NovelToon NovelToon
10th Anniversary

10th Anniversary

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Poligami
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laviolla

Di balik kelembutan sikap sang suami, ternyata ia menyimpan sejuta duri...

Rengganis tidak pernah menyangka jika di hari ulang tahun pernikahan yang ke sepuluh, ia akan mendapatkan sebuah kado yang sangat spesial. Kado yang menjadi awal petunjuk bahwa ada banyak dusta yang disembunyikan oleh sang suami.

Berawal dari sebuah foto USG yang ia temukan di dalam saku kemeja sang suami, Rengganis berhasil membuka sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan. Satu rahasia bahwa ternyata sang suami diam-diam telah menikah sirri dengan wanita lain.

Lantas, jalan apakah yang akan diambil oleh Rengganis di saat pernikahannya sudah dipenuhi dusta oleh sang suami? Apakah ia akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan menerima wanita lain untuk menjadi madunya? Atau apakah ia akan mengakhiri biduk rumah tangganya yang sudah berlayar sepuluh tahun dengan melepaskan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laviolla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anniv 20. Larut Dalam Hasrat

Tangan seorang designer interior nampak begitu piawai membuat gambar di sebuah laptop yang ada di hadapannya. Ia memberikan beberapa konsep tata ruang yang bisa dipilih oleh Dinda ataupun Puspa yang merupakan pemakai jasanya kali ini.

"Pokoknya terserah Anda saja Mas. Yang penting saya ingin konsep kamar menantu dan calon cucuku ini terlihat modern tapi tidak meninggalkan kesan minimalis. Jadi Anda atur saja."

Designer interior itu nampak manggut-manggut seakan begitu paham dengan apa yang menjadi permintaan kliennya.

"Jika kemauan Ibu seperti itu, saya merekomendasikan desain yang ini saja, Bu," ucapnya sembari menunjuk ke salah satu desain buatannya.

Dinda dan Puspa kembali menatap layar laptop yang ditunjukkan oleh sang designer. Wajah keduanya nampak berbinar terang sebagai tanda jika mereka menyetujui desain hasil rekomendasi designer ini.

"Deal Mas. Kami setuju memakai desain yang ini. Kira-kira bisa dimulai kapan untuk pengerjaannya?" tanya Puspa begitu antusias.

"Mulai kami kerjakan besok ya Bu. Untuk DP sejumlah lima puluh persen. Dan sisanya bisa Ibu bayarkan setelah pengerjaan ini selesai."

Puspa mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia buka fitur M-banking untuk transfer jasa renovasi kamar. "Baik Mas, aku transfer. Untuk total seluruh pengerjaannya berapa?"

"Total dua puluh juta ya Bu. Nanti untuk kamar akan kami rombak total karena kami akan memasukkan beberapa partisi untuk dijadikan box bayi juga baby tafel untuk mengganti popok bayi."

"Oke Mas, pokoknya kami percayakan semua pada Anda. Emmmm... untuk pengerjaannya perkiraan berapa lama ya Mas?"

"Kami usahakan maksimal tiga hari sudah selesai Bu."

"Baik Mas, terima kasih banyak."

"Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu Bu. Jika ada apa-apa perihal pengerjaan besok, Ibu bisa langsung hubungi saya."

Designer interior itu bangkit dari duduknya. Perlahan, ia keluar dari kamar utama yang ditempati oleh Dinda dan Krisna setelah hampir setengah hari, ia berada di sana untuk membuat beberapa desain kamar.

"Terima kasih banyak ya Ma. Mama sudah sangat baik padaku. Aku benar-benar tidak menyangka jika Mama akan memberikan ini semua untuk cucu Mama."

Hati Dinda diliputi oleh kebahagiaan yang tiada terkira. Ia memeluk tubuh Puspa dengan erat sebagai satu ungkapan terima kasihnya.

"Sama-sama Din. Aku melakukan ini semua karena aku sangat bahagia kamu bisa mengandung anak Krisna yang berarti cucu bagiku juga. Pokoknya kamu harus jaga kandunganmu ini baik-baik. Jangan sampai kamu kecapekan."

"Iya Ma, aku pasti akan menjaga kandungan ini baik-baik." Dinda melepaskan pelukannya. "Kalau mbak Ganis hamil juga, apa Mama juga akan memanjakannya mbak Ganis seperti ini?"

