NovelToon NovelToon
Immortal Warrior

Immortal Warrior

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Contest / Fantasi Timur
Popularitas:817.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rafli Art

Takdir akan kubalik dengan telapak tanganku. Kekayaan? Jenius? Ketenaran? Tidak ada yang berarti dimataku. Saat Pedang Pencabut Nyawa terlepas, aku akan membuat dunia bertekuk lutut dan menggapai tanah semuanya dimulai, Tanah Para Dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Art, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IW 3 - Pilihan Ling Zhen

Dua belas tahun telah berlalu semenjak insiden di Kota Shenling, di Lembah Dewa terlihat seorang pemuda bersama seekor Rubah Putih sedang duduk ditepi sungai.

‘Bocah manusia, sekarang umurmu sudah tujuh belas tahun. Bukankah sudah waktunya untukmu menjelajahi dunia luar?’ Rubah Putih bertanya karena Ling Zhen pernah mengatakan dirinya akan pergi berkelana dan mencari Ramuan Dewi Malam setelah berumur tujuh belas tahun.

“Ya, tetapi dengan kemampuanku yang sekarang. Aku rasa aku belum mampu membalaskan kematian keluargaku dan para saudaraku...” Ling Zhen menjawab sambil menatap aliran sungai yang mengalir dengan tenang.

‘Kau masih saja memikirkan itu. Aku tidak melarangmu, tetapi jika itu keinginanmu, aku hanya berharap kau tidak menyesalinya. Memilih untuk balas dendam atau tidak. Kau berhak memutuskan dan mengambil pilihan. Jadi pilihlah, pilihan yang tidak akan kau sesali.’ Rubah Putih menjelaskan sebelum melompat ke atas bahu Ling Zhen.

“Sepertinya ini memang saatnya bagiku untuk berkelana. Aku tidak ingin menyesali keputusanku ini. Untuk sementara waktu, aku akan meninggalkan beliau sendirian disini.” Ling Zhen memejamkan matanya dan mengingat saat-saat terakhir kali Ibunya tersenyum, “Demi melihat senyuman itu, aku akan melakukan apapun!”

Tidur Abadi bukanlah penyakit biasa, melainkan semacam kutukan yang membuat manusia tertidur selama-lamanya. Tidak ada bedanya dengan mati, jika tertidur selama-lamanya.

‘Dan, orang yang telah membuat Ibumu mengalami Tidur Abadi, kurasa dia memiliki Pusaka Dewa milik Dewa Malam.’ Rubah Putih menebak.

“Orang itu memiliki kemampuan diluar nalar. Aku tidak mengerti kenapa dia tidak membunuhku bersama Ibuku, justru mengirimkan dua pendekar untuk membunuh kami berdua. Dan, aku tidak ingin mengerti jalan pikiran dari orang seperti mereka.” Ling Zhen masih ingat jelas sosok petinggi dari Sekte Pemuja Iblis yang membunuh seluruh keluarga dan saudaranya tanpa pandang bulu.

Setelah berbincang cukup lama dengan Rubah Putih, Ling Zhen menyiapkan beberapa pusaka yang akan dia bawa dalam perjalanannya.

Dalam dua belas tahun terakhir, Ling Zhen terus menempa kemampuan baik secara fisik ataupun mental. Otot-otot dan tulang-tulang dalam tubuhnya juga telah meningkat pesat menjadi lebih kuat.

Untuk melatih kemampuannya, Ling Zhen juga sering berburu Hewan Buas Iblis yang mendiami Lembah Dewa.

Menurut Rubah Putih, Hewan Buas Iblis yang mendiami Lembah Dewa lebih kuat dari Hewan Buas Iblis yang berada diluar sana.

Bertarung melawan Hewan Buas Iblis membuat Ling Zhen mendapatkan pengalaman tersendiri. Namun bagaimanapun pemuda ini sama sekali belum membunuh manusia. Obsesinya akan dendam, membuat Rubah Putih khawatir jika mental Ling Zhen suatu saat akan goyah.

