Perjodohan mempertemukan mereka, menyatukan keduanya yang berbeda satu sama lain dan kebobrokan Naya membuat semuanya lebih cepat dari yang seharusnya. Kenakalannya membuat sang ayah sakit kepala dan menyerah pada putrinya, kemudian menyerahkannya kepada Marcel sosok pria yang cukup sempurna untuk lanjut mendidik Naya.
"Naya belajar dengan baik, besok ada kuis di mata kuliah, Saya!"
"Iya, Mas!"
"Tapi jangan terlalu begadang, nanti Kamu bisa sakit!"
"Iya, Mas ...."
"Jangan terlalu banyak makan makanan manis. Ingat Kamu sudah manis dan yang terlalu manis bisa membuat gigimu sakit!"
"Iya, Mas."
"Besok setelah mata kuliah terakhir, langsung pulang ke rumah dan berhenti keluyuran!"
Iya dan iya mas, selalu menjadi jawaban Naya. Hampir tidak pernah melawan perkataan suaminya, tapi apa? Sayangnya Dia juga hampir tidak pernah mematuhinya. Kata iya yang keluar dari bibirnya seolah tak berarti apa-apa dan Marcel cukup pusing dibuatnya.
Lantas bagaimana kelanjutan ceritanya?
Simak selengkapnya hanya ada di My Perfect Husband oleh Saiyaarasaiyaara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saiyaarasaiyaara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 21
○○○
Nana berguling ke kanan dan kiri diatas tempat tidurnya. Isteri yang masih gadis itu nampaknya uring-uringan terhadap kelakuan suaminya yang teganya meninggalkannya pergi kerja tanpa pemberitahuan. Perasaannya bercampur aduk antara dongkol, kesal, marah, kecewa, bersamaan dengan rindu yang tak dapat dipungkiri dan dia tepis. Hal itu menyebabkan susah tidur dan gelisah seperti sekarang.
Nana bangkit dari tidurnya sambil mengambil gulingnya dan melemparnya kasar,"dasar suami singting, pergi nggak bilang-bilang. Udah tua masih ngambekan, huhhh..."
"Pak Marcel sialan!"
"Pak Marcel Iblis!!"
"Dasar suami siluman!!!"
Nana mengumpat tak dapat menahan diri lagi. Dia mulai memberantakkan kamarnya sambil berteriak sekeras-kerasnya. Beruntung kamarnya dipasang alat peredam suara, kalau tidak mungkin Yuyun yang tidur dikamar sebelah pasti berpikir Kakak Iparnya sudah gila. Tidak salah, memang Kakak Iparnya sekarang benaran gila. Tepatnya seorang isteri yang menggila akibat ditinggal suami kerja tanpa pamitan.
Nana meraih ponselnya yang berada dinakas sebelah tempat tidurnya. Tanpa babibu dia menelpon Marcel. Persetanlah dengan masalah mereka dikampus, Nana yang berbuat ulah dan Marcel yang akan mengomelinya. Nana mengesampingkan semua itu demi amarahnya yang meronta ingin dilampiaskan segera pada suaminya.
"MAS KAMU KEKANAKAN SEKALI SIH, KENAPA PERGI GITU AJA TANPA NGASIH TAU AKU. CUMA GARA-GARA AKU NGGAK NGERJAIN TUGAS KAMU NGAMBEK! BISA GAK SIH URUSAN KAMPUS JANGAN DICAMPURIN DENGAN URUSAN PRIBADI, HAAHHHH.. MAS KAMU DENGAR AKU NGGAK SIH?!!" Amuk Nana berteriak keras diteleponnya. Dengan beraninya ia mengeluarkan uneg-unegnya. Biarlah, toh kalau Marcel marah padanya tidak mungkin bisa langsung datang sekarang demi memberinya perhitungan.
Nana menghela nafas menunggu jawaban suaminya. Namun, yang dia dengar malah membuatnya melongo.
"Nomor yang anda tuju sedang sibuk atau sedang berada diluar jangkauan silahkan coba beberapa saat lagi."
Sontak saja Nana melotot dan mengusap wajahnya kasar. Jadi tadi dia mengomeli operator bukan suaminya.
Nana meraih gelas dinakas lalu meminum air didalamnya hingga tandas. Lanjut mengambil nafas dalam dan membuangnya perlahan. Lantas dia pun mengedarkan pandangannya ke penjuru kamarnya yang kini terlihat berantakan.
Tiba-tiba air mulai mengaliri pipinya dan dia mulai sesegukan sambil meratapi nasibnya, "Mas Marcel jahat, hiks.."
"Mas Marcel suami kejam, dasar tegaan!"
"Hhuuuaaaaa.. baru juga diginiin kok gue udah nangisin. Cuma ditinggal kerja gak pamitan, tapi gue udah kesetanan. Hhuuuaaaa.. hiks gue kok manja hiks, hiks hhhhuuuuaaaaa...."
Nana terus-terusan menangis sambil memgatai Marcel hingga ia jatuh tertidur kerena kelelahan.
○○○
Nana terbangun dari tidurnya dengan wajah sembab penuh bekas air mata. Dia menolehkan pandangannya kesekitar dan teringat akan kejadian malam. Dengan tak bersemangat dia bangkit dan mulai membereskan kekacauan yang dia timbulkan akibat ulahnya kemarin malam.
Selesai membereskan kamarnya yang berantakan Nana langsung mandi dan bersiap kuliah.
Ini bukan pertama kalinya dipergi kuliah sendiri tanpa bersama Marcel. Bahkan sudah biasa sendiri sebab suaminya itu dengan tega meninggalkannya dalam keadaan tertidur tanpa mau membangunkannya. Alhasil dia telat masuk dan diusir dari kelas suaminya sendiri. Memalukan sekali.
Nana mengusap wajahnya menepis kenangan itu. Lihat saja nanti jika sudah pulang Nana akan beri perhitungan suaminya itu tanpa ampun.
○○○
TO BE CONTINUED
Ditunggu like dan komentar ya beib..
Info lengkapnya
Facebook : Saiyaara
Instagram : Saiyaarasaiyaara
Noveltoon : Saiyaarasaiyaara
bingung .bknnya Marcel LG keluar kota? ko tiba2 udah nongol aja kapan baliknya
Kurangnya komunikasi antara pasangan dan gak jujur dgn perasaan sendiri ke pasangan,Bisa bikin hubungan tambah panas dan akhirnya pertengkaran..