NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Sore hari – Kafe terbesar di kota

Setelah pulang dari kampus, Colly langsung menuju tempat kerjanya.

Kafe itu ramai seperti biasa.

Suara percakapan, dentingan gelas, dan aroma kopi memenuhi ruangan.

Colly bergerak lincah di antara meja-meja. Tangannya cekatan, langkahnya ringan. Meski sibuk, wajahnya tetap tenang.

Seolah semua ini… sudah menjadi rutinitas yang mudah baginya.

“Silakan dinikmati,” ucap Colly sambil meletakkan pesanan di meja pelanggan.

“Terima kasih, Colly!” sahut salah satu pelanggan yang sudah mengenalnya.

Colly hanya tersenyum tipis dan melanjutkan tugasnya.

Dari arah belakang, salah satu rekannya berseru,

“Colly! Tolong antar pesanan ke meja terakhir!”

“Baik, segera!” jawabnya cepat.

Ia langsung berbalik tanpa ragu.

Belum sempat berhenti...

“Colly, ada pesanan makanan lagi! Kita kekurangan orang!” seru rekan lain.

Colly mengangguk.

“Biar aku saja yang antar. Tidak apa-apa.”

Ia mengambil nampan dengan satu tangan, lalu melangkah cepat.

“Colly, dari tadi kau belum duduk sama sekali,” ujar salah satu rekannya khawatir. “Sudah hampir dua jam.”

Colly tersenyum santai.

“Aku masih muda dan kuat. Tenang saja,” jawabnya ringan. “Lagipula, aku latihan bela diri. Fisikku tidak selemah itu.”

Rekan-rekannya tertawa kecil.

“Benar juga,” kata salah satu dari mereka. “Di sini, kau yang paling kuat.”

Suasana masih sibuk.

Colly baru saja meletakkan pesanan di meja pelanggan.

Tiba-tiba—

BRAK!!

Pintu kafe didorong keras hingga menghantam dinding.

Semua orang menoleh.

Sekelompok pria masuk.

Masing-masing memegang tongkat baseball.

Di tengah mereka... seorang pria bertubuh besar, wajahnya penuh bekas luka, berdiri dengan ekspresi garang.

Tatapannya menyapu seluruh ruangan.

“Di mana Colly Shen?” tanyanya kasar.

Suasana langsung berubah dingin.

Beberapa pelanggan mulai gelisah.

Rekan kerja Colly saling pandang, bingung.

Salah satu pria itu tersenyum sinis.

Tanpa peringatan...

BRAK!!

Ia mengayunkan tongkatnya ke meja. Meja itu langsung hancur.

Pecahan kayu dan gelas berhamburan.

“AAAAH!!”

Para pengunjung menjerit panik.

“Keluar! Semua keluar!” teriak salah satu pria sambil mengacungkan tongkat.

Kekacauan terjadi seketika.

Orang-orang berlarian menuju pintu.

Kursi terbalik, gelas pecah, suara jeritan bercampur jadi satu.

Salah satu rekan kerja Colly mencoba maju.

“Hei! Apa yang kalian lakukan?!”

BUK!!

Belum sempat selesai bicara, tongkat menghantam tubuhnya.

Ia langsung terjatuh.

“Jangan ikut campur!” bentak pria itu.

Beberapa pria lain mulai merusak isi kafe.

Meja dihancurkan.

Botol-botol dijatuhkan.

Kaca pecah berserakan di lantai.

Satu per satu karyawan mundur ketakutan.

Di tengah kekacauan itu...

Seorang rekan Colly yang lain tidak tahan.

“Berhenti! Ini tempat kerja kami!” teriaknya berani.

Ia mencoba menahan salah satu pria.

BUK!!

Tongkat baseball langsung menghantam bahunya.

“AARGH!!”

Ia terjatuh ke lantai, meringis kesakitan.

“Jangan ikut campur kalau tidak mau mati!” bentak pria itu.

Rekan lain berlari mendekat.

“Berhenti! Kalian sudah keterlaluan!”

Namun.

BUK! BUK!

Dua pria lain langsung ingin memukulnya

TANG!

Colly merebut tongkat baseball dari tangan pria itu dengan satu tarikan cepat.

Gerakannya bersih. Tanpa ragu.

Pria itu bahkan belum sempat bereaksi..

DUK!

Colly memukul pergelangan tangannya.

“AAARGH!!”

Tongkat kedua langsung terlepas dari genggamannya.

Dalam satu langkah...

BUK!

Colly menghantam lututnya.

Pria itu langsung jatuh berlutut, tidak mampu berdiri.

Tiga pria lain langsung menyerang bersamaan.

Tongkat diayunkan dari berbagai arah.

Namun...

Colly bergerak.

Cepat.

Ia memiringkan tubuhnya, menghindar dari pukulan pertama.

TANG!

Tongkat mereka saling beradu sendiri.

Colly memutar tubuh...

BUK!

Tongkatnya menghantam lengan salah satu pria.

Pria itu menjerit, tangannya langsung lemas.

Belum selesai—

Colly melangkah maju.

DUK!

Siku menghantam bahu pria lain.

Ia terhuyung mundur.

Pria ketiga mencoba menyerang dari belakang.

Colly menunduk, lalu berbalik.

BUK!

Tongkatnya menghantam kaki pria itu.

Pria itu jatuh tersungkur, tidak mampu berdiri.

