Apa yang sudah digariskan oleh takdir maka tak ada yang bisa mengubahnya.
Vevina, gadis imut dengan segala pemikiran nya yang random serta tingkah nya yang konyol tapi menyimpan rasa sakit hati atas cinta pertama yang salah.
Luke, seorang aktor muda multitalenta didunia industri hiburan. Terkenal akan keramahan dan wajah tampan nya namun sangat tertutup rapat akan kehidupan pribadi nya terutama akan cerita tentang masa lalu nya.
Sempat terpisah jauh sampai takdir kembali mempertemukan mereka dengan cara nya..!!
Akan kah takdir bisa menyatukan mereka dan berdamai dengan masa lalu yang ada??!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenariansy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Lia..
Edo dan dokter Dita kini telah berada diruang perawatan Esther, dokter Dita juga memberitahukan dalam beberapa jam lagi Esther akan menjalani operasi jantungnya yang bermasalah dari semenjak lahir. Mendengar penjelasan dokter Dita tentang apa yang diderita oleh Esther membuat Edo prihatin dan juga penasaran dari mana Luke mengenal gadis kecil nan manis yang sekarang terbaring di ranjang pasien klinik tersebut.
Esther yang baru saja selesai diperiksa oleh dokter Dita, memperhatikan Edo yang dari tadi diam mematung didekat pintu ruangan rawatnya.
"Kakak, apa dia pacar kak dokter ya?" tanya Esther dengan jari telunjuk menunjuk kearah Edo yang masih mematung didekat pintu.
"Hahh... Pacar?" Dokter Dita menggeleng setelah mengikuti arah telunjuk Esther.
Edo yang merasa ditunjuk hanya menunjukkan ekspresi datar, entah apa yang dia pikirkan.
Setelah selesai pemeriksaan dokter Dita pamit untuk melanjutkan tugasnya memeriksa beberapa pasien lain nya, Edo pun memilih untuk mencari Luke dan mengantarkannya untuk diperiksa sesuai dengan tujuan awal mereka datang ke klinik tersebut.
Edo pun memutuskan untuk kembali turun kelantai bawah tempat dimana mereka terpisah tadi, untuk menghindari para pemburu berita yang terlihat masih ada di lobby klinik walau sudah tak sebanyak tadi. Edo memilih turun melalui tangan darurat yang akan membawanya ke lantai menuju ruang tunggu dekat pintu koridor samping klinik tersebut.
Sesampainya di anak tangga terakhir Edo kembali menyaksikan adegan yang membuatnya ingin sekali melempari Luke dan Vina dengan segelas kopi dingin pemberian dokter Dita tadi yang kini hanya tersisa sedikit.
"Astaga, jatuh cinta memang bikin bego ya! Belum ada 24 jam diomongin eh kumat lagi." Omel Edo dalam hati dengan wajah frustasi nya.
Satu menit, dua menit, tiga menit, Edo masih dengan sabar menunggu keduanya yang masih berpelukan namun nampaknya kedua nya masih betah cosplay jadi magnet yang saling menempel satu sama lainnya. Untung nya keadaan disudut pojokan klinik itu lebih sepi tak seperti pada sudut lain di ruangan tersebut, Edo masih berdiri di anakan tangga belum juga bergerak dari tadi saat pertama melihat adegan pelukan Luke dan Vina.
Sedangkan dilantai tiga klinik tersebut mamah Laura baru saja selesai menghubungi sang suami untuk mengabarkan hasil dari pemeriksaan dokter Kim terhadap sang putri, mamah Laura sekarang sedang menuju salah satu ruang inap pasien yang merupakan teman sekaligus kliennya dalam kasus perebutan hak asuh anak setelah perceraian.
Mamah Laura menghentikan langkahnya saat dirinya melihat seorang gadis yang sangat iya kenal di ujung lorong, gadis tersebut terlihat sepertinya sedang kesal dan marah entah apa sebabnya karena mamah Laura berdiri jauh dari posisi gadis itu sekarang.
Sang gadis tersebut sendiri belum menyadari keberadaan mamah Laura yang berdiri jauh dibelakangnya, dirinya sedang terlibat pertengkaran dengan seorang laki-laki yang disebabkan oleh sang laki-laki tersebut dengan sengaja telah iseng menumpahkan minuman nya kelantai yang sedang dibersihkan oleh salah seorang cleaning service yang sedang bertugas.
Awal nya dirinya hanya menegur laki-laki tersebut dan memintanya untuk meminta maaf kepada cleaning service yang sedang membersihkan tumpahan air yang sengaja ditumpahkan dilantai, namun laki-laki itu mengacuhkan dan berlalu begitu saja yang mana membuat gadis itu emosi dan menghalangi jalan dari laki-laki tersebut. Setelah nya keduanya terlibat pertengkaran mulut dan juga hampir saja baku hantam, melihat keduanya yang makin sengit sang petugas cleaning service mencoba melerai kedua nya.
Mamah Laura mencoba mendekati ketiga orang tersebut, semakin dekat mamah Laura dapat dengan jelas mendengar kalau keduanya sedang adu mekanik tanpa ada yang mau mengalah. Tak hanya mamah Laura yang mendekat kearah keributan tersebut, beberapa keluarga pasien dan pegawai klinik yang ada disekitar sana mulai mendekati ketiga orang itu.
