Eve San wanita yang berusia 24 tahun berparas cantik namun tidak suka memoles wajahnya dengan makeup sehingga banyak orang yang menyatakan dirinya cupu ditambah lagi dengan kebiasaannya yang suka membaca buku. dan tidak suka bergaul.
Eve di jodohkan dengan Michael, anak dari sahabat orangtuanya. Sejak kecil Eve dan juga Michael tidak pernah cocok dan saling membenci.
Tapi mereka tidak punya pilihan lain selain menikah.
Bagaimana kelanjutan kisahnya! Kehidupan yang penuh lika-liku akan mereka jalani.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairin Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Toko Evee
Yang dia ketahui hanyalah mengancam orang saja, Dia suruh aku menunggu baiklah akan aku tunggu sesuai dengan apa yang dia inginkan sebab aku tidak mau jika sampai hari ini mood ku jadi hilang karena bertengkar dengannya. Gerutu Eve sembari melihat punggung Michael yang menghilang di balik pintu kamarnya.
Di dalam dapur.
“Tak pernah aku sangka sebelumnya jika CEO yang di gembor-gemborkan sangat pintar dan juga radja di dunia bisnis bisa seperti ini juga jika sudah menyangkut tentang wanita. Sangat mirip seperti Tuan besar di saat masih seusianya," ucap Bi sara lirih sembari masih melihat kearah Eve San dari kejauhan.
Aku tidak pernah menyangka sebelumya jika akan bisa melihat sikap Tuan muda yang seperti ini, dia bahkan terlihat berbeda dari biasanya. Bi Sara bergumam dalam hati sembari mengirim video yang sempat dia rekam tadi pada Keyla dan juga Martin.
Kediaman Martin Kwang.
Keyla sedang duduk dengan Resni dan juga Martin sedangkan Keyzia masih berada di dalam kamarnya dia hendak pergi ke toko milik Eve. Ponsel Keyla dan juga Martin mulai berbunyi kedua orang itu bersamaan membuka pesan dari Sara yang di kirim melalui WhatsApp. Mata Martin dan jga Keyla langsung membulat sempurna saat
mendengarkan apa yang putranya itu Katakana pada istrinya, Resni yang ikut
melihat video tersebut langsung tertawa terpingkal-pingkal-pingkal melihat apa yang
menantunya itu ucapkan agar bisa ikut dengan Eve pergi.
Selang beberapa
waktu kemudian Keyla dan juga Martin ikut tertawa terpingkal-pingkal melihat
sikap putranya itu, mereka tidak pernah menyangka jika putranya ternyata
memilliki kesalahan juga, suara tawa Martin, Keyla dan juga Resni seakan
menyelimuti ruang tamu itu, ruang tamu rumah ini terlihat sangat hangat pada
pagi hari ini. Keyzia menuruni anak tangga pertama rumahnya, dia melihat tawa
hangat dari bibir ketiga orang yang sangat dia cintai dan juga sayangi saat ini
dan seterusnya, Keyzia belum mengerti apa yang sedang ketiga orang itu tertawaan namun dia sangat bahagia melihat senyuman mereka seakan membawa kedamaian tersendiri di dalam hatinya.
“Mom, Dad, Mama Resni. Apa yang sedang kalian tertawa kan? Kenapa kau sangat penasaran dengan apa yang sedang kalian lihat di dalam ponsel,” sapa Keyzia dengan mendudukkan tubuhnya di samping Martin.
“Sayang, kau mau pergi kemana?” tanya Martin ketika dia melihat anaknya sudah berdandan dengan sangat cantik pada pagi hari ini.
“Aku mau pergi ke toko kak Eve, Dad. Bolehkan?” tanya Keyzia balik dengan bermanja-manja di pundak Martin.
“Tentu saja sayang, ingat jangan di sana terlalu lama berikan waktu pada kedua pengantin itu agar bisa lebih dekat lagi,” Martin bicara sembari memberikan rekaman video yang tadi sudah dia tonton terlebih dahulu.
“Hahaha, Ya tuhan Kakak ku ternyata begitu memalukan dia tidak bisa merayu seorang wanita,” Keyzia terkekeh seketika saat dia selesai melihat video dari ponsel Daddy-nya itu.
Setelah berbincang beberapa menit, akhirnya Keyzia berpamitan dulu pada Martin, Keyla dan juga Resni. Anak kesayangan Martin itu pergi mengendarai mobilnya sendiri sebelunm Keyzia kembali ke kota tempat tinggaknya saat ini dia lebih dulu berpamitan pada Michael dan juga Eve san,
Eve dulu menjadi sahabatnya namun sekarang sudah berubah menjadi kakak iparnya setelah menikah dengan Michael kwang.
