NovelToon NovelToon
RIKI & AMEL

RIKI & AMEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Amelia desianti

Amelia wanita cantik, baik, ceria dan penuh perhatian. Dia sangat menghargai Cinta, namun hatinya berkali-kali patah karena para mantan yang memberi harapan palsu.
Di sekolah Menengah Atas dia terjebak berbagai masalah saat bertemu dengan RIKI, lelaki Kasar dan Angkuh. Terkenal akan kenakalannya yang membuat Amel tak habis pikir dan berujung emosi. Akankah Amel bisa menghadapi lelaki itu?, Apa yang akan terjadi pada keduanya di saat-saat mereka tanpa sadar selalu bersama?.
yuk intip kisah mereka, Riki & Amel.


😍😍😘😘😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia desianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Museum Monpera

(☆^O^☆)(☆^ー^☆)(∩_∩)(^_^)

.

.

.

Pagi ini aku sudah mengemas kamera dan beberapa buku serta alat tulis untuk di bawa ke Museum Monpera. Kini aku sudah berada di dalam bus bersama teman sekelas. Aku duduk di barisan paling belakang dekat kaca dan di sebelahku kini ada Raffi serta wali kelas kami.

Dalam perjalanan aku terus memandang keluar jendela melihat kendaraan yang berlalu lalang. Hari ini aku akan fokus pada laporan perjalanan kali ini. Saat kami sampai di depan museum, semuanya berbaris dan mengikuti arahan guru. Kami di bagi menjadi beberapa kelompok, dalam satu kelompok ada tiga orang.

"Kenapa harus begini sih?" gumam ku sembari menggeleng kepala ku frustasi.

Saat ku lihat orang di kanan dan kiri ku adalah kelompok ku. Raffi dan Riki yang membuat suasana kini menjadi canggung. Seakan aku ingin hilang saja dari dunia ini sekejap. Aku pun pergi memasuki museum dan mulai memotret setiap hal yang ku lihat. Mereka menggiringku di belakang, tanpa sepatah kata mereka berjalan bersama.

"Kamu, catat setiap hal yang penting!" aku memberi si berandal buku dan pena.

"Raffi, kamu pegang perekam suara ini, rekam semua penjelasan dari penjaga museum."

"Aku mau kamera." pinta Riki.

"Ini kamera ku, aku yang akan memotret." jelas ku.

Dia berekspresi tak setuju dengan tugasnya.

"Kita tinggali saja." kata Raffi yang kini menarik tangan ku pergi.

Banyak sejarah yang tertinggal di museum ini, dari lukisan ataupun beberapa alat yang di gunakan pada jaman kerajaan Sriwijaya. Membuat aku bersemangat mengelilingi museum ini, Raffi selalu membuatku tertawa dengan obrolan yang penuh canda darinya. Tapi, si berandal itu membuat aku sedikit kesal dengan tingkahnya yang selalu mengganggu kami dengan ekspresi masamnya.

"Mel, biar aku bantu kamu fotoin semuanya." tawar Raffi.

"Itu bapak penjaga." tunjuk Riki.

"Cepetan kamu wawancarai bapak itu fi." pintaku.

Raffi pun bergegas menghampiri bapak itu di lantai bawah. Sekarang tinggal aku dan si berandal berada di lantai atas. Aku tak menghiraukannya dan tetap fokus memotret setiap penjelasan sejarah dari barang-barang itu. Dia tiba-tiba mendekat dan merebut kamera ku.

"Kembali kan!" pinta ku yang kini berusaha merebut kembali.

Tanpa sadar aksi rebutan kamera itu membuat aku berada sangat dekat dengannya sampai terdengar detak jantungnya yang berdegup kencang. Dia memandang ku dengan tatapan sendunya seakan itu hanya bisa ia lakukan untukku.

Aku pun mulai tersadar dan mulai menjauh darinya, hati ku lagi-lagi ikut berdebar tiada hentinya. Aku berlari menuruni anak tangga dengan perasaan gugup sampai tubuhku tak seimbang dan terjatuh. Tangannya dengan sigap menggapai tubuhku dan lagi-lagi kedekatan ini membuat perasaan ku yang ingin ku buang jauh itu kembali lagi.

