Pelakor adalah korban bukan salah dia mencintai lelaki yang sudah memiliki seorang istri tapi karena sebuah perasaan yang mempermainkannya.
Untuk menyelamatkan nyawa sang nenek, Vivian Cambriella terpaksa menikah dengan lelaki tampan yang tak lain adalah seorang CEO , atasannya sendiri.
Setelah dua tahun menikah Ia baru mengetahui suaminya telah memiliki seoarang istri.
Alasan Keanu mau menikah dengan Vivian adalah untuk menyewa rahimnya , supaya Ia memberikannya seorang anak.
Bagaimana nasib Vivian ?
Akankah Ia mendapatkan cinta dan kebahahiaan dari suami yang telah membohonginya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mora Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 : BERCERAI
...BERCERAI...
...DIA SEPERTI BUNGA MATAHARI, DENGAN SEGALA KELEMBUTAN DAN KEHANGATANNYA YANG TULUS....
...KAMU SEPERTI BUNGA SAKURA, DENGAN SEGALA KEINDAHANNYA DAN KEMANISANNYA YANG MENGGETATKAN HATI....
...----------------...
Wanda mengancam akan meninggalkan Keanu serta membawa anaknya pergi jika dia tidak menceraikan Vivian.
Tapi Keanu tidak bisa menceraikan Vivian , biar bagaimanapun wanita itu sedang mengandung anaknya juga.
" Mas, aku ingin bicara " Kata Wanda yang sedang gelayutan di lengan Keanu.
" Mau bicara apa ? " Tanya Keanu membalikan badannya ke arah Wanda.
" Hmmmm....dari mana ngomongnya, ya ? " Ucap Wanda sambil mencubitin tangan Keanu.
Keanu mencbit hidung Wanda, " Memangnya apa yang ingin kamu bicarakan, sampai kamu bingung gitu ?"
" Aauuwwwwwww...." Jerit Wanda sambil mengelus hidungnya yang kemerahan.
" Sayang " Wanda memeluk Keanu dengan erat , dan menyandarkan kepalanya ke dada suaminya.
" Iya " Jawab Keanu sambil memainkan rambut Wanda yang terurai.
" Sekarangkan aku sudah hamil, dan kita akan segera memiliki anak " Kata Wanda dengan suaranya yang lembut.
Keanu mencium rambut Wanda , " Terus ? "
" Sebaiknya kamu, ceraikan Vivian, dan dia bisa melanjutkan hidupnya lagi, dia bisa mencari lelaki yang single , lalu mereka bisa hidup dengan bahagia " Wanda mengatakannya sangat lancar dan mudah sekali memutuskan kehidupan orang lain.
Seolah-olah Ia ingin mengatakan kala barang yang sudah tidak bisa di pakai, lebih baik di buang saja.
Keanu tertegun sampai menelan air liurnya saat mendengar perkataan Wanda, dengan gampangnya Wanda meminta dia untuk menceraikan Vivian.
Dulu saat Wanda meminta Aku untuk menikah kembali, juga Ia tidak pernah nanya pendapat diriku, apakah aku setuju atau tidak, tidak pernah menanyakan perasaan yang ku rasakan, dia hanya memikirkan dirinya sendiri.
" Sayang " Kata Keanu menghentikan tangannya yang membelai rambut Wanda dan , mengambil posisi duduk di atas ranjang.
" Kamu serius mengatakan itu ? Kamu sadar gak apa yang kamu katakan ? " Keanu menatap wajah istri yang dia cintai.
" Maksudnya ? " Wanda balik bertanya sambil berdengak untuk melihat mata Keanu.
" Vivian sedang hamil, anak yang ada di dalam perutnya , anak aku juga, mana bisa aku membuang darah dagingku " Seru Keanu dengan suara yang serak.
Wanda bangun dari posisi tidur, kedua tanganya menyentuh pipi Keanu," Sayang ! Aku hanya meminta kamu menceraikannya , bukan membuang anakmu "
" Jadi....kamu mau , aku memisahkan bayi yang baru lahir, dari ibunya ? " Kata Keanu setengah berteriak, membuat Wanda jadi ikut emosi.
" Bukan mengambil tapi memintanya, toh Vivian tidak akan sanggup untuk menafkahi anaknya, di tambah dia adalah seorang janda, tidak akan ada pria yang mau dengan janda beranak satu, dan tidak ada untungnya bagi Vivian kalau dia membawa anaknya pergi " Ucap Wanda meninggikan suaranya.
" Hidupnya akan jauh lebih baik meninggalkan anaknya, bersama kita , lalu kamu bisa memberinya kopensasi supaya hidupnya bisa sukses, setelah itu dia bisa menemukan pria yang mencintainya " Kata Wanda layaknya seorang sutradara yang mengatur skenario para pemain.
Keanu tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, jika di lanjutkan Wanda akan terus berbicata tiada henti, dan tetap saja Ia tidak akan mendengarkan pendapat orang lain.
