Anna tau bahwa ayahnya adalah orang kaya, dan semua kakaknya tampan tapi ia tak pernah menyangka jika keluarganya cukup populer bahkan ia di sebut-sebut sebagai putri yang di sembunyikan sampai ia pindah ke sekolah baru yang terkenal.
Bukan hanya itu saja, ia juga baru tahu bahwa dia bukan manusia biasa dan cinta pertamanya juga bukanlah manusia.
Siapakah keluarga Anna sesungguhnya?
Misteri apa saja yang baru di ketahui Anna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
" Apa yang harus di jelaskan, bagiku semuanya sudah terlalu jelas " ujar Anna.
Dari apa yang Amelia dengar ia yakin Anna sangat marah mendengar pertunangan antara dirinya dengan Shigima. Meski belum tahu siapa Anna tapi Amelia cukup yakin gadis inilah yang membuat Shigima tidak bisa menerimanya.
" Baiklah, jika kau ingin marah kau memang berhak marah padaku. Kau juga boleh benci dan memukulku, tapi aku mohon jangan pergi dariku. Jangan pergi kemana pun apalagi menghilang, karena meski aku bertunangan bahkan menikah dengan wanita lain posisimu tidak akan tergantikan " .
Amelia cukup Syok mendengar ucapan Shigima, ia tak menyangka Shigima sangat mencintai gadis itu hingga mampu bicara demikian. Kini ia sadar, ia tidaklah berarti. Dengan airmata yang mengalir di pipinya Amelia pergi meninggalkan dua insan itu dengan membawa serta cintanya yang tak terbalaskan.
* * *
Anna tertawa terkekeh-kekeh mendengar kesungguhan Shigima, ia bisa melihat Shigima sangat serius hingga mengepalkan tangan.
" Astaga kakak, aku tahu " ujar Anna.
Shigima cukup di buat bingung dengan tingkah Anna ia hanya diam menunggu ucapan selanjutnya.
" Aku cukup kaget mendengar berita itu, dan marah karena kalian menyembunyikan hal ini dariku. Aku sempat berfikir seperti apa Amelia itu, aku sempat di buat takut kalau Amelia akan membuat mu berubah menjauhiku dan tidak menyayangiku lagi "
" Tidak Anna, Amelia adalah gadis yang baik karena itu aku menerima perjodohan ini. Aku yakin dia juga akan menyayangimu " sergah Shigima.
" Apa? jadi kau di jodohkan? " tanya Anna kaget.
" Mmm, ayah Amelia sakit parah dan sudah tidak bisa mengelola hotel karena itu dia meminta bantuan ayah karena Amelia sebagai pewaris satu-satunya tidak mengerti bagaimana cara mengelola hotel. Sambil mengajari Amelia ayahnya ingin hotel di kelola oleh ayah, tapi ayah berfikir sebaiknya aku menikah dengan Amelia agar aku yang mengelola hotel dan untuk mempererat persahabatan antara ayah dengan keluarga Backir " jelas Shigima.
" Oh astaga, jadi dalang di balik semua ini adalah ayah. Kakak tenang saja aku akan bicara dengan ayah agar perjodohan ini di hentikan " ujar Anna mulai emosi.
" Anna tunggu, ayah tidak bersikeras untuk menjodohkan kami. Ayah memberi kami kebebasan untuk memilih jadi dalam hal ini ayah tidak salah sepenuhnya "
" Lalu? " tanya Anna.
" Ini... aku... saat mengenal Amelia lebih jauh aku melihat ibu dalam sosoknya, seorang wanita yang tak hanya cantik tapi juga berpendidikan. Aku melihat wanita yang kuat menanggung beban keluarga, aku melihat wanita yang tangguh dan juga anggun " ujar Shigima mengingat bagaimana sosok Amelia di matanya.
Dengan curiga Anna meneliti wajah Shigima dan berkesimpulan.
" Kak Shigima, kau jatuh cinta... "
" Apa? aku... aku, tidak.. aku hanya... aku hanya mengaguminya " jawab Shigima tergagap.
Hahaha
Anna tak bisa menahan tawa melihat kegugupan Shigima, dan lebih geli lagi saat wajah Shigima terlihat memerah karena malu.
" Aku pernah melihatnya pada Mina, dan aku tahu kau sedang jatuh cinta seperti Mina. Kau tidak perlu malu atau sungkan kak, aku pasti mendukung mu ".
Ucapan Anna membuat Shigima terperangah, ia tak menyangka Anna bisa mengatakan hal itu dengan mudah setelah kabur dari rumah.