Tetapi setelah melihat tekadnya, akhirnya Rubah Putih yakin jika Ling Zhen merupakan orang yang telah lama dinanti olehnya.

‘Bocah manusia, apa kau tidak mengambil air dari Danau Pengobatan, Kolam Lima Warna dan Mata Air Phoenix? Menurutku ketiganya akan kau butuhkan selama berkelana?’ Rubah Putih bertanya karena sedari tadi dia melihat Ling Zhen yang hanya mengumpulkan pusaka, Permata Roh dan harta yang menumpuk di Lembah Dewa.

Ling Zhen berpikir sejenak sambil memasukkan tumpukan emas ke dalam Ruang Dewa. Kemudian dia mengikuti arahan Rubah Putih untuk mengambil sumber air dari Danau Pengobatan, Kolam Lima Warna dan Mata Air Phoenix.

“Menurutku ini sudah cukup. Pada akhirnya semua yang kubutuhkan adalah harta kekayaan. Kau tahu, Rubah Putih. Otak manusia bekerja hanya karena harta, untuk mendapatkan informasi aku membutuhkan kekayaan di lembah ini.” Ling Zhen merasa cukup dengan apa yang dia ambil. Setelahnya dia berpamitan dengan Ibunya yang terbaring diatas peti es.

“Tunggulah aku, Bu. Aku berjanji akan kembali ke Lembah Dewa dengan membawa Ramuan Dewi Malam.” Ling Zhen memeluk tubuh Ibunya dengan erat.

Tentu saja setelah mempersiapkan semuanya, Ling Zhen tidak segera pergi meninggalkan Lembah Dewa. Sekarang dirinya sedang berendam di Danau Pengobatan, Kolam Lima Warna dan Mata Air Phoenix secara bergantian.

Setelah berendam di Danau Pengobatan dan Kolam Lima Warna, Ling Zhen bermeditasi diguyuruan air terjun yang merupakan sumber dari Mata Air Phoenix.

Kemampuan fisik Ling Zhen lebih kuat dari orang-orang sebayanya bahkan para pendekar diluar sana, karena sumber daya yang melimpah di Lembah Dewa selalu menjadi makanannya.

Dalam dua hari ini, Ling Zhen memfokuskan dirinya untuk menembus Tulang Naga Perunggu.

Tahap pembentukan tulang atau kualitas tulang dibagi menjadi beberapa bagian, yakni Tulang Serigala, Tulang Harimau dan Tulang Naga.

Tulang Serigala memiliki tiga bagian yang menjadi pembeda kualitas tulang, antara lain Tulang Serigala Perunggu, Tulang Serigala Perak dan Tulang Serigala Emas.

Tulang Harimau juga memiliki bagian yang sama antara lain Tulang Harimau Perunggu, Tulang Harimau Perak dan Tulang Harimau Emas.

Sementara itu Tulang Naga adalah bentuk tulang terkuat. Di dunia hanya beberapa orang saja yang memiliki kualitas tulang terkuat.

Tulang Naga sendiri dibagi menjadi enam bagian antara lain, Tulang Naga Perunggu, Tulang Naga Perak, Tulang Naga Emas, Tulang Naga Kristal, Tulang Naga Bumi dan Tulang Naga Langit.

Ling Zhen merasa puas setelah tulang-tulang dalam tubuhnya menembus Tulang Naga Perunggu. Terlebih dengan kemampuannya sekarang yang merupakan seorang Pendekar Bumi Tahap Puncak membuat Ling Zhen semakin giat berlatih demi menerobos Pendekar Langit Tahap Awal.

Didunia ini tingkatan dan tahapan seorang pendekar dibagi atas beberapa bagian.

- Pendekar Perak

- Pendekar Emas

- Pendekar Raja

- Pendekar Kaisar

- Pendekar Suci

- Pendekar Agung

- Pendekar Bumi

- Pendekar Langit

- Pendekar Dewa

Setiap tingkatan ada tiga tahapan untuk menerobos ke ranah selanjutnya. Awal, Menengah dan Puncak. Itulah tiga tahapan yang dibutuhkan untuk menerobos ranah selanjutnya.

