NovelToon NovelToon
Cerita Cinta Nisa

Cerita Cinta Nisa

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Qinan

Harap bijak dalam memilih bacaan, sebagian konten ini berunsur dewasa 21+

Jangankan memilikinya membayangkan saja aku tidak pernah...Bagaimana mungkin gadis miskin sepertiku bisa bersanding dengan pangeran. ___Nisa___


Jatuh cinta tidak pernah salah...Dimana dan dengan siapa...hanya saja keadaan yang membuatnya jadi rumit antara cinta dan bakti pada orang tua.
___Austin__

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qinan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan malam

Nisa nampak kesal ketika melihat Adi sedang tertawa cekikikan menatap layar ponselnya. Dia sudah bisa menebak dengan siapa adiknya itu sedang berkirim pesan.

"Astaga Dek, sudah berapa kali Mbak bilang tinggalkan cewek bule itu. Kamu itu cuma dimanfaatkan saja, nanti kalau kamu tidak punya duit juga ditinggal." tegur Nisa pada Adiknya.

"Namanya juga cinta Mbak, butuh pengorbanan, seperti materi misalnya. Makanya Mbak cepat nikah biar tidak galak-galak amat ." celetuk Adi sembari menatap layar ponselnya.

"Apa hubungannya galak sama menikah ?"

"Biar ada pawangnya." Adi nyengir merasa puas menggoda kakaknya itu.

"Pokoknya Mbak tidak mau tahu, Mbak tidak mau kasih uang jajan lagi. Kalau mau uang, mulai besok setelah kuliah kamu kerja di kantor sama Mbak."

"Astaga, Mbak ini kakak kandung tapi rasa ibu tiri."

"Biarin."

"Lalu siapa yang mengawasi King ?"

"Mbak akan memperkerjakan beberapa orang pengaman, lagipula percuma ada kamu di rumah, King tetap saja main sama pengasuhnya."

"Kok Mbak tahu ?"

"Tuh." Nisa menunjukkan cctv yang ada di ruangan tersebut.

Adi nampak meringis ketika mendengar Nisa marah, dia tahu kakaknya itu marah demi kebaikannya. Selama ini Nisa selalu memanjakan Adi, apapun yang adiknya minta selalu dia berikan, tapi tidak untuk masalah pergaulannya Nisa selalu mengawasinya.

Sedangkan di tempat lain Austin sedang makan malam di rumah orang tuanya, ia terpaksa menyetujui ajakan Felicya karena dia selalu memaksanya. Lagipula dia juga sudah lama tidak bertemu dengan Ibunya.

Austin tetap bersikap dingin pada Ayahnya, sampai sekarang hubungan mereka kurang baik. Dia hanya bicara seperlunya masalah pekerjaan, selebihnya dia banyak menghindar.

Tuan Michael menyadari itu, karena selama lima tahun ini mereka jarang sekali bertemu. Menurutnya, anaknya sekarang sangat jauh berbeda tidak seperti dulu. Austin sekarang lebih dingin dan tidak pernah ada senyum di wajahnya.

Dulu tuan Michael mengira Austin akan bahagia menikah dengan Felicya, tapi kenyataannya sudah lima tahun berlalu Austin tidak pernah mencintai istrinya itu.

Bahkan hubungan ayah dan anak itu semakin merenggang, ia berharap dimasa tuanya dia bisa berkumpul dengan keluarganya dan bermain dengan cucu-cucunya, tapi nyatanya Austin semakin menjauhinya dan Felicya sampai sekarang belum juga memberikan ia seorang cucu. Sepertinya tuan Michael mulai menyesal dengan keputusannya dulu.

Malam ini Austin dan istrinya menginap di rumah orang tuanya, karena mamanya yang meminta jadi dia enggan menolaknya. usai makan malam ia langsung ke kamarnya untuk istirahat, sedangkan Felicya masih di ruang keluarga karena ibu mertuanya ingin banyak ngobrol dengannya.

"Sayang, minggu depan temani Mama ke Malaysia ya. Ada temannya Mama ulang tahun nanti Mama akan kenalin kamu sama mereka." ujar Nyonya Celine yang sedang duduk di sebelah suaminya.

"Maaf Ma, minggu depan Feli ada pemotretan."

"Wah sayang sekali nanti Mama pergi sendiri dong Pa." nyonya Celine nampak kecewa.

"Nanti Papa temani, oh ya Nak bagaimana hubungan kamu dengan Austin ?" tanya tuan Michael pada Felicya.

"Tidak ada perubahan Pa, bahkan dia semakin dingin. Feli sudah mencoba berbagai cara tapi dia tetap tidak peduli. Bahkan selama lima tahun ini dia tidak pernah sedikit pun menyentuh Feli." ucap Felicya nampak kekecewaan di matanya.

"Apa cara yang mama kasih dulu sudah kamu coba ?" tanya nyonya Celine.

"Obat perangsang ?" tanya Feli balik, lalu nyonya Celine mengangguk.

"Sudah Ma, bahkan Feli sering memberikannya tetapi sedikit pun tidak bereaksi, dia itu seperti kelainan. maaf Ma, seperti impoten."

Mendengar perkataan menantunya, tuan Michael dan istrinya merasa kawatir, kalau anaknya benar-benar kelainan.

"Baiklah sayang, kamu pergi istirahat saja." perintah nyonya Celine.

