NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24

Pagi itu terasa dingin. Tapi di sudut rumah bambu itu, ada dua orang yang tiba-tiba merasa punya dunia. Awi memeluk mangkok kosong erat-erat.Tangannya kasar, kapalan. Tapi cara dia menaruh mangkok itu ke lantai pelan banget, seperti menaruh sesuatu yang berharga. Dia melihat ke arah Resty yang tiduran di dadanya setelah makan bubur.

Ayam jago sudah berkokok, tapi Awi sudah kebangun duluan. Bukan karena dingin. Karena ada beban kecil yang napasnya hangat nempel di dadanya.Resty masih merem, bibirnya monyong seperti lagi makan bubur di mimpi. Rambutnya acak-acakan, kena pipi Awi. Gatel, tapi Awi tidak berani gerak. Takut kebangun. Pelan-pelan dia mengelus kepala Resty. Tangannya besar, kasar. Tapi sentuhannya hati-hati banget, seperti megang kaca.

"Tidak mimpi, kan ini..." gumamnya.

Awi mengangkat kepalanya dikit. Melihat sekeliling. Rumah reot, dindingnya bolong, tikar tipis. Tapi pagi ini beda. Pagi ini dia tidak bangun buat membanting barang lagi. Dia bangun karena ada janji yang harus ditepati.

"Tong beras tidak boleh kosong lagi," bisiknya, mengulang kata dia subuh tadi.

Dia berdiri pelan-pelan. Lututnya bunyi. Badan kuli memang tidak pernah bohong. Resty kebangun karena suara itu. Matanya masih setengah merem, tapi senyumnya sudah keburu mekar. "Bapak mau ke mana?" tanyanya sambil mengusap mata. Suaranya serak, masih nempel di mimpi.

Awi menoleh. Jaket lusuhnya sudah di tangan. Dia garuk-garuk kepala, kikuk. Tidak biasa ditanya seperti itu."Cari kerja...Res!. Janji Bapak semalam. Tong beras tidak boleh kosong lagi." Suaranya dipelanin. Takut kalau kedengeran kayak bohong.

Resty diam sebentar. Terus dia nyeret selimut tipis, jalan sempoyongan ke Awi. Tangannya yang kecil narik ujung jaket Awi."Boleh Resty ikut?"

Awi langsung mengeleng. Cepet banget."Tidak....!Panas di luar, banyak Debu. Bapak aja."

Dia mengusap kepala resty. Tangan kasarnya nyolek ujung hidung anak itu. "Bapak pergi bentar. Nanti pulang bawa beras, Bawa lauk Beneran."

Resty ngelipet bibir. Kecewa, tapi mengerti. Dia mundur selangkah, terus duduk lagi di ambang pintu. Kakinya diayun-ayun.

"Janji ya, Pak?"

Awi mengangguk Keras, seperti sumpah. "Janji. Bapak pulang ke rumah ini. Pulang ke anak Bapak."

Pintu bambu ditutup pelan. Bunyinya "krek". Tapi buat Awi, itu bunyi paling berat seumur hidupnya. Pertama kali dia ninggalin rumah... bukan buat mabukan. Tapi buat balik lagi.

Matahari baru naik setengah tiang. Jalanan sudah ramai. Awi menarik napas, melangkah ke pasar. Tangan kosong, tapi dada penuh.

Pasar pagi sudah ramai. Bau ikan, bau sayur basah, sama teriak juragan bercampur jadi satu. Awi nyelip di antara gerobak. Badannya kurus, jaketnya kepudaran. Dia melihat ke kiri-kanan, cari tulisan "Dibutuhkan kuli". Tapi yang ada cuma orang ngusir."Pergi, pergi. Tidak ada kerjaan!"

Langkahnya berhenti di depan lapak beras. Ada tumpukan karung 50 kilo. Juragannya gendut, keringetan, ngitung duit.

Awi menelan ludah. "Pak... saya kuat. Saya bisa ngangkut. Sehari seribu aja cukup..."

Juragan ngangkat muka. melihat Awi dari atas ke bawah. Mata sinis. "Kamu? Tulang doang. Ntar karungnya jatuh, berasnya tumpah. Rugi saya."

Ditolak lagi. Yang ketiga kalinya pagi ini.Awi menunduk. Tangannya mengepal ngepal di saku. Kosong. Denger perutnya keroncongan. Pagi ini ia hanya makan bubur encer, itu pun tidak cukup untuk mengisi perutnya. Tapi yang lebih perih bukan lapar... bayangan Resty di ambang pintu. Kaki diayun-ayun, nungguin "Bapak pulang bawa beras".

Dia muter badan, mau jalan lagi. Tapi dari ujung pasar ada suara manggil.

"Oi! Sini kamu!"

Awi menoleh. Seorang bapak tua, tukang gerobak dorong, melambaikan tangan. Gerobaknya penuh galon kosong. "Kamu mau tidak, menarik ini sampai ujung gang? Kasih lima ribu. Capek, tapi lumayan buat jajan anak, ya?"

Lima ribu. tidak cukup buat sekilo beras. Tapi Awi mengangguk cepet. "Iya, Pak. Saya mau."

Tangannya langsung megang gerobak. Kayunya kasar, berat. Keringat mulai menetes dari pelipis. Tapi di kepalanya cuma ada satu kalimat yang diulang:

"Tong beras tidak boleh kosong lagi. Janji."

Gerobak itu berat. Rodanya oleng, jalannya nanjak dikit. Awi menarik sambil ngos-ngosan. Keringat sudah basahi punggung jaketnya yang lusuh. Lima ribu rupiah tidak seberapa, tapi buat dia sekarang itu harga beras setengah kilo.

"Pelan, Mas! Galonnya mau jatuh!" bentak si bapak tua dari belakang.

Awi langsung menahan. Bahunya pegel, tangannya merah. Tapi dia tidak berani ngeluh. Kepalanya terbayang wajah Resty di rumah. Masih duduk di ambang pintu kali ya? Masih ngitung menit nungguin Bapak.

Sampai ujung gang, si bapak ngeluarin duit lecek dari saku. Lima ribu rupiah, dilipet kecil.

"Nih. Lumayan kan? Besok kalau ada, kesini lagi."

Awi menerima duit itu pakai dua tangan. Dicium pelan. tidak norak, tapi seperti nerima berkah. "Makasih, Pak..."

Dia muter balik ke pasar. Kali ini langkahnya beda. Tidak gontai lagi. Ada lima ribu rupiah di genggaman. Ada tujuan. Di lapak beras, dia tidak nanya juragan lagi. Dia langsung nunjuk beras paling murah. "Bu, setengah kilo aja. Yang hancur tidak apa-apa."

Ibu pedagang lihat duitnya, terus melihat mukanya. Mungkin kasian. Dia nambahin segenggam. "Buat anak ya, Mas? Nih, lebihin dikit."

Awi manggut. Tidak bisa ngomong. Tenggorokannya seperti ketusuk. Bungkusan beras plastik tipis itu dia peluk di dada, hangat. Lebih hangat dari jaketnya.

Pas dia jalan pulang, matahari sudah tinggi. Tapi hati Awi dinginnya hilang. Saat sampai depan warung Bu RT diam bertemu saudaranya Lastri, bibinya Resty.

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!