NovelToon NovelToon
HARUS MENIKAH LAGI

HARUS MENIKAH LAGI

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Myatra

Kehidupan rumah tangga Yuda dan Afifah mendapat gangguan dari mantan pacar Yuda, sehingga Yuda terpaksa harus keluar dari pekerjaannya.

Dulu sang mantan meninggalkan Yuda karena harta. Saat mengetahui Yuda sudah mapan, dia kembali dengan segala drama untuk menghancurkan rumah tangga Yuda.

Setelah mendapatkan pekerjaan baru, kesetiaan Yuda kembali di uji, Yuda dihadapkan pada dua pilihan sulit, harus menikah lagi atau menolak menikah dan beresiko kehilangan pekerjaan barunya.

Apakah Nindi berhasil menghancurkan rumah tangga Yuda dan Afifah? Siapa yang akhirnya harus dinikahi Yuda? Apakah Yuda akan menolak atau menerima pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Afifah bangun saat jam di dinding masih menunjukan pukul setengah empat pagi, masih sekitar satu jam lagi menuju waktu shubuh. Afifah bangun menuju kamar mandi, untuk berwudhu hendak melaksanakan shalat malam.

Menurut yang Afifah dengar dari gurunya dulu, siapa yang terbangun dari tidur malam sebelum adzan shubuh, termasuk orang-orang yang di rahmati dan di berkahi Alloh, agar bisa melaksanakan shalat malam.

Ternyata mamah Ajeng juga sudah bangun, baru keluar dari kamar mandi. Kebiasaan Afifah selalu minum segelas air hangat dulu sebelum ke kamar mandi, katanya bisa menormalkan kembali kinerja organ dalam tubuh.

Setelah menyelesaikan shalatnya, Afifah berdo'a, agar diberi penerang dan ditunjukan kebenaran untuk masalah yang menimpanya saat ini. Tak lupa Afifah mendoakan suami, kedua orang tua dan mertuanya.

Di tempat yang berbeda, Yuda juga sudah bangun. Sedang menengadahkan tangannya meminta agar semuanya baik-baik saja. Yuda mendo'akan istrinya, entah kenapa, beberapa hari ini, Yuda selalu memikirkan Afifah, ada perasaan cemas dalam hatinya namun tak tahu apa sebabnya.

Setiap dihubungi, Afifah selalu mengatakan dia baik-baik saja, yang terlihat ketika panggilan video pun demikian, malah pipi Afifah terlihat berisi.

Waktu menelpon kedua orang tuanya, mereka mengatakan baik juga, malah bu Sri mengatakan baru kemarin bertemu dengan istrinya.

Yuda berharap, semoga perasaan cemas itu, karena Yuda sangat merindukan Afifah.

Dua insan yang saling mencintai, menengadahkan tangan keduanya, saling mendo'akan.

Selama sisa waktu menunggu adzan shubuh, Afifah isi dengan berdzikir dan membaca Al-Qur'an. Begitu terdengar kumandang adzan shubuh, segera Afifah keluar, untuk shalat berjamaah dengan mamah Ajeng di ruangan depan televisi.

¤¤FH¤¤

"Jadi neng, kita hari ini berangkat ke kota?" Saat sarapan, mamah Ajeng menanyakan lagi, rencana Afifah menemui Nindi hari ini.

"Insya Alloh jadi, mah. Afifah sudah menghubungi pak Arif, hari ini akan berkunjung ke rumahnya. Nanti berangkat sekitar jam delapan."

"Naik apa ke sananya?"

"Order taksi online aja, mah. Nggak apa-apa sedikit mahal, yang penting kita nyaman selama diperjalanan."

"Iya, nggak apa-apa neng. Apalagi neng lagi hamil muda, kalau naik angkutan umum, takutnya neng pusing, banyak orang. Makan yang banyak, nanti jangan lupa bawa bekal cemilan, permen dan air juga."

"Iya, mah."

"Nanti bagaimana neng akan menghadapi Nindi?"

"Kita ikuti dulu saja permainannya, mah. Sejauh mana dia bisa berbohong."

"Tapi neng tetap harus hati-hati, jaga diri juga! Sekarang neng sedang mengandung."

"Iya, mah. Neng akan selalu jaga diri. Mamah bantu do'a ya."

"Insya Alloh, pasti selalu mamah sebut, neng dalam do'a-do'a mamah."

Keduanya secepat mungkin menyelesaikan sarapan mereka, agar segera bersiap.

¤¤FH¤¤

Sudah hampir dua minggu, setiap pagi hari, Yuda mengalami mual, tapi setiap akan dimuntahkan tak ada apapun yang keluar. Awalnya Yuda berfikir jika dirinya masuk angin. Namun hingga dua minggu berlalu, tetap saja Yuda masih merasakan mual.

