#KARYA ORIGINAL!!!!
Update tiap hari
Dalam pertarungan melawan salah satu beast terkuat, Mo Yuan terbunuh akibat serangan bunuh diri beast itu. Padahal, dia baru saja mengetahui dalang dari insiden terbunuhnya istrinya, namun belum sempat balas dendam. Saat kondisi kritis, gelang peninggalan orang tuanya bersinar dan membangkitkan sebuah sistem!
Untuk menyelamatkan tuan barunya, sistem memutar kembali waktu ke masa saat Mo Yuan baru saja keluar dari panti asuhan diumur 15 tahun.
Karena telah diberikan kesempatan kedua, Mo Yuan bertekad untuk bertambah dan membalas orang yang menjadi dalang pembunuh istrinya. Untuk itu, ia mengumpulkan orang-orang berbakat dan membentuk organisasi rahasia miliknya. Ia berkembang diam-diam sebelum akhirnya menggemparkan dunia.
Dengan informasi dari masa depan dan juga bantuan dari sistem, Mo Yuan berkembang dalam kecepatan luar biasa!
Penasaran dengan kelanjutan, silangkan baca sendiri!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 – Mo Ye
Tahun 20xx
Planet Blue Star nampak normal-normal saja, namun tiba-tiba banyak retakan ruang yang muncul dibelahan dunia. Dari retakan itu, jutaan beast ganas keluar dengan niat membunuh yang kuat.
Mereka memporak-porandakan apapun yang ada didepannya. Langit berubah menjadi merah darah, bau amis dapat tercium di mana-mana. Terjadi pembantaian sepihak, hingga mayat menjadi gunung.
Manusia yang tidak siap dan tidak tahu apa-apa, hanya bisa pasrah dalam keadaan. Bahkan teknologi tercanggih masa itu, tidak terlalu berguna. Dimata beast, itu hanyalah mainan anak kecil.
Dalam prosesnya, ukuran Blue Star bertambah beberapa kali lipat. Banyak daerah yang muncul secara tiba-tiba entah dari mana. Keadaan ini semakin membuat situasi mejadi kacau, manusia yang seharusnya bersatu dipaksa untuk bercerai karena jarak.
Hanya dalam satu tahun, populasi manusia hanya bersisa sekitar 20%. Artinya, lebih dari 80% jumlah umat manusia yang dibantai dengan mengerikan.
Karena situasi mulai tidak terkendali, Blue Star seakan membantu manusia untuk bangkit dari keterpurukannya. Satu-persatu manusia yang berumur di atas 18 tahun membangkitkan sebuah ability.
Hal ini memberikan harapan baru untuk umat manusia. Walau tidak semua umat manusia yang terbangkitkan, itu sudah lebih dari cukup untuk dibuat sandaran yang sudah lama hilang.
Orang yang membangkitkan ability itu dipanggil dengan sebutan Veyron. Ability yang bangkit tentu memiliki tingkatan berdasarkan potensinya. Dari yang terbawah ke yang tertinggi yaitu Rank F, E, D, C, B, A, AA, AAA, S, SS, dan SSS.
Dalam sejarah, belum pernah tercatat satu orang pun yang membangkitkan ability Rank SSS, jadi banyak yang menganggap itu hanyalah mitos belaka. Tanpa adanya ability Rank SSS, secara teknis, Veyron Rank SSS juga belum pernah ada.
Saat baru membangkitkan sebuah ability, mereka akan memulai sebagai Veyron Rank F. Kekuatan mereka akan berkembang seiring waktu dan usaha, serta potensi mereka akan bergantung pada rank ability-nya.
Misalnya seseorang membangkitkan ability Rank A, maka potensi kekuatan maksimalnya akan sampai Veyron Rank A.
Veyron Rank F akan memiliki 3 basic skill ability dan akan bertambah 1 setiap naik tingkat. Inilah yang menjadi penanda dan juga kesenjangan diantara rank.
Selain kemunculan Veyron, celah ruang yang ada dibelahan dunia perlahan menutup dengan sendirinya. Ini menjadi pertanda bahwa Blue Star mencoba menyembuhkan diri dari serangan asing.
