NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:315.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Suasana di ruang tamu itu masih dipenuhi hawa panas yang belum juga mereda. Ketegangan menggantung di udara seperti awan gelap yang siap menurunkan badai kapan saja.

Eyang Narti berdiri tegak di tengah ruangan. Wajahnya masih keras, rahangnya mengatup kuat menahan emosi yang sejak tadi berkecamuk. Namun sorot matanya sudah menunjukkan satu hal yang pasti keputusan beliau tidak akan berubah.

Perlahan beliau menarik napas panjang, lalu menatap Damar dan Desi dengan dingin.

“Lebih baik kalian pulang,” usir Eyang Narti datar.

Kalimat itu tidak diucapkan dengan suara tinggi, tetapi justru terasa jauh lebih menusuk.

Damar langsung menatap ibunya dengan tidak percaya.

“Bu!” protesnya, nada suaranya terdengar tertahan.

Namun Eyang Narti sama sekali tidak bergeming. Tatapannya tetap dingin, seolah yang berdiri di hadapannya bukan lagi anaknya sendiri.

“Kalau kamu kesini hanya untuk nyakitin Kayla,” lanjut beliau pelan namun tegas, “lebih baik kamu gak usah kesini lagi, Mar.”

Ruangan kembali sunyi. Kayla yang sejak tadi diam perlahan mengangkat wajahnya. Matanya yang semula kosong kini tertuju pada sosok ayahnya.

Damar juga menoleh kepadanya.

“Kayla…” panggilnya lirih.

Ada sesuatu dalam suara itu. Seperti keraguan… atau mungkin sisa-sisa perasaan seorang ayah yang masih ada di dalam dirinya.

Namun wajah Kayla tidak menunjukkan emosi apa pun. Tatapannya datar.

“Eyang benar, Pa,” jawab Kayla pelan.

Kalimat sederhana itu terasa seperti tamparan bagi Damar. Pria itu terdiam. Rahangnya menegang, matanya berkedip sekali seolah tidak menyangka putrinya sendiri akan berkata seperti itu.

Di sisi lain, Eyang Narti melangkah sedikit lebih maju, seolah ingin memastikan keputusan ini benar-benar jelas.

“Besok,” kata beliau tegas, “keluarga Ustadz Hanan akan datang kesini untuk mengkhitbah Kayla.”

Kayla sedikit menegang mendengar itu. Dadanya kembali berdebar, meskipun ia berusaha tetap terlihat tenang. Namun Eyang Narti melanjutkan kalimatnya tanpa ragu.

“Kalau kamu masih mau jadi orang tua yang bertanggung jawab, datanglah.”

Tatapan beliau menancap tajam ke wajah Damar.

“Tapi jika hanya ingin mengacaukan semuanya…” suara beliau berubah semakin dingin, “mending biar peranmu digantikan oleh Arman.”

Ucapan itu benar-benar membuat wajah Damar mengeras. Tangannya mengepal di samping tubuh. Amarah jelas terlihat di wajahnya, tetapi untuk beberapa saat ia hanya bisa berdiri membeku.

Sementara itu Desi yang sejak tadi menahan kekesalan kini benar-benar tidak bisa lagi menyembunyikannya.

Wajahnya memerah. Bibirnya mengatup rapat menahan emosi. Rencananya benar-benar gagal. Semua usahanya agar Kayla meminta maaf pada Chandra… hancur begitu saja.

Bahkan rencananya menjodohkan dengan keluarga Brata juga terancam batal. Dengan gerakan kesal, ia langsung menarik tangan Damar.

“Ayo kita pulang!” katanya tajam.

Damar sempat menatap ibunya sekali lagi, lalu menghela napas berat sebelum akhirnya mengikuti langkah istrinya menuju pintu.

Suara langkah mereka menggema di lantai rumah yang luas itu. Namun sebelum benar-benar keluar, Desi tiba-tiba berhenti. Ia menoleh kembali ke dalam ruangan. Tatapannya langsung mencari satu orang.

“Arfin, pulang!” ucapnya tajam.

Suasana kembali menegang. Arfin yang sejak tadi berdiri di dekat Kayla langsung mengangkat kepala. Wajah remaja itu terlihat ragu sesaat, lalu ia menggeleng kuat.

“Enggak!” jawabnya keras. “Arfin mau sama kakak!”

Desi langsung melotot.

“Arfinnnn!” teriaknya dengan nada marah yang melengking.

Namun Arfin malah melengos ke arah lain. Ia pura-pura memperhatikan lukisan di dinding, seolah tidak melihat ataupun mendengar panggilan ibunya.

Sikap itu membuat Desi semakin murka.

“Arfin!” serunya lagi.

Namun remaja itu tetap diam saja. Bahkan kini ia berdiri di samping Kayla, seperti ingin menunjukkan bahwa ia memang tidak berniat pergi.