"Orang ini selalu membuatku tak menentu." batinku menatap indah lentik bulu matanya.

"Sayang!" pekik Viona.

Ia pun melepas tangannya dan mengembalikan kamera ku.

"Vio, kami gak ada apa-apa, jangan salah paham." jelas ku.

"Ayo pergi." tanpa membalas perkataan ku dia menarik Riki pergi begitu saja dengan ekspresi kesal.

Aku pun kembali turun dan menghampiri Raffi yang sudah menunggu ku di bawah.

"Mana orang aneh itu?"

"Pergi."

"Baguslah."

Sekarang saatnya kami di beri waktu satu jam untuk menikmati suasana di sekitar museum. Aku menyimpan kamera ke dalam tasku di bus, dan keluar menghampiri Raffi yang sudah menunggu ku.

"Nih." dia memberi ku sebotol air putih dan sebungkus cemilan.

"Makasih."

Aku berjalan menuju tempat yang enak untuk diduduki. Pepohonan yang rindang membuat suasana sejuk walau terik matahari menyinari.

"Pak sini."

"Kenapa kamu panggil bapak itu?"

"Dia tukang foto. Ayo foto sama aku."

pinta Raffi sembari menarik tanganku.

Aku pun tanpa sadar berdiri bersamanya sembari tersenyum, ia mengalungkan tangannya di bahu ku.

"Sekali lagi." katanya.

Beberapa kali aku sudah bergaya, dan akhirnya ia menyudahinya.

"Tunggu disini ya nak." pinta bapak tua itu.

Kami pun menunggunya sembari memakan cemilan kami. Tak sengaja aku melihat Viona yang berlari sendirian dan terlihat sedikit pucat.

"Rafii, aku ke sana bentar."

"Oke."

Aku pun menyusul Viona, dia menuju ke toilet. Dan aku bergegas ikut masuk ke dalam toilet.

"Kamu kenapa Vio?"

Dia terus muntah-muntah, aku memberinya minyak kayu putih.

"Makasih."

"Aku panggil guru, biar kita bisa ke dokter."

"Nggak perlu."

"Kamu beneran gak apa?, kamu pucat banget loh."

"Jangan sok peduli, kita bukan teman. Dari awal aku deketin kamu itu buat bisa dapatin Riki, jadi berhenti merasa kalau kita adalah teman."

Perkataan itu membuat aku kesal dan ingin marah. Tapi, aku tak bisa melakukan itu karena melihat dia yang sekarang sedang sakit.

"Terima kasih sudah jadi teman aku, walaupun itu hanyalah pura-pura."

Saat aku hendak meninggalkannya, barangnya terjatuh tepat di depan kaki ku. Saat ku ambil, itu adalah sebuah testpack yang sudah di pakai dan terdapat dua garis.

"Punya siapa ini?" tanya ku.

"Itu milikku." ia pun merebutnya.

"Kamu hamil?"

"Iya, aku hamil, kenapa?"

"Bagaimana dengan sekolah?, siapa pelakunya?"

"Siapa lagi kalau bukan pacarku, jadi aku mohon, menjauh darinya demi anak ini." ancamnya sembari mengelus perutnya.

Aku pun tak bisa berkata apapun dan pergi meninggalkannya. Aku tak mau percaya, tapi aku juga tak bisa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan nya. Dia dan si berandal berpacaran, sudah pasti dia adalah ayah dari anaknya. Aku berlari ke suatu tempat yang sepi, terasa sakit di hati. Air mata ku mengalir serasa sepi, mengapa aku seperti ini?, apa aku tanpa sadar sudah sangat menyukainya?.

Menyukai orang yang bahkan bukanlah pacarku, dan menangisi orang yang bahkan mungkin tidak pernah mencintaiku. Tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang.

"Jangan menangis, nanti kamu jelek."

