NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:22.6k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Malam kian larut, namun suasana di kediaman Pramuji justru tampak lebih hidup dari biasanya. Saat mobil yang membawa Nisya berhenti di depan gang, ia tertegun melihat deretan motor tetangga terparkir rapi dan aroma sate ayam serta martabak yang menyeruak di udara.

Nisya melangkah ragu dengan wajah lelahnya. Begitu sampai di depan teras rumah, pemandangan di sana membuatnya mematung.

Pramuji duduk bersila di atas tikar , wajahnya tampak sangat bersemangat sambil memegang bidak kuda. Di hadapannya, Angga duduk dengan santai namun penuh wibawa. Kemeja mahalnya sudah digulung hingga siku, memberikan kesan pria yang sukses namun tetap merakyat.

"Skakmat! Hahaha, lihat Nak Angga, meski kamu kuliah di luar negeri, urusan catur tetap Ayah jagonya!" seru Pramuji dengan bangganya.

Angga tersenyum lebar sambil memajukan bidak benteng "Waduh, saya memang harus banyak belajar dari strategi Bapak. Pak Pramuji ini memang tidak bisa diremehkan kalau soal taktik."

Di sekeliling mereka, beberapa tetangga, Pak RT dan para jamaah mushola yang baru pulang sholat Isya duduk melingkar sambil menikmati hidangan traktiran dari Angga.

Salah seorang tetangga menyapa Nisya yang baru datang.

"Wah, ini dia calon pengantin baru pulang. Nisya, bersyukur sekali ya punya teman seperti Nak Angga. Tadi dia ikut sholat Isya berjamaah di mushola, suaranya waktu ikut tadarus merdu sekali. Sudah begitu, semua warga ditraktir makan malam. Benar-benar dermawan!" Ucap pak RT sambil mengunyah martabak telor yang isinya sangat tebal,

Nisya hanya bisa tersenyum kaku. Ia merapatkan jilbabnya, merasa sesak melihat bagaimana Angga dengan begitu cepat merebut hati lingkungannya.sedangkan tunangan nya, hanya senyum sapa saja dengan warga, tidak pernah ikut berbaur seperti Angga.

"Nisya! Sini, Nak. Lihat ini, Nak Angga sampai tidak mau pulang karena mau menemani Ayah. Dia bilang rindu suasana kampung kita. Tidak seperti orang itu yang kalau ke sini cuma sebentar, dingin, dan langsung pulang."

Angga berdiri ia menengahi perkataan Pramuji yang membuat Nisya tidak enak hati... Angga menatap Nisya dengan tatapan yang sulit diartikan tatapan yang seolah mengatakan bahwa ia sedang membangun istana baru di atas luka lama mereka.

"Baru pulang dari rumah sakit, Nisya? Bagaimana keadaan Tuan Ardiansyah? Saya khawatir sekali, makanya saya tunggu di sini sekalian menemani Bapak supaya tidak kesepian."

"Kak Ardi sudah membaik, Bang... maksud saya, Tuan Angga. Terima kasih sudah menjaga Ayah dan... menjamu tetangga." sahut Nisya menunduk.

"Jangan panggil Tuan kalau sedang di rumah, Nisya. Rasanya terlalu jauh. Tadi saya juga sempat mengobrol dengan pengurus mushola soal bantuan renovasi atap yang bocor. Saya rasa, itu bentuk syukur saya bisa kembali ke sini."

Pramuji hampir melonjak kegirangan mendengar kata renovasi. Ia segera mengambil ponselnya, mungkin hendak memamerkan kemurahan hati Angga pada grup WhatsApp keluarga.

Nisya segera masuk ke dalam rumah, ia butuh ruang untuk bernapas. Di dalam kamar, ia mengeluarkan tabletnya untuk melihat jadwal persiapan pernikahannya yang tinggal menghitung hari. Namun, suara tawa Angga dan ayahnya dari teras terus terngiang.

Kenapa Bang Angga kembali sekarang? Kenapa dia melakukan semua ini saat Aku dan kak Ardi akan menikah? Apa yang sebenarnya dia inginkan?" gumamnya dalam hati.

