NovelToon NovelToon
Menjadi Istri Kedua Pria Beristri

Menjadi Istri Kedua Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Poligami / Ibu Pengganti / Menikah Karena Anak / CEO / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:70.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Aruna tahu hidupnya tidak lama lagi. Demi suami dan putri kecil mereka, ia memilih sesuatu yang paling menyakitkan... mencari wanita yang akan menggantikannya.

Alana hadir sebagai babysitter tanpa mengetahui rencana besar itu. Adrian salah paham dan menilai Lana sebagai perusak rumah tangga. Namun, pada akhirnya Aruna memaksa keduanya menikah sebelum ia pergi untuk selamanya.

Setelah Aruna tiada, Adrian larut dalam rasa bersalah dan menjauh dari istri keduanya. Lana tetap bertahan, menjalankan amanah Aruna meski hatinya terus terluka. Situasi semakin rumit saat Karina, adik Aruna berusaha merebut Adrian dan menyingkirkan Lana.

Akankah Adrian berani membuka hati untuk Alana, tanpa mengkhianati kenangan bersama Aruna? Atau justru semuanya berakhir dengan luka yang tak tersembuhkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 25.

Udara di ruangan itu seolah membeku. Adrian bersandar santai di kursinya, tapi tatapannya menusuk tajam siap menghadapi siapa pun yang datang dengan niat buruk.

Rama berdiri di ambang pintu, jas hitamnya masih rapi tapi ekspresi wajahnya jauh dari kata tenang. Ia melangkah masuk tanpa permisi, menghentakkan langkah dengan penuh emosi.

“Adrian!” serunya, nadanya tinggi dan menuntut. “Kau berani menghentikan semua kerja samaku?!”

Adrian menautkan alisnya pelan, menatap pria di depannya dengan ketenangan yang justru membuat Rama semakin tersulut.

Rama menggebrak meja. “Kau pikir bisa main-main seperti ini, hah? Kontrak yang kita jalankan itu bernilai miliaran! Aku nggak akan diam saja, Adrian!”

Adrian berdiri perlahan, tanpa satu pun kata. Gerakannya tenang tapi memiliki wibawa yang membuat siapa pun otomatis mundur setapak. Ia menatap Rama lurus-lurus, matanya sedingin baja.

“Kamu datang ke sini tanpa izin, masuk ke ruanganku, dan berteriak-teriak. Tapi itu tak masalah, aku ingin mengatakan langsung padamu... aku tahu apa yang kau lakukan dulu pada istriku.”

Rama membeku sejenak, tapi cepat-cepat menutupi kegugupannya dengan tawa sinis. “Hah! Istrimu? Maksudmu si Alana itu? Gadis panti itu? Aku cuma kasih tawaran waktu itu! Aku punya hak—”

“Diam!!" Suara Adrian rendah tapi mematikan, membuat Rama spontan berhenti bicara.

“Aku sudah memeriksa semua catatan panti asuhan tempat Alana dulu bekerja,” lanjut Adrian dengan nada berat. “Dan aku tahu... kamu menyalahgunakan kekuasaan untuk menekan orang-orang di panti dengan iming-iming uang. Kamu pikir aku akan biarkan orang seperti kamu terus bekerja sama dengan perusahaanku?”

Rama mengepalkan tangannya. “Aku bisa menuntutmu karena pemutusan sepihak!”

“Silakan.” Adrian menyilangkan tangan di dada. “Semua kontrak kita sudah aku batalkan secara legal. Pengacaraku sudah mengirimkan surat resmi padamu. Jadi kalau kamu mau main hukum, aku siap meladenimu.”

Sorot mata Rama berubah liar, namun jelas ketakutan mulai menyusup di balik amarahnya. Ia tahu siapa Adrian. Pengusaha yang memiliki koneksi luas, termasuk di bidang hukum dan media.

Tubuh Adrian melengkung sedikit ke belakang, bersandar pada meja kerjanya.

“Kamu berani hina istriku, Rama. Kamu berani lukai hatinya dulu. Tapi sekarang dia adalah istriku, dan siapapun yang menyakitinya... aku akan membuat hidup mereka hancur. Termasuk kamu!”

Ucapan itu tidak keras, tapi mengandung kekuatan yang membuat Rama kehilangan suara. Untuk sesaat, hanya suara nafas berat dari keduanya yang terdengar.

“Sekarang keluar dari ruanganku,” ucap Adrian pelan namun tegas. “Dan jangan pernah berani bicara pada Alana dengan meremehkannya lagi, jika suatu hari kalian bertemu!"