Untuk meningkatkan kemampuan, tak jarang seorang pendekar mengonsumsi sumber daya. Beruntung di Lembah Dewa banyak sekali sumber daya yang membantu perkembangan Ling Zhen.

Ling Zhen mengambil sumber daya yang dia butuhkan dan menyimpannya ke dalam Ruang Dewa, bersama dengan beberapa pusaka serta Permata Roh.

Kebanyakan pusaka yang Ling Zhen bawa merupakan Pusaka Bumi dan Pusaka Langit. Walau ada beberapa Pusaka Dewa, tetapi jumlahnya lebih sedikit dari pusaka lainnya.

Perlu diingat, didunia ini terdapat tiga jenis pusaka.

- Pusaka Bumi

- Pusaka Langit

- Pusaka Dewa

Ketiga jenis senjata pusaka ini memiliki kemampuan yang dahsyat dan bahkan semuanya setara. Semua itu tergantung sang pengguna pusaka dalam membangkitkan seluruh potensi kemampuan dari pusaka itu sendiri.

Untuk Permata Roh sendiri, Ling Zhen mengambil Permata Roh dari Hewan Buas Iblis Raja, Hewan Buas Iblis Kaisar, Hewan Buas Iblis Perang dan beberapa lainnya dia ambil dari Hewan Buas Iblis Bumi.

Hewan Buas Iblis sendiri memiliki tingkatan yang menandakan seberapa kuat mereka.

- Hewan Buas Iblis Raja

- Hewan Buas Iblis Kaisar

- Hewan Buas Iblis Perang

- Hewan Buas Iblis Bumi

- Hewan Buas Iblis Langit

- Hewan Buas Iblis Surgawi

Itukan enam tingkatan Hewan Buas Iblis. Ling Zhen mengetahui dari ingatan Para Dewa jika Hewan Buas Iblis Langit dan Hewan Buas Iblis Surgawi memiliki kecerdasan seperti manusia dan dapat berbicara.

Tidak mudah bagi Ling Zhen meninggalkan Lembah Dewa untuk mencari Ramuan Dewi Malam dan mencari pengalaman menjadi seorang pendekar serta membalaskan kematian keluarganya.

“Aku akan merindukan tempat ini...” Ling Zhen menatap lekat pemandangan alam yang tersaji di Lembah Dewa, sebelum kedua matanya tertuju pada tubuh wanita paruh baya yang terbaring lemah di atas peti es.

“Aku harus membulatkan tekadku. Tidak ada waktu untuk memikirkan tindakanku ini benar atau salah...” Ling Zhen bergumam pelan, lalu berjalan bersama Rubah Putih menuju dinding pembatas yang ada di Lembah Dewa.

1
Nanik S
Cerita yang menarik
Ardi Provision
sudah seperti drakor aja novel ini 😂😂😂
Ardi Provision
menyamar tapi rubah nya masih ada apa pendekar disitu begitu bodoh sampai gak bisa menebak 😂😂😂😂
Ardi Provision
novel ini setelah membunuh musuh ditinggalkan tampa disita harta rampasan, jadi kurang menarik cerita nya
Ardi Provision
mc naif
Ardi Provision
gak ada terobosan satu ranah pun?
lalu apa artinya sampai menderita rasa sakit yang hebat?
Bambank Amc
mc y kurang ganas .
Lanjut
Mcnya lemah banget... takut sama perempuan
mantap tambah Istri lagi... berapa lusin nanti
Wang Tao kan habis babak belur dg Ling Zheng
Penjahat jelas rapi
Yah....
Lanjutkan Rapat
Lembah Hijau atau Lembah hujan
Karena dendam dan juga krn Perempuan
Waduh... ribut melulu
Lanjutkan dan Bantai semua keluarga Wang
Benarkah... lalu nanti berapa Istri .. King Zheng
terlelap juga akhirnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!