NovelToon NovelToon
Dan Ofid

Dan Ofid

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nyx Morrigan, gadis yang terbuang dari keluarga konglomerat Beckham, Di usia ke-19 tahun Pelariannya membawanya bertemu Knox Lambert Riccardo, mahasiswa teknik sekaligus petarung jalanan.

Di bawah atap apartemen mewah Knox, rahasia Nyx perlahan terkuak, mengubah hubungan menjadi ikatan emosional yang intens.

Saat identitas asli Nyx terungkap, Knox justru menjadi pelindung utama dari kekejaman Dari keluarga nya.
Ketegangan memuncak ketika nama "Morrigan" ternyata menyimpan rahasia darah yang lebih besar dari sekadar skandal keluarga Beckham.

Di tengah konflik identitas, pengkhianatan keluarga, dan dunia yang berbahaya, Nyx harus memilih antara terus bersembunyi atau menyerahkan hatinya sepenuhnya kepada Knox.

Sebuah kisah tentang pencarian rumah, Untuk Rasa Sakit, dan penyembuhan luka.
.
Happy reading dear 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#3

Apartemen itu terletak di lantai teratas sebuah gedung pencakar langit di Wilshire Boulevard. Sebuah penthouse yang mencerminkan kekuasaan absolut. Di dalam lift yang berdinding kaca, Knox Lambert Riccardo bersandar pada dinding besi, napasnya masih berat, namun matanya tidak lagi menunjukkan rasa sakit yang sama seperti saat di gang tadi.

Ada kilatan predator yang mulai muncul kembali, menggantikan kerentanan seorang korban pengeroyokan.

Nyx berdiri di sampingnya, tetap waspada namun tidak menaruh curiga berlebih. Baginya, Knox hanyalah seorang pemuda kaya yang sial. Dia tahu Knox bukan orang sembarangan; jika lawannya hanya tiga atau empat orang, pria dengan postur atletis seperti Knox pasti bisa mengatasinya sendiri. Namun, tujuh orang dengan senjata tumpul adalah hitungan mati bagi manusia biasa. Knox bukan dewa, dan malam ini nyawanya benar-benar di ujung tanduk jika Nyx tidak muncul.

"Bisa antar aku sampai ke pintu apartemen?" bisik Knox saat lift berdenting pelan. "Aku benar-benar tidak kuat, kepalaku berputar."

Nyx menatap wajah Knox yang pucat. Rasa kemanusiaan yang selama ini ditekan oleh kekerasan ibunya tiba-tiba muncul. "Baiklah. Hanya sampai pintu," jawab Nyx datar.

Mereka melangkah keluar menuju lorong sunyi yang dilapisi karpet beludru merah tua. Knox menekan beberapa digit pada panel digital di samping pintu jati besar.

"0-9-2-2," gumam Knox, seolah membiarkan Nyx menghafal kode akses pribadinya.

Ceklek.

Pintu terbuka otomatis. Begitu mereka melangkah masuk, sensor gerak mendeteksi kehadiran mereka, dan lampu-lampu kristal di langit-langit menyala seketika, menerangi ruangan luas dengan desain minimalis namun sangat mahal. Harum kayu cendana dan maskulin menyeruak, sangat kontras dengan bau debu aspal yang masih menempel di baju mereka.

"Kau bisa duduk di sana," kata Knox sambil menunjuk sofa kulit berwarna hitam. "Aku akan mengambilkan mu minum sebagai tanda terima kasih."

Nyx menggeleng. "Tidak perlu. Aku harus per—"

Belum sempat Nyx menyelesaikan kalimatnya, Knox berbalik dengan gerakan yang sangat cepat untuk ukuran orang yang baru saja dikeroyok. Di tangannya, sebuah sapu tangan kecil sudah tersemat.

Sebelum refleks bela diri Nyx sempat bereaksi sepenuhnya, Knox sudah membekap hidung dan mulut gadis itu.

Nyx membelalak. Bau tajam zat kimia—chloroform dosis tinggi—langsung menyerang saraf pusatnya. Dia mencoba meronta, menyikut perut Knox dengan keras hingga pria itu mengaduh, namun dekapan Knox mengunci tubuh mungil Nyx dengan kekuatan yang tak tergoyahkan.

"Ssttt... diamlah, Dewi Malam," bisik Knox tepat di telinga Nyx.

Dunia di sekitar Nyx mulai berputar. Cahaya lampu kristal itu perlahan memudar menjadi bintik-bintik putih yang kabur. Kekuatan di kakinya lenyap, dan perlahan-lahan kegelapan menelan kesadarannya. Tubuh Nyx merosot, jatuh sepenuhnya ke dalam pelukan Knox.

Knox Lambert Riccardo menghela napas panjang, membiarkan tubuh gadis itu bersandar di dadanya. Dia menatap wajah Nyx yang kini tampak damai dalam ketidaksadarannya. Topi beanie gadis itu terlepas, memperlihatkan potongan rambut pendek yang indah namun sedikit berantakan.

"Gadis bodoh," ucap Knox dengan suara parau, kali ini tanpa rasa sakit.

Dia menggendong Nyx dengan gaya bridal style, membawanya menuju sofa besar di tengah ruangan. Knox menyeringai tipis, mengabaikan rasa perih di sudut bibirnya. Dia mengambil ponsel dari saku celananya yang robek dan menekan sebuah nomor.

"Rencana Gagal," ujar Knox dingin ke seberang telepon. "Dia wanita."

Knox menutup teleponnya lalu duduk di kursi tunggal di depan Nyx yang pingsan. Dia menuangkan wiski ke dalam gelas, menatap Nyx seolah-olah gadis itu adalah barang rampasan perang.

Malam di Los Angeles mungkin penuh dengan pahlawan, tapi bagi Knox, pahlawan hanyalah orang-orang naif yang belum merasakan dinginnya dikhianati. Dan Nyx Morrigan baru saja mempelajari pelajaran pertamanya di kota ini: jangan pernah percaya pada serigala yang berpura-pura terluka.

( Nyx Morrigan )

( Knox Lambert Riccardo )

1
ren_iren
lanjutkan.... 🤗
Ros🍂: okay kak🥰🙏
total 1 replies
ren_iren
dapatttt aja visual yg bening2 🤭😂
Ros🍂: biar halu kita lancar jaya kak 😍🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
Nyx Knox....
gasss baca sampai habis.... 🤭😁😂
Ros🍂: Ma'aciww kak 🥰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!