NovelToon NovelToon
Queen Kesayangan

Queen Kesayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Teen
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: JK의 할루 아내

Aruna anak keturunan Atmadja juga brata kini menjalani masa remaja nya dengan penuh warna. pertemuan nya dengan seorang pria dewasa mampu membuat pria itu langsung jatuh cinta pada aruna si gadis kecil dan imut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JK의 할루 아내, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dipaksa pulang

"hah... Ternyata butuh waktu lama buat negosiasi sama tuan peter..." keluh yudis yang saat ini sedang duduk di sofa hotel tempatnya menginap sambil membuka dasi yang sudah seharian mencekik lehernya

"iya boz, ternyata mereka berniat menjodohkan boz dengan anaknya, pantas saja negosiasi ini ngga bisa di wakilkan dan anda harus datang jauh-jauh ke turkey "

"kayanya ini masih akan berlanjut paul, saya sudah ngga bisa berfikir lagi bagaimana untuk menghindari anak pak peter yang super agresif itu" yudis memijat kening nya yang terasa berdenyut hebat, ia bahkan ingat dengan tingkah lucu aruna yang selalu membuatnya tersenyum

"apa ngga bos coba aja dulu, siapa tau cocok" paul memberikan ide anehnya

"dia bukan tipe saya paul, kalau kamu mau buat kamu saja, bahkan saya akan naikan gaji kamu kalau kerja sama kita gol" jawab yudistira kesal mendengar ide asisten nya yang menjodohkan nya

"saya ngga bisa bantu boz kalo begitu" singkat paul merasa bersalah dengan gurauan nya

Yudis menyandarkan tubuhnya menatap langit-langit hotel yang terasa sunyi baginya, sekilas ada bayangan aruna yang sedang tersenyum memandangnya membuatnya sedikit bersemangat dan tiba-tiba ia teringat akan ethan saudara kembar aruna. Tanpa berlama lagi yudis pun menekan sederet tombol di ponselnya dan menghubungi ethan.

"halo ethan apa kabar" sapa yudis mengawali obrolan nya dengan nada santai

"baik kak, ada apa nih tiba-tiba kepikiran nelpon, ngga salah nomor kan? Denger-denger kakak lagi dinas..?"

"iya, kakak lagi di turkey dan ada sedikit masalah di sini dan agak alot jadi terhambat jadwal kepulangannya" jelas yudis

"hemmm... Apa ada yang bisa ethan bantu kak..?" Tanya ethan seakan tau kesulitan yudis

"jujur sebenernya malu mau cerita, tapi kakak butuh temen dan entah kenapa kakak malah keinget sama kamu" jujur yudis yang entah mengapa ia ingin sekali bertukar pikiran dengan pria muda di sebrang telpon sana

"coba kakak cerita dulu, kalo ethan ngga bisa bantu paling ngga kakak sedikit lega karena udah berbagi"

"bener banget, btw kakak ngga ganggu kamu kan kalo ngga salah di sana sekarang jam 5 ya..?"

"iya kak, di sini jam 5. kebetulan ethan lagi sama papi ada kerjaan sedikit"

"ada om juga, kalo boleh di speaker aja than, kakak juga butuh masukan dari om hito sebagai senior"

"ngga usah di minta, dari awal kamu telpon ethan sudah pakai loudspeaker soalnya dia lagi di depan laptop nya" Suara hito terdengar di telinga yudis berbarengan suara kekehan ethan "kenapa butuh bantuan om..?" tanya hito langsung dan tau apa yang sedang di pikirkan pria di ujung telpon sana

"eh... maaf om kalo yudis ganggu. Iya om yudis sedikit ada masalah disini. Kalo berkenan yudis mau tuker pikiran sama om juga ethan"

"Ya sudah om dengarkan"

"begini om, perusahaan pandawa ada sedikit masalah dengan perusahaan wiyata, awalnya mereka memberikan bahan baku sesuai permintaan dan harga yang di sepakati namun setelah setengah pekerjaan jalan mereka menaikan harga bahan baku dengan alasan yang tidak masuk akal. Yudis ke turkey mengejar waktu bertemu dengan penangung jawab nya tapi sampai sini yudis seperti dipermainkan. Dia meminta yudis untuk menikah dengan anak nya dengan begitu mereka akan memberikan bahan baku seperti kesepakatan awal"

"perusahaan wiyata..? Peter hasibuan..?" Tanya hito sedangkan ethan masih menyimak namun tangannya sudah menari indah di atas key board nya dengan fokus

"betul om, apa om pernah bermasalah juga..?"

