NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 16

Ara gugup saat dirinya di tatap lamat oleh Raya, ibu dari Darius.

"Mi berhenti menatap gadis ku seperti itu, dia ketakutan." kesal Darius.

"Ternyata benar, kamu pedofil?!" tuduh wanita itu. Belum sempat Darius menjawab, Raya sudah berteriak. "WIRA ANAK MU MENJADI

PEDOFIL!!"

Wira yang berada di ruang kerjanya terkaget mendengar suara menggelegar istrinya. "Menyeramkan, seperti petir." gumam Wira merinding. Tidak ingin istrinya marah, Wira segera keluar.

"Ada apa sayang? Lain kali jangan berteriak, bagaimana kalau tenggorokan mu sakit." ujar Wira saat sudah ada di ruang tamu.

Raya segera menunjuk ke arah Darius. "Lihat putra mu! Dia menjadi pedofil." dengus Raya.

Wira menatap wajah Ara terkejut. "Astaga kamu orang yang nolongin saya itu kan? Jadi kamu pacaran sama anak saya?"

"Eh, se-senang bertemu lagi om.." cicit Ara. Dia terlihat seperti orang yang sedang malu.

"Papi kenal dengan Ara?" tanya Darius.

Wira mengangguk. "Ara menolong papi, sebenarnya sudah lama." Raya menautkan alisnya bingung. "Kapan? Kok kamu gak pernah cerita sama aku mas?"

"Kejadian saat...."

Wira berdiri di luar mobilnya karena ban nya yang tiba-tiba kempes. Padahal dia harus cepat-cepat ke kantor untuk bertemu dengan para pekerja nya sesuai janji.

"Om kenapa?"

Wira mengalihkan pandangannya ke arah seorang gadis yang terlihat sangat kecil itu.

"Mobil om mogok ya?"tanya gadis itu

"Ban nya kempes," jawab Wira. Entah kenapa ia seakan tertarik untuk menatap lebih lama wajah polos itu. Apalagi saat gadis itu mengeluarkan ekspresi seperti sedang berpikir keras.

"Oke, om tunggu di sini ya! Ara akan panggil kan paman bodyguard buat nolongin om."teriak Elara

Belum sempat Wira melarang, gadis itu sudah pergi berlari. Wira melihat kalau gadis itu menghampiri beberapa pria seumuran nya dengan seragam serba hitam. Mereka berada tidak jauh dari posisinya.

Apakah gadis itu salah satu anak dari pejabat? Pikir Wira "Mari tuan, saya akan membantu untuk mengganti ban. Apakah tuan membawa ban cadangan?"

Wira mengangguk. "Saya membawa nуа,"

Flashback end

"Jadi begitu ceritanya. Papi benar-benar panik pas ban papi mendadak kempes, padahal sudah papi servis saat pulang dari luar negeri."

Ara mengucapkan kata maaf dalam hatinya. Karena itu adalah rencananya juga. Dirinya tahu kalau Wira yang baru pulang dari luar negeri akan menemui para pekerja nya. Maka dari itulah Ara datang ke sana lebih dulu. Kemudian tanpa sepengetahuan para bodyguard nya yang sudah ia jauhkan perhatian nya. Ara menabur beberapa paku di jalan yang akan Wira lewati.

"Ara kamu umur berapa sayang?" tanya Raya. Wanita itu menarik Ara untuk duduk di pangkuan nya.

"Ara umur 15."jawab Elara lirih dan malu malu

"Tuh kan mas, anak mu pedofil!"sungut Raya

Pasar malam

Arsen dan Darian kembali ke pasar malam mencari keberadaan Bianca namun tidak ketemu.

Karena kondisi itu terpaksa Darian menelepon Marco dan Julian untuk meminta bantuan.

"Ingat Sen jangan egois. Kita berempat udah sepakat buat miliki Ara sama-sama." cetus Darian.

"Lo gila?!" sentak Arsen. "Anjing, lo pikir Ara apaan hah?!" Arsen benar-benar marah. Tak habis pikir dengan pemikiran sahabat nya.

"Lo pikir kita ambil keputusan ini sepihak? Ara juga setuju kok," jawab Darian

Arsen membeku mendengar itu. "Ar-ara setuju?" Darian mengangguk membuat Arsen syok.

"Kalo lo gak setuju buat berbagi, itu bagus setidaknya pacar Ara cuma ada empat." celetuk Julian tiba-tiba.

"Kaget anjing!" sentak Darian. Ia mengusap dadanya, menenangkan jantung nya yang berdegup.

"Sengaja sih, supaya kalian mati." ucap Marco enteng tak ada beban sama sekali.

drrt

drttt

Darian memeriksa handphone nya, ternyata Darius yang mengirimkan pesan. Mengatakan kalau lelaki itu baru ingat bahwa hp Bianca di pasang pelacak.

"Gue udah tau di mana lokasi Bianca, pergi sekarang gak?" ujar Darian ketiganya mengangguk. Setelah naik motor masing-masing, Darian langsung melajukan motornya memimpin.

Mereka sudah sampai di lokasi yang ternyata adalah bangunan tua dan bobrok

"Gila, gak takut emang adik lo di sini?" tanya Marco merinding.

Darian mengenali bangunan ini. Bekas rumah nya dahulu sebelum pindah. Ternyata sudah setua dan sebobrok ini keadaan nya.

"Gak becus lo jalang!"

Darian mengangkat tangannya untuk memberitahu supaya diam. "Rekam semuanya," pungkas Darian.

Julian segera menghidupkan kamera handphone nya, mengarahkan ke arah di mana Bianca dan Silviana ada.

" Lo yang jalang! Dasar Bianca babi, lo sengaja kan ajak gue kerjasama buat nyulik Ara. Karena mau jadiin gue sebagai kambing hitam?! Kenapa coba gue baru sadar sekarang." kekeh Silviana. Gadis itu dalam keadaan yang tidak baik-baik saja. Tubuhnya penuh luka kemungkinan sempat di siksa oleh Bianca.

"Gue kira lo bodoh," ejek Bianca.

Silviana menggertak kan giginya mendengar itu. "Anjing lo!" umpat nya sambil menampar pipi Bianca dengan keras.

"Gue bakal aduin ini sama Arsen!" ancam Silviana.

Bianca yang mendengar itu marah. "JANGAN CORA-COBA LO JALANG SIALAN!"

Silviana tertawa melihat kemarahan Bianca. "Lo naksir Arsen sekaligus kedua kakak lo kan, Bianca Guntara?"

"L-lo..!"Ucap Bianca marah

Silviana memasang ekspresi jijiknya. "iyuhh banget, gimana ya tanggapan mereka soal to yang ACHKK!"

Silviana terduduk dengan nafas tersengal. Terlalu kaget karena tiba-tiba Bianca menusuk perut nya dengan sebilah pisau.

"Bianca ... Bianca..." panggil Silviana dengan tersenyum miring.

Bianca semakin marah. Dia mencabut pisau itu secara paksa lalu menusukkan ke perut Silviana berkali-kali.

"Kita akan bertemu kembali di neraka, Bianca.." bisik Silviana di akhir nafas nya.

"Bianca!"

Bianca menoleh ke belakang dengan netra yang bergetar. "Ka-kak Darian.."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambunggggggggggg

1
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!