Puspa mengedikkan bahu. "Entahlah. Mungkin tidak. Karena perhatianku sudah lebih dulu tercurah untuk anak yang kamu kandung. Bagaimanapun juga kamu lebih awal hamil, jadi kebahagiaan juga perhatianku sudah tercurah semua untuk anak yang ada di dalam rahimmu."

Senyum Dinda semakin mengembang. Jika sudah seperti ini ia bisa menjalani hari-harinya dengan tenang tanpa merasa diabaikan atau disisihkan.

"Terima kasih banyak ya Ma. Aku sangat bahagia mendapatkan mertua seperti Mama."

"Sama-sama Din." Puspa mulai melangkahkan kaki untuk keluar dari kamar ini. "Oh iya, selama kamar ini direhab, bagaimana kalau kamu tinggal di hotel saja Din? Pasti akan banyak debu yang berbahaya untuk kesehatan juga bayi yang ada di dalam kandunganmu. Atau kamu mau di Magelang? Ibumumu ada di sana kan?"

Dinda nampak sejenak berpikir hingga akhirnya ia pun membuat satu keputusan. "Aku tinggal di hotel saja Ma. Nanti biar mamaku yang menyusul kemari biar sekalian refreshing. Kasihan sudah sejak lama mamaku tidak pernah lagi refreshing."

"Oke silakan kamu atur. Aku sudah merencanakan beberapa agenda selama aku di sini."

"Memang berapa lama Mama dan papa ada di Jogja?"

Puspa sejenak berpikir. "Lumayan lama sih. Rencananya papa mau buka store di sini. Sudah ada lokasinya tinggal renovasi ulang. Nanti aku juga akan mengadakan acara untuk tujuh bulananmu."

"Oh seperti itu?"

"Tenang saja, setelah kamarmu selesai di renovasi, aku dan papa tidak tinggal di sini. Sudah ada satu paviliun yang aku sewa selama berada di Jogja. Jadi aku ataupun papa tidak akan mengganggu kehidupan Krisna beserta dua istrinya," ucap Puspa dengan tawa yang terdengar renyah.

"Ssshhhh... Bukan seperti itu maksudku Ma. Lalu, untuk store yang ada di Jakarta dan sekitarnya bagaimana?"

"Tenang saja, sudah di handle sama Rena, adiknya Krisna."

"Ohhh... Aku malah belum sempat bertemu ataupun ngobrol sama Rena ya Ma."

"Besok pas acara tujuh bulanmu kamu pasti akan berjumpa, bukan hanya Rena tapi semua keluarga besarku dan papa. Karena rencananya seluruh keluarga besar akan aku undang."

Ekspresi penuh kebahagiaan muncul di wajah Dinda. Entah mengapa ia merasa saat acara tujuh bulan nanti ia akan menjadi pusat perhatian. Karena bisa mengandung anak Krisna yang dari pernikahan pertamanya tidak dikaruniai anak.

Bagus, dengan adanya acara itu setidaknya aku bisa berbangga diri karena mengandung anaknya mas Krisna. Mbak Ganis pasti akan semakin tersingkir dan merasa rendah diri.

***

"Sayang!"

Selepas pulang dari kantor, Krisna memasuki kamar sempit yang saat ini ditempati oleh Ganis. Pria itu memilih masuk ke kamar istri pertama mengingat malam ini istri keduanya sedang menginap di hotel. Meski beberapa saat yang lalu Krisna sempat ditahan oleh Dinda agar menemaninya di hotel, namun pada akhirnya Krisna bisa pulang ke rumah. Pria itu berupaya sekuat tenaga untuk bisa berlaku adil mengingat jatah bermalam Dinda sudah melampaui batas.

"Mas, kamu pulang?" tanya Ganis dengan suara yang lembut. Ia turun dari ranjang, menghampiri suaminya dan mencium punggung tangannya. "Aku kira kamu tidur di hotel."

Kedua bola mata Krisna terbelalak sempurna melihat Ganis yang mengenakan lingerie warna merah maroon yang begitu menerawang. Ia seakan kesusahan menelan salivanya melihat kulit Rengganis yang begitu mulus tanpa cela. Dengan lekuk tubuh yang begitu jelas semakin membuat hasrat lelaki itu semakin memuncak.

"Sayang... Kamu sengaja menggodaku?" tanya Krisna dengan suara yang terdengar parau.