Angga benar-benar telah melancarkan serangan gerilya. Ia tidak menyerang Ardiansyah secara langsung, melainkan menghancurkan benteng pertahanan Ardiansyah dari akarnya, yaitu dukungan sosial dan restu ayah Nisya.

Nisya masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, karena sejak pagi ia belum mandi, Nisya memakai piyama rayon yang begitu nyaman menurutnya, kamar yang dulu hanya memakai kipas angin,kini sudah memakai AC, ayahnya sudah merenovasi kamar Nisya agar nyaman,supaya saat Nisya sudah menikah, Nisya bisa menginap di sini dengan suaminya yang terbiasa di ruang mewah.

Di dalam kesunyian malam yang pekat, Nisya membentangkan sajadahnya di sudut kamar . Suara tawa Angga dan ayahnya yang tadinya riuh di teras kini telah berganti dengan kesunyian yang mencekam. Hanya suara detak jam dinding yang menemani pergolakan batinnya.

Nisya mengenakan mukena putih bersih, merapikan letak letak Ciput nya yang ia gunakan sebagai dalaman agar rambutnya tak terlihat. Ia bersujud sangat lama, membiarkan air matanya membasahi kain sajadah.

Nisya terisak pelan "Ya Allah, hamba mohon ampun... Kenapa perasaan yang sudah hamba kubur dalam-dalam ini harus muncul kembali? Kak Ardi adalah pria yang baik, dia adalah masa depan yang Engkau gariskan melalui restu Mama. Tapi kenapa kehadiran Bang Angga membuat hamba merasa begitu goyah?"

Bayangan masa lalu saat Angga menunggunya di depan gerbang sekolah, membagi sarapan nasi uduk, dan menatapnya dengan penuh kasih sayang kembali terputar seperti film lama. Sikap Angga yang lembut, perhatiannya pada warga, dan caranya menghormati ayahnya sangat kontras dengan sosok Ardiansyah yang kaku, dingin, dan sering kali membuat Nisya merasa seperti bawahan daripada seorang calon istri. Padahal Angga sendiri sudah tau sifat dan karakter ayahnya,namun Angga tetap menghormati nya.

Setelah salam, Nisya duduk terdiam cukup lama. Ia meraih ponselnya melihat foto pertunangannya dengan Ardiansyah. Di foto itu, Ardiansyah bahkan tidak tersenyum tulus. Pikirannya melayang pada kejadian di rumah sakit tadi, saat Ardiansyah justru menanyakan keberadaan Ratu alih-alih mencari kehadirannya. Dan sayang nya Ia tidak tahu, Ratu itu siapa,...

"Apakah Kak Ardi benar-benar mencintaiku? Ataukah aku hanya pelengkap status sosialnya, Atau ia menerimaku karena desakan orang tuanya? Sementara Bang Angga... dia datang kembali dengan segala perhatian yang dulu pernah menjadi duniaku."

Ia mengambil lotion,lalu mengoleskannya di telapak tangan yang gemetar. Aroma mawar yang menenangkan biasanya cukup untuk membuatnya tertidur, namun malam ini, aroma itu justru mengingatkannya pada buket mawar putih tanpa nama yang ia yakini dari Angga.

Nisya mendekat ke jendela, melihat ke arah teras yang kini sudah kosong. Angga sudah pulang, setelah memastikan Nisya pulang dengan selamat, tapi jejak kebaikannya tertinggal di sana, di hati ayahnya dan di lidah para tetangga.

"Kalau aku memilih Kak Ardi, aku akan hidup dalam kemewahan yang sunyi. Tapi jika aku kembali pada kenangan bersama Bang Angga... apakah itu berarti aku mengkhianati janji?"

Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal:

"Nisya, mawar itu tidak pernah layu, sama seperti janjiku di bawah pohon rindang sekolah dulu. Istirahatlah, jangan biarkan beban dunia membuat wajah cantikmu pucat."

Nisya menutup mulutnya dengan tangan. Ia tahu itu dari Angga. Kelembutan pesan itu terasa seperti racun manis yang meresap ke dalam hatinya yang sedang haus akan kasih sayang.

1
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
@Mita🥰
terimakasih update nya😍😍😍
@Mita🥰
😍😍😍😍
suti markonah
kasihan sekali kamu nisa, akibat ulah bpk mu yg serakah kamu jadi korban
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!