NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis / Tamat
Popularitas:202.8k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Tanggung jawab (1)

Bab 23

 

Sepagi ini kediaman Bimantara sudah hectic. Gilang dan Mada sudah dihubungi, bahkan putra sulung Arya itu sudah tiba berbarengan dengan rombongan Arya tanpa Maira tentunya.

Belum menjelaskan secara detail, hanya menyampaikan Gita dan seorang pria bermalam di penginapan. Rama langsung dibawa ke paviliun bersama supir dan bodyguard Arya.

“Bang Rama nggak salah, aku mau ketemu dia,” rengek Gita.

Arya dibuat kewalahan karena ulah Gita juga Sarah yang tidak mengerti situasi yang terjadi.

“Bersihkan tubuhnya dan berikan dia pakaian yang lebih layak,” titah Arya. Di mobil Gita hanya ada kaos dan celana pendek serta jaket.

Sarah memeluk Gita lalu menjauhkan tubuh gadisnya itu demi mencium aroma tidak sedap. Bau alkohol. “Mas, sebenarnya ada apa sih?”

“Ah iya, kalau menemukan hal yang ganjil di tubuh Gita. Kamu foto saja.”

“Mas!”

Gita meronta saat dibawa bibi ke kamarnya.

“Gita, ikut bibi ke kamarmu atau papa habisi laki-laki itu!” teriak Arya. Baru kali ini marah pada Gita. “Ikuti apa yang papa bilang, setelah ini kita bicara,” seru Arya pada Sarah.

Sedangkan di tempat berbeda, supir Arya melempar kaos pada Rama. “Pakai itu!”

Gilang bergabung di ruangan menatap Rama. Tentu saja yang dia pikirkan sama dengan pemikiran sang papa. Rama dan Gita sudah melanggar norma. Iwan menyerahkan map berisi informasi dan identitas Rama.

“Kalian kecolongan?” tanya Gilang.

“Maaf, mas.”

Tidak lama Mada datang bersama Rindu, pria itu langsung menyusul ke paviliun.

“Oh, elo yang bawa ade gue,” seru Mada langsung merangsek menarik kaos Rama dan menghantam wajah itu.

“Mada,” tegur Gilang.

Bukan sekali, Mada melayangkan lagi bogem mentahnya.

“Ini salah paham bang, saya sama Gita nggak macam-macam. Sumpah, bang,” tutur Rama. Kalau saja bukan keluarga Gita, sudah pasti akan membalas dan berontak. Rama masih menghormati keluarga itu. Meski sempat minder saat tiba di kediaman keluarga itu.

“Adek gue bu-gil dan lo bilang nggak macam-macam.”

“Saya bisa jelaskan, bang. Lo, gue pernah lihat lo,” tunjuk Mada ke wajah Rama di mana sudah lebam bahkan di sudut bibirnya berd4rah.

“Dia perawat di Sentral Medika.”

“Yang nolong Gita waktu itu,” pekik Mada. “Bukan berarti lo bisa seenaknya.” Mada kembali akan menghajar Rama, tapi ditahan oleh Gilang dan Iwan.

Arya datang, langsung duduk di sofa tunggal dan mengusap kasar wajahnya.

“Pah, kita bawa ke kantor polisi. Biar diselesaikan di sana,” usul Mada masih berdiri dan menunjuk wajah Rama.

“Mada, duduk!”

Mada akhirnya duduk di samping Gilang. Rama seperti pesakitan dan tersangka, meski begitu ia tidak menunduk ia berani menatap wajah ketiga pria itu. Papa dan kedua kakak Gita.

“Saya bisa jelaskan, ini tidak seperti yang kalian pikirkan,” jelas Rama.

Arya menyampaikan apa yang dia pikirkan, dugaan apa yang terjadi mendapati mereka tanpa busana di kamar penginapan padahal Gita tidak pernah keluar bahkan ia diizinkan untuk keluar karena menginap di apartemen salah satu teman kuliahnya.

Rama menghela nafas lalu menjelaskan kronologi tadi malam sampai akhirnya ia seperti digrebek layaknya pasangan me sum.

“Boleh cek ponsel saya,” ujar Rama mengeluarkan ponsel dari celana jeansnya dan meletakan di atas meja. “Ada bukti panggilan dari Gita dan share location. Saya jemput Gita di club malam.”

“Siapa di club malam?” Sarah berdiri di tengah pintu menatap Rama. “Kamu yang ajak Gita ke club lalu kalian ….”

“Mah, bukan begitu,” ujar Gilang.

“Sayang, kamu seharusnya temani Gita biar ini kami yang urus.”

