Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia
Bab 18
Liam dan Lilliana duduk anteng meminum jusnya. Mereka sangat senang karena mendapat pengalaman melihat menyeduh kopi dari mesinnya.
Semua yang di lakukan oleh Alice tidak luput dari pandangan Carlos dan Lucas, Lucas memandangi bosnya yang daritadi sedang mengamati Alice.
‘Sepertinya setelah ini akan ada pekerjaan tambahan.’ Ucap Lucas dalam hati sambil tersenyum.
“Pa..” panggil Liam membuat Carlos tersentak kaget.
Lucas hanya tersenyum melihat tingkah bosnya.
“Iya nak?” Tanya Carlos
“Nanti jadikan setelah papa selesai, kita ke makam mama?” Tanya Liam memastikan.
“Iya jadi kok, nanti Oma juga ingin ikut.” Jawab Carlos.
“Yeay.. Oma ikut.” Ucap Lilliana
Carlos mengelus rambut Lilliana, “nanti jangan nakal ya, papa juga sudah meminta tolong pihak restoran untuk menyiapkan sesuatu untuk kalian agar tidak bosan.” Ucap Carlos
Liam dan Lillian menganggukan kepalanya, “kalau nanti bisa enggak ya kita main sama aunty itu lagi.” Ucap Lillian sambil mengaduk sendok kecilnya.
“Jangan ya dik, aunty itu pasti mau kerja juga.. nanti main sama abang saja ya.” Ucap Liam
“Iya abang..” ucap Lillian dengan kurang semangat.
Carlos hanya bisa mengelus rambut anak gadisnya, “maaf ya, kalian harus ikut papa kerja dulu.” Ucap Carlos..
“Enggak apa-apa pa, kan Nenek dan Kakek juga lagi ada urusan penting makanya papa ajak kami juga. Mudah - mudahan nanti ada buka mewarnai, biar adik enggak bosan.” Jawab Liam
Carlos mengelus rambut Liam, ia merasa anak sulungnya itu menjadi dewasa sebelum waktunya. Tapi ia juga bersyukur karena anak kembarnya tidak pernah terlalu rewel jika ia tinggal bekerja. Makanya Carlos selalu berusaha meluangkan waktu untuk anak - anaknya.
Carlos melihat jam yang melingkar di tangannya, 10 menit lagi meeting di mulai.. ketika ia ingin membayar, team dari kantornya sudah sampai, ia memberi kode ke Lucas untuk segera melakukan pembayaran.
Setelahnya mereka bersama - sama menuju ruang meeting dengan di pandu oleh Nita. Mereka masuk ke ruang meeting, Liam dan Lillian langsung menuju ke tempat Alice berdiri. Mereka menunggu Alice selesai memberi instruksi kepada karyawannya.
“Semua sudah okay ya? Itu sudah pada masuk ke ruangan jadi tolong jangan lupa ya harus sesuai dengan yang sudah di sepakati ya.” Ucap Alice
“Baik Nona.” Ucap Sara.
“Nita tolong nanti kamu stand by di sini ya, langsung lapor apa saja yang habis agar cepat di refil. Walkie talkienya yang di telinga di pastikan berfungsi.. bagian dapur harus cepat tanggap ya.” Ucap Alice memberikan instruksi pada karyawannya.
Ketika ia berbalik ingin keluar ruangan, ia melihat Liam dan Lillian sudah menunggunya.
“Eh kalian kok di sini? Sama siapa?” Tanya Alice
“Sama papa, aunty.. tuh papa di sana.” Jawab Liam sambil menunjuk papanya yang sedang berbicara dengan klien mereka.
“Oh.. bearti aunty menyiapkan ini untuk kalian dong.” Ucap Alice sambil menunjuk ke bagian sudut ruangan yang di dekat kursi utama.
“Wah… tapi apa boleh Lilli main sama aunty?” Tanya Lillian..
“Kenapa tidak boleh, lagipula aunty tidak terlalu sibuk.. hanya saja nanti di jam 2 karena aunty ada meeting di luar.” Jawab Alice sambil mengambil tas yang ia siapkan dan memakaikannya ke Liam dan Lillian, lalu Alice mengambil bantal dan selimut yang sudah ia siapkan.
“Yuk, kalian izin dulu sama papa ya, kalau papa tidak izinin jangan marah dan kesal ya.” Ucap Alice lagi sambil mengiring langkah anak - anak itu
Ketika sudah ada di hadapan papanya yang baru saja mengobrol dengan kliennya, Liam langsung meminta izin.
“Pa.. kami boleh enggak main sama aunty?” Tanya Liam
“Boleh ya pa.” Rengek Lillian
Carlos menghela napasnya pelan, Alex melihat situasi itu langsung membuka suaranya.
“Tenang saja pak Carlos, anak - anak anda akan aman dengan Alice.” Ucap Alex
“Loh bang Alex –.. ah jangan lupa suruh Kiarra ke sini sebelum jam 2 ya ada yang mau aku kasih. Jam 2 aku ada meeting di cousin corp.” Ucap Alice
Alex hanya menganggukan kepalanya.
