NovelToon NovelToon
Bumi 6026

Bumi 6026

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Penyelamat / Time Travel / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik / Harem
Popularitas:858
Nilai: 5
Nama Author: imafi

Bumi, anak SMA biasa yang cuma jago ML, terbangun pada tahun 6026 untuk menjadi penolong dunia. Ia harus mencari sebuah daerah yang paling aman di muka bumi, tapi ia malah terdampar di wilayah yang hanya diisi oleh perempuan muda dan cantik. Pemimpin mereka ingin Bumi menghamili semua yang ada di sana, padahal ternyata mereka adalah...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon imafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Bab 3

Pesawat kapsul berwarna biru gelap yang terbuat entah dari metal atau apa, Bumi tidak tahu. Di setiap bagiannya dilapisi teknologi yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Mungkin ia pernah liat, tapi di game, bukan di dunia nyata. Sebetulnya di kapsul itu ada empat kursi kosong. Ayah dan ibunya bisa saja ikut, tapi sekarang ia hanya seorang diri. Kapsul melintas di perairan pacific, melewati filipina, tentu saja itu pengetahuan yang ia ketahui sebelumnya. Di dunia empat ribu tahun yang lain. Ia bisa melihatnya dari peta, tapi kalau ia melihat langsung keluar dari jendela, ia tidak tahu apa nama daerah yang sedang ia lewati sekarang.

“Sekarang kita ada di mana?” tanya Bumi ke pesawat.

“Kamu bisa memanggilku Emma,” jawab pesawat.

“Oke, Emma, sekarang kita ada di mana?” Bumi memperhatikan perairan berwarna biru gelap yang bergelombang menakutkan.

“Ada di atas samudera pacific.”

“Sebenernya kita mau ke mana?”

“Terserah kamu. Kamu kan pilotnya.”

“Nggak, aku bukan pilot. Aku nggak ngerti cara menerbangkan ini.”

Emma tertawa tapi kaku, seperti robot yang rusak.

“Kamu rusak atau tertawa?”

“Aku tertawa,” kata Emma lalu pura-pura batuk. “Kamu yang membuat suara ketawaku seperti ini.”

“Aku?” Bumi heran.

“Iya, kamu. Kamu yang berhasil menghidupkan aku. Kamu itu pintar sekali teknologi. Bisa membuat program dalam waktu singkat.”

“Waw, hebat juga aku,” Bumi menyeringai senang. “Apa lagi yang aku bisa?”

“Kamu mau coba nerbangin kapsul secara manual?”

“Emang bisa?”

“Ya bisa. Kamu bikin sistem pesawat ini hybrid. Jadi kalau aku… mati, kamu masih bisa menerbangkan pesawat ini. Selama ada bahan bakar tentunya.”

“Oke.”

“Oke.”

“Hah?”

Tiba-tiba mesin pesawat mati. Kapsul menluncur dengan deras ke laut, menukik tajam. Bumi teriak ketakutan. Tangannya secara otomatis mengambil tuas yang ada di ujung lengan kursinya. Ia lalu menggerakkannya ke atas, sambil menekankan kaki ke depan, seperti sedang ngerem, ia berhasil membuat kapsul menghadap ke depan, dan berhenti di atas laut.

“Wow, ternyata aku emang bisa menerbangkan ini!”

Bumi melihat sekeliling. Begitu banyak tombol. Tapi ia tahu apa yang ingin dilakukannya. Di kepalanya ia ingin memutar kapsul sehingga mebuat gelombang di atas laut. Dan tanpa perlu berpikir, tangannya menekan tombol, lalu menggerakan tuas dan melajukan kapsul dengan bentuk berputar seperti bor membelah laut.

“WOHOOOO!” Bumi teriak kegirangan.

Tiba-tiba muncul ikan besar dari air. Membuat Bumi harus menarik tuas untuk menghentikan kapsulnya. Ikan tersebut jatuh lagi ke laut, sehingga membuat gelombang air yang amat sangat tinggi. Gelombang itu membuat kapsul terhempas tak terkendali.

Bumi melihat langit dan laut berputar di depan matanya. Ia ingin mengendalikan kapsul tapi tidak mengerti arah atas dan bawah. Ia tidak tahu bahwa sudah kapsul sudah masuk ke dalam air. Dari kejauhan muncul ikan – seperti orca – berwarna hitam putih, tapi kenapa siripnya tajam seperti hiu gergaji. Orca gergaji itu berenang dengan kecepatan tinggi ke arah Bumi sambil mengeluarkan suara lengkingan yang memekakkan telinga. Bumi bisa melihat ada retakan di ujung kaca kapsulnya.

“EMMAAA! Ambil alih pesawat!” Bumi teriak sambil memejamkan mata.

“Oke,” terdengar suara robot bergema. Kapsul lalu meluncur ke atas dan berhasil keluar dari laut sesaat sebelum orca gergaji itu menabrak kapsul. Kapsul terus meluncur ke udara, melewati awan-awan, menghindari orca gergaji yang melompat dengan mulut terbuka mau menerkam kapsul. Tapi kapsul pesawat berhasil terbang sampai tinggi. Mulut orca gergaji itu tertutup dan kembali masuk ke laut dengan membuat gelombang yang tidak kalah tinggi dari sebelumnya.

