Renata seorang istria dan ibu rumah tangga, dia mengabdikan hari-harinya untuk sang suami tercintanya Raditya dan anak semata wayang mereka Rindiani.
Dulunya Renata merupakan seorang direktur diperusahaan yang saat ini dipegang oleh suaminya tapi karena dia sudah memiliki anak jadi memilih untuk menyerahkan jabatan ke Raditya suaminya dan akan mengurus anaknya saja dirumah.
Tapi sepertinya keputusan dia salah, karena sang suami ternyata berselingkuh dibelakangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atul Maronge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Acara Ulang Tahun Rindiani
Sebenarnya malam ini Raditya malam ini berniat menginap dirumah kedua orangtuanya, tapi karena Ratih yang terus-terusan merengek dan juga Rani yang ditunggu tak kunjung pulang, alhasil dia malam ini pulang ke apartemennya.
"Kamu ini kenapa sih? Mas mau menginap dirumah ayah saja gak boleh" Gerutu Raditya saat sudah sampai diapartemen miliknya.
"Bukannya gak boleh mas..! Kan harusnya aku diajak, aku ini udah jadi istri kamu loh mas" jawab Ratih.
"Yaudah besok setelah dari pesta Rindiani kita menginap dirumah ayah" Jawab Raditya.
"Jadi besok anak kamu ulang tahunnya mas?" Tanya Ratih memastikan.
"Iya, kamu mau kan datang?" Tanya Raditya dan menoleh ke arah istrinya.
"Hmm maaf mas kayaknya aku gak bisa ikutan deh, besok aku ada interview dengan agency" Jawab Ratih.
"Agency apa?" Tanya Raditya dengan menautkan kedua alisnya.
Ratih memutar kedua bola matanya dengan malas.
"Hmm apa kamu lupa? Dulu sebelum aku masuk ke kantor sebagai sekretaris kamu kan aku kerja jadi model majalah" Ucap Ratih.
"Jadi kamu mau jadi model lagi?" Tanya Raditya.
"Iya mas, dari pada aku nganggur lagian kan restoran kamu masih tahap renovasi kan habis ini?"
"Hmm terserah kamu sajalah asal jangan model yang aneh-aneh" Jawab Raditya dan berlalu naik ke atas ranjang.
Ratih mengikuti suaminya dan memeluk Raditya dari belakang.
"Mas kamu gak marah kan kalau besok aku gak ikut datang?" Tanya Ratih memastikan.
"Terserah kamu saja, toh Rindiani juga gak kenal siapa kamu" Jawab Raditya cuek.
Emang benar sih Rindiani belum tahu kalau Ratih adalah istri baru papanya, dan otomatis menjadi ibu tiri dirinya.
"Jadi kamu belum ngasih tahu ke Rindiani kalau dia ibu tirinya?" Tanya Ratih
"Belum, lagian gak penting juga toh Rindiani juga tak akan paham" Jawab Raditya
"Hmm terserah kamu sajalah mas" Ucap Ratih dan menelusupkan kepalanya di punggung Raditya
*****
Keesokan harinya Raditya tengah bersiap-siap berangkat ke acara ulang tahun sang putri ya meskipun acaranya masih nanti siang dia sengaja ingin datang pagi karena tak ingin sang putri kecewa kalau dirinya datang bersama tamu undangan.
"Mas, aku nitip carikan kado buat Rindiani ya. Kamu pasti juga belum cari kado buat dia kan?" Ucap Ratih
"Iya sengaja aku belinya sekalian berangkat, kamu mau nitip kado apa?" Tanya Raditya
"Udah aku kirim ke ponsel kamu gambarnya, nanti kamu tunjukkan saja ke pegawai toko mainan yang ada di mall xx" Ucap Ratih
"Oke deh, aku mau langsung berangkat saja" Ucap Raditya
"Iya mas, aku sebentar lagi juga berangkat. Kamu mau pakai mobilku?" Tanya Ratih
"Ya jelas dong, kan kamu tahu sendiri mobilku diambil sama Renata" Jawab Raditya
"Terus aku bagaimana mas?" Tanya Ratih dengan menggerutu tak jelas.
"Kamu naik taksi online saja, atau jual perhiasan kamu buat beli mobil baru" Ucap Raditya memberikan saran tapi malah dapat pelototan dari Ratih.
Karena tak mau Ratih mengamuk Raditya segera keluar dari apartemennya dan tak lupa mengambil kunci mobil milik Ratih yang ada di meja.
*****
Beberapa saat kemudian Raditya sudah sampai di mall dan dia segera mencari kado untuk sang putri tak lupa titipan milik Ratih.