"Baik Ma." jawab Felicya, kemudian ia berlalu meninggalkan ruangan itu.

Setelah Felicya pergi ke kamarnya, sekarang tinggal mereka berdua di ruangan itu. "Seandainya Papa dulu tidak melenyapkannya, pasti cucu kita sudah besar." ujar Nyonya Celine.

Begitulah nyonya Celine, setiap kali berdua dengan suaminya ia selalu membahas masalah itu yang membuat tuan Michael semakin merasa bersalah. Di hari tuanya kini bukan reputasi lagi yang dia butuhkan tetapi keluarga dan cucu yang menemaninya.

Keesokan harinya

Pagi itu Austin dan keluarganya sedang sarapan bersama, ini kali pertama Austin sarapan pagi di rumah orang tuanya sejak kepulangannya dari Jerman. Biasanya dia menyempatkan makan malam itu pun langsung pulang tanpa menginap.

"Bagaimana tidurnya sayang ?" Nyonya Celine mencoba mencairkan suasana.

"Cukup nyenyak Ma." jawab Austin singkat.

"Papa harap kalian cepat memberikan kami cucu." ujar Tuan Michael.

Austin yang baru memakan setengah dari piringnya, tiba-tiba menghentikan sendoknya. lalu dia menatap ayahnya. "Aku tidak ingin punya anak." ucapnya tegas.

"tapi tujuan berumah tangga itu, untuk mendapatkan keturunan sebagai pewaris keluarga." sahut tuan Michael.

"Papa bisa sesuka hati mengatur hidup ku, tapi tidak dengan perasaanku. Aku akan mempunyai anak dengan wanita yang ku cintai." ucap Austin, kemudian ia langsung meletakkan sendoknya lalu beranjak pergi.

"Sabar ya sayang, nanti biar Mama yang bicara padanya." terlihat nyonya Celine mencoba menenangkan Felicya.

Di kantor mood Austin benar-benar buruk, sepanjang hari dia selalu uring-uringan terus, tapi Wira sudah biasa menghadapinya, karena sifat Austin dan ayahnya begitu sama.

Keluarga Wira yang turun-temurun mengabdi kepada keluarga Gunawan sangat hafal dengan mereka, jadi ia berusaha tidak membuat kesalahan sedikitpun.

"Apa sudah ada kabar ?" tanya Austin pada asistennya itu.

Wira sudah mengerti maksud dari tuannya itu, dengan ragu dia berbicara."Maaf tuan, semua cafe yang tuan Fajar miliki sudah dijual semua oleh adiknya sebagai ahli warisnya."

"Saya tidak mau tahu, sampai ke ujung dunia pun kamu harus mencari wanitaku." perintah Austin tanpa ada bantahan.

"Baik tuan saya akan kerahkan semua anak buah saya untuk mencari Nona Nisa."

"Bagaimana perkembangan cabang perusahaan kita di pulau K ?"

"Sudah siap tuan, Minggu depan sudah bisa diresmikan. Apa anda akan datang ?"

Austin berfikir sejenak, kemudian ia menyetujui untuk datang ke peresmian anak cabang perusahaannya yang di gagas oleh ayahnya itu di pulau K. Jika pergi ke pulau tersebut maka dia bisa menghindari orangtuanya yang selalu mendesaknya untuk segera memiliki seorang anak.

Bagaimana mungkin dia bisa mempunyai anak, sejak menikah dengan Felicya lima tahun yang lalu. Austin diam-diam melakukan vasektomi, dia juga tahu kalau Felicya diam-diam sering mencampur minumannya dengan obat perangsang tapi sama sekali tidak bereaksi apa-apa.

Bahkan istrinya itu juga sering menggodanya dengan telanjang bulat di depannya, tapi Austin sama sekali tidak tertarik. Tetapi lain halnya ketika dia mengingat Nisa gairahnya langsung memuncak, sepertinya pikiran dan tubuhnya sudah berpusat pada gadisnya itu.

1
Arsyad Algifari.
selalu suka sama karya mu thor🥰🥰
Arsyad Algifari.
aku belum baca karya mu ini Lo bang . padahal THN itu barengan sama cerita Ameera ya thor🙏
putrie_07
aq suka bgt SM karyamu Thor😘😘
74 Jameela
Obgyn
74 Jameela
opa opo..jgn melihara dendam..ntar bs menikam dirimu sndri opaa
74 Jameela
apik..bagus..baik..ceritanya kak👍👍
yah
king 😭😭😭🤧
yah
obygin
pipi gemoy
👍🏼👏🏼☕🙏🏼
✌🏼
pipi gemoy
proses Wira mau nikah secepat kilat, sat set sat set😆👍🏼🌹
pipi gemoy
baru ngeh ini lapak nya Aline sang pewaris
keduluan baca lapak anaknya 😂👻
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂
Wira ini tipe lelaki robot 👻
pipi gemoy
seru...👻
pipi gemoy
Luar biasa
pipi gemoy
ini Dia penyebab kanker hati, gegara gaya hidup yang suka mengkonsumsi alkohol
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
Ipah Sumiati
Luar biasa
Hariyanti
aku suka karyamu ga bertele-tele.pokoknya asik 👍👍👍
Hariyanti
😭😭😭😭😭
Hariyanti
banyak banget pengganggu disekitar kalian🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!