Bagaimana jadinya jika seorang keponakan diam-diam mencintai tantenya sendiri? Sementara sang tante selalu membuat ulah dengan menerima semua laki-laki yang menyatakan cinta padanya.
Ini adalah kisah Dalziel Lawrance, anak yang diangkat di keluarga Tan dan adik dari ayahnya—Gloria Rusell Taneta.
Bagaimana kisah cinta mereka akan berujung? Cus kepoin ceritanya.
Jangan lupa follow Ig @nitamelia05
Salam anu 👑
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Para Kekasih Gloria
Di gerbang mansion keluarga Tan.
"Kamu siapa? Dan apa tujuanmu datang ke rumah ini?" tanya Alvin pada Ares yang baru saja turun dari motornya.
Kening Ares berkerut sambil menatap Alvin dari atas sampai bawah. Kalau dilihat dari tampangnya, pemuda ini masih seusia dengannya.
"Ini rumah pacarku. Kamu sendiri mau apa?!" jawab Ares dengan sedikit menyentak, entah kenapa melihat Alvin pertama kali dia sudah tidak suka.
Kelopak mata Alvin langsung membulat dengan sempurna. Setahu dia Gloria memiliki saudara perempuan yaitu Amanda, mungkin saja yang dimaksud Ares adalah gadis itu.
"Pacarku juga tinggal di rumah ini," jawab Alvin, lalu meninggalkan Ares untuk memencet bel.
Akan tetapi tiba-tiba sebuah mobil sedan berhenti tepat di depan mereka. Sontak saja hal tersebut membuat Alvin dan Ares kompak menoleh.
Dari kendaraan roda empat itu turun seorang pria bermata sipit, dia lantas bertanya pada keduanya.
"Apakah benar ini rumah Gloria?"
Mendengar nama sang kekasih disebut, Alvin dan Ares semakin dibuat terperangah. Lagi-lagi mereka kompak mengangguk.
Pria yang bernama Vincen itu lantas melewati Ares dan Alvin, kali ini dia yang memencet bel. Detik selanjutnya kedua pemuda itu tersadar, mereka sama-sama melayangkan sebuah pertanyaan.
"Untuk apa kamu mencari Glor?"
Vincen sampai terkejut, karena dua orang yang ada di hadapannya sangat kompak. Dia membuka kacamata, lalu menatap Alvin dan Ares.
"Bukan urusan kalian! Kita tidak saling mengenal, jadi jangan so akrab!" jawab Vincen, yang membuat kedua pemuda itu ternganga.
"Hei, jelas saja aku bertanya seperti itu. Karena Gloria itu pacarku!" sentak Ares, tak hanya Vincen yang mendelik.
Alvin pun ikut melayangkan tatapan penuh tanda tanya ke arah Ares. Bahkan karena saking tak terimanya, dia langsung mendorong dada Ares dengan cukup kuat.
"Jangan sembarangan kamu! Jelas-jelas Gloria pacarku. Kami jadian dua bulan lalu."
"Dua bulan? Berarti aku dulu, aku sudah dua bulan setengah!" cetus Ares tak mau kalah.
Mereka saling melemparkan tatapan sengit. Namun, perdebatan itu terputus saat Vincen tiba-tiba berteriak. "Aku duluan! Aku jauh-jauh dari luar negeri untuk menjenguk Gloria, karena dia memutuskan hubungan secara tiba-tiba. Apa jangan-jangan kalian yang mengganggu kekasihku?"
Ares dan Alvin sama-sama terkejut. Namun, bukan karena mereka dituduh mengganggu Gloria, yang menjadi fokus mereka adalah kalimat Vincen yang mengatakan bahwa dia diputuskan oleh Gloria secara tiba-tiba.
"Glor memutuskanmu?" tanya Alvin dengan tergagap.
"Ya, aku tidak tahu apa salahku, tadi malam dia mengirimiku pesan, katanya dia ingin putus. Apa karena kami terlalu lama LDR? Makanya dia bersikap seperti itu?"
"Tidak! Gloria itu kekasihku! Kalian ini pasti mengada-ada!" sentak Ares, dia ingin melangkah untuk kembali memencet bel, tetapi segera ditahan oleh Alvin.
Dan keributan itu tentu membuat security rumah Gloria, segera melangkah ke arah gerbang.
Akan tetapi tiga orang yang pertama dia lihat, kini sudah bertambah semakin banyak. Tidak ada yang jelek, semuanya tampan dan juga terlihat seperti anak orang kaya.
"Kalian siapa?" tanya Vincen.
"Aku kekasih Glor."
"Aku juga kekasih Glor."
"Hei, akulah kekasihnya!"
"Enak saja, aku kekasih Gloria, kalian siapa?!"
Sang security yang mendengar itu, sontak saja tergagap, karena ternyata semua pria yang ada di luar gerbang adalah kekasih dari anak majikannya.
Nona Glor ini ada-ada saja. Apa untungnya memiliki pacar sebanyak ini?
Karena sedang ribut, mereka tidak menyadari kehadiran pria paruh baya itu. Sehingga sang security memilih untuk melapor.
Akan tetapi baru ada beberapa langkah, ada seseorang yang memanggilnya.
"Pak!"
Dia adalah Caesar, seorang putra konglomerat.
Sontak saja sang security berbalik arah dan langsung mendapat tatapan dari para kekasih Gloria.
"Di mana Glor? Aku ingin bicara dengannya," sambung Caesar, menanyakan keberadaan sang kekasih yang tiba-tiba memutuskannya juga.
"Sebentar, biar saya panggilkan," jawab pria paruh baya itu.
Akan tetapi belum sempat dia melanjutkan niatnya untuk masuk ke dalam rumah, tiba-tiba Ken keluar. Keningnya yang sudah keriput bertambah berlipat, saat melihat banyak orang-orang berdiri di depan mansionnya.
Dia melangkah dan langsung melontarkan pertanyaan. "Siapa kalian? Dan ada perlu apa?"
Sepertinya ini kakek Gloria. Kompak mereka di dalam hati.
***
Yang ngerasa cerita ini gak manuk akal atau lain sebagainya, langsung balik kanan aja ya. Mending mancing itan tontol deh, dari pada mancing emosi, gue lagi capek dari maren, berharap update Ziel dan Glor bisa baca komen² lucu kalian.
Dah gitu aja.
Selamat berbuka bagi yang berpuasa 👋
Salam anu👑