Tapi tentu saja celah ruang itu tidak sepenuhnya menghilang, sesekali muncul di suatu tempat dan itu terus berlangsung hingga bertahun-tahun.
Kini, sudah lebih dari seribu tahun berlalu sejak pertama kedatangan beast ke Blue Star. Kondisi umat manusia perlahan membaik, bahkan terjadi peningkatan.
Bahkan setelah waktu berlalu begitu lama, umat manusia masih belum mampu untuk memberantas beast sepenuhnya. Musuh masih terus menyerang seperti memiliki jumlah tak terbatas.
***
Tahun 1026 kalender baru.
Pinggiran Kota Moyin, Provinsi Qingyuan.
"Aaarrrghh!!..." Teriak kesakitan seorang remaja di sebuah gang sempit yang sepi. "Bajingan!!... Beraninya main keroyokan!"
Dia adalah Mo Ye, seorang remaja miskin yang hidup dalam kesengsaraan dan kemiskinan. Ia dikucilkan oleh masyarakat tanpa tahu apa penyebabnya, tidak jarang juga dia digunakan sebagai pelepas amarah orang-orang.
Entah dicaci maki, difitnah, ataupun munculnya rumor tanpa dasar. Bahkan, sering dipukuli tanpa sebab seperti saat ini.
"Oke, sini maju! Aku sendiri sudah lebih dari cukup untuk menghajar bajingan kecil sepertimu!" Ucap salah seorang pria yang berdiri didepan Mo Ye.
Dengan tubuh mudanya yang sudah penuh dengan lebam, Mo Ye bangkit dengan tatapan mata tajam. Ia menyeringai sebelum maju menyerang.
Tangannya mengepal erat, bersiap melayangkan pukulan. Matanya menganalisis titik kelemahan lawannya yang nampak masih meremehkannya. Itu menjadikan peluang kemenangannya semakin meningkat.
Swish!...
Pukulan dari bawah mengayun menuju ke dagu pria itu. Tapi sayangnya, itu dapat dihindari dengan begitu mudah. Mo Ye tidak berhenti sampai situ. Selagi tangannya sudah ada di depan atas kepala lawan, ia kemudian mencengkram kepala pria tersebut dan menariknya kebawah. Bersamaan dengan itu, Mo Ye melompat dan menekuk lututnya untuk menggapai wajah lawannya.
Dam!
Tapi sayangnya, serangan itu berhasil di halau dengan tangan. "Boleh juga bocah! Tapi itu tidak cukup untuk mengalahkan ku!" Ucap pria itu sambil memegang kaki Mo Ye dan menghempaskannya cukup jauh kebelakang.
Bug!
"Egh!.." desis Mo Ye saat tubuhnya menabrak tembok cukup keras. "Sekali lagi!" Ucapnya sambil bangkit dan kembali menyerang.
"Cukup gigih juga kau bocah, tapi sampai sini saja main-mainnya. Masih ada banyak hal yang harus kami urus, jadi kami harus membereskan mu dengan cepat!"
Mo Ye tidak menggubrisnya, matanya masih tajam. Tangannya dengan cepat melayangkan serangan sekuat tenaga.
"Eeergghhh!!..."
Sayangnya, sebelum sempat mengenai target. Mo Ye terkena serangan berlebih dahulu di bagian perutnya. Air liur menyembur dari mulut saking kuat pukulan tersebut. Ia meringkuk kesakitan, tangannya memegangi perut yang sangat sakit.
"Hanya segini saja?! Lemah sekali! Kenapa bocah kaya itu sampai membayar mahal kami untuk menghajar sampah ini?!" Ujar pria tersebut, bertanya kepada temannya.
"Entahlah, siapa peduli. Yang penting kita dapat duit kan?" Jawab temannya.
"Yah, kau benar," jawab pria tersebut.
"Hahahaha." Mereka semua tertawa.
"Ini harusnya cukup, ayo kita pergi! Malam ini kita berpesta!!"
"Yeah!!!"
