NovelToon NovelToon
Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:291.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Novel ini sekuel dari novel pertamaku yang berjudul Mencintai Kekasih Sahabatku. Jadi alangkah lebih baik membacanya terlebih dulu sebelum membaca Cinta Sang Mantan Cassanova.

"Aku baru sadar kalau cintaku padamu begitu dalam setelah aku kehilanganmu. Mungkinkah janin yang tak sempat berkembang itu membuat ikatan kita semakin kuat? aku berjanji akan membuatmu kembali lagi padaku" Dewangga Surya Wijaya.

Kehilangan 3 orang sekaligus dalam hidup Angga membuat hidupnya terpuruk. Mamanya meninggal karena serangan jantung, Viviane pergi entah kemana setelah keguguran janinnya.

Hal itu membuat seorang Angga kini menjadi pribadi yang sangat dingin. Bahkan gelar cassanova yang melekat pada dirinya sudah ia tanggalkan.

Dapatkah Angga menemukan Viviane?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 21

Viviane, Edwin, dan Laura kini sedang makan siang bersama. Viviane dan Laura sudah Nampak akrab meskipun ini adalah kali pertama mereka bertemu. Memang sifat Viviane yang dari dulu easy going jadi dia mudah sekali bergaul dengan orang yang baru saja dia kenal. Laura pun juga Nampak senang bisa kenal dengan Viviane. Laura benar-benar salut dengan Edwin yang bisa mendapatkan calon kakak ipar seperti Viviane. Sudah baik, ramah, dan mudah akrab.

Tidak terasa waktu makan siang mereka sudah memakan waktu yang cukup lama. Akhirnya Edwin memutuskan untuk pergi dulu dengan Viviane. Sedangkan Laura pun juga demikian, dia akan kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya. Sebenarnya tidak masalah jika Laura tidak kembali lagi ke kantor usai makan siang. Toh Papanya sendirilah pemilik perusahaan dia bekerja. Akan tetapi dia berusaha untuk tetap professional meskipun terkadang masih bolos kerja dan datang terlambat.

“kamu hati-hati ya Ra!”

“iya mas. Maksih traktirannya. Kapan-kapan aku ganti yang traktir sekalian kita dinner bareng mas Angga”

Edwin hanya mengangguk tersenyum menanggapi ucapan Laura. Namun berbeda dengan Viviane. Lagi-lagi dia mendengar nama Angga disebut. Tapi dia buru-buru menepis prasangkanya yang belum tentu benar.

Setelah makan siang, Edwin mengantar Viviane ke apartemen barunya. Dalam perjalanan, Viviane hanya terdiam. Entahlah apa yang sedang dia pikirkan saat ini.

“sayang? Kamu kenapa?” Tanya Edwin tiba-tiba

“ah.. aku nggak apa-apa ko’ mas. Hanya kelelahan saja”

“oh ya sudah. Nanti setelah sampai apartemen kamu bisa istirahat”

Viviane hanya mengangguk.

Beberapa menit kemudian, mobil Edwin sudah sampai di sebuah apartemen mewah. Viviane membelalakkan matanya terkejut kenapa mobil Edwin turun di kawasan apartemen elit ini. Viviane tahu ini apartemen memang terkenal buat kalangan pengusaha atau artis terkenal. Dulu saat dirinya masih tinggal di kota J, dia ingin tinggal di apartemen elit ini namun tidak jadi karena harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk menyewanya.

“mas kenapa kita berhenti disini?”

“kenapa? Ya memang ini apartemen yang akan kamu tempati”

“yang benar saja mas. Aku belum bekerja. Bagaimana aku bisa membayar uang sewanya yang menurutku tidak sedikit”

Edwin tertawa mendengar penuturan kekasihnya. Mana mungkin dirinya tega menempatkan Viviane di apartemen yang biasa saja. Dan apa itu tadi, dia tidak bisa bayar uang sewanya. Rasanya Viviane melupakan siapa kekasihnya itu sebenarnya.

“sayang. Kenpa kamu sampai berpikiran sejauh itu? Kamu nggak perlu bayar uang sewa apartemennya. Karena aku sudah membelinya”

“apa???”

