Menikah karena di jodohkan tak membuat Rinjani membenci suaminya. Yang ada Rinjani dengan mudah mencintai Pria yang di jodohkan oleh mendiang Ayahnya. Pria yang bernama Akbar itu mampu membuat Rinjani jatuh cinta sedalam-dalamnya dalam waktu singkat. Kelembutan dan perhatian Akbar mampu membuat cinta Rinjani kian dalam pada suaminya
Hingga pada malam anniversary mereka yang kedua. Akbar membawa kado yang membuat Rinjani seperti kehilangan sebagian nyawanya.
Akbar membawa seorang wanita hamil beserta anak kecil. Bak di hujam anak panah tepat di relung hatinya Akbar memperkenalkan wanita bernama keyra itu adalah istri pertamanya dan anak kecil itu adalah putrinya.
Apakah yang akan Rinjani lakukan saat mengetahui kebenaran yang ada??
Apakah Rinjani memilih bertahan dalam rumah tangga yang sedari awal telah berpondasi kebohongan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Muak
Lalu lalang orang-orang yang keluar masuk restoran menjadi pemandangan Rinjani sejak lima menit yang lalu, Rinjani sedang duduk menikmati makan siang bersama klien yang baru saja mereka menyepakati kerja sama
" Ibu ingin langsung kembali kekantor??" Suara pria paruh baya yang baru saja menyepakati kerja sama dengan Rinjani bertanya
" Sepertinya begitu! Bagaimana dengan Anda sendiri??" Rinjani bertanya sopan
" Sepertinya setelah ini kami langsung ke bandara, ada hal yang musti di selesaikan di luar kota, mau pake jalur darat waktunya sangat mepet!!" Jelas Pria itu sembari terkekeh
Rinjani menanggapinya dengan seulas senyum
Andrean datang menyerahkan Bukti kerjasama pada Pria tersebut, saat sedang menikmati makan siang mereka, tiba-tiba gebrakan meja membuat Rinjani dan seisi meja terkejut
" Wah-wah Sidang perceraian bahkan belum kelar, kamu sudah menjajakan diri pada Pria lain Rinjani??" wajah mencemooh Keyra menjadi pemandangan yang pertama kali Rinjani lihat
Keyra dan ucapannya memicu seisi Restoran memusatkan perhatian mereka pada meja dimana Rinjani dan Klien tengah menikmati makan siang
" Pantes kamu nggak masalah cuma di kasih jatah sejuta setengah sebulan la ternyata kamu memiliki kerja sampingan untuk memuaskan Pria kurang belaian!!" Kali ini Keyra berdiri dengan melipat kedua tangannya ke depan
Rinjani berdiri " Aku ngak pernah urusin hidup kamu, kenapa kamu begitu sibuk urusi hidup ku??"
" Ohh jelas!!" Mata Keyra memicing " Karena kamu seorang pelakor, hai semua !!" Keyra berdiri pongah dengan mengedarkan pandangannya ke seluruh pengunjung restoran. " Kalian harus hati-hati wanita ini seperti rubah betina, suka ngoda laki orang mukanya ajah kalem hatinya busuk!!" Keyra menuding Rinjani dengan wajah penuh kebencian
Rinjani memejamkan matanya rapat, Sebagai seorang wanita yang direndahkan dan di permalukan di depan umun Rinjani pasti sakit hati tetapi untuk balas memaki Keyra jelas Rinjani tak mau untuk apa?? di sini letak perbedaan antara orang berkualitas tinggi dan orang berkualitas rendahan yang tidak tau adab
Rinjani menatap Keyra dengan tenang, yang membuat amarah Keyra semakin mendidih
Keyra terus menerus mengatakan sesuatu yang buruk untuk memancing kemarahan Rinjani namun usahanya tak membuahkan hasil, Rinjani hanya diam tak lagi membalas ucapannya
" Kamu ngak malu makan di krumuni para pria dasar wanita rendahan!!"
" CUKUP" Suara berat Pria yang tak lain adalah klien Rinjani terdengar
" Anda jangan keterlaluan! Sedari tadi Bu Rinjani tak menanggapi ucapan Anda, tetapi Anda semakin menjadi, Ini restoran semua orang memiliki kebebasan untuk duduk dimana saja dan dengan siapa saja, sedari awal Anda secara tidak langsung menganggap saya Pria kurang belaian, Saya tidak segan melaporkan Anda dengan tudingan mencemarkan nama baik!!"
Pria paruh baya itu menjentikkan jarinya setelahnya beberapa orang datang dengan pakaian serba hitam mengelilingi meja mereka.
" Rampas ponsel mereka yang berani merekam kami !!" Suara dingin itu mampu membuat nyali Keyra menciut
Dengan langkah tergesa-gesa Keyra ingin pergi, tetapi suara Rinjani kali ini mampu membuat kepercayaan diri nya jatuh sejatuh-jatuhnya
" Kamu bisa laporkan apapun yang kamu lihat saat ini pada mas Akbar, Tetapi aku yakin mas Akbar akan mempertanyakan bagaimana wanita yang di diagnosa lumpuh , bisa berjalan puluhan kilometer tanpa kursi roda? ada dua kemungkinan satu mungkin lumpuh pura-pura! dua lumpuh yang memang sudah sejak lama sembuh tapi karena tak ingin menjenguk putrinya yang berminggu-minggu di rumah sakit akhirnya tetap ber ekting duduk di kursi roda! oh atau mungkin karena tidak ingi merawat Ibu!!" Keyra mencengkram erat tas yang berada dalam genggaman tangannya, ingin menyerang Rinjani lagi tapi dirinya terlalu takut pada Pria yang mengancamnya akan melaporkan polisi
\\\
Malam semakin larut tetapi Rinjani belum mampu memejamkan matanya, Rinjani merasa jengah dan muak dengan sikap istri Akbar, ini bukan pertama kali Keyra mengusik ketenangan nya, ini sudah kali ketiga Keyra memaki-maki dirinya setelah kejadian di rumah Sakit
Rinjani Menghentikan Angannya saat ponselnya bergetar, nama Nurry tertera di layar
" Jani!!"
