NovelToon NovelToon
Lima Anak Kembar Milik CEO Kejam, Lumpuh Dan Buta

Lima Anak Kembar Milik CEO Kejam, Lumpuh Dan Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Anak Genius
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayuk Triatmaja

Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.

Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.

Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.

Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rabu Hilang

Salah seorang pelayan milik Roberto berjalan dengan tergesa-gesa. Di mana pelayan tersebut membekap mulut Rabu dengan menggunakan sapu tangan yang sudah di campur dengan obat bius.

Rabu berusaha memberontak namun usahanya sia-sia karena mendapatkan serangan mendadak. Rabu langsung tidak sadarkan diri kemudian pelayan tersebut lalu menyeretnya ke gudang tua.

Sampai di gudang tua, Rabu didudukkan di kursi lalu pelayan tersebut mengikat tubuh Rabu agar Rabu tidak bisa kabur.

Setelah selesai pelayan tersebut berjalan ke arah pintu lalu menutupnya dengan rapat. Kemudian pelayan tersebut mengambil ponselnya dari sakunya lalu menghubungi seseorang.

"Nyonya Besar Kedua, tugas yang Nyonya Besar Kedua minta sudah Saya selesaikan." Ucap pelayan tersebut ketika sambungan telepon terhubung.

("Bagus, apakah sekarang Dia sudah sadar?" Tanya Tante Karmila dari sebrang).

Pelayan tersebut kemudian membalikkan badannya lalu membuka sedikit pintu tersebut untuk melihat dari luar. Pelayan tersebut melihat Rabu masih tidak sadarkan diri.

"Tuan Muda Kecil masih tidak sadarkan diri. Sepertinya untuk sementara waktu Tuan Muda Kecil tidak akan bangun." Jawab pelayan tersebut.

("Bagus sekali. Setelah semua beres kamu akan mendapatkan imbalan yang pantas." Ucap Tante Karmila).

"Baik." Jawab pelayan tersebut.

Tanpa berbicara Tante Karmila memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian pelayan tersebut pergi meninggalkan gudang tua.

Sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan , lebih tepatnya di dapur. Di mana Kimberly sedang sibuk memasak hingga beberapa saat dirinya mendengar suara teriakan dari salah satu pelayan.

"Gawat! .... Gawat! ... Tuan Muda Kecil menghilang!" Teriak pelayan tersebut sambil berlari untuk menemui Diego yang sedang berada di ruang keluarga.

"Apa?" Tanya Kimberly dengan wajah terkejut.

Kimberly kemudian mematikan kompor lalu berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah ruang keluarga. Dimana sudah ada Diego yang duduk di kursi roda dan Mommy Roberto yang duduk di sofa single.

Selain itu di depan mereka berdua ada delapan pelayan yang berdiri saling berhadapan dengan wajah ketakutan karena sudah lalai.

Kimberly berjalan ke arah Diego lalu membalikkan badannya untuk menatap ke arah delapan pelayan satu persatu.

"Kenapa bisa hilang? Dua puluh menit yang lalu Senin bilang padaku kalau Senin pergi bermain di taman belakang bersama Dora. Aku akan pergi untuk memeriksa ke taman belakang." Ucap Kimberly dengan wajah panik.

Kimberly lalu berjalan namun baru dua langkah salah satu pelayan mengatakan sesuatu membuat Kimberly menghentikan langkahnya.

"Saya sudah mencari di taman belakang tapi tidak ada siapa-siapa." Ucap pelayan berbohong yang bernama Veni.

"Senin tidak pernah pergi sembarangan." Ucap Mommy Roberto dengan wajah panik sekaligus sangat kuatir dengan keadaan Rabu yang dikiranya Senin.

"Bagaimana dengan cctv?" Tanya Diego dengan nada dingin sambil menatap mereka satu persatu.

"Saya baru saja memeriksa rekaman cctv. Hanya saja Saya melihat Tuan Muda Kecil bermain sendirian di taman belakang. Kemudian Tuan Muda Kecil berjalan ke area yang tidak terjangkau kamera. Setelah itu tidak terlihat lagi." Jawab Pelayan Veni.

