Kalina terjebak dalam situasi yang tidak menyenangkan ia di undang untuk menghadiri pernikahan sahabatnya. Namun kenyataannya malah berbalik dia harus menggantikan sahabatnya yang tiba-tiba menghilang dalam acara pernikahan nya sendiri.
Akankah Kalina menerima pernikahan itu ??
Akankah seorang Abimanyu jatuh cinta pada wanita yang bukan tipenya ???
Instagram
nietta_28
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nietta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 21 TERBAKAR AMARAH
Tanpa basa-basi Abi pun menarik tangan Kalin menuju lantai dua tempat kamar mereka berada. Dengan langkah yang cepat Abi pun menarik tangan Kalin. Dan Kalin berusaha mengikuti langkah Abi yang ada di depannya agar ia tidak terjatuh.
" Bi, lepaskan tanganku. . . Sakit, Bi." Kalin berusaha melepaskan tangannya dari Abi. Namun Abi tidak membiarkan tangan Kalin terlepas dari genggaman tangannya.
Melihat anaknya begitu marahnya pada istrinya itu, membuat Mama Abi jadi khawatir pada menantunya itu. Ia takut Abi melakukan hal kasar pada menantunya itu.
" Bi, Mama harap kamu bisa bicara baik-baik pada istrimu, sayang." Ucap Mama Abi saat melihat anaknya menarik tangan menantunya ke kamar mereka yang berada di lantai dua.
Abi tidak menggubris ucapan Mamanya atau suara Kalin yang kesakitan karena di tarik tangannya oleh Abi.
Abi membuka kamar mereka setelah itu membawa Kalin masuk ke kamar, lalu ia jatuhkan tubuh Kalin di atas ranjang.
Tubuh Kalin pun terpental di atas ranjang lalu ia pun berusaha mendudukkan tubuhnya di samping ranjang. Kalin yang melihat wajah Abi yang merah padam penuh amarah, membuat Kalin takut untuk menatap wajah suaminya itu, iapun hanya bisa menunduk tak berani menatap wajah Abi.
Abi yang melihat Kalin di pinggiran ranjang, hanya bisa menarik nafasnya dengan kasar. Abi tidak menyangka istrinya akan membuatnya semarah itu.
" Apa yang sedang kamu pikirkan, hah ? Abi membentak Kalin. " Aku harus bersikap seperti apalagi menghadapi kamu, Kalin !!! Kau anggap apa pernikahan kita ini, hah !! Dengan penuh amarah Abi bertanya pada Kalin.
" Pernikahan kita." Ucap Kalin yang bingung akan ucapan Abi, apakah Abi menganggap pernikahan mereka seperti pasangan yang lainnya. Atau ini hanya pemikiran dirinya saja. Kalin bingung dengan ucapan Abi padanya.
" Kenapa diam saja ? Kamu pikir pernikahan kita seperti di sinetron atau drama - drama yang ada di televisi. Setelah aku memaksamu menikah lalu aku mencampakkanmu. Makanya kamu sesuka hati kamu bersama laki-laki lain."
" Aku tidak berfikir seperti. . ." Jawab Kalin dengan hati-hati.
" Lalu seperti apa ? Setiap kali kita berdebat kamu selalu mengungkit awal pernikahan kita. Dan sekarang kamu membawa laki-laki ke rumah suamimu !!"
" Aku bisa jelaskan masalahnya tadi kenapa aku di antar Aditya."
" Menjelaskan apa, tadi sebelum aku pulang aku menawarkan diri untuk pulang bersama. Tapi apa yang kamu lakukan, kamu menolaknya dan kamu pulang bersama laki-laki lain. Kamu anggap aku apa !!!" Penuh dengan amarah Abi mencengkram bahu Kalin dengan kasar.
" Bi, sakit. Aku bisa menjelaskan semuanya Bi." Kalin menahan kesakitan karena bahunya di cengkram oleh Abi dengan kuat. Ujung kedua matanya menahan air mata yang akan jatuh di pipinya.
Abi melihat Kalin dengan wajah menahan rasa sakit, berlahan tangannya ia lepaskan dari bahu Kalin. Abi menarik napas dengan kasar. Ia merasa bersalah karena telah bersikap kasar pada Kalin.
Abi melihat pergelangan tangan Kalin merah, bekas tadi ia pegang dengan kencang. Ia pun pergi mengambil kotak obat yang ada di lemari. Lalu ia olesi tangan Kalin dengan salep penghilang memar.
" Maaf, aku terbawa emosi." Abi menyesali apa yang dia perbuat pada istrinya. Harusnya ia lebih sabar menghadapi Kalin, yang telah ia paksa untuk menikah dengannya.
" Tadi aku mau pulang sendiri tapi Aditya memaksa ku pulang bersama, aku merasa tidak enak dengannya." Kalin berusaha menjelaskan pada Abi apa yang sebenarnya terjadi.
" Hmm. . . " Sebenernya Abi sangat malas mendengarkan nama Aditya di sebut istrinya. Mengatasnamakan pertemanan sebenarnya cinta.
" Seharusnya kamu mau aku jemput sama aku, walau aku tahu kamu benci sama aku."
" Maafkan aku Bi." Kalin menundukkan wajahnya sambil menahan tangisnya. Dan sebenarnya iapun ingin bertanya pada Abi akan apa yang di ucapkan Abi tadi padanya, namun Kalin merasa ragu.