" Awalnya aku memang takut dan marah, tapi aku sudah besar kak. Aku harus bisa menerima semua kenyataan terlebih menyangkut tentang keluarga kita, suatu saat bukan hanya kau saja yang akan pergi membuat keluarga yang baru tapi aku juga pasti. Yah, meski hal itu masih jauh dari keinginan ku tapi tetap saja aku juga pasti akan menikah meski mungkin bahkan dengan orang yang tidak ku cintai ".
Shigima menatap Anna dengan terharu hingga matanya berkaca-kaca. Ia tak menyangka gadis kecil itu kini sudah berubah menjadi remaja yang bisa berkata dengan bijak layaknya orang dewasa, Reinner berkata benar. Anna sudah besar.
" Tidak sayang, aku akan memastikan kau menikah dengan orang yang kau cintai dan mencintaimu " ujar Shigima sungguh-sungguh.
" Sudahlah, hal itu masih lama terjadi yang terpenting sekarang kau harus mengenalkan ku pada calon kakak iparku, jangan sampai aku kabur lagi dari rumah gara-gara hal yang selalu kalian sembunyikan dariku "
" Baiklah, kakak berjanji akan mempertemukan kalian " ujar Shigima.
* * *
Seluruh penghuni kastil menyambut kepulangan Anna dengan gembira, kecuali Reinner yang terlihat tak peduli. Makan malam hari itu bahkan bibi Joy membuat hidangan istimewa demi menyambut kedatangan Anna.
Mereka tak berhenti tersenyum dan bersyukur Anna telah menerima pertunangan Shigima bahkan bersedia ikut membantu jika di perlukan.
Tentu hal ini membuat Jack memiliki sedikit keyakinan lagi Anna akan bisa menerima kenyataan lain yang belum terungkap.
Selesai makan Anna memilih tinggal diam di kamar, dua hari tak masuk sekolah rupanya membuat tugas sekolahnya menumpuk.
" Jadi, sekarang Anna kecil kita sudah dewasa " ujar Reinner yang tiba-tiba muncul di pintu kamar Anna.
Anna tak menjawab, ia hanya melirik sebentar dan kembali fokus pada buku-bukunya. Reinner berjalan menghampiri dan duduk di ranjang Anna. Ia melihat boneka bajak laut hadiah dari Jack yang di pajang di dekat cermin.
" Apa kau tidak berniat untuk menyingkirkan koleksi bajak lautmu? " tanya Reinner.
" Kenapa aku harus menyingkirkan nya? " tanya balik Anna tanpa menoleh.
" Bukankah kau sudah dewasa? wanita dewasa tidak mengoleksi bajak laut tapi alat-alat make up dan tas "
" Meski aku sudah dewasa sekali pun, aku akan tetap mengoleksinya "
" Omong kosong, cepat atau lambat kau pasti membuang semua itu dan menggantinya dengan tas-tas bermerk "
" Sudah ku bilang aku tidak akan membuangnya, meski nanti aku mulai menyukai tas atau sepatu aku akan tetap menyimpannya dan akan terus berebut mainan itu dengan mu sampai kau menikah " jawab Anna.
" Astaga kau ini menyebalkan, kenapa kau selalu ingin merebut milik ku? " tanya Reinner mulai jengkel.
" Karena hanya itu alasan agar kau mau bicara dengan ku " jawab Anna pelan.
Reinner terdiam, tak menyangka Anna akan menjawab seperti itu. Anna mulai berbalik dan menatap Reinner.
" Aku akan kehilangan satu kakak yang selalu ada untukku, setelah kak Shigima mungkin kak Ken lalu kak Ryu dan terakhir kau. Sampai hari itu tiba, sebelum aku kehilangan semua kakak ku aku ingin terus seperti ini. Menjalani hidup seperti dulu ".
Rasa haru membuat Reinner terdiam, selama ini ia sangat membenci Anna yang selalu merusak kebahagiaan nya. Tapi jauh di lubuk hati yang paling dalam ia tahu, rasa itu bukanlah benci melainkan cemburu. Hanya cemburu seorang kakak kepada adiknya karena kenyataan nya ia juga menyayangi Anna.
Reinner tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya, berjalan ke depan mengambil boneka kapten bajak laut itu. Lalu tiba-tiba Reinner mencopot bagian-bagian tubuh boneka itu.
Anna yang terbelalak melihat senyum Reinner yang menyeringai dan mendengarnya berkata.
" Kalau begitu persiapkan dirimu, karena perang baru saja di mulai "
" REI....... KAU AKAN MATI..... "
Two Worlds