Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.
CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.
Ig : @reinata_r
Untuk readers tersayang
Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...
Gomawo chingu 💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nasi Goreng
°°°~Happy Reading~°°°
Karin yang sudah berhasil menyajikan secangkir ice americano untuk Marcel, akhirnya bisa kembali duduk manis di kursi bar stoolnya.
Ia memungut buah apel yang masih teronggok di meja, kembali memakannya setelah tadi terjeda karena harus membuat secangkir kopi yang ia tawarkan secara sukarela pada Marcel.
" Kok pengen nasi goreng yah, apa ini perut belum cukup sama buah apel? Merepotkan sekali. Jangan sampai kehilangan muka lagi di depan dia... . "
Karin menahan rasa inginnya, kembali memakan buah apel yang tinggal separuh untuk mengalihkan keinginannya. Namun, semakin ia menahannya, semakin besar pula keinginannya untuk segera menyantap nasi goreng itu.
" Haduh..., gimana sih. Kok pengen banget ya... . "
Karin mulai risau dengan keinginannya. Ingin rasanya menurutinya, namun melihat Marcel yang kini tengah duduk di samping kanannya, membuat ia berpikir puluhan kali jika tak ingin dipermalukan lagi.
" Kenapa dia nggak pergi-pergi sih, apa dia takut aku nyuri apel lagi. Gila aja, orang kaya kok pelitnya nggak ketulungan... " Gerutu Karin dalam hati.
Karin memasang wajah sedatar mungkin, namun bola matanya mulai menari ke kanan dan ke kiri mengintip apa yang sedang Marcel lakukan.
Dilihatnya, Marcel tengah asik dengan ponsel di tangan kanannya, sedang tangan kirinya setia memegangi cangkir kopinya dengan sedikit memainkannya.
" Udahlah, ngapain mikirin ini orang, lebih baik mikirin perutku yang udah keroncongan dari tadi "
Karin bangkit dari duduknya, melangkahkan kakinya menuju rak yang terletak di samping kiri kulkas untuk menyiapkan bahan-bahan yang ia butuhkan.
Menyadari Karin yang mulai menggeledah isi rak atas dapurnya, membuat Marcel langsung keheranan.
" Hei, apa yang kamu lakukan? " Tanya Marcel sembari memandangi Karin yang sedang kesulitan menggapai sesuatu di rak atas.
" Fiuhhh, mau buat nasi goreng "
Karin membuang nafas kasar, ia menurunkan tangannya yang mulai kebas karena sedari tadi menggantung berusaha menjangkau garam yang nangkring di rak paling atas.
" Selarut ini? Sebenarnya kamu serakus apa sih... . "
" Berhenti mengejek, bantu aku ambilkan garam itu... " Karin menunjuk garam yang berada di barisan paling depan rak itu.
" Merepotkan sekali... . "
Bukannya menghiraukannya karena lagi-lagi membuatnya kesal, Marcel malah patuh dan menuruti semua keinginan Karin.
Marcel beranjak dari duduknya, kakinya mulai melangkah menghampiri Karin yang masih mematung di depan rak menghadap ke arahnya.
Marcel mendaratkan kakinya tepat di depan Karin, membuat Karin terapit diantara dirinya dan rak tinggi itu karena Karin yang masih mematung dan tidak segera merubah posisinya.
Marcel mulai menjulurkan tangannya berusaha meraih garam itu. Karena jarak mereka yang hanya tersisa beberapa centi, membuat Karin semakin terpojok dan hanya bisa menatap dada bidang Marcel yang sedikit tersibak dengan piyama model kimono nya.
Deg deg deg
Detak jantung Karin mulai mempercepat iramanya, seolah melompat-lompat memaksa keluar dari dalam tubuhnya yang mulai mengkerut menahan malu.
" Apa ini... " Batin Karin, merasa ada yang aneh dengan jantungnya.
" Nih, makannya tumbuh itu ke atas, kau gadis bodoh malah tumbuh ke samping... " Marcel menyodorkan garam yang telah diambilnya.
" Ini bukan iklan susu " Geram Karin
" Mana ada iklan susu modelnya gadis kerdil sepertimu... "
" Sial, maki aja terus sampai puas.... " Batin Karin kesal.
Tak menggubrisnya, Karin langsung merebut garam itu dan beralih ke arah kompor.
Karin memulai ritual memasaknya, aroma semerbak dari bumbu-bumbu yang telah ia haluskan, mengiringi prosesi ritual itu. Tangannya setia membolak-balikkan nasi di wajan agar tidak gosong.
" Akhirnya, jadi juga. Fiuhhhh "
Karin mengusap peluh keringat yang membasahi dahinya, tidak sia-sia ia menghabiskan tenaganya di tengah malam, akhirnya seporsi nasi goreng sudah tersaji cantik di piringnya.
Karin kembali ke tempat duduknya, mulai melahap sepiring nasi goreng itu dengan rakusnya.
" Emmmm, enak... " Karin mengerang keenakan.
Marcel yang duduk disampingnya hanya menatapnya nanar, tak habis pikir dengan Karin yang rakusnya melebihi harimau yang sedang kelaparan.
" Udah kenyang? " Tanya Marcel yang mendapati piring yang tadi penuh dengan gundukan nasi goreng kini sudah habis tak bersisa.
" Heem... " Jawab Karin sembari mengusap mulut yang belepotan sisa makannya.
____________
Hi readers...
Maaf, update kali ini lama yah
Diusahain updatenya bisa setiap hari
Jangan lupa, selalu dukung author yah...
Luph you All💞
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