📌Season kedua dari THE QUEEN OF MAFIA
📌Disarankan membaca THE QUEEN OF MAFIA terlebih dahulu.
Mengisahkan tentang seorang gadis yang ditinggal oleh kekasih masa kecilnya, semenjak itu ia berubah menjadi datar dan dingin, ia juga mewarisi mafia yang didirikan oleh Momynya, ia biasa disebut sebagai Queen ke-dua.
Gadis tersebut adalah putri semata wayang dari Azkadina Anderson dan Arion Adhitama Robertson.
Ia melewati hari harinya selalu bersama dengan sepupu dan teman yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri, hingga mereka memutuskan untuk tinggal dalam satu mansion, tanpa disangka mereka bertemu dengan orang yang selama ini mereka cari dan tunggu tunggu.
Apakah dia akan bertemu dengan pujaan hatinya?
Penasaran? Simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Saat Alena masuk ia langsung terkejut karena klien yang harus ia temui adalah temannya sendiri yang tak lain adalah Marvin
Marvin yang melihat Alena masuk juga merasa terkejut, ia langsung berdiri dari duduknya dengan spontan
"Alena." Ucapnya kaget
Alena hanya melihatnya datar mencoba menetralkan keterkejutannya
"Anak dari keluarga Sanjaya? apa dia... tapi nghak mungkin, nama Sanjaya bukan hanya satu." Batin Alena
"Silahkan duduk, Nona muda." Ucap sang sekretaris mempersilahkan Alena duduk dikursi yang sudah disiapkan untuknya.
Alena langsung duduk yang juga mempersilahkan Marvin untuk duduk kembali
"Silahkan duduk, Tuan Marvin, kita langsung mulai saja rapat hari ini," ucap Alena dengan wibawa seorang pemimpin "presentasikan materinya." Imbuh Alena menyuruh sekretarisnya menyajikan materi rapat
Saat rapat Marvin bukan fokus kepada materi, melainkan hanya fokus memperhatikan Alena tanpa berkedip
"Chubby, kau sangat cantik, berbeda dari Chubby ku dulu, kau dulu cengeng, sekarang kau sangat hebat dan berwibawa." Ucap Marvin memuja Alena
"Bukan hanya Leader mafia, tapi kau juga CEO, aku semakin suka dengan mu, aku akan berusaha mendapatkanmu." Tekad Marvin dalam hati
Sekretaris Marvin yang melihat Marvin tidka fokus pada rapat menyenggol lengannya pelan dan berbisik
"Tuan, fokus lah pada rapat." Bisiknya
"Eh... iya." Jawab Marvin yang tersadar, ia langsung berusaha memfokuskan pikirannya pada rapat
Setelah rapat selesai, Alena dan Marvin menandatangani berkas kerja sama antara perusahaan keluarga Marvin dan keluarga Alena
"Senang bekerja sama dengan anda, Tuan." Ucap Alena mengukurkan tangannya bermaksud berjabat tangan dengan Marvin
"Senang bekerja sama dengan anda, Nona.1" Balas Marvin menjabat tangan Alena
"Nona, rapat sudah selesai saya pamit undur diri, mengcopy berkas kerja sama." Izin sekretaris
"Baiklah, taruh berkasnya diruanganku." Ucap Alena
"Baik."
"Tuan, kita keperusahaan sekarang?" Tanya sekretaris Marvin
"Kau pulanglah dulu, aku masih ada urusan." Suruh Marvin
"Baik, saya permisi." Pamitnya
Alena membereskan berkasnya dan hendak membawa laptopnya pergi dari ruangan meting, namun langsung dihadang oleh Marvin
"Ada apa, Tuan?" Tanya Alena formal "rapat sudah selesai, anda bisa meninggalkan perusahaan." Ucapnya mengusir secara halus
"Tidak usah formal, gw pergi kalo lu mau makan siang bareng gw, siang ini." Ucap Marvin
"Gw masih banyak pekerjaan, jadi silahkan pergi." Tolak Alena
"Itu bukan jawaban yang gw mau," protes Marvin "jika kau tak mau maka aku akan memberi tahu ke media, bahwa pewaris perusahaan terbesar No. 1 adalah seorang leader mafia." Ucap Marvin bernegosiasi yang terkesan mengancam
Membuat Alena kaget
"Bagaimana dia bisa tahu." Kagetnya dalam hati
"Tidak penting aku tahu dari siapa, hanya aku yang tahu, Adrian dan Jordan tidak mengetahui ini," terang Marvin membuat Alena agak sedikit lega "jadi... ya atau tidak?" Tanya Marvin lagi
Alena menghembuskan nafasnya kasar
"Baiklah," jawab Alena membuat Marvin senang "hanya satu jam, tidak lebih." Ucapnya lagi lalu keluar dari ruang meeting, tapi sebelum itu Alena berkata lagi
"Cafe depan, jam 1 siang." Ucap Alena
"Baik." Setuju Marvin
Marvin yang ditinggal sendiri diruang meting, langsung keluar dengan senyum mengembang, dan pergi meninggalkan AzFara Corporation menuju perusahaan keluarga Sanjaya, karna jam istirahat makan siang masih 4 jam lagi
Disisi lain Azka dan Arion terus terkekeh bersama dua orang lainnya didalam ruangan Arion dikantornya
Karna mereka memantau Alena dengan CCTV yang ada didalam ruang meting yang digunakan Alena bersama dengan Marvin
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