Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 17.
Begitu Victoria bertanya, keduanya saling diam dalam beberapa saat. Setelah sekian berlalu naga raksasa itu dengan tatapan tenang juga meredakan kemarahannya menjelaskan pada wanita dihadapannya.
{"SEBELUMNYA IZINKAN AKU UNTUK MEMPERKENALKAN DIRI, AKU ADALAH NAGA PUTIH LEGENDARIS DARI ABAD SERATUS TAHUN YANG LALU. DAN MEMPERTANYAKAN BAGAIMANA KAMU BISA BERADA DISINI, KARENA KAMU TELAH MENGAKTIFKAN LIONTIN NAGA YANG KAMU MILIKI, LALU MEMBAWAMU BERTEMU DENGANKU."}
Setelah Victoria mengetahui alasan dia bisa sampai disini, membuatnya menjadi mengerti dan memahami maksudnya. Kemudian sambil bersedekap dengan kedua tangannya didekat dada menyilang.
Victoria menatap naga raksasa dihadapkannya dengan tatapan serius mengingat penjelasannya tadi padanya.
"Jadi apa yang ada didalam liontin itu adalah naga putih raksasa. Ku pikir hanya kekuatannya saja, tapi bagaimana kamu bisa berada didalam liontin itu."ucap Victoria bingung sekaligus bertanya-tanya dipikirannya
Mana mungkin liontin yang hanya berukuran kecil bahkan segenggam tangannya, mampu memasukkan naga raksasa yang besar seperti ini.
{"CERITANYA SANGAT PANJANG BAGAIMANA AKU BISA MASUK KEDALAM LIONTIN INI, TETAPI YANG TERPENTING SEMUA INI KARENA WANITA MENYEBALKAN ITU YANG TELAH MENGURUNGKU KEDALAM LIONTIN."}
Mendengar penjelasan naga raksasa itu, Victoria terdiam mendengarkan. Sesekali bingung memangnya siapa wanita yang dimaksud oleh naga raksasa ini.
Melihat ekspresi kemarahannya, Victoria mengira jika naga raksasa ini memiliki dendam pada wanita yang dia bicarakan.
"Oh, jadi begitu!."jawab Victoria sambil menganggukkan kepalanya mengerti
"Lalu apa maumu sekarang?."lanjut Victoria menatap naga raksasa mempertanyakan, mungkinkah dia akan memberikan setengah kekuatan padanya untuk balas dendam
{"KARENA KAMU YANG TELAH MEMBEBASKANKU DARI LIONTIN INI, MAKA AKU BERSEDIA MENJADI PENGIKUTMU. AKU AKAN BERIKAN SETENGAH KEKUATANKU PADAMU DAN MEMATUHI SETIAP PERINTAHMU. TAPI AKU JUGA MEMILIKI PERMINTAAN PADAMU SEBELUM AKU MENGABDIKAN DIRI PADAMU SEUMUR HIDUPKU."}
Ketika naga raksasa mulai bicara dan secara terbuka mengatakan tujuannya. Victoria sedari tadi yang mendengar tidak henti-hentinya tersenyum lebar.
Ternyata apa yang pernah dia baca didalam buku tersebut tidaklah saya, meskipun didalam buku tidak dikatakan bahwa ada seekor naga putih raksasa didalam liontin tersebut, membuat Victoria terkejut dan semakin puas dibenaknya.
Dari apa yang dia baca sebelumnya, adik tirinya setelah mengaktifkan liontin tersebut maka dia menjadi wanita terbuat didunia. Semua orang menyanjung kehebatan pada kekuatannya sampai dijuluki sebagai Dewi keabadian.
Akan tetapi meskipun adik tirinya dijuluki Dewi Keabadian oleh semua orang, dibelakang mereka dia sangat kejam dan licik bagi siapa yang tidak dia sukai.
Hingga julukan yang sebenarnya adalah Dewi kematian yang kejam dan jahat. Bagi siapa saja yang datang untuk meminta pertolongan bagi rakyat miskin mereka akan diusir secara paksa sementara bagi kalangan penjabat dan bangsawan mereka diberi kesempatan meminta pertolongannya, bukankah itu kejam dan pilih kasih.
Namun kali ini takdir berkata lain, bahwa yang mendapatkannya lebih dulu adalah dirinya. Sebelum adik tirinya memiliki kekuatan hebat itu, Victoria telah lebih dulu memilikinya.
Menjadikannya kuat adalah tujuan utama bagi Victoria untuk membalas dendam, pada orang-orang yang telah menyakiti ibunya.
"Katakan apa permintaanmu!."jawab Victoria menatap naga raksasa itu menunggu apa yang dia minta
Naga putih raksasa itu terdiam sejenak untuk mengatakan permintaannya, bahkan tatapan matanya yang berwarna biru muda terus menatap wanita dibawahnya dengan rasa keraguan dihatinya.
Akan tetapi entah kenapa, dia merasa sedikit merasa perasaan familiar yang semakin membuat naga putih raksasa itu berpikir seakan wanita ini bukanlah wanita lemah dan bodoh.
Dan juga memiliki jiwa tulus yang tersembunyi dibalik wajahnya yang dingin itu, bahwa wanita ini dengan senang hati mendengarkan permintaannya tanpa keraguan sedikitpun dia perlihatkan.
