NovelToon NovelToon
Takdir Alina

Takdir Alina

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:719
Nilai: 5
Nama Author: Nur Mei

seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi

hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi

bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Devano mencurigai Novi dan Kayla

Setelah beberapa menit Devano pun selesai mengobati luka Alina,ia yakin ada yang dengan sengaja lakukan ini karena ingin celskai Alina,namun entah siapa yang lakukan hal sejahat itu pada gadis polos seperti Alina.

"kalau Kayla ngga mungkin, karena dia ngga tau Apartemen ku?"gumam Devano merasa bingung.

"terimakasih tuan,sudah mengobati saya!"ucap Alina balas Anggukan Devano.

"Saya akan, selidiki tentang siapa yang dengan sengaja lakukan ini!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.

"kamu istirahat saja,agar sembuh luka nya,"ucap Devano balas Anggukan Alina.

Devano pun pergi niatnya bertanya dengan Alina namun urung niat nya karena,ia pun sedang memikirkan tentang siapa pelaku yang sudah membuat Alina terluka, Devano ingat siapa yang tak suka dengan Alina namun ngga mau suudzon karena ngga ada bukti.

"sepertinya ngga mungkin,kalo pelakunya adalah Novi!"gumam Devano dengan geleng kepala.

"tapi selama ini, yang selalu tak suka Alina adalah dia,"gumam Devano merasa bingung.

*****

PAGI HARI KEMUDIAN..

Pagi ini Alina membuat sarapan walaupun tak pernah di perintahkan Devano, namun ia ingin buat sarapan apalagi pagi ini Devano ada meeting pasti butuh makan banyak agar konsentrasi dalam bekerja.

"Ehh.. Kamu sedang apa?"tanya Devano menatap Alina.

"sedang membuat sarapan, untuk anda tuan!"jawab Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.

"Ehmm.. Terimakasih Alina!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.

Alina pun menyiapkan sarapan di meja lalu siapkan ke piring untuk Devano, membuat Devano menatap Alina tak pernah dirinya di perlakukan seperti ini oleh istrinya dulu, namun ini Alina udah seperti istrinya.

"kenapa tuan, apakah ada yang kurang masakan saya?"tanya Alina membuat Devano geleng.

"Ngga ada, yang kurang!"jawab Devano membuat Alina ngangguk.

"Syukurlah.. Tuan Devano,tapi bicara masalah pernikahan semalam karena aku benar benar bingung,"gumam Alina menghela nafas.

Mereka pun sarapan berdua karena di Apartemen hanya ada Devano dan juga Alina namun sebenarnya jika ada pembantu,Alina mungkin ngga membuat Sarapan karena takut pembantunya jadi kena marah Devano.

"Apakah.. Masakan ku,tak pas di lidah tuan Devano?"gumam Alina merasa gugup.

"Emm.. Enak juga,nasi goreng nya walaupun aku sebenarnya ngga memakan seperti ini tapi aku suka!"gumam Devano sembari memakan lahap.

"tuan Devano,kalau tidak suka bilang saja!"ucap Alina membuat Devano mengerutkan keningnya.

"saya suka Alina,nasi goreng nya enak!"puji Devano membuat Alina tersenyum.

"Syukurlah.. kalau anda,suka dengan makanan buatan saya!"ucap Alina balas Anggukan Devano.

Setelah selesai sarapan Devano pun mengambil tasnya hendak berangkat kerja,namun tiba-tiba Alina menghampiri nya membenarkan dasi nya, membuat Devano menatap Alina dengan intens.

"Dia cantik juga!"gumam Devano menatap Alina.

"Ehmm.. Tuan maaf,saya lancang!"ucap Alina dengan menunduk.

"Ngga apa, sekarang sudah rapi!"ucap Devano membuat Alina ngangguk.

*****

SIANG HARI KEMUDIAN..

Devano siang ini habis selesai meeting lalu melihat Kayla sedikit membersihkan pantri membuat Devano mengerutkan keningnya,jujur saja ia merasa curiga dengan Kayla tapi merasa takut jika itu ngga benar.

"Hy,kita bertemu kembali sebagai rekan kerja!"ucap Novi membuat Devano mengerutkan keningnya.

"Hanya rekan kerja,jadi jangan berharap sesuatu!"ucap Devano membuat Novi mendengus.

Novi melihat Alina sedang di pantri membuat nya menatap sinis Alina sembari menatap ke bawah, entah apa yang sedang Novi pikir kan saat menatap Alina seperti itu dan itu membuat Devano merasa curiga.

"apa benar,ini memang perbuatan Novi?"gumam Devano menatap Novi.

"kenapa menatap, seperti itu ke Alina?"tanya Devano membuat Novi menghela nafas.

"ngga Devano,aku hanya merasa heran kenapa dia betah disini,"jawab Novi balas Anggukan Devano.

Devano pun pergi menuju ruangan nya ingin bicara sesuatu pada Asisten pribadi nya yaitu David, mungkin dengan ini bisa tau siapa yang membuat Alina terluka semalam untung ngga parah luka nya.

"ada apa,tuan Devano?"tanya David membuat Devano menghela nafas.