Jantung Bumi berdebar keras. Ia mencoba mengatur napasnya. Pesawat kapsulnya kini sudah terbang lebih tenang. Di atas hamparan awan.

“Makasih.”

“Sama-sama.”

“Kenapa kamu tadi tiba-tiba masuk ke mode manual?” tanya Bumi pada Emma si pesawat.

“Kan kamu tadi bilang oke.”

“Maksud aku, oke aku mengerti, bukan oke berarti minta jadi manual.”

“Oh, sori. Aku salah kira.”

“Tapi untung kamu kembali. Kalau nggak, aku udah kaya nabi Yunus.”

“Kamu masih ingat cerita para nabi?”

“Iya lah. Masa nggak?”

“Di dunia ini banyak yang nggak percaya agama.”

“Kenapa?”

“Mungkin karena kalau tahu agama, tahu sebentar lagi kiamat. Tapi dari dulu itu belum terjadi.”

Bumi terdiam sejenak, “Tapi Mekah dan Madinah masih ada kan?”

“Iya. Masih ada. Ada juga orang-orang yang tinggal di sana. Tapi hanya orang-orang terpilih.”

“Maksudnya?”

“Di sana itu susah air, susah makanan. Hanya orang-orang yang kuat saja yang bisa ada di sana.”

“Oh.”

“Tapi aku yakin, kamu dan orang tua kamu bisa ke sana.”

“kok kamu tahu?”

“Ayah kamu sama kamu selalu ngomongin itu pas lagi betulin kapsul ini.”

“Tapi sekarang, mereka masih selamat?”

“Aku yakin iya.”

“Kamu diprogram untuk jadi positif ya?” Bumi mulai curiga.

Emma tertawa lagi. “Kamu yang membuat program itu.”

“Baik lah. Kita ganti topik pembicaraan.”

“Oke.”

“Sekarang kita mau ke mana?”

“Terserah kamu. Kan kamu pilotnya.”

Bumi tidak terkesan dengan jawaban Emma yang seperti mengulang jawaban pertama kali ia bertanya. “Kita terbang dengan ketinggian 20ribu kaki?”

“Betul.”

“Dengan kecepatan 2 mach. Berarti harusnya sebentar lagi kita ada di atas Mexico, betul?”

“Betul sekali.”

“Turun kan kecepatan dan ketinggian sehingga aku bisa melihat keadaan di darat.”

“Aku rasa jangan sekarang.”

“Kenapa?” Bumi terlihat kesal, tidak bisa melihat daratan. Sekeliling kapsul hanya ada awan.

“Karena sekarang bukan waktu yang tepat.”

“Tolong jelaskan, kenapa sekarang bukan waktu yang tepat.”

“Ini daerah berbahaya.”

“Kalau gitu buat kita turun di daerah yang tidak berbahaya.”

“Tentu saja.”

“Di mana itu?” Bumi mulai kesal karena Emma tidak memberikan jawaban yang jelas.

“Terserah kamu. Kan kamu pilotnya.”

Bumi menghela napas kesal, “Oke. Emma kembali ke mode manual!”

Emma tidak menjawab. Pesawat masih dalam keadaan auto pilot.

Bumi menekankan suaranya agar lebih tegas dan mempersiapkan diri untuk menerbangkan kapsul secara manual, “Emma, mode manual. Please.”

Tiba-tiba mesin pesawat kembali mati. Tidak tampak penjelasan apa pun di layar monitor tempat keluarnya suara Emma tadi. Bumi langsung menurunkan ketinggian dan kecepatan pesawat. Kapsul pesawat menukik tajam, ke bawah, melewati awan awan sehingga membuat pesawat bergetar. Yang diingat Bumi adalah getaran ketika ia naik bajaj di Tanah abang sama ibunya pas lagi mau jualan kue lebaran. Tapi itu semua adalah ingatan yang entah betulan atau bohongan. Ia tidak bisa lagi membedakannya. Karena sekarang Bumi bukan anak yang suka begadang dan kerjanya main game saja, sekarang Bumi adalah membuat program pesawat yang bisa menerbangkan pesawat dengan handal.

Seandainya saja, kakak, ayah, dan ibunya yang aseli bisa melihat aku sekarang, mungkin mereka nggak akan merendahkan aku lagi, kata Bumi dalam hati.

Pesawat kapsul kini terbang rendah. Reruntuhan bangunan perkantoran dan perumahan terhampar luas sepanjang mata memandang. Ia menurunkan pesawat di tengah jalan tol yang sudah usang dan berlumut. Sepi. Tidak ada siapa-siapa. Udara tampak tidak berbahaya. Dibukanya pintu kapsul. Lalu dengan hati-hati ia turun dari pesawat. Baru dua langkah menjauhi pesawat, tiba-tiba ada rombongan perempuan memakai baju dan topeng besi seperti pakaian tentara jaman Mesir kuno langsung mengepung Bumi.

1
Q. Adisti
seruu, lanjut kaaak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!