"Hei ada apa ini, berhenti..!!!" Suara tegas dari salah satu petugas keamanan yang datang dari arah belakang mamah Laura mengagetkan semua orang yang ada disana.
Nampak dua orang petugas keamanan datang menghampiri mereka yang tadinya ribut kini hanya saling diam, sang gadis yang tadi terlibat keributan itu pun menyadari ada mamah Laura disana dengan tatapan tajam nya menatap kearahnya.
"Mampuslah aku kali ini.." Ucap gadis itu pelan membuat terlihat hanya bibir nya yang bergerak, persis seperti mbah dukun baca mantra dengan wajahnya yang panik.
Setelah didamaikan oleh petugas keamanan yang datang, akhirnya keduanya mau untuk saling minta maaf dan laki-laki tersebut juga meminta maaf kepada petugas cleaning service juga. Mamah Laura masih ada disana menunggu gadis tersebut, dirinya penasaran kenapa gadis tersebut bisa berada disana sekarang.
Kembali kelantai bawah, dimana Edo kembali harus menahan emosi kepada sepasang manusia yang duduk dihadapannya sekarang. Mereka bertiga kini sedang duduk disalah satu meja yang berada diarea kantin,, setelah adegan pelukan tadi terpaksa selesai akibat kemunculan petugas yang membersihkan area dimana mereka tadi sempat cosplay jadi magnet.
Kini kedua nya sedang asyik berdebat tentang Vina yang mengalami memar dan sakit pada pinggang dan lehernya, Luke kesal kenapa kemarin Vina tidak mau diperiksa oleh dokter yang ada setidaknya Vina tidak akan mengalami nyeri akibat memarnya. Vina yang mendengar omelan Luke ikut kesal karena menurut nya Luke cerewet, Vina lalu diam dengan bibir yang mengerucut.
Lagi-lagi mereka beruntung, keadaan kantin masih sepi karena ada beberapa stand yang menjual makanan yang tutup.
"Maaf bila aku menyela tapi sebaiknya kita pergi dari sini." Edo berkata seraya memperhatikan keadaan sekitarnya.
Luke yang paham akan maksud Edo pun berdiri begitu pun dengan Edo yang kemudian melangkahkan terlebih dahulu dari sana menuju ke arah tangga darurat. Vina yang melihat kedua nya berdiri pun ikut berdiri meski pun sedikit bingung. Luke tanpa aba-aba menggenggam tangan Vina dan menariknya pelan agar mengikutinya dan Edo yang telah terlebih dahulu berjalan.
Dilantai atas sekarang mamah Laura sedang memeluk gadis yang tadi sempat membuat kegaduhan diikuti omelan.
"Kamu ini, anak gadis tapi doyan sekali ribut hhmm.."
Omel mamah Laura setelah melepaskan pelukan nya.
"Hehe.. Mamah aja yang muncul tiba-tiba ya, coba muncul nya nanti'an dikit jadikan gak lihat adegan tadi." jawabnya dengan cengiran.
"Kalau mamah munculnya nanti yang ada kamu sudah baku hantam dengan cowok tadi."
"Ya kan dia yang salah mah." jawab nya lagi mulai ngegas.
"Astaga Lia, sayang tidak semua masalah harus diributin apalagi sampai baku hantam. Kamu itu perempuan sayang, cukup ya dan jangan ada lagi yang namanya baku hatam apapun alasannya." Walau pun mamah Laura berkata dengan lembut namun Lia merasa ada aura intimidasi dari perkataan yang diucapkan sang tante namun selalu iya panggil dan anggap mamah.
"Apa mereka sudah tau, kalau kamu sudah kembali?" tanya mamah Laura kembali.
"Belum mah" jawab Lia singkat
"Ada apa sayang, kamu kabur lagi?" tanya mamah Laura seraya memperhatikan mimik wajah sang keponakan yang mendadak sendu.
Lia hanya menjawab dengan anggukan, mamah Laura hanya menghela nafas kasar dan sudah menduga hal tersebut.
Diri sangat nya paham dengan apa yang Lia rasakan sekarang, Lia adalah anak dari kakak mamah Laura, dari kecil Lia tinggal dengan sang kakek hal tersebut dikarenakan ayah dan ibu nya memilih tinggal diLN untuk mengurus bisnis mereka disana.
Lia yang tinggal bersama sang kakek mendapatkan didikan yang keras dan disiplin serta diwajibkan untuk bisa bela diri sedari kecil, namun setelah sang kakek telah tiada mamah Laura pun membawa Lia tinggal bersama nya dikarenakan Lia sendiri enggan untuk menyusul kedua orang tua.
Usia Vina dan Lia yang tak jauh beda membuat kedua nya sangat dekat dengan karakter yang hampir sama tak ayal sering membuat Jack pusing namun sangat menyayangi keduanya.
.
.
.
.
.
Lia, Sahabat sekaligus sepupu vina yang satu frekuensi..
.
.
.
.
Terima kasih untuk dukungan nya 💜borahe💜
panjang bnget narasi nya..
kok gk di pisah2