Teman-teman kerjanya di rumah tuan Andi, mengatakan jika Yuda seperti suami yang menggantikan ngidam istrinya yang sedang hamil. Yuda hanya mengaminkan saja gurauan mereka, berharap semoga menjadi kenyataan. Bagi Yuda, tak apa jika memang benar istrinya hamil dan dia yang menggantikan istrinya ngidam, biar Yuda ikut merasakan kesusahan dan beratnya kehamilan.

Yang membuat Yuda bertambah heran, dia selalu membayangkan makanan, seakan makanan itu sudah terasa lezat di lidahnya dan bila makanan yang diinginkannya tak ada, Yuda merasa sangat kecewa.

Di rumah tuan Andi, semua karyawan memang dibebaskan jika ingin membeli makanan dari luar, beberapa kali juga Yuda memesan makanan yang diinginkannya melalui jasa online.

Yuda ingin secepatnya pulang, karena dia ingin sekali memakan nasi goreng jambal roti yang dimasak oleh istrinya, juga urap sayur ibunya, dua makanan itu sudah menari-nari dipikirannya, dan ketika mengingatnya seketika Yuda menelan salivanya.

¤¤FH¤¤

Afifah dan mamah Ajeng sedang menunggu jemputan taksi online. Meskipun tinggal dipinggiran kota, beruntung mode transportasi online sudah masuk ke daerahnya, sangat membantu jika ingin perjalanan lebih nyaman.

Setelah sarapan tadi, Afifah sempatkan untuk meminta ijin kembali pada suaminya. Dengan ijin dari Yuda, semoga usahanya membersihkan nama baik suaminya dimudahkan Alloh, dan tak menemui kesulitan nanti saat diperjalanan.

Datang sebuah mobil city car berwarna putih, setelah mencocokan nomor plat mobil dengan yang tertera di layar ponsel, bergegas Afifah dan mamah menghampiri mobil tersebut.

"Dengan mbak Afifah?" Driver taksi membuka kaca jendelanya, sehingga Afifah bisa melihat wajahnya, untuk dicocokan dengan poto driver yang ada di ponsel. Alhamdulillah ternyata sama.

"Iya pak."

Setelah Afifah dan mamah Ajeng duduk nyaman dikursi penumpang, sang driver taksi online mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Belum terlalu jauh dari rumah, saat Afifah merasakan tak nyaman ditubuhnya, karena volume AC yang terlalu tinggi.

"Maaf, pak. Apa bisa volume AC nya dikecilkan?"

"Bisa, bu. Sebentar."

Setelah volume AC dikecilkan, Afifah merasa sedikit nyaman, meskipun memang tak senyaman berdiam diri di rumah. Ternyata begini perjuangan wanita yang sedang mengandung, untuk melakukan perjalanan saja, merasa tak nyaman.

Afifah merapatkan cardigan yang digunakannya, hawa AC masih terasa dingin meskipun volumenya sudah kecil. Sang driver terus memperhatikan gerak-gerik Afifah yang sepertinya kedinginan. Mamah Ajeng yang menyadari ketidaknyamanan anak semata wayangnya, menggenggam tangan Afifah mencoba memberi kekuatan.

"Perbanyak istighfar dan berdo'a neng, minta kekuatan dari Alloh! Tujuan perjalanan ini untuk kelangsungan rumah tangga, neng. Minta dimudahkan pada Alloh, jangan tegang!"

Afifah mengikuti saran mamahnya, terus-terusan berdoa dalam hati, membuka permen, semoga dengan memakan sesuatu yang manis, bisa sedikit menghilangkan rasa mual yang dirasakannya dan membantunya sedikit rileks.

"Jika ibu merasa tak enak dengan suhu AC, saya matikan saja AC nya bagaimana?"

Tiba-tiba sang driver online menawarkan sesuatu yang Afifah inginkan, namun merasa tak enak untuk memintanya.

"Iya kalau boleh matikan saja AC mobilnya pak."

Driver taksi memperhatikan wajah Afifah dari kaca spion mobil, karena merasa seperti tak asing dengan wajah pemesan mobilnya.

"Maaf, bu. Apa dulu sekolahnya di Madrasah Aliyah Negri 1?"

Afifah yang merasa pertanyaan itu ditujukan kepadanya, menegakan badannya.

"Iya, pak. Bapak alumni Aliyah Negeri juga?"

"Bukan, bu. Saya Doni, guru olahraga."