("Rabu tidak mungkin pergi sembarangan. Mungkinkah Rabu pulang untuk menemui ke empat saudara kembarnya?" Tanya Kimberly yang tidak mungkin mengatakan hal itu di depan mereka).

"Kenapa kalian masih berdiri di sini?" Tanya Mommy Roberto sambil berdiri dengan nada satu oktaf.

"Cepat pergi! Kalian berdelapan pergilah mencari!" Perintah Mommy Roberto.

"Baik." Jawab ke delapan pelayan tersebut sambil bersiap membalikkan badan namun Diego menghentikannya.

"Berhenti! Periksa setiap sudut! Buka semua lemari dan periksa dengan teliti!" Perintah Diego.

"Baik." Jawab ke delapan pelayan tersebut dengan serempak.

Kemudian ke delapan pelayan tersebut pergi meninggalkan ruangan tersebut dan meminta semua pelayan dan para bodyguard untuk mencari keberadaan Rabu.

Sedangkan Kimberly, Diego dan Mommy Roberto menunggu di ruang keluarga dengan perasaan cemas. Ingin rasanya Kimberly menghubungi Kamis agar bisa mengetahui keberadaan Rabu.

Namun itu tidak mungkin mengingat dirinya tidak ingin Diego mengetahui kalau Diego masih mempunyai empat anak kembar. Ketika Kimberly bersiap ingin pergi tiba-tiba muncul Tante Karmila dan berjalan ke arah mereka membuat Kimberly tidak jadi pergi.

"Kakak Ipar, Aku mendengar kalau Senin menghilang. Senin adalah anak penurut dan pendiam tapi Senin selalu patuh. Senin tidak pernah pergi sembarangan tapi beberapa hari ini Senin sangat lengket dengan Kimberly. Kemana Kimberly pergi, Senin selalu ikut menemaninya." Ucap Tante Karmila yang ingin Diego menceraikan Kimberly.

"Tante Karmila, apa maksudmu?" Tanya Kimberly dengan nada kesal karena dirinya tahu maksud perkataan Tante Karmila.

"Justru Aku yang ingin tanya apa maksudmu!" Bentak Tante Karmila sambil menunjuk ke arah Kimberly.

"Kamu sudah berhasil merebut hati Ibu mertuamu dan juga Diego. Apa jangan-jangan kamu berencana melenyapkan Senin supaya kamu bisa dengan tenang punya anak dengan Diego dan mewarisi semua harta kekayaan milik Diego? Karena itu kamu tidak sabar ingin menyingkirkan Senin." Jawab Tante Karmila.

"Apa yang Tante bicarakan?" Tanya Kimberly sambil menatap tajam ke arah Tante Karmila.

"Kimberly tidak akan menyakiti Senin. Jadi Aku minta supaya Tante menjaga ucapannya." Ucap Diego sambil ikut menatap tajam ke arah Tante Karmila.

"Kakak Ipar, lihatlah! Baru saja Aku menyinggung Kimberly, Diego langsung membelanya." Adu Tante Karmila.

"Wanita ini beberapa hari masuk keluarga kita tapi kalian berdua sudah begitu mempercayainya." Ucap Tante Karmila.

"Itu karena Senin mempercayai Kimberly." Jawab Diego sambil masih menatap tajam ke arah Tante Karmila seakan ingin membunuhnya.

"Senin masih kecil jadi gampang untuk dipengaruhi." Ucap Tante Karmila yang tidak mau kalah.

"Kakak Ipar, coba pikirkan. Sebelumnya Senin tidak pernah kenapa-napa tapi waktu wanita ini baru masuk beberapa hari sudah terjadi masalah seperti ini. Jadi apa salah kalau Aku mencurigai Kimberly?" Tanya Tante Karmila.

("Sepertinya Tante Karmila langsung mengarahkan serangannya padaku karena itu Tante Karmila sudah mempersiapkan diri untuk menyerangku. Mungkinkah hilangnya Rabu adalah perbuatannya?" Tanya Kimberly sambil menatap gerak gerik Tante Karmila.