Di samping itu, Mo Ye yang mendengar itu berpikir siapa dalang yang memerintahkan beberapa bria itu untuk menghajarnya. "Siapa dia? Aku tidak pernah ingat menyinggung siapapun! Ah... Apa mungkin 'dia'?!" Ia terpikirkan satu orang.
"Hanya ada satu orang yang sering menggangguku, aku bahkan tidak tahu apa alasannya. Aku harus memastikannya!" Pikirnya.
"Tunggu! Beri tahu aku siapa yang memerintahkan kalian!"
Orang-orang yang mendengarnya tertawa lepas, "Hahaha! Kau pikir kalau kau tanya akan kami kasih tahu? Ya enggak lah goblog!"
"Beri tahu aku!!" Teriak Mo Ye sambil memegangi salah satu kaki pria itu.
"Lepaskan!"
"Tidak akan aku lepaskan sebelum kau memberi tahuku!!" Kekeh Mo Ye.
Pria-pria itu semakin geram, "oy bocah! Sebenarnya kami sudah akan melepaskan mu, tapi kau yang memaksa kami melakukan ini!" Ucapnya dengan nada berat dan penuh ancaman.
Tanpa basa-basi, tubuh Mo Ye ditendang dengan kuat-kuat hingga terlempar.
"Arrgh!!..."
Tidak diberi napas, tubuh Mo Ye terus dihantam dan dipukuli oleh beberapa orang. Kondisinya semakin memprihatinkan dan mengenaskan. Pakaiannya semakin kotor dan ada beberapa bercak darah segar.
"Karena kamu sebegitunya ingin tahu, aku akan memberimu sedikit clue. Yang jelas, dia sangat kaya, bahkan jika kau menjual tubuhmu, itu tidak akan cukup untuk menggapainya!!" Jelas pria itu.
"Jadi, buang-buang waktumu untuk memikirkan balas dendam! Sampah akan tetap menjadi sampah! Campak it-"
Sebelum selesai berbicara, tiba-tiba ada suara seorang remaja dari belakang.
"Ah... Ternyata kamu di sini, jadi aku tidak perlu pergi ke sekolahmu!"
Tentu saja, remaja itu adalah Mo Yuan, karakter utama kita.
"Bocah dari mana ini? Hus... Pergi dari sini! Ini bukan sesuatu yang bisa kau campuri bocah!.."
Mo Yuan tidak menggubrisnya, ia dengan tenang berjalan menuju Mo Ye yang tergeletak tak berdaya. Dia begitu tenang, seperti ada yang terjadi apapun.
"Mengenaskan sekali kamu," ucap pelan Mo Yuan sambil jongkok. Ia kemudian memegang salah satu tangan Mo Ye, berharap sistem dapat bereaksi.
Benar saja, sebuah hologram emas muncul diantar mukanya.
[Ding... Ability Abyssal Shadow Sovereign (Rank AAA) terdeteksi. Apakah anda ingin menyalinnya?]
Mo Yuan tersenyum tipis, "Tentu saja!" Ucapnya dalam hati.
[Baik! Mohon tunggu 5 detik, pastikan anda tidak terlepas dari sentuhan fisik atau progres akan di jeda!]
[Ding... Berhasil menyalin dan menyimpan ability Abyssal Shadow Sovereign (Rank AAA).]
[Mendapatkan 1.000 poin ability]
[Apakah anda ingin mengintegrasikan ability Abyssal Shadow Sovereign (Rank AAA) kedalam tubuh anda?]
"Pasti lah!"
[Ding... Berhasil diintegrasikan! Anda bisa melepaskannya kapan saja.]
[Note: untuk saat ini, anda hanya dapat menggunakan 2 ability sekaligus. Slot akan bertambah seiring anda bertambah kuat.]
Mo Yuan tersenyum bahagia, "Ini benar-benar sangat luar biasa!" Pikirnya.
Ia kembali berfokus pada Mo Ye yang sudah tidak berdaya, "Apa kau ingin memiliki kekuatan? Aku bisa memberikannya!!"
"!!!"