“biasa aja nggak usah melotot kaya’ gitu” Edwin semakin gemas dengan kekasihnya.

“tapi mas, buat apa mas beli apartemen mewah seperti ini”

“hei ini buat kamu tinggal sementara. Sebentar lagi kita akan menikah dan kita akan tinggal bersama disini”

Lagi-lagi Viviane dibuat terharu dengan Edwin. Edwin ternyata benar-benar sangat mencintainya.

“sayang, sekarang apa yang aku miliki itu juga menjadi milik kamu. Aku nggak peduli meskipun kita belum menikah. Lagian sebentar lagi kita kan sudah sah.

“terima kasih ya mas”

Kini Edwin dan Viviane sedang berjalan menuju unit apartemennya. Edwin menggandeng mesra tangan Viviane sambil mendorong koper milik Viviane. Akhirnya mereka berdua sudah masuk di sebuah unit yang dituju. Viviane segera duduk di sofa yang ada di ruang tamu. Rasanya dia sangat lelah hari ini. Edwin yang melihatnya hanya tersenyum dan mendorong koper Viviane masuk ke dalam kamar.

“sayang mandi dulu gih sebelum istirahat, aku sudah siapin air hangat buat kamu”

“mas, harusnya kamu nggak usah siapin air hangat. Aku bisa siapkan sendiri”

“nggak apa-apa, ayo buruan mandi sana”

Akhirnya Viviane beranjak dari duduknya. Dia segera masuk ke kamarnya dan mandi. Viviane sangat kagum dengan kamarnya. Baginya itu sangat mewah dan Edwin terlalu berlebihan. Namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

Sambil menunggu Viviane mandi, Edwin duduk di sofa ruang tengah sambil mengecek beberapa email dari ponsel pintarnya. Urusan pekerjaannya sudah beres.

Besok dia akan siap bekerja dengan sekretaris barunya. Edwin senyum-senyum sendiri membayangkan saat dia bekerja dengan sekretaris barunya yang sangat cantik. Ya, posisi Viviane nanti sebagai sekretaris Edwin. Namun Edwin tidak memberitahukan pada Viviane karena akan jadi kejutan tersendiri buat Viviane besok.

Ceklek

Pintu kamar terbuka dan muncullah sosok wanita yang sangat cantik. Harum semerbak dari tubuh Viviane mengalihkan Edwin dari lamunannya. Edwin tertegun melihat kecantikan Viviane setelah mandi dengan rambut yang masih sedikit basah.

“mas, kamu nggak mandi sekalian?”

“ah nanti saja di rumah”

Viviane duduk mendekat disamping Edwin. Edwin susah payah menelan salivanya. Tidak biasanya dia seperti ini jika dekat dengan kekasihnya. Entahlah kenapa seperti ada sesuatu yang tidak biasa yang dia rasakan saat ini.

Edwin memegang tangan Viviane lalu menciumnya. Viviane sangat gugup mendapat perlakuan dari Edwin. Kemudian Edwin mencium kening Viviane.

“sayang kamu cantik sekali”

Viviane semakin gugup. Kemudian Edwin mendekatkan wajahnya ke wajah Viviane. Edwin memberanikan diri untuk mencium bibir Viviane. Bukan mencium tapi mengecup. Selama ini Edwin tidak pernah mengecup bibir Viviane. Karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan melakukan itu sebelum dirinya sah menjadi suami Viviane. Namun entah kenapa dan dapat dorongan dari mana hingga kini dia memberanikan diri untuk mengecup bibir Viviane.

Cup

Viviane memejamkan matanya rapat. Dia siap jika Edwin akan menciumnya. Namun Viviane sedikit kecewa karena dia hanya merasakan bibir Edwin hanya sebentar menempel pada bibirnya.

“maaf” ucap Edwin kemudian. Dan membuat Viviane semakin bingung.