Afifah mencoba mengingatnya, teringat saat dia kelas tiga ada guru olahraga baru, nama dan wajahnya Afifah tak ingat, karena memang guru baru tersebut hanya mengajar kelas satu dan dua saja. Kelas tiga sudah disibukan dengan persiapan ujian nasional, sehingga pelajaran olahraga sering digantikan dengan belajar materi tambahan. Olahraga hanya dilakukan sesekali untuk ujian praktek olahraga.

"Maaf, pak. Maaf tidak menyapa duluan."

Afifah memang tak mengingatnya sama sekali dengan driver taksi yang mengaku pernah menjadi gurunya dahulu itu. Wajar saja, karena memang Afifah tak seperti teman-temanya yang lain, saat datang guru baru dan masih muda, semuanya antusias ingin berkenalan.

Afifah termasuk siswi yang tak pandai bergaul dengan lawan jenis. Ayahnya Afifah dulu sangat menekankan sekali, melarang Afifah untuk dekat dengan lelaki manapun, dan Afifah yang penurut, tak keberatan dengan larangan tersebut.

Doni mengenal Afifah, karena dari sekian banyak murid perempuan, Afifah termasuk siswi yang cuek dengan kedatangannya. Padahal hampir seluruh siswi, bahkan kelas satu, selalu mencari perhatiannya.

BERSAMBUNG

1
Bunga Joempa Al-asywaq
semoga seru
Appleeza
Nindi bukan Wirda.. Wirda udah meninggal..🤭
Sulfia Nuriawati
lanjutin dong sampe end jd g gantung kisahnya y🤔🤔🤔
Sulfia Nuriawati
mk nya jd laki² jgn sombong mentang² kata talak ada d tngan kaum laki, jd saat kesal, marah mulutnya lemes bgtu sadar udah telat mas bro
Sulfia Nuriawati
jd laki kok bs d setir istri bego bnget, istrinya jg kebangetan jd irg, talak aja kalo g mw berubah
Sulfia Nuriawati
tp brt jg kalo rujuk, kan luna hrs niksh lg tp nikah jg g main² jgn cm karna mw rujuk jd asal nikshnya, lbh baik cr solusi lwt org yg lbh ngerti hal itu, jgn akhirnya jd mslh
Sulfia Nuriawati
awal bc g bgtu menarik tp mkin lama mkin pen

asaran, eeeh kok jd tertarik bc trus💪💪💪 mantul abizzz
Nhya HA💜RM
sakti kamu benar2 egois...
apa kamu fikir Luna itu barang yg bs kamu atur kepemilikannya?? stelah kamu sakiti begitu dalam dtg minta rujuk, nunjuk org yg hrus di nikahi walau harus menyakiti hati istri dan anaknya skrg stelah ada laki2 yg jelas2 berstatus bukan suami siapa2 kamu menolak hanya krn kamu tdk suka Mario akrab dgn keluarga Luna.. bener2 sinting kamu sakti, kalau aku Luna walau u/ anak ga bakalan ikhlas aku di gilir jadi istri macam piala.
Nhya HA💜RM
kalau sampai Yuda nikah bener2 keterlaluan sakti, andi dan keluarganya.
bagaimanapun kalau sakti mau rujuk tetap dengan syarat yuda menjalankan kewajibannya lahir dan bathin walau akan diceraikan kembali bukan hanya sekedar akad gimana skitnya Afifah kalau tau suaminya mendua. ga ikhlas thor kalau bnr2 yuda nikah ma Luna mending mario setidaknya mario blm berstatus suami wanita lain.
Yusri Yusoff
HARUSNYA MENIKAH LAGI UDAH HABIS YA.... padahal di bab tersebut ada kata sambung. gak puas kesudahannya dan minta pembaca nunggu tp tiada sambungannya malah dimasukan cerita novel lain.
Maulana ya_Rohman
mampir thor
Ray Aza
ga pny bpjs ya thor? pensiunan pns kan pny askes.. 🤭
Neni Bunda Alif
nindi iya kan thor..
Neni Bunda Alif
yuda rajin amat berproduksi nya...🤭
Neni Bunda Alif
si nindi gak nyadar, .udah d kasih kebahagiaan ....waktu sm suami nya ....
Neni Bunda Alif
afifa hamil lg ya thor....jd sensitif
Neni Bunda Alif
ibu nya yuda tuh nm nya siapa sih thor. kadang asti kadang sri..mungkin nama nya sri asti ya thor ..,hehe
Neni Bunda Alif
luna sm mario aja thor
Neni Bunda Alif
dasar nindi...andi udah tau semua borok mu...kalau kamu gak bisa memeiliki keturunan..
Neni Bunda Alif
nanti mario jatuh cinta beneran sm aluna.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!