NovelToon NovelToon
Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Obsesi Pewaris Kejam: Aku Dipaksa Menjadi Miliknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Obsesi
Popularitas:830
Nilai: 5
Nama Author: nupitautari

Warning!!!!!!

Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.

Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.

Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.

Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.

Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.

Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Pertengahan musim dingin. Semua siswa sibuk mempersiapkan diri untuk ujian. Ujian akan berlangsung hari ini. Hanya tiga siswa yang tak antusias dan semangat. Itu adalah Shena, Arsen dan Drew. Shena mengeluh. "Ujian ini seperti membunuh otakku. Aku tidak suka berpikir" ia merengek.

Drew dan Arsen terkekeh melihatnya. "My Hero, kau tenang saja. Aku akan menemanimu menjadi yang terbawah" ucap Drew menyemangati. Atau lebih tepatnya Drew sedang mengejek?

Shena menoleh pada Drew. "Kau tidak perlu menemani namaku di urutan paling bawah. Aku akan beri hadiah jika nilaimu bagus, bagaimana?"

"Ahh, itu tidak perlu. Aku tidak suka belajar sama sepertimu" ucap Drew menolak. Ia bahkan tertawa.

Tatapan menyemangati Shena redup digantikan tatapan sinis. Ia menoleh pada Arsen. "Kalau nilaimu bagus, aku akan beri hadiah". Ucapnya tersenyum.

"Oke, bos" jawab Arsen sambil mengacungkan jempol kanannya.

Ujian berlangsung selama satu minggu. Semua mata pelajaran di ujikan. Ujian kali ini Arsen cukup serius. Di kelas ini mungkin hanya Shena dan Drew yang menebak jawaban.

.

.

.

"Heuummm.... Huhh...." Shena menghela nafas lega di gerbang sekolah. Hari ini adalah hari terakhir masuk di musim dingin. Mereka akan liburan.

"Apa yang akan kau lakukan selama libur musim dingin?" Tanya Arsen pada Shena.

"Emmm.... Mungkin kerja paruh waktu? Atau pergi bermain? Atau tidur seharian?" Jawab Shena bingung.

"Hah, hidupmu benar-benar tanpa tujuan" sarkas Arsen.

Shena cemberut. "Aku akan mencari tujuan sendiri, hah" tukasnya kesal.

"My Hero.... Bagaimana kalau selama libur musim dingin kau belajar memasak dengan ibuku? Aku dan ibu biasanya pergi ke vila tepi laut selama musim dingin. Kau bisa ikut" ajak Drew antusias.

"Benarkah?" Tanya shena senang.

Drew mengangguk. "Kau bisa belajar memasak sekaligus kita bisa menghabiskan liburan musim dingin bersama" ucap Drew.

Shena mengangguk antusias. "Aku mau Drew"

"Aku ikut" sela Arsen santai.

"Kau tidak di ajak. Ibu ku suka pria periang dan penyayang. Kau tidak masuk kategori" ejek Drew. Mata Arsen melotot memandangi Drew.

"Auuu..."

Teriak Drew kesakitan kala Shena mencubit perutnya. "My Hero, kenapa kau sangat suka main tangan" sungut Drew tak terima.

Shena tertawa, "hehehe... Siapa suruh kau begitu perhitungan. Ajak Arsen juga biar suasana lebih meriah" ucap Shena.

Arsen tersenyum senang mendengar Shena membelanya sementara Drew cemberut. "Baiklah" ucap Drew terpaksa.

Shena memutar tubuh menghadap Drew dan Arsen. Ia berjalan mundur dan berkata. "Kira-kira apa saja barang-barang yang harus ku persiapkan? Ah iya, bibi suka apa ya? Aku mau bawa sesuatu yang dia suka" ucap Shena senang.

"Emmm... Kau cukup bawa pakaian mu saja. Ingat untuk bawa pakaian hangat. Terus, ibuku suka tanaman. My Hero, kau bawakan saja tanaman hias untuk ibuku. Dia akan sangat menyukainya" jawab Drew.

"Oke, kapan kita berangkat?" Tanya Shena.

"Lusa" jawab Drew.

.

.

.

Hari perjalanan menuju villa tepi laut. Shena sudah mengemas banyak barang. Satu koper besar ia bawa. Drew bilang mereka akan di sana selama liburan musim dingin. Shena sangat antusias. Ini pertama kalinya ia melakukan liburan musim dingin di villa tepi laut. Suasananya pasti akan tenang dan damai bila pergi kala musim dingin.

"Ting... Ting..."

