NovelToon NovelToon
Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Naik Ranjang Arya & Dira Season 1-2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nunuk pujiati

Dira, wanita cantik yang ditinggal pergi suaminya. Tak pernah ada yang tahu jika dia harus menikah dengan kakak iparnya sendiri. Semua itu karena permintaan terakhir mendiang suaminya.

Dira yang sebelumnya ragu apakah dirinya bisa bahagia bersama dengan orang yang sedikit pun tidak dia cintai. Namun, seiring waktu berjalan, semua perasaan ragu dan benci mulai menghilang.

Ditengah-tengah perjalanan cinta mereka, sebuah hal tak terduga terjadi. Dira akhirnya dapat berjumpa kembali dengan kedua orang tua kandungnya.

Dari keraguan berubah menjadi cinta. Semua perasaan luka karena ditinggal mendiang suami, kini mulai pulih dengan perlahan.

Apakah semuanya akan berjalan dengan penuh kebahagiaan dan harmonisasi?

Penasaran dengan ceritanya? Silahkan baca novelnya yang berjudul Naik Ranjang Season 1&2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 1 - 25

"Kamu sudah pulang, Arya?" tanya Dinda saat Arya masuk kedalam rumah. Ternyata daritadi Dinda menunggu Arya pulang, dan menantikan kabar baik dari Arya.

"Iya, Ma." Tanpa tunggu lama, Arya langsung masuk kedalam dengan raut wajah sedih. Dinda meyakini, jika ada yang tak beres. Akhirnya langsung bertanya.

"Ada apa denganmu, Arya? Kenapa mukamu ditekuk begitu, jelek tau kamu jadinya," ucap Dinda tanpa di filter.

"Walapun jelek, tapi Arya tetap anak Mama," jawab Arya dengan geram. Terkadang Arya merasa geram dengan orang tuanya itu, tapi Arya masih sadar jika Dinda adalah orang yang rela melahirkan dirinya.

"Gak, kamu bukan anak Mama. Tapi kamu anak kodok, karena sikap kamu seperti kodok!' ejek Dinda sekali lagi. Sedangkan Arya langsung melotot saat di bilang anak kodok, geram jelas lah. Bentuk manusia kok di bilang kodok.

" Ma, jika aku kodok. berarti Mama adalah Mama kodok, dan Papa kodok juga. Sesama spesies gak boleh saling menjelekkan, paham," tegas Arya.

Cukup sudah aku dikatain kodok, walaupun kodok juga hewan hidup. Masih bisa bernapas, masa Mama tega ngatain anak sendiri kodok. gerutu Arya dalam hati.

"Sudah, Mama gak mau bahas kodok. Mama mau bahas masalah kamu dan Fani, gimana apa kamu sudah memutuskan Fani?" tanya Dinda to the point

"Ma, bisakah besok saja? Arya capek Ma, dan ingin istirahat sejenak. Hari masih panjang, jadi gak perlu terburu-buru," jawab Arya. Arya benar-benar bingung mau bicara apa, karena dia tau pasti Dinda akan marah karena tau dia mengurungkan niatnya untuk memutuskan Fani.

"Baiklah! Besok Mama tunggu, jika kamu belum mengambil keputusan. Mama pastikan akan memotong burungmu, agar kamu gak bisa memiliki kenikmatan dunia." Ancam Dinda dengan tegas. Sedangkan Arya langsung menutupi senjata tajamnya, karena merasa ada ancaman yang berbahaya.

Bisa hancur masa depanku, jika junior ini di bantai. Bisa-bisa aku gak akan merasakan nikmatnya bercinta, dan aku gak akan mendapatkan keturunan. Ini adalah alarm bahaya, aku harus bisa memilih kata-kata yang tepat. Dan semua hanya Dira yang bisa menolong, karena Mama akan menurut dengan Dira. gumam Arya dalam hati.

***

Di tempat lian, Dira masih memandang foto Vano. Dira merasakan rindu yang sangat mendalam dengan mendiang suaminya, ingin sekali Dira bertemu Vano tapi mereka sekarang beda alam.

"Van, aku merindukan kamu. Apa kamu sudah tenang di sana, apa kamu bisa melihat aku disini?" gerutu Dira. Setelah itu Dira kembali menatap foto pernikahan mereka kembali, sesak rasanya karena tak bisa melihat orang yang dia cintai lagi.

"Van, aku mau cerita sama kamu. Tapi, apa kamu akan marah sama aku? Jika aku jujur sama kamu, tentang apa yang aku rasa?" tanya Dira dengan memandang foto pernikahan mereka. Bahkan Dira tak sadar, jika dirinya sedang berbicara sendiri dengan selembar kertas.

"Entah perasaan apa ini, tapi aku merasa nyaman di dekat kak Arya. Aku merasa gelisah saat kak Arya dekat dengan kak Fani, bahkan aku juga sangat rindu saat tak melihat wajahnya. Apa aku salah van, jika merasakan itu semua?" ucap Dira sekali lagi. Namun tak lama setelah itu, dering telpon menghentikan kegiatan Dira yang curhat dengan foto Vano. Dira melihat ponselnya dan tertera nomor baru di sana.

"Siapa malam-malam menelpon, apa dia gak tau kalau sekarang pukul 23:30," gerutu Dira. Namun pada akhirnya Dira menyerah dan memilih mengangkat panggilan tersebut.

"Hallo, ini siapa?" ucap Dira dengan nada ketus. Seketus kaktus.

