Arsen coline harus menelan pil pahit dalam hidupnya, Marlen Lee istri yang baru saja ia nikahi harus ternodai karena ulah seseorang yang memperkosa istrinya dimalam pertama.
Cinta Arsen yang begitu besar pada Marlen Lee. Harus berkhir dengan kekecewaan.
"Jangan pernah kau sentuh diriku! bagi ku kau hanyalah kotoran debu yang berserakan, rasanya kau tak pantas untuk ku sentuh! Hardiik Arsen.
Seorang Jendral muda bernama Alan Smith, datang sebagai perisai dan pelindung bagi Marlen. Ia sanggup menghancurkan siapa saja yang menyakiti wanitanya.
Akan kah Arsen akan menerima kembali Marlena sebagai istrinya? atau sebuah perceraian yang terjadi?"
Mampu kah Alan mengembalikan kepercayaan Marlen padanya...?
@Ada unsur Dewasa 21 + tolong bijaklah dalam membaca.
Yuk ikuti terus kisahnya🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enny76, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kembali ke Mansion
Mobil berjalan pergi meninggalkan kediaman Alan Smith, di dalam mobil Marlen masih terus berpikir apa yang akan ia lakukan bila bertemu dengan Arsen, hatinya begitu sakit dan terluka. Bahkan lukanya semakin dalam saat mengetahui Arsen menjebak dan menjual dirinya, padahal ia masih status sebagai istrinya. Tampa terasa butiran bening menetes dari sudut matanya, hidup Marlen benar benar sudah hancur, iya hanya bisa meratapi nasibnya sendiri. Tekadnya untuk pergi dari rumah Arsen sudah bulat, Ia membuka handphone dan mengecek saldo yang berada di rekeningnya saat ini.
"Mungkin uang ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupku, aku akan mencari kontrakan yang biayanya terjangkau, setelah itu aku akan mencari pekerjaan."
Hampir Dua jam dalam perjalanan, akhirnya mobil itu sampai di depan gerbang mansion milik Arsen Collins. Marlen turun dari mobil setelah berpamitan pada sopir Alan, dan ia berjalan masuk ke dalam rumah Arsen. Seorang pelayan membukakan Pintu, saat ia masuk kedalam ruangan, dirinya sudah disambut dengan kehadiran Scarlett.
"Haloo Marlen sayang.." tersenyum jahat "Akhirnya kau kembali juga ke mansion ini, ku pikir kau punya malu untuk masuk kedalam mansion milik Arsen lagi"
Marlen menarik sudut bibirnya. "Tenang saja scarlett, kau tidak perlu repot repot untuk mengusir aku! dengan senang hati aku akan meninggalkan rumah ini, karena rumah ini bukan milik suamiku lagi, aku datang untuk mengambil pakaianku, dan keluar dari mansion neraka ini,,!!
kaki jenjang Marlen, melangkah pergi meninggalkan Scarlett yang masih terpaku ditempatnya, ia naik lift kelantai tiga, berjalan masuk kedalam kamar, dengan cepat ia mengambil koper dan memasukkan semua pakaiannya kedalam koper.
"Aku harus secepatnya keluar dari rumah neraka ini! aku sudah mauk melihat wajah Arsen dan Scarlett. Wanita ular itu selalu saja ada dimana mana, tapi sebelum aku mencari kontrakan aku akan tidur di penginapan dulu"
Setelah semua sudah selesai dikemas, Marlen mendorong tasnya menuju lantai satu dengan menggunakan lift.
Prok,, Prok,, Prok,,
Sebuah tepukan tangan saat Marlen berjalan kearah luar pintu, melewati ruangan tamu.
"Hebat! Kau ingin pergi begitu saja tanpa ingin berpamitan dulu pada suami mu... Marlen?
Marlen menghentikan langkahnya "Apakah kau masih pantas disebut seorang suami? setelah banyak penderitaan yang telah kau lakukan padaku?! Menatap sinis Pria yang sudah menggoreskan luka.
"Status kita masih suami istri bukan? Apa kau sudah tidak sabar untuk segera menjadi janda?! Arsen tergelak.
"Itu lebih baik daripada menjadi seorang istri Arsen Collins yang tidak pernah di hargai, ku rasa secepatnya kau urus perceraian kita, agar aku terbebas dari cengkraman mu!
"Tidak semudah itu Marlen! Kau pikir kau siapa mengatur hidup ku, Hah! menarik kasar tangan Marlen dan menyudutkannya Kedinding, tangan kekar Arsen menarik rahang Meylin "Apa kau mulai tergoda dengan Mr Alan? dan menjual tubuh mu dengan Alan Smith! tatapan tajam Arsen bagai mata elang yang siap mencakar lawannya, lalu menghempaskan kasar wajah Marlen.
"Apa pedulimu Arsen! bukan kah kau sendiri yang sudah mencampakkan aku! dan kau pun sudah menceraikan aku di malam itu!