"tidak... Om hanya pernah mendengar kabar nya aja. Keluarga mereka memang terkenal dengan kelicikan nya, entah dari mana kamu mendapatkan vendor itu"

"kak, maaf ethan mau tanya apa anaknya pak peter bernama fitri..,"

"ia namanya fitri"

"lebih baik kakak sekarang pulang aja ke indo ka, percuma kakak disana ngga akan ada hasilnya. ethan sama papi akan bantu masalah kakak dari sini. Dan kalau bisa sekarang kakak pesan tiket dan langsung ke bandara tanpa angkat telpon dari siapa pun"

"baik.. Kakak akan ikut saran kamu" tanpa banyak bicara yudis langsung memerintahkan paul untuk membereskan baju mereka dan memesan tiket untuk pulang secepatnya. Entah mengapa setelah mendengar ucapan ethan hati dan pikiran nya yabg memang sempat bimbang menjadi yakin untuk segera pergi dari sana dan pulang ke Indo

"walau gw ngga tau apa maksud ethan, tapi entah kenapa dari nada bicaranya terdengar sangat serius" Batin yudis yang merasakan perubahan dalam.nada bicara ethan

Sesuai dengan intruksi ethan, kini yudis juga paul sudah berada di dalam pesawat dengan fikiran yang setengah tenang

"boz apa ngga apa-apa kita pergi gitu aja..?" tanya paul tak enak karena tugasnya tak berhasil

"sudah, kita ikut aja, saya juga cuma ikut kata hati saya" jawab yudis yang langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela pesawat

Sementara itu di indonesia

"kak, kamu yakin..?" tanya hito dengan bingung saat mendengar ethan menyuruh yudis untuk segera pulang

"papi sebaiknya lihat ini dulu" ucap ethan menggeser laptop nya

"ya ampun, hanya demi kekuasaan mereka tega berbuat curang seperti ini" hito geleng-geleng saat melihat dan membaca informasi yang ethan dapatkan dengan keahliannya

"demi balas dendam lebih tepatnya pi... Papi lihat, pria ini adalah musuh keluarga bagaskara, mungkin saja dia memanfaatkan wanita ini untuk menekan keluarga bagaskara"

"sungguh licik... Eh tunggu perusahaan wiyata, sepertinya opa kamu belum lama cerita sama mami kamu kalau ada kerja sama sama mereka, coba kamu telpon opa kamu buat mastiin"

ethan pun segera mencari kontak nama opanya di sana oppa jimmy ayah dari sang mami

"halo opa, gimana keadaan opa..?" tanya ethan berbasa-basi

"baik kak.. Ada angin apa nih tumben banget inget sama opa.. Pasti butuh bantuan opa."

"hehe.. Opa tau aja... Gini opa, apa sekarang opa ada di turkey..?" tanya ethan langsung

"awalnya opa memang mau ke turkey mau ketemu klien, tapi opa ngga bisa karena ada kerjaan mendadak. Jadi di wakilkan sama sekretaris opa. Kenapa ? Kamu koq tau opa ada rencana ke turkey..?"

"penjelasannya nanti aja opa, kalo bisa opa telpon sekretaris opa buat batalin kerja sama nya. Ethan ngeliat ada rencana jahat dari perusahaan wiyata"

"bener firasat opa, sebenernya opa juga berat, hanya saja banyak yang nyaranin buat melanjutkan kerja sama ini. Ok sekarang opa langsung telpon sekretaris opa dulu. Dan kamu hutang penjelasan sama opa"

"beres opa, kapan pun opa minta penjelasan, ethan siap menjelaskan, iya kan pi...." tanya ethan setengah tersenyum membuat hito yang awalnya tenang menjadi membelalakan matanya melihat kelakuan anak sulung nya

"menantu kurang ajar, ternyata kamu juga mendengarkan tapi ngga nyapa ayah... Awas aja kamu..."

"yah.. Bukan gitu maksudnya.. Aduh..." hito bingung juga kesal mendadak

Hito kebingungan saat ingin menjelaskan mertuanya malah mematikan ponselnya. Ia pun berbalik menatap anak sulung nya

"kamu sengaja banget sih kak bikin papi mati kutu di depan opa kamu... Aduh..." hito mengacak-acak rambutnya frustasi yang memang selalu salah di depan mertuanya

"hahahaha..."

1
Muji Lestari
lanjuttt thorr
Muji Lestari
lanjut thor
Muji Lestari
makin menarik ceritanya thor
Muji Lestari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!