Bel pintu berbunyi. Shena yang baru saja meletakkan koper di ruang tamu menoleh ke arah pintu. Itu pasti Arsen. Shena berjalan ke arah pintu dan membuka pintu dengan senang.

"Ayah..."

Shena terkejut. Itu ayahnya. Sejak hari kepindahan mereka ke kota Wilow, ayah Shena pergi dalam waktu cukup lama. Ini adalah pertama kali Shena melihat ayahnya lagi sejak ayahnya pergi bekerja.

Matthew Arious, ayahnya Shena memandang Shena sejenak lalu masuk ke dalam rumah. Ia berhenti sesaat kala melihat koper besar di ruang tamu. Matthew bertanya. "Mau kemana kau?"

"Hah..." Shena membeo beberapa saat. Ia menjelaskan. "Temanku mengajak liburan di villa tepi laut selama libur musim dingin. Apa ayah keberatan?". Tanya Shena.

"Tidak" jawab Matthew dingin lalu berlalu pergi ke kamarnya. Shena menarik nafas lega. Ia lalu menarik kopernya keluar apartemen.

Arsen sudah menunggu di bawah. Ketika ia melihat Shena keluar dari lift menyeret koper besar, ia segera menghampiri Shena. "Kau berniat pindah selamanya" ledek Arsen. Ia meraih koper itu dan membawanya menuju mobil.

Shena cemberut. "Kebutuhan wanita banyak ya" sungut Shena.

"Ya ya, mungkin begitu" balas Arsen.

Arsen membukakan pintu mobil untuk Shena dan mempersilahkan Shena masuk. Ia lalu memasukkan koper ke bagasi mobil dan setelah itu masuk ke dalam mobil. Biasanya ada supir yang menyetir mobil Arsen karena Arsen masih di bawah umur. Ini pertama kalinya Shena melihat Arsen menyetir mobil. Ia sedikit antusias. "Kurasa kau akan terlihat keren kalau menyetir mobil ini" ungkapnya.

Arsen terkekeh. "Apa aku terlihat seperti pria-pria seksi yang kaya?" Ucapnya sombong.

Mata Shena jadi sengit. "Kau dipuji sedikit kepala mu langsung terbang, ya"

"Hahaha... Bagaimana aku tidak terbang dengan tatapanmu yang memujaku" ucap Arsen tertawa.

Shena memukul lengan Arsen. "Omong kosong. Cepat jalankan mobilnya" ketus Shena.

.

.

.

Mereka sekarang sedang di toko bunga. Drew bilang ibunya suka bunga, Shena memutuskan untuk membeli bunga. Shena berjongkok memilih bunga mana yang akan ia beli. Ekspresinya tampak serius. Sementara Arsen memandangi Shena. Ia sangat cantik bila sedang serius.

Shena memutuskan untuk membeli bunga Gerbera. Bunga itu sangat cantik dan elegan. Itu pasti akan disukai semua wanita.

.

.

.

"Ting...." Bel pintu berbunyi. Olivia Endargo bergegas menuju pintu dan membukanya. Itu adalah Arsen dan Shena yang sedang memegang tanaman bunga Gerbera.

"Halo, bibi" sapa Shena dengan penuh senyum.

"Kalian..?" Tanya bibi Olivia.

"Aku Shena dan ini Arsen. Kami teman Drew". Jawab Shena ramah.

"Ohh... Shena dan Arsen. Drew sudah bilang kalian akan ikut liburan kali ini" ucap bibi Olivia ramah. Ia sangat senang. "Ayo masuk" ajaknya ke dalam.

Shena dan Arsen melangkah masuk. Hal pertama yang Shena lihat adalah ruangan luas bernuansa eropa yang sangat modern. Mulut Shena terbuka menganga karena takjub akan kemegahan isi rumah Drew.

Arsen terkekeh melihat tingkah norak Shena. "Baru lihat tempat begini saja sudah terkesima" ejek Arsen.

Shena menatap Arsen sengit. "Suka-suka aku" balasnya tak terima.

*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏

1
Queen Rose
kalian jangan lupa kasih dukungan ya guys....
Queen Rose
kalian jangan lupa ya kasih komentar dan like kalian buat author, jujur aja aku sebagai penulis baru sering overthinking mau menekuni dunia nulis ini karena takut gagal. tapi aku coba buat selalu semangatin diri dan berpikir positif. aku selalu nanemin ke diri aku kalau ini bagian dari proses aku
Queen Rose
guys aku mau bilang sama kalian semua kalo di akun author, setiap bab itu udah siap tayang pukul 20.00 ya. Semua bab udah di kirim dengan waktu terjadwal, jadi semua bergantung sistem untuk cepat atau lambatnya perilisan setiap bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!