" Aku yang harusnya minta maaf sama kamu karena sudah memaksa kamu buat nikah sama aku." Ucap Abi penuh dengan penyesalan. " Namun aku harap pernikahan ini selayaknya seperti pasangan yang lain." Abi menatap wajah Kalin dengan penuh harap bahwa Kalin pun berfikir sama dengannya.
Mendengar kata-kata yang di ucapkan Abi padanya, Kalin memberanikan diri untuk melihat wajah Abi. Kalin menatap lekat wajah Abi ia ingin melihat apa di wajah tampan suaminya itu ada kebohongan. Agar ia tidak terus menyalahkannya atas kepergian Bunda.
Namun semakin Kalin menatap wajah suaminya tidak nampak sedikit pun kebohongan pada suaminya itu. Yang ada wajah penuh harap agar ia menerima suaminya itu.
" Bi, apa yang kau ucapkan itu benar, bahwa kamu ingin pernikahan kita seperti pasangan yang lainnya." Dengan ragu-ragu Kalin bertanya pada Abi.
" Iya, aku ingin kita seperti pasangan yang lainnya. Walaupun hubungan kita di awal tidak baik, apa salahnya mencoba bukan."
Kalin hanya terdiam dengan apa yang di dengarnya, seperti masih belum percaya akan semua yang di dengarnya. Lalu Abi pun memegang tangan Kalin lalu menatap lekat wajah sendu Kalin.
" Aku tahu di antara kita belum ada perasaan satu sama lain, dan kita sebelumnya tidak saling mengenal seperti apa sifat kita masing-masing, tapi apa salahnya kita mencoba dari sekarang. Karena buat aku pernikahan itu bukan mainan." Abi terus mencoba meyakinkan Kalin agar wanita yang ada di hadapannya mau menjalani hidup bersamanya.
" Baiklah kita mencoba semuanya dari awal, tapi bagaimana dengan Jesica kalau dia kembali dan ingin hubungan kalian seperti dulu. Apa lagi kalian saling mencintai." Inilah yang selalu di takutkan oleh Kalin, sahabat sekaligus tunangan suaminya kembali. Apalagi mereka saling mencintai bisa jadi mereka akan bersama lagi.
Tangan Abi melepaskan genggaman tangannya di jari-jari Kalin, lalu ia pun memegang wajah Kalin dengan kedua tangannya.
" Aku tidak akan pernah kembali, pada wanita yang sudah memberikan aku luka. Lin, maka aku harap kamu jangan berfikir tentang hal yang tidak mungkin terjadi." Abi terus meyakinkan Kalin.
" Tapi kalian saling mencintai Bi."
" Apakah orang yang sudah di khianati dan di kecewakan akan mencintai orang itu lagi."
" Bi. . ." Sebelum kalin melanjutkan ucapannya. Abi sudah terlebih dahulu berbicara.
" Aku harap kamu tidak berfikir yang seharusnya tidak kamu pikirkan." Setelah ia menatap Kalin agar istrinya itu percaya padanya. Abi pun langsung memeluk Kalin.
" Memulailah semuanya dari awal, karena pernikahan bukan perjanjian antara kamu sama aku, tapi sama tuhan." Sambil memeluk Kalin iapun membisikkan kata-kata itu untuk membuat Kalin lebih percaya lagi pada pernikahan yang sedang mereka jalani.
Mendengar kata-kata Abi di telinganya, Kalin pun dengan senang membalas pelukan Abi dan mengangguk-anggukkan kepalanya bertanda ia mau memulainya lagi dari awal.
Mereka pun saling berpelukan dan tanpa terasa air mata Kalin yang dari tadi ia tahan keluar juga. Membasahi pipinya.
Abi yang mendengar isak tangis Kalin, ia pun melepaskan pelukannya pada tubuh istrinya itu. Ia menatap wajah Kalin yang basah oleh air mata. Ia pun menghapus air mata yang ada di pipi Kalin oleh jari-jarinya. Lalu Abi pun mengecup kening Kalin dengan penuh sayang.
Kalin yang mendapatkan kecupan dari suaminya langsung merasa malu. Pipinya terlihat merah. Dan Abi yang melihat pipi istrinya merah merona hanya mampu tersenyum senang.
~ Happy reading~
Jangan lupa like, favorit, komen dan Vote
Follow Instagram
annie_nietta
Terimakasih 😘
suamimu baik loh, meskipun menikah tanpa cinta dan dadakan. tp dia memoerlakukan kamu dgn baik.
kamu blm tau aja para istri kontrak atau istri pengganti lainnya diperlakukan sprti apa sama suaminya (di awal, walau akhirnya bucin sih). mereka dihina, disiksa dak kadang direndahkan harga dirinya dgn membawa wanita masa lalu suaminya.
suamimu nih baik pake banget tau. awas nyesel loh ya...
walaupun sedang marahan, seharusnya ttp melayani sprti biasanya....ini ga mau lagi nyiapin baju kerja dan ngambilin makan.
ntar kalau ada pelakor, ngreog....
terus ngemis² minta balikan sama abi demi anak....
segitunya banget, lagaknya ga suka sama kalin buat nutupin perasaan sukanya kan.... ckckck