“Anda kenal dengan nona ini pak Alex?” Tanya Lucas
Alex menganggukkan kepalanya, “dia Alice Wijaya, anaknya Indra Wijaya.. dia juga teman baik adik saya.” Jawab Alex
Carlos agak tenang mendengar apa yang di katakan Alex setidaknya ada yang mengenal Alice ketika anak - anaknya mau main dengan Alice.
“Baiklah.. tapi kalian jangan nakal ya, dengar kata aunty, nanti Oma yang jemput kalau papa belum selesai.” Ucap Carlos pada anak - anaknya
Liam dan Lillana langsung menganggukan kepalanya.
“Yuk aunty.. kita main bareng ya.” Ucap Lilliana dengan semangat sambil menarik pelan tangan Alice agar mengikutinya.
“Saya bawa anak bapak ke ruangan saya ya pak.” Ucap Alice sambil membungkuk singkat pada Carlos.
“Kak nanti kalau Kiarra datang tolong suruh langsung ke ruangan ku saja ya.” Ucap Alice ke Alex
Membuat Carlos dan Alex menganggukkan kepalanya ke Alice, lalu ia membawa anak - anak ke ruangannya. Sesampainya di ruangannya, Alice menuju mejanya.
“Nah kalian duduk di karpet ini dulu ya, di dalam tas itu ada buku cerita dan buku mewarnai. Tante mau bekerja sebentar habis itu kita main.” Ucap Alice membawa Liam dan Lillian ke arah karpet dekat sofa lalu ia ke mejanya.
Ia menekan interkom untuk memanggil Maria.
Tok tok
Masuk
“Iya nona.” Maria membungkuk sedikit
“Tolong pantau anak - anak yang stand by di meeting Room 1 dan 2 dan pastikan minuman di ruangan itu tidak kosong terlalu lama. Dan makanannya keluar sesuai jadwal.” Ucap Alice.
“Baik nona..” ucap Maria lalu ia keluar dari ruangan Alice
Alice langsung bergabung dengan Liam dan Lillian, bermain dengan mereka.
“Kalian suka?” Tanya Alice
“Hmm… suka, aunty.. terima kasih ya, aunty.” Jawab Liam sambil menganggukkan kepalanya. Lalu ia sibuk membaca buku.
“Lilli suka, aunty.. thank you ya, aunty.” Jawab Lillian sambil mewarnai buku yang di siapkan Alice
Alice merasa bahagia melihat Liam dan Lillian anteng seperti ini, Alice duduk di samping Lillian sambil memegang tabnya. Ia mengerjakan beberapa pekerjaan sambil sesekali memantau Liam dan Lillian..
Alice melihat Lillian ingin membaca buku Liam, tapi Liam tidak mengizinkan untuk Lilli membaca bukunya.
“Lillian, anak baik tidak boleh berebutan sama abangnya ya.. coba Lilli liat di dalam tasnya ada buku cerita princess loh..” ucap Alice sambil mengelus kepala Lilli..
Lilli melihat ke dalam tasnya dan sangat senang menemukan buku cerita tentang princess.
“Aunty, Lilli mau baca buku ini saja.” Ucap Lillian
“Okay.. kalau mau baca buku cerita, pensil warna dan buku mewarnainya di simpan dulu ke dalam tas ya anak cantik.” Ucap Alice sambil tersenyum lebar pada Lilli..
“Okay aunty..” ucap Lillian dengan semangat.
Setelah membereskan pensil warna dan buku mewarnai, memasukkannya ke dalam tas. Lalu ia mengeluarkan buku ceritanya dan langsung membacanya dengan semangat.
Liam hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang adik.. Alice melihat jam yang melingkar di tangannya menunjukkan sudah jam makan siang.
“Anak - anak kalian ingin makan apa? Ini sudah jam makan siang.” Tanya Alice
“Aunty apa boleh Lilli makan pasta?” Tanya Lillian
“Apa kalian ada makanan yang tidak boleh di makan?” Tanya Alice.
Tiba - tiba Alice teringat bang Alex kenal dengan papanya anak - anak ini, jadi ia akan meminta tolong ke Alex untuk menanyakan hal itu.
Alice sangat gemas melihat Liam yang berusaha mengingat makanan apa saja yang mereka tidak boleh makan.
“Oh iya adek tidak boleh minum susu.. kalau minum susu dia badannya bisa gatal - gatal.. kalau Liam tidak bisa makan jamur.” Jawab Liam
Tidak lama, Alex membalas pesan Alice..
“Yang perempuan tidak bisa minum susu, biasanya dia minum susu almond atau susu soya. Yang laki - laki tidak bisa makan jamur dan seafood.” Ucap Alex lewat pesan singkat
“Terima kasih bang Alex.” Balas Alice
“Oke.. aunty pesankan ya pasta.” Ucap Alice
“Oke aunty.” Ucap Liam dan Lillian serentak.
Ia mengirim pesan ke bagian dapur, untuk membuat pasta bolognese 2 tidak pakai jamur atau apa pun cuma daging dan saus tomat minumnya jus jeruk hangat.
Ketika makanannya datang, Liam dan Lillian sangat senang karana sudah lama tidak makan pasta. Ketika mereka sedang makan, ada yang mengetuk pintu.. Alice mempersilakan tamu itu masuk, betapa terkejutnya dia melihat orang yang ia kenal masuk dan anak - anak itu memanggilnya Oma..