NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3# Perdebatan Karin dan Alya

Sore itu Karin memilih untuk pulang ke rumah keluarga Darmawan dari pada harus mendapatkan amukan dari mamanya.

“Wow! Princess pulang dari camping bersama teman-teman anehnya. Aku kira sudah lupa jalan pulang,” sindir Alya yang tidak lain si bungsu keluarga Darmawan, baik Alya maupun mama papanya tidak tahu kalau Karin punya apartemen.

Setiap kali Karin ingin tidur diapartemen selalu dia menggunakan alasan menginap di tempat temannya, sebenarnya hal yang mustahil untuk keluarganya sampai tidak tahu. Tapi itulah kenyataannya, Karin memiliki apartemen tersebut atas bantuan Rega.

“Berisik banget sih kamu, Alya. Ngoceh terus seperti Beo,” kesal Karin.

“Mending ngoceh seperti Beo dari pada merebut tunangan kakak sendiri! Sadis banget malah,” sahut Alya.

“Apa kamu tadi bilang? Aku tidak merebut kak Rega dari mbak Rhea, dia yang tidak bisa membuat kak Rega nyaman. Bukan salahku kalau kak Rega lebih memilihku nanti,”

“Yakin banget kalau kak Rega bakal milih kamu, mbak! Jadi orang tahu diri dikit sih,”

Perdebatan dua kakak beradik tersebut terdengar sampai dapur, mama Nirma sampai harus turun tangan melerai ke dua putrinya tersebut.

“Kalian berdua ini seperti anak kecil saja! Berantem terus kerjaannya,” suara mama Nirma membuat mereka langsung diam dari pada harus mendapatkan ocehan dari ras terkuat.

Alya bahkan berlalu bergitu saja meninggalkan ruang keluarga, dia tahu tidak akan pernah menang jika sudah berusan dengan sang mama. Mamanya memang lebih membela Karin karena kakak ke duanya tersebut yang selalu menuruti permintaan sang mama.

“Anak mama kan memang hanya mbak Karin. Aku sama kak Rhea itu hanya semacam rumput teki di halaman,” gumam Alya.

“Kamu bilang apa, Alya?” mama Nirma mendengar namun tidak tahu apa yang di gumamkan anak bungsunya.

“Aku sayang mama,” jawab Alya yang langsung melesat menuju kamarnya.

Karin memalingkan wajahnya, dia terkekeh melihat tingkah sang adik. Karin masih cukup bisa mendengar apa yang di gumamkan Alya tadi, hubungannya dengan Alya juga sedang tidak dalam kondisi baik. Sama seperti hubungannya dengan Rhea sang kakak.

“Kamu istirahat sana, sayang! Siapkan dirimu untuk acara besok malam,” titah mama Nirma diangguki Karin. “Karin ke kamar dulu, ma!” pamitnya pada sang mama.

Mama Nirma kembali ke dapur untuk lanjut menyiapkan makan malam keluarganya, Karin melihat mamanya masuk ke dalam dapur dari tangga. Dia menatap getir punggung wanita paruh baya tersebut.

“Maaf ma, pa. Karin sudah membuat kalian kecewa,” Karin melanjutkan langkahnya.

Dia berhenti saat melewati kamar Rhea, kamar yang sudah lama tidak lagi di tempati si pemiliknya. Rhea memang sudah tidak tinggal di rumah keluarga Darmawan sejak lama, dia memilih tinggal diapartemen yang digadang-gadang akan menjadi apartemen tempatnya dan Rega tinggal setelah menikah.

Karin membuka pintu kamar sang kakak, pintu kamar Rhea memang tidak di kunci agar bibi lebih mudah saat ingin membersihkan kamar tersebut. Karin masuk dan kembali menutup pintu, dia meraba dinding untuk menyalakan lampu kamar tersebut.

Semua masih sama, tidak ada satupun yang berubah dari kamar itu. Karin berjalan menuju meja berwarna coklat kayu yang ada di samping tempat tidur, dia meraba setiap sisi menja tersebut. Meja yang biasa di gunakan sang kakak untuk belajar juga bekerja, entah part time yang Rhea lakukan karena Karin pun tidak tahu. Hubungannya dengan sang kakak benar-benar memburuk, dan sepertinya akan bertambah buruk setelah makan malam besok.