Suara sendu dan memanjakan itu jelas adalah dia. Aku menoleh ke belakang dan melepas pelukannya.

"Kenapa kamu disini?"

"Tuh kan jelek, kalau menangis." katanya sembari menghapus sisa air mataku.

Aku pun menepis tangannya dan menepuk dadanya sekeras mungkin. Semua amarah dan rasa sedih ini aku buang padanya dengan pukulan-pukulan ku.

"Ada apa?" dia memegang tanganku.

"Jauhi aku, jangan mendekati ku lagi, sudah cukup buat aku mengharapkan sesuatu yang tak akan mungkin aku dapatkan."

"Apa maksudmu?"

"Jauhi aku. Anggap saja aku sebagai angin lalu, jangan pernah datangi aku, jangan pernah membuatku berdebar lagi, aku mohon." pinta ku dengan air mata yang mulai mengalir kecil.

Aku pun pergi meninggalkannya, ku hapus air mata ini dan kucoba untuk tersenyum kembali. Mencoba tuk mengubur perasaan ini sampai tak terlihat apapun.

"Mel, kamu dari mana aja?" tanya Raffi yang sudah lama menunggu ku.

"Maaf, aku kelamaan ya?"

"Nggak kok, aku akan setia menunggu sampai kamu datang."

Tak terasa satu jam kini telah berlalu, akhirnya kami kembali ke sekolah.

.....

.

.

.

Di sekolah, aku merapikan tasku dan hendak pulang ke rumah.

"Mel, sini biar aku yang mengerjakannya. Kamu tunggu aja, besok semua laporan beres."

"Aku temani?"

"Kamu istirahat aja di rumah, kayaknya kamu kurang sehat. Biar aku yang menyelesaikan akhirnya."

"Terima kasih Raffi, aku mengandalkan mu."

"Oke."

.....

💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔💔

1
LyaCutez
keren
Neonnorey
5 bintang mendarat untukmu Thor🤗
Neonnorey
emang bunga matahari ada baunya kah thorr
Neonnorey
matre andaa haha
Neonnorey
ibuku GK pernah gitu haha, emang fiksi membagongkan wkwk
վմղíα | HV💕
up
Risa Virgo Always Beau
Amelia kamu kenapa sedih padahal mau ulang tahun
Yasmine
haloo

semangat ya Up ceritanya
Park Cantika
semangat Thor dilanjutkan cerita ya 😁😁
Tiana
Up thorrrrr
Sri. Rejeki
mamir... 😁😁
☠ᵏᵋᶜᶟнᷜаͣяͬяͥёᷠ ŋаժԑԑ🕊️⃝ᥴͨᏼᷛ
Hadirr, 5 Bintang mendarat mulus.

semangat up karya nya ya 🔥
𒁍⃝Ғνᷤcͣκᷜɪͭиͥʙ⨻ꚃтʌʀÐ︎᚛➢
🥀🌺Rating lima mendarat yah🥀🌺
𝓓𝓮𝓪
next
վմղíα | HV💕
terus up Thor.
վմղíα | HV💕
semangat Thor 💪.
վմղíα | HV💕
KK yunia hadir.
վմղíα | HV💕: ngintil aja sama kk ya
total 4 replies
B⃟cMarwa
itulah maknanya hidup
Bintang Ray234🌸🌸
Kaka, ni Ray kasih bintang 5 buat deh buat kaka Author supaya makin semangat up dan berkarya sukses kedepannya buat kaka. Dan kalo kaka ada waktu luang mampir yuk ke cerita aku terimakasih☺️🌸🌸💕💕💪💪👍👍✨✨🙏
Bintang Ray234🌸🌸: Onaji Nakama(sama-sama kaka)🥰🥰💕💕🌸🌸✨✨👌
total 2 replies
Bintang Ray234🌸🌸
Kaka ak udah mampir ya, btw ceritanya bagus banget kak semangat terus ya buat kaka Author juga sukses terus ya buat karya karya kaka yang lainnya kedepannya🌸🌸💕💕🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!