NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 20

Resty jalan keluar kelas pelan. langkahnya tidak secepat biasanya. saat SD dia paling cepat saat keluar kelas sambil menunduk. Tapi hari ini, dia malah nengok ke belakang. Dinda masih di bangku. jari-jarinya merapikan lipatan kertas sketsa. Seakan takut kalau kusut, masa depannya ikut kusut juga. Di luar kelas, angin siang dan panasnya terik matahari masuk lewat jendela. Bambu kuning yang Resty gambar tadi beneran ada di halaman sekolah. Daunnya goyang pelan. Persis seperti garis tipis pensilnya.

Dinda menyusul, map tebal dipeluk di dada. Dia buka resletingnya dikit, nunjukin ke Resty. “Lihat...!Aku taruh paling atas, Di atas roti. Jadi kalau aku lapar, aku buka mapnya dulu. Jadi tidak langsung makan rotinya.”

Resty tidak menjawab, Dia cuma tersenyum kecil. Senyum yang jarang muncul karena biasanya dia sibuk mikir nasi besok dari mana. Tapi hari ini dia tidak memikirkan apapun lagi, karena bapaknya sudah mulai berubah dan dia yakin bapaknya tidak akan membiarkan dia kelaparan lagi atau membuat dia jualan kue untuk mengumpulkan uang mendaftar masuk sekolah atau mencari sesuap nasi seperti yang dia lakukan selama 8 tahun ini setelah ibunya meninggal.

Dulu setiap sore pulang sekolah, kepalanya isinya cuma. Bapak lagi mabuk tidak....ya? Ada nasi tidak di dandang? Kue besok dijual ke siapa.... lelah?. Tapi hari ini kepalanya kosong. Kosong yang tenang. dan hari ini dia bersyukur, Allah memberikan hidayah kepada bapaknya untuk berubah. bapaknya juga sudah mulai memberikan dia uang jajan, biasanya dia hanya kesekolah membawa bekal

siang itu, panas teriknya matahari tidak melunturkan semangat Resty. Kendaraan lalu lalang di depan sekolah, debunya beterbangan kena angin. Bau knalpot bercampur bau aspal yang dipanggang matahari. Tapi Resty tidak merasa gerah. Dia duduk di anak tangga, map tebal Dinda masih dipangku. Tangannya sibuk, mengeluarkan pensil tumpul dari kantong baju.

Dinda kipas-kipas wajahnya pakai buku Matematika.“Kamu tidak kepanasan? Muka kamu sudah merah padam.”

Resty menggeleng, Dia balik kertas sketsa kemarin. Sisi kosongnya masih luas. Terus dia mulai gambar lagi. Kali ini bukan bangku pojok. Dia gambar lapangan sekolah, tapi versi kalau sudah sore. Ada tiang bendera, ada bayangan panjang, ada dua anak perempuan duduk di bawah pohon.

"menggambar apa lagi?” Dinda mengintip, keringatnya menetes ke kertas. Resty buru-buru mengelap pakai ujung baju.

“Masa depan versi siang,” jawab Resty. Pensilnya jalan pelan.“Yang kemarin versi sore. Yang ini versi kalau kita sudah besar, sudah lulus, terus balik lagi ke sini.”

Dinda diam. Dia mengambil pensil warna biru, nambahin langit di atas gambar Resty. Langitnya lebar dan tidak ada awan.“Biar panasnya tidak sia-sia,” katanya.“Biar kita ingat, semangat itu tidak akan luntur kena matahari.”

Tiba-tiba suara motor berhenti pas di depan mereka. Bapak Resty. Bajunya masih basah keringat, tapi tangannya bawa bungkusan daun pisang.

“Pulang...res! Bapak beli gudeg. Ada telornya dua,” kata bapaknya, senyumnya canggung tapi tulus.Resty kaget. Dulu bapaknya pulang cuma bawa amarah. Hari ini bawa gudeg. Dia berdiri, map Dinda dia peluk ke dada.

Dinda melipat gambar siang itu rapi-rapi. “Masukin sini ya?” katanya sambil nunjuk map.“Masa depan siang, masa depan sore, semua kita kumpulin.”

Resty naik ke boncengan bapaknya. Sebelum jalan, dia nengok ke Dinda.“Besok kita gambar versi malam?”

Dinda mengangguk, mapnya dipeluk juga. “Iya....!Gambar bintang Biar lengkap.”

Motor jalan pelan, ninggalin debu dan panas. Tapi di map itu, panasnya sudah berubah jadi langit biru dan janji besok dan dia bersyukur di hari pertamanya masuk sekolah sudah di berikan teman terbaik seperti Dinda.

Motor bapaknya jalan pelan, menghindari lobang. Angin siang nyamperin muka Resty, bawa bau gudeg dari bungkusan daun pisang yang dia pangku.Di belakang, Dinda melambai sampai motornya belok. Map tebal masih dipeluk. Dari jauh Resty melihat Dinda buka resletingnya dikit, terus mencium kertas gambar itu seperti menyimpan janji biar tidak kabur. Saat melewati rumah bibinya, ia melihat bibinya berdiri depan pintu sambil memandang mereka sinis.

Sampai rumah, rumahnya masih sama. Dindingnya retak, gentengnya ada yang bolong. Tapi hari ini rasanya beda. Bapaknya parkir motor, terus langsung ke dapur mengeluarkan dua piring seng, tidak disuruh atau dibentak.“Makan dulu....res!. Telornya satu buat kamu, satu buat Bapak,” katanya sambil nyuapin sambal.

Resty duduk di bangku kayu. Bangku yang dulu sering dia takutin. Sekarang dia duduk pelan. Dari kantong baju dia mengeluarin pensil tumpul. tidak buat gambar. Cuma dia putar-putar seperti mastiin kalau hari ini beneran nyata seperti pagi tadi yang dilakukan bapaknya saat nyiapkan teh hangat untuknya.

Resty duduk di bangku kayu. Bangku yang dulu sering Ia takutin. Sekarang dia duduk pelan. Dari kantong baju dia ngeluarin pensil tumpul. tidak buat gambar. Cuma dia puter-puter seperti mastiin kalau hari ini beneran nyata. Sama seperti pagi tadi. Saat bapaknya nyiapin teh hangat buatnya tanpa dia minta. Uap tehnya masih dia ingat. Dulu pagi-pagi saat dia bangun sudah dengar suara bentakan atau barang yang dibanting. Tapi Hari ini yang dia dengar suara sendok kena gelas pelan, terus bisikan bapaknya, “Minum dulu....res!. Biar tidak masuk angin.”

Pensil itu muter di jarinya. Satu putaran, dua putaran. Setiap putaran dia ingat satu hal.

bagaimana dulu bapaknya suka marah-marah dan pulang dalam keadaan mabuk, dan sekarang bapaknya tidak pernah lagi pulang dalam keadaan mabuk. Resty tidak tahu apa yang terjadi dengan bapaknya bisa berubah secepat itu dan dia bersyukur untuk itu dan Resty berharap semoga semua ini akan selalu menjadi kenyataan.

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!