"Berani kau padaku hah! Arsen menarik kembali kedua pipi Meylin dan mencekramnya "Kau masih memakai nama besar ku Marlen, apa kata dunia diluar sana bila kau pergi dari mansion ini, sebelum surat perceraian itu ada, dan kau malah tinggal dengan Pria lain! umpatnya
Marlen mencoba melawan, ia menarik tangan Arsen "Lepaskan Arsen, kau melukai ku!
"Kau ingin pergi?! Pergiiiiilah! tapi kau ingat, masih memiliki hutang padaku, dan kau akan mendapat berita dari rumah sakit jiwa, kalau ibu mu sudah pindah dari ruangan vip dan masuk ke ruangan kelas bawah, dimana tempat itu adalah tempat buangan!"
"Kau selalu mengancam ku Arsen! tapi perbuatan mu padaku tidak bermoral. Kalau saja aku tidak ditolong seseorang saat pemotretan itu, aku sudah pasti tidak berdiri disini lagi. Lebih baik aku mati daripada harus menanggung malu kedua kalinya, kau jahat Arsen...! teriakan Marlen menggema di ruangan "Apa bedanya kau dengan Pria pemerkosa itu, dan kau ingin menjual diriku! Marlen berusaha untuk tidak menangis di depan laki laki yang sudah menyakitinya.
Arsen terdiam, sorot mata tajamnya berubah suram, nafasnya yang tak beraturan seakan berhenti sejenak, kepalan tangan nya melemah, ia membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Marlen ditempatnya berdiri. Marlen tau, Arsen tidak pernah main main dengan ucapannya, ia masih memikirkan ibunya, wanita satu satunya yang ada didunia ini, Marlen begitu mencintai dan menyayangi ibunya yang telah depresi karena ulah Ayahnya, ia memutuskan untuk tidak pergi dari rumah Arsen demi ibunya yang masih membutuhkan perawatan.
Marlen melangkah dengan gontai menuju lift.
"kurasa hari ini adalah hari keberuntunganmu Meylin,,! ucap Scarlett angkuh, berdiri tidak jauh dari Marlen sambil melipat kedua tangan didada.
Marlen tergelak "Kau tau? itu tandanya Arsen masih peduli padaku dan ibuku! Marlen membalikkan tubuhnya, menatap tajam wajah Scarlett "Apa kau takut Scarlett,,? atau tempat mu disisi Alan akan terancam,,?!
"****! memangnya siapa dirimu! Kau tidak akan bisa bersaing dengan ku Marlen!
"Aku pastikan, Aku tidak akan pernah merebut Arsen darimu!, karena aku sudah tidak lagi mencintainya. Tapi Arsen sendirilah yang akan membuang dirimu di jalanan! Marlen mencibir, ia membalikkan tubuhnya dan berjalan sambil terkekeh.
"Berengsek! awas kau Marlen!" teriak Scarlett sambil menghentakkan kakinya.
Didalam kamar ia berdiri di depan jendela sambil menatap deburan ombak di depannya, ia masih memikirkan nasib ibunya.
"Ibu,, Aku berjanji, kelak akan membawamu pergi dari kota ini, dan mencari rumah sakit yang terbaik, aku akan memulai karir ku dari awal lagi" Tiba tiba Meylin teringat sesuatu "Luna! ya aku harus mencari luna,, dia mantan asisten ku dulu yang dipecat oleh Arsen, aku harus menemuinya semoga ia bisa mencarikan aku pekerjaan"
"Ting!
Suara notifikasi pesan masuk, Marlen berjalan kearah meja rias dan mengambil ponsel yang sedang ia cash.
"Pesan dari siapa? tidak ada namanya?"
pesan
"Marlen kau kembali lagi ke rumah Arsen? ku berharap kau baik-baik saja di rumah Arsen. Bila kau ingin pergi dari rumahnya, rumah ku selalu terbuka untuk mu. Percayalah, aku selalu ada untukmu, akhir pekan aku kembali"
"Tuan Alan?
"Kenapa kau begitu peduli padaku Alan, tapi Arsen,,, Pria yang aku cintai selama empat tahun telah menggoreskan luka di hatiku bertubi tubi" Marlen menarik nafas dalam "Aku tidak pernah mengenal dirimu sebelumnya Alan, tapi kau begitu ingin membantuku" linangan airmatanya mengalir bebas, ia membiarkan airmatanya berjatuhan. Marlen berjalan kearah ranjang, membiarkan tubuh lelahnya berbaring, hingga matanya meredup dan tertidur lelap.
'
'
'
@BERSAMBUNG
@Haiiii,,, alhmdllh Akhir nya "Tuan Jendral Cintai Aku" sudah Up,, semoga Author bisa terus melanjutkan cerita novel ini, yuk terus dukung Author dengan cara
*LIKE
*HADIAH/GIFT
*RATE BINTANG 5
*KOMENTAR POSITIF NYA
tapi mmg itu skenario nya Thor 🤭🤭