“Gita putriku. Sebenarnya ada apa, siapa dia? Gita kenapa?”

Gilang bergeser mempersilahkan Sarah untuk duduk, bahkan merangkul dan mencoba menenangkan.

“Mama tenang dulu, dari penjelasan ….”

“Rama, Rama Purwangga,” jelas Rama.

“Dari penjelasan Rama, sepertinya ini memang ada salah paham,” ujar Gilang.

“Kamu ada hubungan apa dengan Gita?” tanya Sarah.

“Kami pacaran tante. Maaf saya belum memperkenalkan diri, Gita belum izinkan saya datang dan menemui kalian.”

Sarah menatap Arya. “Mas tahu ini?” dijawab dengan anggukan.

“Ponsel Gita, di mana?” tanya Gilang.

“Mungkin di tas Gita, ada di mobil saya,” jawab Rama.

“Aman, saya ambilkan,” usul Iwan.

***

Arya memijat dahinya setelah membongkar isi ponsel Gita. Pesan grup di mana mereka sudah merencanakan kegiatan tadi malam dan Rama benar, dia dihubungi karena Gita minta jemput.

“Gita mabuk saat saya jemput dan saya tidak tahu di mana dia tinggal. Tidak mungkin saya bawa pulang ke rumah.”

“Terus lo lucuti baju ade gue, harusnya lo minta bantuan pegawai penginapan perempuan,” sentak Mada.

Sarah masih membaca isi pesan-pesan putrinya, bahkan sampai menutup mulutnya dan Gilang masih merangkulnya.

Yang membuat Arya pening adalah Rama sudah melihat semuanya, ini aib untuk Gita.

“Kamu harus tanggung jawab,” ucap Arya.

“Makanya kita bawa aja ke kantor polisi, laporan penculikan dan penc4bulan. Biar jera dia.”

“Mada,” tegur Gilang lagi.

“Putri saya memang bersalah, tapi kamu juga bersalah dan saya minta tanggung jawab kamu.”

“Dengan ….”

“Hubungi keluargamu!” titah Arya. "Kita putuskan setelah mereka datang." 

Kali ini Rama menunduk, menghubungi keluarganya menyeret Ibunya ke dalam masalah ini. Akan membuat wanita itu kecewa. 

 

1
Sri Widjiastuti
modelan tegar merasa kalah, blm kapok ya nglunjak
Sri Widjiastuti
🤣🤣dodolnya ni si gita
Mini Amora
lebih seru Rama & Gita dluan aja thor🤭
Mini Amora
thor... kisah Gilang & Maira udah ada blum sihhh? lupa deh... paling inget tuhhh kisahnya Moza & Mada sihhh
Mini Amora
duhhhhh ini beneran thor
Rama jodohnya Gita Bimantara...

wahhh... ini sih Rama harus di ospek habis²an thor🤣🤣🤣
Mini Amora
uhhhh akhrnya anak bontotnya mama Sarah & papa Arya end critanya...
langsung dehhh cusss kesini.

bakalan temu kangen nihhh sama kakak²nya Gita... Bimantara fams🩷
Sri Widjiastuti
klo apes, kamu jg yg nangis neng
Sri Widjiastuti
🤣🤣😄
Sri Widjiastuti
gercep juga si babang rama😍😍😂
Sri Widjiastuti
duh meleleh😄😄
Sri Widjiastuti
dasar ni Bpk kost somplak
Sri Widjiastuti
Gita mulai deh.. belajar ngeyel
💟노르 아스마💟
wesssss mampir bayikk hyung🤭
mery harwati
Aq udah otw pas ada notif dokter vampir 😄
Semua anggota gank pria terkutuk & pencari kitab suci pasien sakit jiwa 😛
mery harwati: Obatnya readers yang setia menunggu aksi mereka 😍
Sehat selalu ya thor ❤️😘
total 2 replies
hiro_yoshi74
kk rama ndak ada bonus bonus nya ya ?
Siti Dede
Asyiiiiik....terima kasih yaaa🥰🥰🥰
Naomi Ishery
saya pribadi sangat suka sama alur ceritanya, bagus & ada pelajaran tentang peersahabafan yg tak membedakan status sosial
dtyas (ig : dtyas_dtyas): terima kasih kak,
total 1 replies
Kas Mi
akhir.y pisah jga ram kmu dn aku🤭🤣
Felycia R. Fernandez
karya kk Thor Dtyas selalu aku baca sampai akhir ♥️
Felycia R. Fernandez: ma sama kk ♥️
total 2 replies
Rahmawati
udah tamat aja, makasih Thor, bagus ceritanya🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!