Rama menggertakkan gigi, tapi ia tahu tidak ada gunanya melawan. Tatapan Adrian terlalu yakin, terlalu berbahaya. Dengan wajah memerah menahan malu, ia membalikkan badan dan melangkah pergi lalu membanting pintu dengan keras.

Begitu pintu tertutup, Adrian menarik napas panjang. Tangannya mengepal, lalu ia menekan tombol di meja.

“Eva,” panggilnya pada sekretarisnya lewat interkom.

“Ya, Pak?”

“Sebarkan memo ke semua divisi, nama Rama dan seluruh perusahaan afiliasinya masuk daftar hitam. Tak satu pun proyek boleh bekerja sama dengannya. Dan pastikan... pengumuman itu sampai ke asosiasi pengusaha kota.”

“Baik, Pak Adrian.”

Setelah memutus sambungan, Adrian berdiri di depan jendela besar kantornya. Pandangannya menerawang ke luar, ke langit Jakarta yang mulai kelabu. Ia menatap refleksi wajahnya di kaca, ketenangan luar yang menyembunyikan gejolak di dalam.

Alana baru selesai melihat kondisi ibunya yang dirawat di rumah sakit, ada bibi yang menemani ibunya disana.

Ponselnya bergetar.

“Halo, Mas?” suaranya lembut di ujung sambungan.

“Sudah di rumah?” suara Adrian terdengar datar, tapi ada sesuatu yang menenangkan di baliknya.

“Belum, ini baru mau belok ke jalan rumah. Kenapa, Mas?”

“Gak apa-apa. Aku cuma mau bilang... mulai sekarang kamu nggak usah takut sama masa lalu mu. Orang yang pernah nyakitin kamu, udah aku kasih pelajaran.”

Alana terdiam, jemarinya menggenggam erat ponsel. Suara Adrian terasa berat, tapi penuh perlindungan.

“Mas...” Nada suaranya bergetar. “Saya... saya nggak tahu harus bilang apa.”

“Cukup bilang... kamu merasa tenang. Aku cuma mau kamu hidup tenang, itu aja. Aku akan pulang lebih awal.“

Alana mengangguk meski Adrian tak bisa melihatnya. “Iya, Mas... saya tunggu.”

Setelah sambungan terputus, Alana menatap ke arah jendela mobil yang membawanya. Cahaya sore menembus kaca, menyinari wajahnya yang tenang tapi matanya berkilat lembut.

Dan di balik semua itu, Adrian sudah memulai langkah besar. Bukan hanya untuk menyingkirkan orang-orang yang menyakiti Alana, tapi juga untuk memastikan masa lalu istrinya tak akan pernah bisa menyentuh masa depan mereka lagi.

1
Rusmini Mini
keren ada gregetnya /Good//Good//Heart//Heart/
Rusmini Mini
aq kira 15 th kemudian ternyata dah tamat ..... bagus thankyou Thor /Pray//Pray//Good//Good//Heart//Heart/
Rusmini Mini
A5 sptnya nyaman dgn Satria /Chuckle//Chuckle/
Rusmini Mini
takutnya nanti Airlangga terbawa perasaan pd A5.....
Rusmini Mini
harusnya A5 tanggap knp tiba tiba Airlangga menemani berobat
Rusmini Mini
sebenarnya kasihan tp kok ya menyebalkan jg A5 egois /Gosh//Gosh/
Rusmini Mini
menggunakan penyakitnya sbg senjata licik sekali kamu A5
Rusmini Mini
krn kamu bodoh Alima maka karina mudah menghasut kamu
Rusmini Mini
bagaimana perasaan Alima kalo tau cowok yg di taksirnya mlh suka pd Asmara.../Joyful//Joyful//Joyful/
Rusmini Mini
ealah wanita hamil itu Bella anaknya Karina...panteslah...
Rusmini Mini
stalker ...
Rusmini Mini
huuhh siapa tuh yg nolongin Asmara...
Rusmini Mini
Karina berani muncul kamu... tega menipu keponakaanmu sendiri dgn hasutanmu
Rusmini Mini
Asmara plek ketiplek Adrian versi cewek
Rusmini Mini
baru duduk udh 20 th kemudian...tua dong aq.../Grin//Grin/
Rusmini Mini
kamu iri pd org yg salah Vio... alamat Adrian marah besar
Rusmini Mini
jaga betul kehamilanmu ya Alana
Rusmini Mini
pada kicep org yg merendahkan Alana /Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
mencoba jd ulat bulu ya Tania...pergi jauh sono /Scream//Scream/
Rusmini Mini
hancur dah perusahaan Rama... makanya jgn sok...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!