Tidak ada basa-basi salam yang terdengar langsung suara ngebas yang menyebut namanya
" Iya??" Rinjani menjawab dengan gelengan kepala, seolah Nurry bisa melihat tingkah dirinya
" Kamu belum tidur??"
" Belum! Kalo sudah ngak mungkin aku bisa angkat telepon !!"
Terdengar Nurry tertawa renyah di sebrang sana
" Aku lagi di Jogja!!" Jelas Nurry meski Rinjani tak bertanya
" Oh!!"
" Kamu ngak tanya aku ngapain di Jogja??" Tanya Nurry pada Rinjani dengan suara berat yang membuat Rinjani kadang-kadang suka kangen! Kangen??
" Oh iya Ngapain di Jogja??" Tanya Rinjani mengikuti pertanyaan yang dibuat Nurry sendiri tadi
Terdengar decakan dari sebrang
" Kamu rangkai pertanyaan lain dong Jani!!"
Rinjani mengaruk keningnya yang tidak gatal, kenapa tingkah Nurry jadi alay sejak mereka berdamai beberapa hari yang lalu
" Rania mana??" Akhirnya Rinjani menanyakan pertanyaan yang masuk akal untuk nya
" Rania ya dirumah lah! Kan aku kerja!"
Hening
Rinjani merasa obrolan mereka sangat kaku
" Jani tadi anak buah ku bilang, istri tua suami mu kembali bikin ulah dengan mu??"
Pertanyaan Nurry membuat Rinjani menghela nafas
" Berhenti memata-matai ku Nurry!!" gertak Rinjani dengan nada tak suka
" Itu satu-satunya cara ku melindungi mu saat aku jauh Jani!!"
Nyeeesssssss
Ada rasa dingin merasuk meski tak nampak di hati Rinjani mendengar kata-kata sederhana dari Nurry, entah hanya sebuah gombalan atau sebuah kebenaran tapi ucapan Nurry mampu membuat hati Rinjani dingin bagai di dalam Frizer
" Aku sudah dewasa, sudah mampu melindungi diri sendiri!!" Bantah Rinjani sedikit ketus menutupi gelenyer yang tengah ia rasakan
" Dewasa belum tentu mampu melindungi diri sendiri buktinya dua kali kamu tergeletak tak berdaya !!"
Rinjani meringis mendengar sindiran dari Nurry, tapi ucapan Nurry benar adanya bukan?
" Jani??"
Setelah beberapa saat diam suara Nurry kembali terdengar
" Ya'!"
" Tidur lah!"
" Em, Baiklah!"
" Mimpi' indah!"
" Iya"
" Mimpi'in Aku!" blusss pipi Rinjani blushing mendengar kata-kata Nurry
" Aku tutup!!" Hanya itu yang di katakan oleh Rinjani
Setelah nya pangilan benar-benar diakhiri oleh Rinjani
\\\\\\
Via gadis kecil itu terus menerus mencari Rinjani, Akbar sendiri di bikin bingung dengan keadaan, saat ini Akbar membujuk agar putrinya mau makan dengan dirinya yang menyuap tetapi Via tidak mau
Akbar sudah menghubungi nomor Rinjani tetapi sepertinya Rinjani sudah memblokir nomor nya
" Ayah Aku mau makan di suap Tante cantik!!" Rengek Via lagi-lagi terdengar, sudah puluhan kali Akbar membujuk tetapi putri nya begitu keras kepala, bahkan Via benar-benar tak mau makan membuat Akbar kian bingung
Pria yang pernah bertahta di hati Rinjani itu kini penampilannya jauh dari kata tapi, lingkar mata ya menghitam tanda dirinya begitu kurang istirahat, badanya yang tinggi sedang, kini tak lagi memakai setelan tapi, yang ada hanya kaos polos dan celana training yang tampak kusut
Akbar akhirnya di keluarkan dari sekolah tempatnya mengajar, karena sering absen dan mengajar ngelantur membuat puluhan wali murid protes pada pihak sekolah, masalah pribadi yang bertubi-tubi membuat Akbar kehilangan konsentrasi mengajar hingga berakhir pemecatan terhadap dirinya
Akbar melangkah keluar meninggalkan anak balita itu sendiri di dalam kamar, mengeluarkan rokok dan korek api, Akbar memilih rokok sebagai teman ketidak berdayaan, asap mengepul dari bibirnya yang saat ini tampak kering, berkali-kali hisapan kuat itu mengepulkan asap yang menyelimuti wajah sendu nya
\\\\\\\
Rinjani Ingin pergi meninggalkan kota setelah proses perceraian nya selasai, tetapi ia juga menunggu hasil dari pemeriksaan dirinya dirumah sakit beberapa hari yang lalu, pemeriksaan yang bisa menentukan hidup dan mati seseorang
Dalam keheningan kali ini tidak hanya wajah sang Ayah yang terbayang di pelupuk mata Rinjani ada wajah Gadis kecil bermata Zamrut juga memenuhi benaknya 'Rania.
Siapa yang tahu jalan Takdir??
Siapa yang tahu masa depan??
Begitu juga Rinjani, Siapa yang akan menyangka berawal dari simpati mendapatkan jati diri yang sebenarnya!
Siapa sebenarnya Rinjani??
Adakah dirinya memiliki kaitan dengan Rania, gadis kecil anak dari seorang Pria yang mendekati nya??
Di tunggu jejak cinta nyaaaaaa