{"PERMINTAANKU ADALAH, BISAKAH KAMU PERGI KEHUTAN TERLARANG YANG TERLETAK DISEBELAH UTARA, UNTUK MEMBAWAKU KE DANAU SPIRITUAL."}
Setelah mendengar permintaan naga raksasa itu, Victoria menurunkan kedua tangannya yang menyilang didepan dada. Arah tatapan Victoria tertuju lurus dengan keseriusan saat mendengar perkataan naga raksasa tersebut.
"Apa permintaanmu hanya itu saja!."tanya Victoria mempertanyakan permintaan naga raksasa yang terbilang cukup mudah dan biasa
{"YA, SEBELUMNYA KEKUATAN SIHIRKU SANGATLAH DASYAT KEHEBATANNYA. TAPI SEMENJAK TERKURUNG KEKUATANKU MULAI MENURUN, AKU PERLU MENGEMBALIKAN KEKUATANKU, AGAR AKU BISA MENGABDI PADAMU DAN MENJAGAMU SAMPAI GENERASIMU SELANJUTNYA."}
Saat mendengar perkataan naga raksasa yang terdengar sedikit meragukan, Victoria tampak belum menanggapi ucapan naga raksasa itu.
Tetapi setelah dipikirkan dengan baik, mungkin Victoria harus membantu dan mengabulkan permintaan naga raksasa ini. Kalaupun memang benar bahwa kekuatan dari naga raksasa ini menurun karena terkurung didalam liontin, maka dia harus membantu sebisanya.
"Baiklah, akan aku usahakan. Tapi untuk seminggu ini aku tidak bisa membawamu pergi, karena saat ini aku sedang dihukum tidak diizinkan keluar, lagipula beri aku waktu untuk mempersiapkan diri lebih dulu."ucap Victoria lalu menjelaskan masalahnya untuk tidak mengabulkannya sekarang
"Apa kamu bersedia menunggu tujuh hari?."lanjut Victoria dengan nada rendah karena tidak bisa membawa naga raksasa ini pergi untuk sekarang
Ketika mendengarkan perkataan wanita itu, naga raksasa yang sedari tadi berada saku pakaian wanita ini. Mengerti maksud dari apa yang diucapkan wanita ini padanya, karena dia mendengarkan semua percakapan dan semua kejadian tanpa terkecuali.
{"BAIK, AKU MENGERTI!."}
{"SEBELUM KAMU KEMBALI, BERIKANLAH AKU NAMA AGAR KAMU BISA MEMANGGILKU. JIKA SESUATU BAHAYA MENIMPAMU, MESKIPUN KEKUATANKU TIDAK SEHEBAT DULU TAPI AKU MAMPU MENJAGAMU."}
Saat naga raksasa itu selesai bicara dan tampak mengkhawatirkan dirinya, Victoria menjadi tersentuh.
Victoria menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa dia mengerti maksud naga raksasa itu, dia mulai memilihkan nama untuk naga raksasanya sambil mengamati naga raksasa dengan seksama.
Naga putih ini, terlihat begitu gagah dan besar, bulu putihnya yang tebal membuatnya bersinar indah. Bola matanya yang berwarna biru muda terlihat cantik dan menenangkan, jika diperkirakan naga putih ini adalah naga jantan.
"Setelah kupikir-pikir, aku sudah menentukan nama yang cocok untukmu."ucap Victoria setelah berpikir cukup lama sambil mengamati naga putih
"Bagaimana kalau namamu, Joule!."ucap Victoria dengan tatapan senang
Ketika nama aneh terdengar ditelinga naga raksasa tersebut, membuatnya memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.
Namun mengetahui jika namanya tidaklah buruk dia dengan senang hati menerima nama yang wanita itu berikan kepadanya.
{"BAIK, SEKARANG NAMAKU ADALAH JOULE!."}
"Oh iya, aku ingin kamu selalu bicara begini padaku dan ini lebih menyenangkan. Lagipula aku tidak menganggapmu sebagai pengikut ku, lakukan apapun sesuka hatimu. Karena aku tidak ingin mengekangmu, akan lebih baik hanya sebatas teman oke!."ujar Victoria lalu mengatakan bahwa dirinya tidak menganggap Joule sebagai budak atau pengikutnya
Mendengar perkataan wanita itu Joule menjadi terkejut dan tidak menyangka bahwa wanita ini bisa berkata demikian, hingga mengatakan bahwa wanita itu malah menganggapnya sebagai teman bukan sebagai budak atau pengikutnya.
{"APA INI TIDAK TERLALU LANCANG, JIKA KAMU TIDAK MENGANGGAPKU SEBAGAI PENGIKUTMU?."}
"Tidak, lagipula kamu juga patut dihargai bukankah kamu naga putih legendaris. Seharusnya kamu juga berpikir untuk apa kamu mengabdi padaku, hanya karena aku membebaskanmu."ujar Victoria
{"BENAR AKU ADALAH NAGA PUTIH LEGENDARIS!."}
"Sekarang antar aku kembali pulang, dan panggil namaku Ria saja."lanjut Victoria sambil mengerakkan kedua bahunya yang sedari tadi terasa pegal karena berdiri terlalu lama fisik tubuh putri ini lemah sekali