Sambungan cerita Anakku Bukan Anak Haram.
di cerita ini saya lebih mengfokuskan kisah percintaan Yuki.
Seorang wanita yang bekerja di kota orang untuk keluarganya,membuat Wanita bernama Yuki harus bekerja dan tinggal seorang diri di saat sahabat nya satu - satu nya sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri.
Suatu hari ia harus merasakan kepahitan hati,saat pria yang ia cinta,yang selalu ada untuk nya ternyata berselingkuh di belakang nya. kenyataan akhirnya membuat nya tahu kalau selama ini ia hanya pelampiasan karena kekasih nya itu mencintai wanita lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 - Curi - Curi Pandang
Keesokan harinya.
Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi,Shani sudah bangun dan menyiapkan sarapan untuk semua,namun kakak dan Kakak ipar nya belum juga bangun,Shani duduk di meja makan memainkan ponsel nya di depan makanan yang sudah ia masak.
Rio terbangun,dengan mata yang disipitkan melihat Matahari mulai menembus tirai jendela nya,namuan ia terkejut karena Yuki tertidur dan satu tangan nya memeluk Rio.
Rio mencoba memindahkan tangan nya,namun Yuki yang masih asik tidur dan merasa seperti memeluk bantal pun kembali mengeratkan pelukan nya.
"Astaga wanita ini." Gumam Rio.
"Yuki,Yuki,Yuki bangun lah." panggil Pria itu dengan lembut.
Yuki pun terbangun dan mengucek - ngucek mata nya,ia terkejut karena ia sangat dekat dengan Rio,dengan cepat ia beranjak duduk. "Maaf pak,saya tidak sengaja." Ucap Yuki.
"Tidak apa,Ayo bangun dan bersiap,kita akan berangkat jam 10." Ujar Rio dan beranjak berdiri.
"Iya." Jawab Yuki.
Yuki lebih dulu masuk ke kamar mandi untuk bersiap,di kamar mandi ia dengan bersemangat mandi,karena ini adalah hari yang menyenangkan bagi nya,setelah lama bekerja dan tak pernah libur,hari ini ia akan berlibur ke puncak bersama sahabat dan adik nya.
ia keluar dengan berbalut handuk warna putih,mencari baju yang akan ia kenakan,Rio yang sedari tadi memainkn ponsel menunggu Yuki keluar dari kamar mandi pun,akan segera berdiri saat tahu Yuki sudah keluar,namun saat ia menyimpan ponsel di atas meja,ia menoleh ke arah Yuki yang hanya berbalut sehelai handuk,membuat Rio pun jadi terpesona dengan apa yang ia lihat.
namun dengan cepat ia beranjak masuk ke dalam kamar mandi,sebelum Yuki menyadari kalau Rio sedang memperhatikan nya.
Saat Rio keluar dari kamar mandi,ia melihat Yuki sedang berias di depan kaca Rias,Rio yang mencari pakaian,sesekali menoleh ke arah Yuki,ia curi - curi pandang pada istri nya.
Yuki yang melihat dari kaca tahu,kalau Rio sedang memandangi nya,namun ia tak menghiraukan nya.
Setelah Yuki bersiap,ia lebih dulu keluar dari kamar dan menuju ke meja makan,dimana Shani terlihat sedang memainkan ponsel nya.
"Sudah masak ya Dek,rajin nya." Ucap Yuki tersenyum. dan di susul keluar Rio yang juga sudah bersiap.
"Sudah mau dingin malahan." jawab Shani.
Rio dan Yuki pun duduk untuk menikmati makanan yang sudah di masakan oleh Shani.
"Kenapa siang bangun nya kak,ini udah jam 9 loh,semalam lembur ya?." Goda Shani tersenyum sembari memainkan ponsel nya.
Ucapan Shani membuat Yuki tersedak dan batuk - batuk,Rio lekas mengambilkan minum untuk istri nya itu. "Pelan - pelan makan nya." Ucap Rio dengan datar.
"Iya,makasih mas." Ucap Yuki dan meraih minuman itu.
Shani tersenyum melihat ke arah kakak nya,Shani tahu kalau Yuki mengerti apa yang ia kata kan,namun ia sedikit heran karena Rio seperti tidak mengena pada perkataan nya.
Yuki pun cemberut pada Shani yang mengoda nya,namun tiba - tiba Terdengar suara bel rumah. "Aku saja yang buka Kak,kalian sarapan saja dulu." Ucap Shani.
"Apa dia benar - benar tidak mengerti perkataan Shani,astaga,dia sebenarnya normal apa tidak sih." Gumam Yuki dengan wajah lemes nya.
Sementara Rio tampak menikmati kembali sarapan nya.
Diluar.
Shani membuka pintu dan ternyata Adam dan Tiara yang datang.
"Hai Kak,Gio mana?." Sapa Shani
"Ada di mobil." Jawab Tiara.
"Sendiri?." Tanya Shani heran.
"Ada baby sister baru bersama nya,apa kalian sudah siap?." Tanya Tiara.
"Sudah kak,tapi Kak Shani dan suami nya sedang sarapan,mereka baru saja bangun." Ucap Shani tersenyum menyengir pada Tiara.
Tiara pun ikut tersenyum dan mengerti apa maksud tatapan Shani.
"Ada dengan kalian?,kalian bicara pakai bahasa isyarat?." Tanya Adam. Shani tertawa mendengar nya
"Apa sih sayang." Balas Tiara dan merangkul suami nya masuk.