Katanya kisah cinta masa SMA itu paling sulit dilupakan, apakah mitos itu berlaku untuk Raina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NRH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan
Aku hampir saja jantungan mendengar perkataan Lian kemarin, tapi sekarang yang aku pikirkan adalah cara untuk mengetahui perasaan Lian yang sebenarnya kepadaku. Aku perlu tahu kenapa Lian sangat mengkhawatirkanku, apa Lian benar-benar menyimpan perasaan yang sama terhadapku?...
Beberapa hari kemudian....
Pagi harinya di sekolah...
"Ka, aku mau ke dokter pulang sekolah bisa anter gak? Soalnya aku gak bawa motor dan kalo pulang dulu kerumah aku males hehe" pintaku pada Rayka.
"Kamu kebiasaan apa-apa dadakan coba kalo bilang dari malem, aku kan bisa nemenin kamu lagian hari ini aku gak bawa motor juga ih " jawab Rayka sambil agak berpikir.
"Lah hari ini gak bisa? Emang mau kemana?" tanyaku.
"Aku ada janji sama Yogo mau anter dia ke toko buku" jawabnya.
"Whaaat the hell??? Kalian udah sejauh itu" teriakku.
Rayka mengisyaratkanku untuk mengurangi volume bicaraku dan dia seolah ingin menceritakan kejadian demi kejadian yang selama ini mungkin dia rahasiakan dariku. Rayka kemudian bilang kalau Yogo mulai membuka diri kepadanya, Yogo akhirnya cerita alasan mengapa dia hampir di DO saat kelas sepuluh dulu. "Yogo itu sama kaya Lian na!" jelas Rayka. Aku hampir menangis mendengar cerita Rayka yang seolah menghayati perannya sebagai sahabat baru Yogo sekaligus orang yang mengaguminya. "Lian sini!!!" teriak Rayka sambil melambaikan tangan tanda memanggil Lian yang duduk dibangku paling belakang di barisan kami. "Wey apa ka?" sahut Lian. "Hari ini ada acara gak? Raina mau ke dokter periksain anemianya yang makin menjadi itu tapi aku gak bisa anter soalnya mau ikut Yogo ke toko buku" kata Rayka. "Oh iyaudah aku aja yang anter Na!" kata Lian sambil mengalihkan pandangannya ke arahku. "Jangan-jangan aku gajadi ke dokter kayanya hehe gausah nanti malah repotin" sahutku. "Gak ada alasan buat nolak Lian Na!" tambah Rayka sambil tersenyum menyeringai. "Yaudah sih aku aja yang anter" kata Lian sambil menepuk kepalaku. "Iya oke tapi aku mau minta anter lagi ke satu tempat!" kataku. "Dengan senang hati" pungkasnya.
Pelajaran hari ini cukup melelahkan dan sangat menegangkan bahkan sekelas Rayka saja sangat kesusahan apalagi saat ulangan ekonomi dan akuntansi. "Padahal selama ini aku pikir kamu jago loh disemua mata pelajaran" kataku. "Makasih ya na kayanya kalo gak ada kamu aku gak bisa ngerjain soal tadi haha untuk urusan ekonomi dan akuntansi kamu lebih handal" katanya.
Bel tanda pelajaran berakhir sudah berbunyi....
Yogo terlihat berjalan ke arah Rayka dan mereka terlihat malu-malu satu sama lain. "Ih gemesssss" kataku dalam hati. Tiba-tiba Lian melingkarkan tangannya di pundakku. "Ayo ke dokter!" katanya. "Lian lepasin gak lucu ini dikelas" kataku. "Kamu lagi liatin Yogo sama Rayka ya?" katanya. (Lian bukan cuma handal buat aku suka terhadapnya tapi juga bisa membaca pikiranku sekarang) ....
Aku berjalan bersebelahan dengan Lian menuju parkiran. "Wey pasangan baru!" sahut seseorang dibelakangku. Pandu ternyata yang sedang berjalan dan mengganggu kami. "Du ih pasangan dari mana?" bisikku sambil memukul punggungnya. "Kamu jadi ke dokter? Kamu masih sering pusing?" tanya Pandu. "Iya du habis doi nakal tidurnya malem terus ditambah demennya minum kopi dan lebih hebatnya makan juga seenaknya" jawab Lian setengah menggerutu. Aku lalu menatapnya dalam-dalam saat Lian dengan semangatnya seolah memperhatikan gerak-gerikku akhir-akhir ini. Pola makanku memang agak berantakan saat aku disibukkan dengan padatnya kegiatan di ekskul ditambah les dan belum lagi di kelas. Aku juga sering menelpon Lian tengah malam hanya untuk meminta ditemani mengobrol, meskipun pada akhirnya aku akan tidur terlebih dahulu dan Lian harus menutup telponnya. "Lian care bgt sih!" goda Pandu sambil melirik kami berdua. Aku hanya bisa diam mendengar ledekkan Pandu barusan sementara Lian hanya terus berjalan tanpa menghiraukan Pandu.
(Ini Lian gak ada respon gini apa mungkin dia gak suka ya sama aku? Apa dia cuma anggep aku sahabat doang? Atau mungkin dia gak suka diledekin begini?) Aku berpikir keras mencerna gerak-gerik Lian saat itu tapi akhirnya kami sampai di parkiran. Pandu pamit dan pergi lebih dulu dengan motornya. "Maafin ya Pandu suka bercanda kelewatan hmm pasti kamu gak nyaman ya Pandu ledekin kita tadi?" kataku. "Justru aku takutnya kamu yang gak nyaman diledekin sama aku na secara kamu itu cewek pinter, aktif dan baik mana mau sama aku" jelas Lian. "Kata siapa? Kalo aku sih ......... (ah aku mana bisa aku ngomong duluan soal perasaanku sama Lian)..... "Kalo akusih apa? Ko gak dilanjutin?" katanya. "Aku mau sama kamu!.... Maksud aku hmmm aku mau jadi sahabat kamu ko aku gak akan liat orang dari gimana-gimananya kaya yang kamu pikirin tadi" jelasku. "Ah padahal aku udah seneng tadi tapi mana mungkin juga kamu mau lebih deket dari sahabat sama aku" responnya sambil membalikkan badan dan menyalakan mesin motornya. "Apa aku harus jelasin sedetail-detailnya sama Lian ya?" tanyaku dalam hati. Akhirnya aku hanya bisa memendam perasaanku dan menaikki motor Lian.
Selama perjalanan...
Lian bahkan tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, kali ini aku rasa Lian sangat kecewa dengan responku. "ini Lian kecewa apa jijik ya sama ucapanku tadi?" tanyaku dalam hati.
Sesampainya di dokter aku hanya diperiksa tekanan darah, berat badan dan konsultasi serta tidak ketinggalan menebus resep obat biasaku. Lian menunggu diluar dan masih belum mau berbicara denganku. "Ini canggung sekali, aku harus bisa mencairkan suasana" pikirku. Setelah aku keluar ruangan, Lian hanya tersenyum kearahku lalu kemudian menundukan kepalanya sambil bermain handphone. Aku lalu duduk disebelahnya dan berbicara dengan nada serius. "Yan... Hmmmm...... Tadi aku ngomong di parkiran itu sebenernya serius... Hmmm... Aku beneran ngeliat kamu sebagai laki-laki"....
Monmaap ya baru update lagi haha sedang hibernasi nih....
lanjuutttt
ditunggu feedbacknya 😍
ditunggu kunjungannya di :
CAHAYA YANG HILANG
TERJEBAK DALAM PERNIKAHAN SEMU