nama ku eva umur ku 23 tahun, aku bekerja sebagai buruh pabrik di kota surabaya. aku janda saat di usia 22 tahun karna suami ku berselingkuh dengan teman kerja ku.
hati ku hancur saat pernikahan ku yang baru berjalan seminggu harus kandas karna penghianatan dari suami dan teman ku
aku harus rela meninggal kannya, karna wanita itu hamil dengan suami ku. sedang kan aku tidak ingin di madu dan tidak sanggup untuk berbagi suami.
"kenapa kamu selingkuh dari ku!"
"maaf kan aku, waktu itu aku hilaf va!"
aku mencoba tegar dan menjalani hidup baru ku dengan status janda meskipun banyak orang yang prihatin dengan ku atau banyak yang mencibir soal status janda ku.
satu tahun sudah eva menjanda, janda cantik dan mempesona hingga banyak pria yang menyukainya.
pria tengil yang suka membuat eva marah marah karna tingkahnya yang begitu menyebalkan. hingga lama lama membuat mereka saling mencintai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ccuu ziiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
di samperin lee min ho
"pak revan sehat.?" tanya rizal
"hmn, kenapa?" tanya balik revan saat masih fokus pada dokumen.
"nyenyak gak pak, tidur di bawah kolong meja, pasti encok tu pak. ini saya ada koyok buat bapak." ucap rizal dengan menyodorkan koyok yang di beli di mini market, membuat revan beralih menatapnya.
sialan.!! dia nyindir aku." gumam revan
pagi sebelum revan ke kantor, ia sempat merasakan sakit di bagian lehernya. hingga itu ia meminta tolong pada bibik sumi untuk memijat bagian lehernya yang sakit. mungkin karna bantal yang ia pakai terlalu padat hingga dia merasa sakit di bagian lehernya atau mungkin tidak terbiasa tidur di bawah tanpa alas kasur lipat atau selimut.
sungguh malang nasib babang kadal jantan.
rizal yang setiap pagi menjemput revan di rumahnya itu, sempat di beritahu sama bibik sumi, jika bosnya habis di pijat. rizal yang tau dari bik sumi itu merasa kasihan dan sedikit tertawa saat ia tahu jika revan sempat tidur di bawah meja kerja eva.
"kamu mau aku suruh bersihin kamar mandi atau push up.!" kata revan, membuat rizal terkejut.
"eh, kenapa saya di hukum pak.! saya kan cuma nawarin koyok untuk bapak."
"oke, hari ini bersihin kamar mandi.!!" seru revan.
"saya push up saja pak.?" jawab cepat rizal
"seratus kali."
"cicil boleh pak.!"
"dua kali lipat." sahut revan cepat dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
sial, pagi pagi sudah kena hukuman.! gumam rizal dalam hati dan mulai push up di depan revan.
"kalau nanti pegal pegal pakai tu koyok.!!" seru revan
****
ana yang menghampiri eva di meja kerjanya itu dengan tergesa gesa, karna dia ingin eva menceritakan semua apa yang telah terjadi saat dia tidak bekerja.
saat ana berada di parkiran motor, dia tidak sengaja mendengar beberapa karyawan sedang bergosip tentang toni yang datang ke gudang untuk bertemu eva dan saat keluar dari gudang ada karyawan yang melihat muka toni yang terluka. ana pegitu penasaran, apa yang sebenarnya terjadi. saat akan menemui eva bel jam kerja sudah bunyi hingga dia harus bersabar untuk menunggu jam istirahat.
"dia sudah gila apa.!! sungut ana. " lelaki nggak tau malu, sudah punya istri dan anak malah dia mencoba untuk melecehkan mu. dan menjerat mu kembali ke dalam hidupnya." ucap ana saat mendengar semua cerita yang eva alami dua hari yang lalu.
"aku takut an bila dia akan ke sini lagi, ancaman toni membuat hidup ku menjadi tertekan." ucap eva dengan meremas ke dua tangannya yang menyatu.
"kamu sudah menceritakan semuanya pada mas dani.?" tanya ana, eva hanya menggelengkan kepala.
"jangan ceritakan masalah ku pada mas dani an, aku sudah banyak merepotkannya. kamu tau sendiri kan gimana mas dani jika aku terluka sedikit saja." kata eva yang mengingat kemarahan kakaknya waktu memukul toni dengan bertubi tubi.