"Mbak saya mau mainan kayak gini ya" Ucap Raditya dan menunjukkan gambar yang dikirim oleh Ratih pada pegawai di toko itu.
"Sebentar ya pak saya ambilkan dulu" Jawabnya dan berlalu dari hadapan Raditya
Sembari menunggu pegawai mengambil pesanan Ratih, Raditya memilih set mainan barbie untuk Rindiani.
"Ini pak mainannya" Ucap pegawai dan memberikannya pada Raditya.
Kado Ratih berupa mainan barbie yang bertemakan putri duyung dan istananya satu set.
"Bagus juga pilihan Ratih" gumam Raditya dan berjalan ke kasir untuk membayar.
"Mbak tolong dibungkus sekalian ya yang cantik buat anak saya" Ucap Raditya
"Mau jadi satu apa dipisah pak?" Tanya pegawai yang berada disebelah kasir.
"Dipisah saja ya" Jawab Raditya.
Tak berapa lama mainan tersebut sudah dibungkus dengan kertas kado dan dimodel cukup cantik.
"Totalnya dua juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah pak" Ucap kasir.
Raditya segera memberikan debit card miliknya untuk membayar mainan untuk Rindiani.
"Terimakasih ya pak sudah berbelanja ditoko kami, selamat ulang tahun untuk putrinya" Ucap kasir dengan ramah dan memberikan belanjaan milik Raditya.
"Iya sama-sama mbak, terimakasih" Jawab Raditya dan berlalu dari toko.
Dia langsung melajukan mobilnya kerumah mertuanya, karena ulang tahun putrinya dirayakan disana.
Tak berapa lama mobil yang dikendarai Raditya sudah sampai dikediaman mertuanya, dia segera turun dan mencari keberadaan sang putri yang ternyata masih didalam kamar sedang didandani ala barbie.
"Rindiani dimana bu?" Tanya Raditya pada bu Rosa.
"Ada dikamar depan, kamu kesana saja" Jawabnya.
Setelah dipersilahkan masuk oleh sang pemilik rumah, Raditya segera masuk dan mencari sang putri.
"Selamat ulang tahun anak cantik papa, tambah pintar, tambah segalanya pokoknya ya. Doa terbaik dari papa buat kakak" Ucap Raditya saat sudah masuk ke dalam kamar dan mencium pipi Rindiani.
"Makasih papa, papa baru datang?" Tanyanya.
"Iya nak, maaf ya tapi papa gak telat kan?"
"Enggak pa"
"Ini kado dari papa dan yang ini dari tante Ratih" Ucap Raditya dengan menunjukkan kedua kado dan diberikan pada Rindiani.
"Makasih ya pa, papa disini saja temani kakak" Ucap Rindiani.
Akhirnya Raditya menemani Rindiani yang sedang di makeover, disana juga ada Renata yang sedang menyuapi Rindiani karena kalau tidak disuapi dia tak mau makan.
"Ma biar papa aja yang suapin kakak" Ucap Rindiani ke mamanya.
Seketika Renata menoleh pada Raditya, dan Raditya menganggukan kepalanya.
"Sini papa suapin, anak papa sudah besar ya sebentar lagi masuk SD ini" Goda Raditya dan menyuapi sang putri.
"Iya papa, nanti kalau libur sekolah kita liburan bersama ya pa" Ucap Rindiani.
"Iya sayang, tapi papa gak janji ya akan papa usahakan" Jawab Raditya
"Iya pa, papa sudah makan?" Tanya Rindiani
"Sudah sayang, nah makanan kakak udah habis. mau nambah?" Tanya Raditya yang dijawab gelengan oleh Rindiani.
Renata segera mengambil piring bekas makan Rindiani, setelahnya mereka keluar bersama ke taman dimana acara ulang tahun Rindiani akan diadakan.
"Wah bagus banget dekorasinya" Ucap Rindiani karena dari semalam dia ingin melihat ke taman tapi dilarang oleh mama kakek dan neneknya.
"kakak suka?" Tanya Renata.
"Suka banget ma, makasih ya ma" Ucap Rindiani dan memeluk mamanya.
"Bilang makasih juga sama opa oma ya, karena yang nyiapin ini semua opa dan oma" Bisik Renata ditelinga sang putri.
"Iya ma" Jawab Rindiani dia menikmati dekorasi ulang tahunnya dengan berkeliling ditemani papanya sebelum banyak tamu yang datang.
Sebenarnya tak banyak yang diundang hanya teman disekolah dan teman les serta para tetangga sekitar rumah mereka saja.