Kayla melirik adiknya sekilas. Meski wajahnya masih pucat dan lelah, ada sedikit kelembutan muncul di matanya.

Arfin menunduk sedikit, tetapi tetap bertahan di tempatnya. Sementara di dekat pintu, Desi terlihat hampir meledak karena marah.

Tangannya mengepal, napasnya naik turun menahan emosi. Namun sebelum ia sempat kembali berteriak, Damar sudah menarik lengannya pelan.

“Sudah,” ucapnya pendek.

Tanpa berkata apa-apa lagi, pria itu akhirnya membawa Desi keluar dari rumah itu.

Pintu depan tertutup dengan suara cukup keras. Dan untuk pertama kalinya sejak mereka datang…

Beberapa saat kemudian, suasana rumah yang semula tegang perlahan berubah menjadi lebih tenang setelah kepergian Damar dan Desi. Meski demikian, bekas emosi yang tertinggal masih terasa di udara.

Kayla duduk di sofa ruang keluarga dengan tubuh sedikit membungkuk. Wajahnya pucat, matanya terlihat lelah, seolah semua peristiwa yang terjadi beberapa hari terakhir benar-benar menguras tenaga dan perasaannya.

Di depannya, Eyang Narti duduk dengan tongkat yang bersandar di samping kursinya. Wanita tua itu menatap cucunya lama, penuh kasih, tapi juga dengan kekhawatiran yang tak bisa ia sembunyikan.

Akhirnya Eyang Narti membuka suara dengan lembut.

“Nduk, kamu benar sudah yakin kan?” tanya Eyang Narti pelan.

Suara itu tidak menekan, tidak memaksa. Hanya sebuah pertanyaan tulus dari seorang nenek yang ingin memastikan kebahagiaan cucunya.

Kayla menunduk. Jemarinya saling bertaut di pangkuannya. Ia terlihat ragu, bahkan napasnya sedikit tertahan sebelum akhirnya menjawab.

“Eyang… jujur aja Kayla takut,” ucapnya lirih. “Kayla benar-benar merasa gak pantas buat dia, Eyang.”

Ucapan itu keluar seperti pengakuan yang selama ini ia pendam.

Eyang Narti menghela napas pelan. Hatinya terasa nyeri mendengar kalimat itu. Ia tahu betul luka yang selama ini dipikul Kayla membuat cucunya selalu merasa rendah diri.

“Nduk,” kata Eyang dengan suara lembut, “bukankah Hanan sudah mengatakan kemarin. Dia anak baik, dia serius sama kamu.”

Kayla menggigit bibir bawahnya. “Justru karena dia baik, Eyang… Kayla jadi—”

Kalimatnya terhenti. Ia tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan yang bercampur di dalam dadanya. Namun sebelum ia sempat melanjutkan, suara Om Arman tiba-tiba terdengar dari kursi seberang.

“Kay,” ucapnya santai namun tegas. Kayla menoleh ke arah pamannya.

“Kalau kamu merasa tidak baik buat dia, jangan insecure,” lanjut Arman. “Tapi usaha.”

Ucapan itu membuat Kayla terdiam. Arman menatapnya serius, tetapi ada senyum tipis di wajah pria itu.

“Belajar lagi ya Kay,” katanya lembut. “Om yakin, Hanan bisa bimbing kamu ke jalan yang lebih baik lagi.”

Kayla masih terlihat ragu. “Tapi Om—”

“Om kamu benar, nduk,” potong Eyang Narti sambil mengangguk. “Kamu harus belajar, menjadi lebih baik lagi ya nduk. Biar Hanan bantu kamu berubah, insyaallah, Hanan pasti akan sabar mengajari kamu.’’

Kalimat itu membuat Kayla terdiam cukup lama.

Ia menarik napas panjang, seolah mencoba menenangkan hatinya sendiri. Banyak pikiran yang berputar di kepalanya tentang masa lalu, tentang dirinya, tentang Hanan yang begitu berbeda dari dunia yang selama ini ia jalani.

Namun perlahan ia mengangkat wajahnya. Kayla menatap neneknya, lalu pamannya.

Akhirnya ia mengangguk pelan. Keputusan itu mungkin belum sepenuhnya membuatnya tenang… tapi setidaknya ia mencoba percaya.

Tiba-tiba—

“Wait!”

Suara Arfin memotong pembicaraan mereka dengan nada dramatis. Semua kepala langsung menoleh ke arahnya. Remaja itu berdiri di dekat meja dengan ekspresi tercengang.

“Eyang… ini serius kakak mau menikah?” tanyanya dengan mata membulat.

Ia pikir, ucapan eyang nya tadi hanya ancaman pada sang ayah agar Kayla tidak di jodohkan dengan keluarga Brata. Tapi sepertinya ia salah, ucapan eyang nya benar.

Eyang Narti menatapnya dengan wajah datar.