TOKO EVEE
Mobil yang di kemudikan oleh Michael mulai memasuki jalanan pertokoan kecik yang berjejer di sepanjang jalan, Eve mengarahkan mobil yang di kemudikan oleh Michael di sebuah toko kue kecil dengan satu lantai. Toko itu sudah buka sejak jam 08.00 pagi, Eve memang selalu datang ke
toko itu jam 09,00. Satu jam lebih lama dari para perkerjanya. Michale baru kali pertama ini datang ke toko milik Eve, dia melihat ada sekitar lima pegawai sedang membersihkan kaca toko tersebut dan sebagian dari mereka sedang menaruh beberapa cake di etalase yang ada di dalam toko itu.
Dinding depan toko itu menggunakan kaca transparan jadi aktifitas para perkerjaan yang ada di dalam Toko itu bisa di lihat oleh Michael dengan sangat jelas dari dalam mobil.
“Ayo turun, Kak Michael mau di dalam mobil sampai kapan?” tanya Eve yang sudah lebih dulu keluar dari dalam mobil sedangkan Michael sedang sibuk mengamati setiap sudut tempat itu dengan menyipitkan matanya.
Dia menyuruh aku masuk ke dalam toko yang kecil seperti ini, bagaiman mungkin dia mempermalukan aku dengan membuka toko yang bahkan lebih kecil dari kamar ku di
rumah. Lihat saja aku akan merubah toko kue ini sampai menyamai restoran bintang lima dan aku akan sangat yakin jika kau akan berterima kasih dan langsung jatuh cinta padaku. Dengan penuh percaya diri Michael bergumam dalam hati sembari membayangkan jika Eve sudah jatuh cinta padanya.
Michael keluar dari dalam mobil dan langsung berhenti di depan Eve berdiri, “Nanti kau bilang pada semua perkerjamu jika mereka akan libur selama satu minggu,” ucap Michael sontak Eve langsung melotot kaget setelah melihat apa yang di ucapkan oleh
suaminya barusan lihat itu bahkan bola mata Eve seakan hendak meloncat dari
tempatnya saat ini.
“Memangnya kenapa mereka harus libur satu minggu?” tanya Eve dengan penuh selidik.
Menyilangkan kedua tangannya di perut dengan sombong, “Karena aku mau merobohkan bangunan kecil ini, lalu akan aku perluas lagi. Kau tidak perlu berterima kasih padaku karena aku melakukan hal ini," dengan begitu percaya diri jika Eve akan berterimakasih dan juga akan merasa bersyukur karena tokonya bisa maju lagi
dengan bantuan suaminya.
"Apa yang kau katakan barusan Kak Michael, aku tidak mau kau ikut campur dalam usahaku ini. Jika aku mau memperluas toko ini maka sejak awal sudah aku lakukan dengan uang milik Papa," sahut Eve dengan berjalan mendahului Michael.
Dia baru datang pertama kali di toko, tapi sudah mau menghancurkannya! Dia bilang aku harus berterimakasih dengan bantuannya. Aku malah ingin sekali marah padanya tapi aku takut dia akan balik mengancam ku lagi seperti tadi. Gerutu Eve sembari membuka handle pintu toko miliknya.
Di luar toko Evee.
Kenapa dia marah, seharusnya kan dia berterimakasih padaku. Apakah otaknya itu sedang sakit hari ini sampai dia menolak niat balik ku barusan.
CEO Michael masih tidak menyadari jika Eve membangun toko itu sendiri karena tidak mau mengandalkan uang milik almarhum ayahnya.
"Pagi Nona Eve," sapa seorang pegawai cantik yang sedang mengenakan baju seragam berwarna pics.
Eve memaksakan senyuman di wajahnya tanpa menjawab ucapan wanita muda itu yang bernama Liana.
"Nona, kebaikan apa yang anda lakukan di masa lalu sehingga bisa beruntung di kehidupan ini?" tanya Liana dengan wajah berbinar-binar melihat ke luar toko kue itu.
"Anda pasti sangat bahagia mendapatkan pria tampan yang selama ini di kenal sebagai sang penakluk hati semua wanita di kota ini," ucap seorang lainnya menimpali kata-kata sahabatnya barusan.
Hahaha lihat itu, wajah Eve semakin merah padam setelah mendengarkan apa yang di ucapkan oleh perkerjanya ini.
yg sabar yaa eve jgn sampai darah tinggi. ...
😂😂😂😂
michael posesif itu demi kebaikan kamu juga eve, ,, dan artinya michael benar2 mencintaimu. ..🥰🥰🥰🥰
yg ada kamu di bawa ke kantor biar nemenin michael kerja. ..
🤭🤣🤣🤣🤣🤣
😂😂😂😂😂😂😂😂
jgn kasar2 dong Michael kasian kan Eve san... ya ampun Michael jd gagal fokus sampai lupa kalau hari libur...🤭🤭🤭😂😂😂😂😂😂