Wanda yang melihat Keanu diam , dan tidak mengatakan apapun, membuat dirinya semakin emosi," Jadi...kamu tidak mau menceraikan, Vivian ? "
" Masalahnya bukan mau atau tidak mau " Sahut Keanu masih berusaha untuk sabar menghadapi Wanda.
" Lalu ? " Wanda terus menyudutkan Keanu, Ia tidak akan berhenti sampai keinginannya terpenuhi.
" Pokoknya tidak bisa " Gumam Keanu pelan.
" Apakah....hati kamu berat , untuk melepaskannya." Kata Wanda menatap tajam mata Keanu.
Kalau Aku menjawab Ya pasti , Ia tidak akan suka mendengarnya. Sebagai manusia aku sangat naif, aku mencintai Wanda , tapi aku juga tidak ingin kehilangan Vivian.
Hatiku tidak rela, Vivian bersama dengan pria lain.
Dan aku cemburu melihat dia tertawa bukan karena diriku.
Apakah, aku terlalu serakah menginginkan keduanya ?
Apakah, aku tidak boleh memberikan kasih sayangku, untuk keduanya.
Wanda mengguncangkan tubuh Keanu, sambil berteriak, " Kenapa diam ? Cepat jawab."
" Kamu tidak ingin melepaskannya, pasti karena berat untukmu " Kata Wanda menuduh Keanu.
Keanu bukannya menjawab, tapi Ia malah beranjak dari tempat tidur, dan menjauh dari Wanda.
" Kenapa menghindar " Teriak Wanda tanpa menoleh ke arah Keanu , matanya fokus menatap ke depan.
Keanu yang berdiri membelakangi Wanda, tidak mempunyai keberanian untuk membalikan badannya.
Sambil berurai air mata, dan dengan suara yang parau , Wanda berteriak histeris " Aaarrrggggg "
Wanda menghampiri Keanu, mengangkat wajah suaminya ,dan berkata," Kamu mencintainya kan "
" Kamu tahu, aku sangat mempercayai dirimu , aku yakin kamu tidak akan pernah mengkhianati diriku." Gumam Wanda sambil membuang semua barang yang ada di meja rias.
" Kamu telah merusak kepercayaan ku, dan kamu membohogiku. kamu bilang hanya aku , wanita yang kamu cintai." Wanda masih berteriak.
Wanda tersungkur di lantai , teriakannya semakin menjadi , Ia seperti orang gila yang baru lepas, brutal dan tidak buas " Semuanya bohong....bohong dan bohong "
Keanu memeluk Wanda, menenangkan wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya, sambil berulang kali mengucapkan kata , " Maaf "
Aku tidak mengerti, mengapa aku ikutan menangis, hatiku sakit melihat Wanda bersedih.
Sungguh aku tidak mau menyakiti Wanda maupun Vivian, dan aku bingung harus bagaimana ?
Kenapa hidup yang awalnya mudah jadi sangat sesulit ini !
Keanu merapihkan rambut Wanda yang berantakan, menghapus air mata yang membasahi pipinya., dan mencium keningnya dengan lembut.
Jika Aku bisa mengulang waktu, ingin rasanya kembali ke masa itu, waktu di mana aku dan Vivian berdiri di tengah hujan.
Saat Vivian membutuhkan uluran tangan. aku tidak akan pernah meraihnya.
Dan seharusnya aku menolak, saat Wanda menangis memintanya untuk mencarikan rahim seorang wanita.
Sekarang semuanya sudah terlambat, hanya ada rasa menyesal yang menusuk di dada.
Waktu tidak akan kembali, waktu juga tidak akan berhenti , dia akan terus bergerak maju.
...♧♧♧♧♧♧...
Vivian sedang menatap bulan di luar jendela, malam ini Ia bersinar sangat terang, cahayanya membawa diriku keluar dari kegelapan.
Aku mengelus perut dengan lembut, ada perasaan aneh yang ku rasakan ketika hamil.
Perasaaan yang tidak bisa aku ungkapkan dengam kata-kata ,karena semua rasa telah bercampur menjadi satu.
Aku tidak pernah membayangkan masa depanku akan seperti itu, menikah dengan laki-laki yang sudah beristri, dan jatuh cinta kepadanya.
Perasaan bersalah setiap kali aku mencintainya, aku bisa menjauhi dirinya tapi aku tidak bisa untuk menghapus rasa cinta ku.
Bayangannya yang sedang tersenyum, dan matanya yang indah , aku tidak bisa melupakannya dari ingatan ku.
Jika aku boleh memilih, lebih baik aku menghilang untuk selama-lamanya dan membawanya mati bersamaku dari pada terus hidup tapi di paksa untuk melupakan dirinya.
Cinta itu aneh.....
Dia bisa membuat kita tersenyum bahagia, tapi bisa juga memberikan kita luka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tunggu di chapter selanjutnyanya 😉
TERIMA KASIH sudah membaca novel dari seorang yang amatir ini , semoga dapat menghibur dan menyenangkan kalian.
Jangan lupa dukunagn dari kalian , seperti like , vote , dan share ato mau nampol pake bunga ****** juga boleh 😁😄😂🥰😍😍🤩