"Ternyata, calon suami Arya Wiguna judes juga ya?" jawab Arya dengan terkekeh. Arya gak habis pikir jika, Dira punya sisi judes.

"Kak, Arya!" ucap Dira yang terkejut. Dira tak menyangka jika Arya akan menghubunginya malam-malam, padahal baru saja dia bilang berada di rumah Fani.

"Iya, ini kakak. Memang kamu kira siapa lagi?" jawab Arya dengan terkekeh.

"Ihh, aku serius kak. Oh ya bukannya kak Arya lagi di rumah kak Fani, kok sekarang malah nelpon aku sih?" tanya Dira sedikit dongkol.

"Kamu gak lihat jam? Ini sudah malam, Sayang! Mana mungkin kakak gak pulang, mau di arak seluruh kota jika nginap di apartemen Fani?" Arya pun semakin tertawa sedangkan Dira semakin kesal.

"Tau ah!"

"Sayang kita jauh, kalau dekat pasti udah aku makan kamu Dira," balas Arya sekali lagi. Dan tak lama setelah itu mereka saling tertawa lepas, hingga tak sadar mereka telah berbincang selama 3 jam.

"Tidurlah, aku akan melihat kamu dari sini," ucap Arya di panggil Video Call. Setelah lama berbincang akhirnya mereka memutuskan untuk merubah panggil mereka, karena sama-sama ingin melihat wajah masing-masing.

"Kakak juga harus tidur, jangan bergadang terus nanti sakit. Dira gak mau kak Arya sakit," ucap Dira.

"Iya Sayang, cepet tidur agar aku bisa tidur," jawab Arya. Bukannya tidur Dira malah tertawa dan membuat, Arya bingung dibuat olehnya.

"Kok, tertawa?"

"Gak apa-apa, hanya ingin saja," balas Dira dengan senyuman indah. Sedangkan Arya langsung berubah sedih, sat mengatakan kenyataan yang ada tadi.

"Dira, aku harap kamu bisa selamanya mengerti. Untuk sementara waktu kita LDR, dan hanya bisa hubungan lewat HP. Tapi aku usahakan, setiap sabtu minggu aku akan kesana," ucap Arya dengan raut bersalah.

"Sudahlah kak, aku mengerti kok. Lagian ini juga demi kebaikan kita, dan aku yakin dengan kak Arya." Lega itu yang dirasakan Arya, karena Dira bisa bersifat dewasa tanpa di ajarin.

"Terima kasih, Sayang. Aku yakinkan, sebelum pernikahan kita akan berusaha mencari kesalahan Fani." Dira hanya menganggukkan kepala dan tak lama setelah itu Dira terlelap di keadaan masih *video call.

"Selamat tidur, honey*."

.

.

.

Happy Reading

1
Nafeeza_🎈🎈
Nunuk tolong kalau qm msh aktf di novel ini ad notifikasi kalau qm baik baik aja tolong kabari q ya. no wa ku msh sama tolong temen temen yg kenal Ama author ini tolong kabari q ya,q butuh tau kabar dia bbrp bulan ini dia GK ad kabar q takut dia knp2 tolong tmen2 yg tau dia kabarin q secepatnya ya
Nafeeza_🎈🎈: ria nuk ini ria
total 1 replies
Miss Tiya😊
Luar biasa
Helena Rusliana
ide penulis benar2 gila sama seperti pemeran novel ini gila semua
Helena Rusliana
gx suka penulisnya kok gils ide ceritanya kenapa harus ada jebak menjebak sih benci bacanya
Helena Rusliana
kok tangam gaysl ya mo nampar fani yg gila itu
Sri Yanti
kucu ....wkkkkk

baru tahu istilah kismis ...putik pucuk
Arisha Putri
kalau emang jodoh itu gak bakal jadi mantan Serlin....jangan rebut/usik lg klu dia sdh bahagia.🤭🤭🤭
Arisha Putri
hmmm,beda jauh ma pengalamanku.niatnya silahturahmi tok ga ada embel2,eh manpac nerimanya lain.tp tetep kekeh dong ma niat,kan disakiti itu sakit masa nyakitin.eh jujur k istrinya malah manpac ga terima jadi fitnah aku.blokirlah beres...eh istrinya tau drmn nomer baruku tlpn lg.🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ganti nomer lg deh... a
ahyuun.e
do'anya kurang afdol itu mom hahaha
Diandra Soraya
kapan nikahnya siy.. arya sama dira
lilah adawiyah
Jangan2 Dira jodoh sama Arman???
mars
mimpi indah dengan baca novel ini,melupakan sejenak beban hidup☺️
mars
turut berduka ya ka,semngt ka
mars
kurangi typo dan salah s3but nama aja
mars
ka g ush diambil hati koment yg cuma bikin down,klu ada kritik ambil baik nya aja, org yg cuma bisa kritik untuk menjelekan itu jelas2 org negatif,jdi anggep aja org iri,lanjutkan saya suka ide ceritanya cuma tolong bedain antara suara hati dan ucapan ,ada penggalan katanya gitu,masukan aja sih ka,semangat ya
Cornelia Pujiastuti
siapa sintal
Cornelia Pujiastuti
Arya kok goblok n plinplan
lilah adawiyah
Jangan2 Dira adik ny dokter sintal....
Bundanya REvan
kapan Dira mengubah panggilannya,, agar ga kakak lagi manggil suaminya
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!