Karin berpindah duduk di sofa, dia merebahkan tubuhnya di sana. Tempat di mana dulu dia selalu merecoki sang kakak yang sedang belajar saat awal-awal Rhea baru masuk kedokteran. Karin selalu usil datang ke kamar Rhea, ada saja tingkah randomnya yang membuat konsentrasi sang kakak buyar.

“Kak Rhea!” panggil Karin.

“Hmm,” Rhea hanya berdehem karena dia masih fokus mengerjakan tugas kuliahnya. “Lihat sini dulu ih!” pinta Karin.

“Apa sih, dek?” Rhea menoleh, dia langsung tergelak saat melihat Karin. “Kamu ih. Ngapain dandan kayak ondel-ondel begitu?” ucapnya saat mendapati sang adik dengan make up dempulnya.

“Cantik begini lho aku, mbak! Masa di bilang ondel-ondel,” Karin sambil mengedip-ngedipkan matanya dengan manja, Rhea langsung bergidik ngeri. “Hapus ih! Dapat tutorial dari mana coba kamu itu, Rin?”

"Dari U tube," kelakarnya.

Bukannya menghapus make up cetar dan dempulnya itu, Karin justru mendekati Rhea sambil memonyong-monyongkan bibirnya. “Bang sini deh abang, main yuk sama eike. Eh salah, neng geulis main sama aku yuk! Karin cantik lho ini,” Karin menoel-noel pipi sang kakak.

“Idih banget sih ini bocah. Mbak kasih paham kamu sini, Rin!” Rhea menggelitik perut Karin, gadis itu berhasil mengusik kakaknya yang sedang belajar.

Karin sadar dari lamunannya, dia tersenyum sekaligus mengusap ke dua sudut mata nya yang berair. Mengingat momen-momen bersama sang kakak di kamar tersebut membuat dadanya semakin sesak, hanya Karin yang tahu bagaimana isi hatinya sendiri. Yap! Hanya dia, jika dulu dia biasa berkeluh kesah pada Rhea kakaknya. Maka hari itu dia tidak ada lagi tempat untuk berbagi keresahan, Karin mengusap perut datarnya.

“Besar nanti kamu harus ingat ya, adek! Kamu punya aunty dokter yang sangat cantik dan baik hati, mama selalu saja membuat masalah untuk aunty Rhea. Mama harap adek nanti sayang sama aunty Rhea,” monolognya. (Yang udah baca pelabuhan hati paham kan kenapa si bocil satu itu langsung sayang begitu pertama kali ketemu Rhea)

 

***

Malam itu Karin mondar mandir di kamarnya, sebentar lagi Rega bersama keluarganya datang untuk makan malam. Entah apa yang akan terjadi malam nanti, Karin tidak ingin membayangkannya.

Dia berharap Rhea tidak akan datang seperti yang mama Nirma minta, Karin tidak ingin menyakiti kakaknya lebih dalam. Sudah cukup selama ini mama Nirma membuat Rhea terluka, di tambah dirinya satu tahun terakhir menambah luka untuk sang kakak.

Tok...Tok

“Iya, sebentar!” Karin membuka pintu kamarnya, di hadapannya berdiri Alya yang tadi mengetuk pintu kamar.

Alya langsung masuk begitu saja, dia duduk di tepian tempat tidur Karin. “Aku tidak akan basa basi lagi sama kamu, mbak. Apa kamu tidak punya sedikit saja rasa empati untuk kak Rhea, mbak? Dia tidak salah apapun pada kita,”

“Ini bukan tentang empati, Alya. Kamu masih kecil dan belum mengerti,” jawab Karin.

“Aku sudah cukup umur untuk di katakan mengerti. Justru mbak Karin sendiri yang seperti bocah, tidak punya pikiran.”

Karin mengepalkan ke dua tangannya di samping, dia berusaha menahan pergolakan batinnya. Tapi dia tidak boleh lemah, tidak boleh kalah. Saat ini bagi orang lain dia adalah si antagonis dalam hidup sang kakak, biarlah semuanya berjalan tetap seperti itu.

