Maira adalah anak perempuan pertama dari keluarga yang sederhana , kehidupan maira berubah saat ia beranjak dewasa , di saat maira duduk di bangku smp ada seseorang yang datang di dalam hidupnya maira , ia adalah seorang adik laki-laki yang bernama fakhri dwi pangestu.
Maira ini dari kecil sudah di tinggalkan oleh ayah kandungnya, maira tak tau di mana ayahnya berada dan semua keluarga nya tidak mau memberitahu kan keberadaan ayahnya maira , sekarang ibunya maria sudah menikah lagi dan maira punya adik namun hubungan maira sama ayah tirinya tidak begitu baik.
Sekarang maira sudah duduk di bangku SMA kelas 12 , sebentar lagi dia lulus SMA dan ia ingin sekali melanjutkan ke jenjang kuliah tapi ibunya maira sudah tidak sanggup membiayai sekolahnya lagi. Gimana dengan kehidupan maira selanjutnya? Stay tune ya guys.
Maaf sebelum nya ges, novel ini di tamatkan terlebih dahulu, maaf jika alurnya tidak jelas, sia author sudah tidak ada waktu untuk menulis, jika suatu saat saya punya banyak waktu luang, maka saya akan menulis ulang novel ini, terimakasih yang sudah membaca nya sampai episode 70.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retno Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
Maira sama ken langsung makan nasi goreng dengan lahap, setelah maira sama ken selesai makan mereka pun langsung membayarnya.
"biar gue yang bayar, gak ada kata penolak kan" kata maira
"okey" ujar ken
Maira pun membayar makanan nya sama makanan ken, setelah itu maira sama ken langsung masuk ke dalam kelas nya
Di dalam kelas yang sedikit ramai
"ra, loe mau temenin gue gak?" kata ken menatap maira
"kemana?" ujar maira
"ke acaranya kakak sepupu gue" kata ken
"acara apa?" ujar maira
"lamaran" kata ken
"loe gak salah mau ngajak gue?" ujar maira
"kenapa harus salah? loe temen gue dan loe juga pasti mau nemenin gue" kata ken
"okey gue mau" ujar maira
"nah sip, nanti kita ke benang raja lagi untuk beli kain" kata ken
"kain? buat apa?" ujar maira syok
"buat baju lah" kata ken
"untuk kita?" ujar maira
"yaps, nanti bantu pilih kain mana yang bagus" kata ken
"loe pilih sendiri aja deh ken , gue kan harus ngurus adek gue" ujar maira
"ya udah deh, tapi nanti gue vidcall ya" kata ken menghempus nafas
"oke siap." ujar maira
Beberapa menit kemudian bel masuk dan semua murid berlarian masuk ke dalam kelas, tak lama kemudian ada guru yang masuk ke dalam kelasnya maira.
"selamat pagi anak-anak, kita hari ini cuma sebentar di sini karna saya cuma mau menyampaikan perihal yang harus kalian ketahui, mulai besok tidak ada *** secara tatap muka dan *** di ganti menjadi pjj, pembelajaran jarak jauh dan kalian harus mempunyai akun quipper dari sekolahan, akun akan segera di buat oleh pihak sekolah, sementara waktu kalian menggunakan link untuk absen bk dan melakukan pjj pada aplikasj zoom, google meet dan, classroom terlebih dahulu, silahkan kalian download aplikasi yang ibu sebutkan tadi, " kata guru to the point
"iya bu. " ujar semua murid yang ada di kelas
Semua murid pada fokus sama hp nya masing-masing untuk mendownload aplikasi yang di bilang bu nita tadi.
"susah tau ra kalau di hp, penyimpanan gue penuh" kata ken ngeluh
"sama lah ken, mana yang harus di download banyak lagi" ujar maira ikut ngeluh
"tau ah, gue download di laptop aja nanti" kata ken
"loe enak punya laptop, lah gue gak punya weh" ujar maira
"beli lah," kata ken
"ngomong sih gampang ken, ngelakuin nya susah," ujar maira
"mudah kok, berusaha dan berdoa" kata ken
"iya deh, sekarang udah sering bahas soal agama, " ujar maira
"iya dong, gue kan udah mulai belajar sedikit-sedikit" kata ken
"kemana aja loe dulu? dulu aja gue sering nasehatin loe soal pacaran dan loe selalu membantah nasehat gue, sekarang udah tau kan pacaran itu haram?" ujar maira
"yaps, gue belajar dari ustadz hanan" kata ken
"lanjutkan ya mas bro, perbaiki diri sendiri dulu sebelum menjemput jodoh, wkwk" ujar maira
"siap mbak" kata ken tertawa
Pukul 11.00 wib semua murid di perbolehkan untuk pulang karna hari ini ada peningkatan kasus corona lagi di indonesia, ken mengantar maira pulang ke rumah nenek nya, di perjalan mereka ngobrol
"tau gak kenapa kita pulang pagi?" kata ken
"karna corona lah" ujar maira
"bukan, gurunya tuh tau kalau hari ini kita mau jalan-jalan" kata ken
"ihh apaan sih, ada corona ken" ujar maira menampol pundaknya ken
"iya deh, gue cuma bercanda kali" kata ken
"kalau corona udah hilang baru deh kita bisa jalan-jalan" ujar maira
"iya iya" kata ken
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah neneknya maira, maira masuk ke dalam rumah dan ken meninggalkan rumah neneknya maira