Ganis tersenyum simpul. "Menggoda suami sendiri tidak berdosa kan?"

Perlahan, tangan Rengganis membuka kancing kemeja Krisna satu persatu. Melucuti semua pakaian yang dikenakan oleh sang suami. Melemparnya ke sembarang arah dan kini hanya tersisa boxer yang masih menutupi batang kejantanannya.

"Aahhhh... Sayang... K-kamu nakal!"

Krisna sedikit melenguh kala jemari tangan Ganis memainkan batang kejantanannya yang sudah mengeras itu. Ada sensasi rasa nikmat meski baru pemanasan.

Ganis tersenyum nakal. Ia dekatkan bibirnya ke telinga Krisna. "Malam ini, aku ingin kamu memanjakan aku, Mas!"

Lidahnya menjulur. Bermain di ceruk leher dan semua titik-titik yang semakin membuat terangsang. Hingga pria itupun hanya bisa memejamkan mata merasakan perbuatan sang istri yang terkesan jauh lebih nakal dan binal dari sebelumnya.

Krisna membuka mata. Ia turut tersenyum nakal dan mulai melumat habis bibir sang istri. Tangannya menelusup masuk ke bagian dada dan memainkan dua benda sintal yang nampak menggoda. Sesekali ia hisap benda itu dan ia mainkan lidahnya di sana.

"Sshhhhh.... Aahhh..."

Ganis melenguh. Merasakan begitu nikmatnya apa yang dilakukan oleh sang suami. Entah apa yang terjadi, namun malam ini rasanya ia sangat bernafsu sekali.

"Mau berapa ronde Sayang?"

"Terserah kamu Mas!"

Krisna tersenyum lebar. Ia gendong tubuh Ganis dan ia bawa untuk kemudian ia rebahkan di ranjang. Tanpa basa-basi, Krisna melucuti lingerie yang dipakai oleh sang istri hingga kini Ganis dalam posisi polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Dibarengi Krisna yang juga melepaskan boxer yang menutupi bagian bawahnya.

"Akan aku pastikan setelah ini kamu tidak bisa jalan, Sayang!"

Krisna mengarahkan batang kejantanannya ke dalam liang surgawi milik Ganis. Dan sepasang suami-istri larut dalam lautan hasrat yang bergelora dengan napas yang sama-sama memburu.

Ya Allah... Kali izinkan aku menjadi pemenang dalam ikhtiarku. Semoga ini adalah batas penantian panjangku. Aamiin.

.

.

.

1
suciati
gpp nis.. yang penting kamu tidak boleh kalah dari pelakor itu
suciati
wooaahh Rangga ternyata seorang dokter... jangan2 dia spog
suciati
puspa jadi pindah haluan ya.. tau bakal punya cucu dari Dinda, eh Ganis dilupakan
suciati
ulalaaalaa..pinter akting juga ya dia.. cocok tuh dijadikan pemain film
suciati
ngebet jadi orang kaya sampai lupa klo mereka sedang numpang
Hanindia
nah loh gk bisa jawab kan
Hanindia
emang punya segudang cara licik yaa,, tp gtw, ntar berhasil atau tidak
Hanindia
kereennn.. lawan mertuamu nis
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen, follow, subscribe dan share ya... mkasih
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
bagus Ar... klo gitu kan enak, biar Krisna cepet ketahuan
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayooloohhhhh awal-awal minta dikenalin, Lama-lama minta warisan🤣
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
sampai di magelang kamu yang akan terkejut Nis😂😂
cinta semu
ya lihat aja biasa ny pelakor tu licik ny tiada tanding😂😂benar u nis ..manis asam garam sudah u makan hidup bersama Krisna ...jadi g masalah mau harta terbagi bahkan jatah tubuh terbagi ..gass aja ...
Anonim
basi anying
Anonim: asli .. muak lapar malah basi
total 2 replies
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
siap2 hancur akibat ulahmu sendiri Kris
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
Krisna pintar ngibulll... udah pro banget dia kayaknya...
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hahaha terlalu banyak yang dipikirkan sampai nge-blank gitu🤣
Laviolla
selamat membaca semua... jangan lupa untuk like, komen follow subscribe dan share ya.. makasih
Masitoh Masitoh
seruuu
☠novi¹Kᵝ⃟ᴸ
hayoloohhh ketemu juga tuh foto USG nya.... besok bakal ketahuan tuh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!