"tapi setidaknya kamu ceritakan padanya va.!! seru ana. "kalau terjadi apa apa dengan mu, dia pasti akan lebih pesesif. dulu saja kamu di suruh berhenti bekerja dan kalau ada yang menggoda mu matanya sudah melotot." kata ana yang mengingat akan posesifnya kakak eva.
"kamu benar an.!" dengan menghembuskankan nafas beratnya. " kalau waktunya sedikit membaik aku pasti akan cerita padanya." jawab eva dan di angguk kan oleh ana
"oh iya, tadi aku sempat dengar kalau muka toni terluka ketika keluar dari gudang. ngomong ngomong siapa yang memukulnya?"
"pria kadal.?"
"pria kadal.!" jawab ana dengan mengerutkan keningnya.
"lee min ho kw mu yang memukulnya."
"hah.!! lee min ho yang memukulnya." pekik ana dengan semangat. "kamu gila ya va, cowok cakep gitu kamu namain pria tengil atau pria kadal." dengan menggelengkan kepala
"aku tanya namanya tidak di kasih tau, ya sudah aku namain saja pria kadal.!!" seru eva.
"hahahah. eh, tapi dia gentleman lho. berani memukul toni dan mau melindungi mu dari mantan suami mu." semangat ana saat membahas revan membuat eva tersenyum dan melempar bulpoin ke arah ana.
"kamu ini ya kalau lagi ngomongin dia semangat empat lima tau gak. udah ayo cari makan aku lapar nich.!!" ajak eva.
"semangat lah orang yang aku ghibahin kan cakep, coba kalau pak jaka, iihh amit amit.!!" seru ana dengan mimik yang menggelikan hingga membuat eva tertawa.
eva dan ana pun berjalan keluar gudang untuk mencari makan di luar. setidaknya eva mencari makan tidak sendirian hingga dia bisa sedikit lebih tenang. meskipun banyak karyawan yang sedang menatapnya dengan tatapan penasaran soal toni yang menghampirinya di gudang.
mencari makan di dekat pabriknya, mereka memilih makan siang dengan mie ayam. memesan dua porsi serta es teh yang menyegarkan di siang hari.
saat eva membuka ponselnya. suara notif wa eva berdering
pria kadal : kamu di mana yank?" pesan revan membuat eva tersenyum
eva : lagi di luar pabrik cari makan sama ana?" balas eva
pria kadal : makan di mana?"
eva : di warung mie ayam, kamu sudah makan." tanya eva
pesan yang eva kirim tidak di balas oleh revan, membuat eva berfikir jika revan sedang sibuk. saat pesanan datang eva dan ana segera menyantapnya.
eva dan ana yang terlalu fokus dengan makan siangnya hingga mereka tidak menyadari kehadiran revan. jika revan tidak mengambil minuman eva mungkin eva tidak tau jika revan ada di sampingnya.
"kamu.!" pekik eva
"nyariin kamu di gudang, taunya malah di sini. enggak ngajak ngajak lagi." jawab revan dengan meminum es teh eva.
"hah lee min ho.!!" seru ana membuat eva melihatnya dan menggelengkan kepala.
"kamu sudah pesan mie ayam belum." tanya eva
"masih di pesanin sama teman ku yank.!"
"sama teman kamu?"
"iya, suapin yank, aku lapar.?" pinta revan pada eva.
ana yang mendengar ucapan revan membuatnya terkejut dengan bola mata yang membesar, seakan tidak percaya revan meminta eva untuk menyuapinya.
eva yang melihat expresi ana membuatnya merasa malu dengan apa yang revan pinta untuk menyuapinya di depan umum.
"pak-. em eh mas.?" sapa rizal dengan gugup. membuat eva dan ana beralih menatap rizal
"sudah kamu pesankan jal.?"
"sudah mas?
"ya udah duduk zal, ngapain berdiri nanti capek lho.!" sindir revan membuat rizal extra sabar.
revan sengaja menghubungi asistennya untuk ikut menemaninya mencari eva makan di luar. saat itu rizal yang sedang makan di pantry, harus segera berlari meninggal kan makanannya yang masih banyak karna ancaman bosnya. jika dalam sepuluh menit tidak ada di hadapannya, dia akan terkena hukuman push up lagi.
.
.
.
.
hahahahahha.. sungguh malang nasib asistennya babang kadal ini.!!