“maafkan aku sayang. Harusnya aku tidak mencium bibir kamu. Aku sudah berjanji padamu bukan kalau aku tidak akan melakukan itu sebelum kita halal. Sungguh aku minta maaf”

Viviane bingung harus menjawab apa. Memang dia tadi sempat kecewa karena Edwin hanya mengecup bibirnya tapi sekarang, dia sangat terharu dengan perbuatan Edwin padanya. Edwin benar-benar lelaki yang memegang teguh sebuah komitmen. Edwin tidak akan melakukan hal lebih sebelum sah. Dan Viviane sangat menghormatinya.

Kini Viviane yakin kalau Edwin adalah benar-benar lelaki yang pantas untuk dirinya.

Setelah sama-sama merasakan kecanggungan, kini mereka berdua sudah kembali bersikap seperti semula.

Karena Viviane merasa capek jadi Edwin tidak mengajak Viviane untuk keluar lagi. Dan untuk makan malamnya ini, Edwin memesan makanan melalui aplikasi online untuk makan malamnya bersama Viviane.

Edwin menemani Viviane hingga malam setelah menyelesaikan makan malamnya. Setelah itu dia akan pulang. Karena tidak mungkin jika Edwin tidur dalam satu atap yang sama dengan calon istrinya. Takut akan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

“sayang, kamu nggak apa-apa kan aku tinggal sendirian?” Tanya Edwin lagi untuk memastikan.

Padahal sejak tadi hanya itu pertanyaan yang dilontarkan oleh Edwin pada Viviane. Dan Viviane merasa geli dengan pertanyaan yang sama yang ditanyakan oleh Edwin.

“yang nggak apa-apa itu aku atau mas Edwin sih? Mas Edwin pasti yang nggak tega kan ninggalin aku sendirian?” goda Viviane dan Edwin hanya cemberut.

“ya sudah buruan mas pulang sekarang. Aku nggak apa-apa”

“kamu ngusir aku?”

“iya. Kalau aku nggak ngusir mas Edwin jangan harap besok aku bisa bekerja”

Edwin melotot dengan ancaman Viviane. Akhirnya dengan berat hati dia melangkahkan kakinya keluar meninggalkan apartemen Viviane. Dan Viviane segera tidur.

***

Angga baru saja pulang. Dia masih berada di basement apartemennya. Namun tanpa sengaja saat dirinya keluar dari mobil dia melihat seorang pria yang pernah dia jumpai sebelumnya baru masuk ke dalam mobil dan keluar basement.

“bukankah itu sepupunya Laura? Kenapa dia bisa berada disini?”

.

.

.

*TBC

1
ione
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thuor
Dewi Kesumawati
you have no idea what they've been through
Dewi Kesumawati
mantap👍👍
Dewi Kesumawati
angga terlalu ngasih hati sama laura😏
Sri Fauziahanwar
otw thorr
~°•●Dee_K●•°~: mksih kk🤗😍
total 1 replies
💜💜💜REVIAA 99💜💜💜
otewe 🏃🏃🏃🏃🏃
Bayong Jantoli
lanjut
Mping 🌸
kalo ganteng namanya cowo bu 😭🙏🏻
Mping 🌸
sabar woy, kalo lu nyari pasti dapet pasangan yang sempurna. Banyakin doa aja dulu babang, cemungut😂
Mping 🌸
haii mba, aku mampir. Semangat terus buat update novelnya, semangat! 💕
~°•●Dee_K●•°~: mksih dedek
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
yuhuu
Wong Ngapak
jejak dulu, bacanya nanti 😊
~°•●Dee_K●•°~: ok mksih👍👍
total 1 replies
Momy Haikal
masih misteri
Wien wie alkhana
,🥰🥰🥰
Yolanda Tahalea
laaah pake kasian sama ajh ngasih angin itu hadeeeeh
Emak Femes
Hu hu huh hu
udah end yak
semangat terus mama dee-k 💟💟
~°•●Dee_K●•°~: mksih💕💕
total 1 replies
👑Meylani Putri Putti
hadir thor
Destilia oki
kyagnya ada yg jodoh sama nathan.. 😁
~°•●Dee_K●•°~: benar sekali👍👍👍 benar2 ngawur😂😂😂😂
total 1 replies
Emak Femes
Semangat selalu kak Dee-K
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!