Kesalahpahaman dimalam kelam karena Laki-laki itu berfikir gadis di hadapannya itu adalah ja..Lang yang ingin menghancurkan adik angkat nya, membuat Sherkan melampiaskan kemarahannya dan memperkosa gadis yang salah.
Realita nya gadis itu adalah kembaran dari gadis yang dia cari atas banyak kejahatan yang dilakukan pada banyak orang
Dia menghancurkan masa depan gadis yang salah tanpa berfikir dua tiga kali hingga menyeret dirinya untuk bertanggung jawab dan menikahi gadis tersebut, pernikahan tanpa cinta yang diselimuti kebencian dari gadis tersebut membelenggu Sherkan dalam rasa bersalah yang begitu besar.
Belum lagi dia telah melakukan kesalahan fatal, membuat anak buahnya membunuh calon suami Gadis itu tanpa sengaja hingga membuat gadis itu semakin membenci nya.
Pernikahan rumit penuh kebencian terus menyelimuti gadis tersebut, Sherkan harus menerima buah dari hasil perbuatannya, bersabar dan mencoba meraih hati gadis tersebut dengan cara yang luar biasa.
Mampukah dia meruntuhkan hati gadis serapuh kapas dan sedingin es tersebut? dan sebesar apa perjuangan nya untuk mendapatkan hati dan cinta gadis tersebut.
Karya orisinil Eva Hye Seung "Nila kingshop Wati"
Sequel dari Satu atap Tanpa cinta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nila KingShop Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sejak awal telah di manipulasi
Masih di masa lalu
Perempuan itu mengawasi pergerakan Louise dari kejauhan untuk beberapa waktu, dia Fikir laki-laki itu mencari informasi atas permintaan Sherkan soal seorang gadis.
Setelah Louise laki-laki kepercayaan Sherkan berlalu, Perempuan itu langsung melesat pergi dari posisi dia berdiri sejak tadi.
Kini disebuah ruangan bernuansa abu-abu, Perempuan itu mengeratkan rahang untuk beberapa waktu, secara perlahan dia meremas kertas yang ada di tangan nya.
"Dia tertarik pada seorang gadis miskin?"
Tanya nya pada seorang wanita berusia sekitar 38 tahunan.
"Kenapa kamu begitu khawatir Sherkan bakal serius dengan gadis seperti itu"
Wanita itu bertanya sambil menaikkan kaki kanannya ke paha kirinya, duduk di atas kursi sofa dengan gaya yang begitu angkuh dan sombong.
"Untie fikir Sherkan type Casanova? tidak ada yang tidak tahu karakter Sherkan, sekali dia menyukai seseorang dia tidak pernah main-main dengan hati nya, seperti dia mencintai kekasih masa lalu nya"
Ucap Perempuan itu cepat dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu.
"Dia bukan keturunan Hillatop yang suka bergonti-ganti pasangan"
Lanjut nya lagi.
"Aku khawatir, Sherkan benar-benar serius dengan perasaan nya yang akan berkembang"
Setelah berkata begitu, Perempuan itu mulai membuka satu persatu lembaran kertas yang ada di hadapannya.
"Elvitania?!"
Dia mengerutkan keningnya, memperhatikan foto yang ada di tangan nya untuk beberapa waktu.
"Aku seperti pernah melihat wajah nya, tidak asing dan begitu familiar"
"Lupakan soal asing tidak asing, untie fikir sebaiknya kamu memutar sebuah skenario, buat gadis itu dekat dengan laki-laki lain, sebelum Sherkan memulai komunikasi intens dengan gadis tersebut"
Setelah berkata begitu, wanita itu mencoba untuk menghubungi seseorang dari handphone miliknya.
Terlihat dia menggoyangkan kakinya untuk beberapa waktu, menunggu jawaban dari seberang sana.
"Katakan pada ku, apa yang ingin diberikan Louise pada gadis itu tadi?"
Tanya wanita itu tiba-tiba.
Sejenak wanita itu diam, mendengar kan jawaban dari sana dengan seksama.
"Tukar kertas memo nya, aku akan memutar pertemuan gadis itu dengan laki-laki lain"
Wanita itu bicara cepat.
"Aku akan menghubungi Sherkan dan membuat dia tidak menemui gadis itu bagaimana pun caranya"
Setelah berkata begitu, wanita itu mematikan panggilan nya.
Dia kemudian menatap Perempuan yang sejak tadi menatap dirinya.
"Aku akan mengatur pertemuan makan malam kalian, dia akan menemui gadis itu malam ini"
Ucap wanita itu pelan.
"Kau harus pandai ber akting untuk membuat Sherkan tidak beranjak dari hadapan mu meski pun hanya satu menit saja, liez"
Mendengar ucapan wanita itu, perempuan yang dipanggil liez menaikkan ujung bibirnya.
"Untie jangan khawatir soal itu"
*******
Masih di masa lalu
Disisi lain
Sherkan terlihat bergerak terburu-buru, dia mencoba untuk mengejar keadaan, menatap bingung antara jam di tangannya dan panggilan di handphone nya.
Gadis itu menunggu anda di kafe xxxxxx tuan.
Sherkan, sesuatu yang buruk terjadi pada liez.
Sejenak laki-laki itu mengusap kasar wajahnya, dengan gerakan terburu-buru dia melesat menuju kearah parkiran.
Pada akhirnya Dia terpaksa memilih salah satu dari kedua pilihan Rumit tersebut.
********
Disisi lainnya
Elvitania memperhatikan kertas memo yang di berikan seorang laki-laki pada nya siang tadi, tidak tahu kenapa laki-laki itu berkata seseorang ingin bertemu dengan dirinya.
Dia sama sekali tidak punya gambaran siapa yang ingin menemui dirinya.
Sejenak gadis itu melirik kearah jam di tangan nya, beberapa kali Elvitania menarik oelan nafasnya.
*******
Disisi lainnya lagi
Seorang wanita berjalan perlahan menuju kearah sebuah meja bartender dimana seorang laki-laki terlihat asik dengan minuman nya, laki-laki itu mengobrol dengan beberapa temannya sambil sesekali menyesap minuman nya.
Seketika laki-laki itu menoleh kebelakang saat seseorang menyentuh bahu ku.
"Untie?"
Laki-laki itu mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu.
"Bisakah kamu membantu untie, Zahir?"
Wanita itu bertanya sambil mencoba mengulas senyuman.
"Ya?"
Yang dipanggil Zahir terus mengerutkan keningnya.
"Sherkan lagi-lagi menolak sebuah pertemuan kencan buta, bantu bibi untuk mewakili dirinya, jika kamu tidak tertarik pada gadis itu, kamu bisa menolaknya dengan cara yang halus, tapi jangan pernah menyebutkan nama Sherkan pada gadis itu"
"Ya?"
Zahir mencoba untuk mencerna maksud dari ucapan wanita itu untuk beberapa waktu.
"Sekali ini saja, untie mohon"