“Iya,” jawab beliau singkat. “Besok keluarga Ustadz Hanan akan datang.”

Arfin langsung menganga.

“Ustadz? Beneran ustadz?”

Satu detik hening. Lalu—

Puk!

Sebuah bantal sofa melayang tepat mengenai kepala Arfin.

“Mbok pikir ada ustadz gadungan, hah!” omel Eyang Narti kesal.

“Banyak, Eyang!” celetuknya spontan sambil memegangi kepalanya sambil meringis.

Dan tentu saja, kalimat itu membuat ruangan seketika hening. Eyang Narti langsung melotot.

“Arfin!”

Remaja itu langsung mengangkat kedua tangannya menyerah. “Iya iya Eyang maaf!”

1
Nar Sih
waah...kayak nya ada tetangga baru yg mungkin bkln suka dgn mu fatim
Eka ELissa
berharap dia jodoh kmu stelah ceray dari kang galon itu ya ...fatim..
siapakah dia.....aku pun tak tahu...
hnya emak yg tau...
Eka ELissa
iyaa....ayah mu biar Ama zivana aj ..
masa lalu nya ..ya....aras.....bunda mu juga berhak bahagia tauu
Fittar
mana janjimu untuk tidak menyakiti fatimah,arfin.

siapa itu si tetangga baru. semoga gak menjadi masalah baru buat fatimah. kasihan sudah banyak sekali bebannya
gonting marombus
mending buang aja fatim si arfin paok itu....geram kali pengen nonjok si arfin itu.
Nie
aaahhhhh siapa itu thor?calon pebinor kah 🤭🤭🤭aku dukung kamu ya bang bt rebut dik Fatim dari lelaki kaya Arfin....semangat bang🤣🤣🤣🤣
Yuliana Purnomo
weehhh penggemar Fatimah beraksi niih,,hemm buat Arfin cemburu biar menyadari perasaan nya
Budhe Satryo
ternyata arfin laki" pengecut g punya pendirian ..kasian fatim😭
Ita rahmawati
siapakah lski2 itu,,dibab ini aku pengennya arfin makin kejem biar fatim GK tahan dn minta cerai atau Zivana buat makin ngejer2 arfin biar arfin makin oleng dn nyeraiin fatim intinya mereka cerai deh udah yg gedek bgt aku SM arfin 😡
mau nti fatim SM ustadz Zaki atau laki2 yg baru muncul basinglah gpp yg penting bkn arfin 🤣
Reza Rizki
thorrrr... kmu tau aku sama teman ku taruhan.. dia itu pengen nya fatim sama gus zaki (benr tidak? gus atau ustadz sih?) sementara aku pingin nya fatim sama arifin.. eh teman ku ngomong "lihat aja dia gk akan bisa jadi suami baik" dia berkata seperti itu sebelum arifin bertemu zivana dan aku bilang "gk papa kan bisa belajar" eh gk tau nya malah kayak gini aduhhh aku kehilangan yang 150rb Thorrrr.. duhh fatim ini kenapa tidak sholat istikharah dulu sihh (eh sudah sholat istikharah apa belum sih?)
Reza Rizki: iya kan? sungguh menyesal sekali aku.. sudahlah menyesal kehilangan uang 150rb lagi ibarat nya apa itu? sudah jatuh tertimpa tangga? iy kan? 😭
total 5 replies
Dra. S
Waahhhh, ada tetangga baru nihh.
kayaknya sering perhatiin fatimah atau emang fatimah yang lupa sama tuh tetangga.?
si Arfin mah biarin aja lah fatim, terserah dia mau apa dan gimana, mending kamu jangan banyak mikirin yang nggak jelas.
Hasbi Yasin
y lah pisah aja kasihan fatimahbuat arfin menyesal
dyah EkaPratiwi
siapa ini kog kenal Fatimah
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
siapa lelaki misterius itu...
Maya's ❤️
kenapa dari tadi nangisin tokoh novel mommy mulu dah, disebelah nangisin bunga disini Fatimah. apa mommy lg sensi sama tokoh wanita di novelnya jd dibikin anu 😢🤭
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
weehh siapa tetangga baru itu...????🤔🤔🤔
penasaran deh...???
sri hastuti
arfin bikin jengkel, gak punya perasaan ,nyebel in banget Mom, kasihan fatimah, sdh biar selesai aja ,cerai 😡😡😡
Tri Hastuti
cerai j fatim mom,, jodohin ma tetangga baru td 😂
Eva Karmita
Apa si Chandra yg sempat mau sama Kayla teman nya Arfin ni cowok kan katanya sepantaran Arfin.. makanya dia tau nama Fatimah...makin seru ini biar Arfin punya saingan biar ngk so" ke gantengan nyia"in Fatim
diah nursanti
mending cerai aja,sejak kedatangan zivana arfin jadi berubah,dia rela menyakiti istri sebaik Fatimah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!