"Tante Karmila, di mana kamu sembunyikan Senin?" Tanya Kimberly sambil memegang tangan Tante Karmila.

"Kamu jangan sembarangan menuduhku! Untuk apa Tante menyembunyikan Senin?" Tanya Tante Karmila balik bertanya.

"Sebaiknya Tante berdoa Senin baik-baik saja. Jika tidak, maka nyawamu akan melayang!" Bentak Kimberly dengan suara keras untuk pertama kalinya di depan Diego dan Mommy Roberto.

Sambil berbicara Kimberly menekan tangan Tante Karmila dengan sekuat tenaga membuat Tante Karmila berteriak kesakitan.

Kimberly kemudian mendorongnya dengan kasar hingga Tante Karmila jatuh ke lantai karena belum ada persiapan. Setelah itu Kimberly berjalan dengan langkah cepat untuk mencari tempat yang sepi untuk menghubungi Kamis yang menguasai program IT.

"Kakak Ipar, Dia mau kabur!" Teriak Tante Karmila.

"Cepat hentikan Dia!" Perintah Mommy Roberto yang terpengaruh dengan perkataan Adik Iparnya.

Dua orang bodyguard langsung menghadang Kimberly ketika Kimberly baru berjalan lima langkah. Hal itu membuat Kimberly terpaksa menghentikan langkahnya sambil menahan amarahnya.

Kimberly bisa saja melawan ke dua bodyguard tersebut namun itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Kimberly yang tidak mempunyai pilihan lain langsung memalingkan wajahnya ke arah Diego untuk meminta bantuan.

"Diego, Aku harus mencari Senin! Aku mohon biarkan Aku pergi mencari keberadaannya." Mohon Kimberly dengan mata berkaca-kaca karena saat ini dirinya sangat kuatir dengan putra ketiganya.

1
Sumawita
org yg menculik cari mati
Yayuk Triatmaja
Ada yang komplikasi makanya author ganti
Fanny Puspita
nama kok ganti thir🤣
Andrea Ann
🤣🤣nama ya ampun thor🤭
Yayuk Triatmaja: hehehehe
total 1 replies
Sumawita
sebenarnya apa sih yg ada di pikiran Kimberly, dan jg Diego ko percaya aja ga curiga apa klo Kimberly ga jujur
Sumawita: ya kak, semangat kak😍😍😍😍😍
total 2 replies
Nadira ST
namanya kok ganti Senin Selasa Rabu kms jmt thor🤦🤦🤦
Yayuk Triatmaja: Awalnya senin, selasa, rabu, kamis dan jumat terus sama author di ganti tapi belum semuanya
total 1 replies
Amalia Putri
lanjut thor💪💪💪
Sumawita
mantap kak
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Yayuk Triatmaja: siap. hari ini dobel up
total 1 replies
Rainie Mahadun
nama ibu,keren sekali kimberly,sekali nama anak²nya..haduhhh thor baik tukar nama anak²nya..pelik²
Yayuk Triatmaja: Hehehehe .... Kali ini author bikin nama2nya agak lain. Kalau kurang suka, mohon maaf untuk ke depannya tidak akan bikin nama2 nya yang seperti ini🙏
total 1 replies
Yayuk Triatmaja
betul sekali
Sumawita
sepasang suami-istri yg cerdik🤣🤣🤣
Sumawita
lanjut kak,
Yayuk Triatmaja: Siap hari ini up lagi
total 1 replies
Isabela Devi
wah Diego baru di obati Rabu Uda bisa liat, ajaib memang akupuntur itu
Yayuk Triatmaja: Terima kasih atas komentarnya.
total 1 replies
Yayuk Triatmaja
Hehehehe ... 😄
Yayuk Triatmaja
Betul sekali
Yayuk Triatmaja
Siap. Terima kasih banyak atas komentarnya.
Yayuk Triatmaja
Siap. Terima kasih atas komentarnya
Isabela Devi
bagus juga kasih nama anak hari Senin sampai jumat🙏
Yayuk Triatmaja: Terima kasih banyak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!