiran pria itu. Menarik sekutu Sisil menjadi sekutunya adalah strategi yang baik. Anyelir yakin kalau dirinya akan memenangkan pertarungan ini.

***

Anyelir masih bertahan di belakang meja kerjanya, di saat rekannya mulai meninggalkan ruang kerja satu per satu. Selain dirinya, masih ada Sandi. Nampak pria itu masih berkutat di depan laptopnya. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan olehnya.

Wanita itu mengambil ponselnya kemudian mengirimkan pesan pada Sandi.

[Aku pulang ke apartemen duluan. Kamu jangan lama-lama.]

[Ngga lebih dari satu jam, kerjaanku beres. Kamu tunggu aja di apartemen. Jangan lupa mandi, dandan yang cantik. Setelah itu kita mendayung nirwana bersama. Aku sudah kangen goyangan kamu.]

Anyelir tak dapat menahan tawanya membaca chat dari Sandi. Ada rasa bangga terselip di hatinya bisa membuat suami orang itu kecanduan goyangannya.

Wanita itu memasukkan ponsel ke dalam tasnya, kemudian dia beranjak dari mejanya. Bersamaan dengan itu, temannya yang lain ikutan pulang.

“Aku duluan San,” ujar Anyelir tanpa intonasi apa pun. Dia berbicara layaknya pada rekan kerja saja.

“Duluan, San.” Sambung rekannya yang lain.

“Oke,” jawab Sandi singkat sambil mengangkat jempolnya.

Sekeluarnya dari ruangan, Anyelir dan rekan kerja satu divisinya memasuki lift yang sama. Keduanya sama-sama menuju parkiran basement. Namun keduanya mengambil arah berbeda dengan kendaraan masing-masing.

Anyelir mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Tujuannya adalah apartemen tempatnya biasa melepas lelah dan memadu kasih dengan Sandi. Tanpa dia sadari, seseorang mengikutinya dari belakang.

Setelah memarkirkan mobilnya, tanpa curiga Anyelir segera memasuki lobi apartemen. Beberapa orang masuk bersamaan dengannya ke dalam lift.

Kotak besi yang mereka tumpangi terus bergerak naik, hingga akhirnya dia keluar di lantai delapan.

Dengan langkah santai, Anyelir menuju unit apartemen yang ditinggali Sandi.

Baru saja dia memasukkan enam digit angka ke panel pintu, terdengar suara seseorang di belakangnya.

“Hai Tante ….”

Tubuh Anyelir membeku sesaat. Pelan-pelan dia berbalik dan di depannya sekarang sudah berdiri Rian. Rupanya pria itu yang mengikutinya sejak dari kantor.

“Jadi ini tempat Tante dan Pak Sandi berselingkuh?”

“Apa maumu?”

“Ada hal yang harus kita bicarakan, Tante. Apa Tante tidak mau mengundangku masuk?”

***

Rian mau ngomong apa nih?🤔

1
yumna
kena kan m ssil...harusnya tadi km nguping sil anye m rian ngmg apa
tini_evel
kisah anaknya dion hadir juga.. 😍
tehNci
Daaah....bener kata Alvin, tidak ada yg namanya persahabatan tulus antara pria dan wanita, pasti ada udang dibalik bakwan😂...Rian, enak gak tuh tamparan Sisil? WIS lah....Sisil jadi menjauh, kecewa sama kamu. Gara² Rian jadi kompor
tehNci
Syukuriiiin...
Rahma Inayah
enak gk Rian dpt cap 5 jari biasa nya orng cap 3 jari tp km 5 jari .percuma aja Ryan km jungkir BLK. pun hati Sisil ttp pada om Alvin seorang .km kerja SMA dgn Anye juga GK bakalan dpt kan sosial sesuatu yg di paksa GK bakal buat hidup mu bahagia apalgi cnt mu bertepuk sebelah tangan
Humaira
wooii rian, kamu yang ikut campur urusan sisil 😤😤
Humaira
ehem... 🤭🤭
Humaira
nah gitu dong om, jujur 🥰🥰
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantap 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
aah kamu mah ryan malah bikin suasana makin runyam
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Dih 🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
nah bagus sisil ngeliat ryan sama anye
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
gaul sama sisil membuat alvin jadi kayak anak kecil lagi ya🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Kamu harus banyak belajar Sil ☺️
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
cieee mas 🤭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo sama sisil mah harus langsung ngomong,klo gk gitu dia gk ngerti
Yani
tonjok mbke.... jgn nanggung klo mau ngegampar cowok plinplan modelan kompor gosong ky gituuu..... 😄😄😄😄😄 santet klo perlu biar memble tu bibir 😄😄😄😄😄
LANY SUSANA: setuju.. gampar sj tuh rian yg mokondo
plin plan bilang bantu km tp mlh berubah bantu Anye
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya peka dikit ngapa , pandai pandai menjaga perasaan om km itu
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
nah kan makin lah merajuk,yg ngomong nya mah cuek bae gak merasa bersalah 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!