Dalam hitungan detik... tiga orang sudah tumbang.

Colly dengan tatapannya dingin saat melihat rekan-rekannya tergeletak.

Salah satu pria mencoba menyerang dari samping.

“MATI KAU—!”

DUK!

Colly langsung memukul pergelangan tangannya.

“AAARGH!!”

Suara retakan kecil terdengar.

Tongkat itu jatuh.

Belum selesai...

BUK!

Colly menendang lututnya.

Pria itu langsung ambruk, kakinya tidak mampu menopang tubuh.

“Kau…!” pria lain maju marah.

Colly berbalik cepat.

BUK!

Tongkat menghantam lengan atasnya.

Pria itu menjerit, tangannya langsung terkulai.

DUK!

Sikut Colly menyusul ke rahangnya.

Ia jatuh tersungkur tanpa perlawanan.

Dua orang sekaligus menyerang dari depan.

Colly melangkah maju, bukannya mundur.

Ia menahan satu pukulan...

TANG!

Lalu memutar tongkatnya.

BUK! BUK!

Dua pukulan cepat ke bahu dan kaki.

Keduanya langsung roboh.

Salah satu dari mereka mencoba bangkit...

Colly menginjak lengannya.

“AARGH!!”

“Ini… balasan karena menyentuh mereka,” ucap Colly dingin.

Tangannya bergerak cepat..

DUK!

Ia menghantam sendi siku pria itu.

Pria itu menjerit kesakitan, tidak mampu bergerak lagi.

Sisa anak buah mulai mundur.

Wajah mereka pucat.

“Kau… siapa sebenarnya…?” gumam salah satu dengan gemetar.

Colly melangkah maju perlahan.

Tongkat masih di tangannya.

Matanya tajam.

Sebagian lawannya sudah tergeletak di lantai.

Rintihan kesakitan memenuhi kafe yang hancur.

Colly berdiri di tengah ... tongkat masih di tangannya.

Tatapannya dingin saat menatap mereka.

“Siapa yang mengirim kalian?” ucapnya pelan. “Jason Long?”

Salah satu pria hanya menggertakkan gigi, tidak berani menjawab.

Colly menghela napas kecil.

“Jadi… cuma anjing suruhan,” lanjutnya datar.

Langkah berat terdengar dari depan.

Tap… tap…

Pria bertubuh besar maju ke depan. Lantai seperti bergetar setiap langkahnya. Ia menatap Colly dengan senyum miring.

“Colly Shen…” ucapnya pelan.

“Hanya seorang mahasiswi… tapi cukup tangguh.”

Ia melirik anak buahnya yang tumbang.

“Kalau mereka tidak bisa mengalahkanmu…” lanjutnya, “maka aku yang akan melakukannya.”

Colly memutar tongkat di tangannya.

“Berapa yang kau terima dari Jason Long?” tanyanya santai. “Sampai berani datang membuat keributan di sini.”

Pria besar itu tertawa pelan.

“Untuk nyawamu…” ucapnya sambil menyeringai,“bayarannya sangat pantas.”

Suasana langsung mencekam.

Colly mengangkat dagu sedikit.

Tatapannya tajam.

“Kalau begitu…” ucapnya dingin, “jangan buang waktu. Kalau kau punya kemampuan…” lanjutnya,“buktikan.”

Micheal Xie, putra angkat Roland Mu. seorang pelatih Wushu yang memiliki banyak murid. Melindungi Colly dengan secara diam-diam.

Wilbert Lu, tunangan Colly Shen, selalu perhatian dan tulus.

Robert Chin, Mafia yang kejam dan paling ditakuti. Pebisnis Ilegal dan tanpa rasa simpati. Lawan berat Micheal Xie dan juga saingan cinta.

Shen Xiao Han, Kakak Colly Shen. muncul di saat adiknya menghilang.

1
Maria Mariati
kaya nyaaaa colly mank jodoh nya Michelle, bukan wilbert, mungkin wilbert harus ngalah demi colly
Tiara Bella
Colly dilawan....
Kinara Widya
hebat kolli
Maria Mariati
kapok sudahlah 👍👍👍
Dame Manalu
mantaf colly
Tiara Bella
hemmm cuma pura-pura ternyata....
Fortu
wkwkwk lucu🤣🤣🤣 pura pura mati ntar almarhum benaran kamu Jason
Fortu
😂😂😂😂😂
Fortu
hahhahaa🤣🤣🤣
Kinara Widya
aduh ternyata pura2 mati...di kabulkan kan sama Colly pak jasson...😂😂😂
Fortu
ah pura pura meninggal s Jason
mau gunakan cara licik
Fortu
Michael telepon sama Little Tiger😃😃
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
Tiara Bella
wah siapa tuh yg tlpnan sm Michael....
Fortu
Diposisi ini saya cuma mau komentar kalau sebenarnya colly agak sombong juga sih.
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄
Maria Mariati
kaka nya kemana katanya kalo ada apa2 sama colly dia selalu tahu
Tiara Bella
ceritanya bagus...keren pkoknya
Tiara Bella
gk ada yg bantuin Colly apa ya....lehernya udh kegores pisau...
Kustri
☕ngopi sik thor... semangat UP💪
Kustri
yg terakhir, kemeja putih koq ky densu🤭yaa
Tiara Bella
wow visualnya ganteng² semua...😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!