“Aku tidak perduli apa katamu, karena dari awal yang diinginkan kak Rega adalah aku. Bukan mbak Rhea!” kekeh Karin.

Alya tersenyum smirk. “Penglihatan kak Rega sepertinya harus di cuci pakai detergen kalau dia memilihmu nantinya. Jika kamu terus seperti ini, aku harap kamu tidak akan menyesal. Terlebih kak Rhea yang kamu dan mama sakiti,” Alya berlalu meninggalkan Karin, namun sebelum itu dia melihat sesuatu diatas meja yang sengaja Karin tutupi agar Alya tidak melihat.

“Kamu yang kekeh merebut apa yang jadi milik kak Rhea. Kalau kak Rhea tidak bahagia, maka kamu juga tidak. Mbak Karin,” batin Alya.

 

 

 

 

 

 

1
In
wah.. langsung jadi dedeknya Vian...
Nur Asiatun
Alhamdulillah... sudah kenal semua Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 pokoknya terimksh untuk dkgnnnya ❤️❤️
total 1 replies
muthia
maaf jarang buka hp soalnya lg pulkam 🙏❤
muthia: ❤❤❤❤❤❤❤❤❤🙏🙏🙏🙏🙏
total 2 replies
Niken Dwi Handayani
Hiiiii.. gregetan banget sama sumala dan Mak Lampir 😤😤
partini
dah sat set lah Aiden ga usah di ulur lagi go cari rumah baru ayo Yo lelet
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 lg nyari rmh biara sumala g bs kesana
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Serba salah Karin dibuat nya atas kerandoman Alvian 😩
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wwkwk... serba slh mo marahin tp yg kshnide vian itu baby mochi, nala pasti jg tdk terima. ngasih th vian jg g bs keras hrs lmbutsoalnya msh bocil. mmg disini aiden yg pny peran pntg
total 1 replies
partini
aihhh tuan rumah kaya yg ngontrak yg ngontrak ga punya otak 🤦
a yulaela_fa(Ayu Anfi): emg mrk pgn nguasain rmh it sm aiden
total 1 replies
partini
bocil cadel ga ada duanya 👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🫣🤭🤭🤭 tp bneran susah ya bikin adegan bocil2 tu kk, aq tkt g sesuai espektasi pmbaca & g bs bikin mrk gemes ... aq saluit sm kakak2 senior yg bs bikin adegan sm narasi perbocilan yg bs bikin kt pembca gemes.
total 1 replies
Niken Dwi Handayani
Waaahhhh ditunggu nich hasil kreatifnya dou bocil random🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aq kira ckp 1 eps. ternyta engga 🤣🤣🤣🫣
total 1 replies
muthia
mimpinya cumala ketinggian
muthia: boleh jg itu🤣🥰
total 2 replies
Nur Asiatun
serakah banget sih bu Ayu, semangat Author ke 👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): dl anknya dtinggal, skrg mau kuasai anaknya...

kk jg smgt
total 1 replies
muthia
nah gitu dong Aiden
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 lelet tp nya di papa nya pian
total 1 replies
muthia
betul yg Alya blg👍
Nur Asiatun
Alhamdulillah, semoga bahagia terus Karin Aiden... semangat terus Author
Nur Asiatun
Alhamdulillah... semoga bahagia terus keluarga Aiden karin.semangat Author 👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aamiin... thank kk sll suport aq 💗💗💗
total 1 replies
partini
ck ck Mak Lampir
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 mari kt basmi lampir2 sist wkwkwk
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah, semoga kedepan nya selalu bersama menghadapi ujian dalam rumah tangga, bahagia terus ya Aiden Karin dan si pintar dek Pian
a yulaela_fa(Ayu Anfi): aamiin... thanks kk 💗💗💗💗
total 1 replies
partini
good story 👍👍👍👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terima acih kk ❤️❤️💗💗💗...
total 1 replies
Nur Asiatun
Alhamdulillah... semangat Author
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk...kk jgsmgt, trmksh sll mendkgq... karin sm aiden tetap nnti aq rampungkan smpai tamat. mgkn 10 an episode lg
total 1 replies
muthia
nah gitu dong Aiden laki laki tu harus tegas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!