NovelToon NovelToon
Takdir Sekar

Takdir Sekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dhevy Yuliana

Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.

namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.

bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Setelah berkendara beberapa waktu pada akhirnya Rangga sudah berada di sekitaran tempat tinggal Sekar.

Untuk beberapa saat, laki-laki Itu tampak terpaku di dalam mobil dengan tatapan lurus ke depan memandang rumah minimalis dengan halaman luas ditumbuhi bunga-bunga bermekaran.

Sejenak, langkahnya menjadi ragu saat mengingat perlakuannya dulu terhadap Sekar dan status mereka saat ini.

Tapi keinginan kuat untuk merasakan masakan kesukaan dari tangan wanita itu, seakan menghilangkan akal sehat Rangga.

Saat laki-laki itu hendak melangkah keluar, tiba-tiba saja dirinya mengurungkan niat dan memilih untuk mencari penginapan.

Akan sangat bermasalah jika Rangga menghampiri Sekar Sekarang apalagi masuk kediaman keluarga perempuan itu.

Pastinya Rangga akan langsung diusir oleh kedua orang tua Sekar apalagi mengingat perlakuan laki-laki itu yang dulu begitu menyia-nyiakan Putri mereka.

Setelah mengendarai beberapa menit pada akhirnya laki-laki itu sampai juga di sebuah hotel yang tidak terlalu mewah yang letaknya memang tidak jauh dari kediaman Sekar.

Setelah memesan satu kamar hotel untuk beristirahat, Rangga segera merebahkan tubuhnya di kasur itu dengan pandangan menerawang jauh.

" mudah-mudahan semuanya akan berjalan sesuai Rencanaku, " Gumamnya perlahan-lahan mulai memejamkan mata.

****

Sementara itu di lain tempat terlihat seorang perempuan yang tengah mempersiapkan Semua yang akan dia gunakan untuk membuat sesuatu yang baru.

" kamu mau buat apa Sekar? " tanya Bu Mega yang ternyata sudah berdiri di samping Sang Putri.

Sekar tampak sedikit terkejut namun akhirnya perempuan itu menunjukkan beberapa wadah yang ada di hadapannya.

" Rencananya aku mau buat makanan-makanan tradisional yang dulu Ibu ajarin sama aku, siapa tahu aja makanan ini bakalan laku jika dijual di restoran. " sahut Sekar dengan senyuman manis.

Bu Mega yang mendengar itu ikut tersenyum perempuan itu merasakan terharu, karena ternyata putrinya bisa menyikapi masalah yang sempat mendera kehidupannya dengan begitu dewasa.

" maafkan Ibu karena pernah mengantarkan kamu pada lubang penderitaan, "Bu Mega tiba-tiba saja berbisik dan memeluk tubuh putrinya dengan erat. .

Sekar sedikit tersentak saat merasakan tubuh ibunya bergetar hebat karena menangis. dengan cepat perempuan itu langsung membalikkan badan dan membalas pelukan ibunya.

" udah, jangan sedih berlarut-larut kayak gini Bu, Sekar beneran nggak papa. Sekar menganggap, apa yang pernah terjadi sama Sekar itu bagian dari ujian hidup. dan Sekar bisa mendapatkan kebebasan sekarang karena berhasil melewati ujian hidup itu. " Sekar berkata dengan senyuman yang begitu manis.

Bu Mega yang mendengar itu semakin merasa bangga terhadap putrinya. di dalam hati wanita paruh baya itu bertekad tidak akan pernah melarang putrinya jika ingin mencari kebahagiaan dengan pilihannya sendiri.

" suatu saat kalau kamu mau mencari pasangan hidup sesuai dengan pilihan kamu, Bapak sama Ibu nggak akan pernah ngelarang kamu lagi. " Bu Mega berkata dengan nada suara halus dan Tatapan yang begitu tulus.

Sekar tidak menanggapi perempuan itu hanya tersenyum kemudian berbalik badan dan kembali fokus pada pekerjaannya.

***

" di mana Rangga? " Bu Risty bertanya pada sang menantu saat berkunjung ke rumah mereka dan tidak mendapati laki-laki itu.

raut wajah Rinjani terlihat begitu kesal, " Aku juga nggak tahu ke mana Mas Rangga, waktu aku tanya dia nggak jawab malah cuma melirik aja, " sahut Rinjani dengan menghempaskan bobot tubuhnya di kursi empuk yang ada di sana.

1
Anonim
BUNUH BUNUH BUNUH SEMUA MUSUHMU SEKAR...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!