"saya ingin, bicara sesuatu David!"jawab Devano membuat David ngangguk.

"Semalam di apartemen saya,ada yang dengan sengaja menaburkan pecahan kaca hingga membuat Alina terluka!"ucap Devano membuat David terkejut.

"Jadi tuan,ingin saya cari pelakunya?"tanya David membuat Devano ngangguk.

"tentu saja begitu, karena cctv tiba tiba eror!"jawab Devano balas Anggukan David.

"Baiklah tuan,saya akan berusaha untuk mencari bukti nya!"ucap David membuat Devano ngangguk.

"Semoga pelakunya, segera ketahuan,"gumam Devano sembari membuka laptopnya.

Alina datang dengan membawa secangkir teh dan kresek hitam entah isi apa,ia ngga tau mungkin pesanan makanan Devano untuk makan siang hari ini, apalagi Devano pagi ini makan sedikit karena buru buru ada Meeting.

TOK..!

TOK..!

"Masuk!"teriak Devano dari dalam ruangan nya sembari mengetik laptop nya.

Alina pun membuka pintu ruangan bosnya lalu segera memasuki ruangan CEO, perlahan melangkah hampiri Devano yang sepertinya sedang sibuk mengerjakan pekerjaan nya,ia perlahan meletakkan secangkir teh hangat di meja sang CEO.

"ini kresek nya juga tuan!"ucap Alina membuat Devano mendongak.

"kamu ambil, untuk makan siang!"ucap Devano membuat Alina terkejut.

"Ehmm.. Baiklah tuan, kebetulan belum makan siang,"ucap Alina membuat Devano ngangguk.

Devano senang bisa membuat tubuh Alina terlihat sedikit berisi,itu artinya Alina bahagia tak seperti waktu itu yang benar benar menderita kehidupan nya, yang baru Devano tau karena Alina selalu terlihat kurus pucat hingga membuat Devano merasa iba.

"Alina,malam ini saya tak pulang sepertinya karena ingin jenguk bibi saya!"ucap Devano balas Anggukan Alina.

"Baiklah tuan!"ucap Alina dengan sopan sembari mengambil nampan nya.

Alina pun pergi keluar dari ruangan Devano, mungkin malam ini ia pun akan pergi bersama sahabatnya di pesta, mungkin di pesta ada juga Kayla dan teman temannya yang dulu selalu jahat pada Alina,namun sekarang ia ngga akan takut dengan mereka.

"Ehh.. Alina,aku pikir ngga berangkat!"ucap Aditya membuat Alina tersenyum.

"selalu berangkat,kalau tidak tuan bisa marah padaku!"ucap Alina balas Anggukan Aditya.

Alina pun pergi menuju pantri ia merasa bosan karena pekerjaan sudah selesai,dan belum ada perintah dari Devano biasanya lumayan banyak tugas yang Devano perintah kan walaupun terkadang tugas nya sangat tak masuk akal.

"Ehh.. Alina,jadi ini tempat kerja mu?"tanya Anisa membuat Alina tersenyum.

"iya Nisa,ini tempat kerja ku!"jawab Alina membuat Anisa ngangguk.

"Aku mengantarnya berkas, proyek kakak ku!"ucap Anisa membuat Alina ngangguk.

Anisa merasa heran melihat Kayla kerja di perusahaan ini, padahal Kayla tak suka bersih bersih karena sangat pemalas sejak dulu dan dulu pun yang selalu mencuci pakaian Kayla dan juga Gayatri adalah Alina.

"tumben bekerja, sebagai Office girl apa ngga punya uang hm?"tanya Anisa membuat Kayla mengerutkan keningnya.

"itu bukan, urusan kamu Anisa!"jawab Kayla merasa sebal membuat Anisa terkekeh.

1
No4h
kaa? keren banget nyusun kata katanyaa!! 🤭
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"
Nur Mei: hehe ok
total 1 replies
Ariany Sudjana
kamu harus tegas devano terhadap pelacur murahan yang ga tahu diri itu, seperti Novi
Ariany Sudjana
Oh jelas, Novi kan jalang murahan 🤣🤣 beda dengan Alina, perempuan baik-baik dan mandiri
Nur Mei
terimakasih sudah mampir kak
Ariany Sudjana
ini lagi pelacur murahan mau sok bersihkan ruang kerja devano, padahal otaknya kosong
Ariany Sudjana
devano kan banyak punya anak buah kenapa ga suruh anak buahnya cari fakta soal di jalang murahan Novi? karena Novi pasti mau menjebak devano, supaya dia bisa jadi nyonya besar di keluarga devano,
Ariany Sudjana
benar-benar yah Alina ini, sudah dikasih nasehat sama devano, ga mau nurut, pantas saja mudah dibodohi bibinya dan Kayla
Ariany Sudjana
Alina kamu ini bodohnya kebangetan, sudah tahu bibi kamu itu dan Kayla jahat, masak kamu percaya sekali dengan omongan mereka? pantas saja kamu gampang sekali dibodohi mereka, kamu ga pernah belajar dari masa lalu kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!