Perkenalkan Namaku Meiya Sintara. Aku adalah seorang Istri dari pengusaha ternama di Negara E .. Ia adalah Baim Wijaya . Seorang pengusaha nomor satu dinegara E .. Pernikahan kami selama 1 tahun belum dikaruniai anak.
Suamiku sering bermain dengan wanita lain. Tetapi aku sabar karena pernikahanku adalah perjodohan dari kedua orang kami .
Aku mempertahankan rumah tanggaku karena aku tidak ingin melihat orang tuaku kecewa . Mereka tidak tahu kelakuan suamiku dibelakang mereka yang sering ganti perempuan dan membawa perempuan tersebut ke rumah.
Hati seorang istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya bersama perempuan lain .. Tetapi aku tidak mau menyerah akan aku buat suamiku untuk berubah .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyaaayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membeli Cincin Pertunangan
Pagi menunjukan jam 07.00 . Meiya yang masih nyaman dengan kasur nya. Namun ia terpaksa beranjak karena harus bekerja .
Meiya yang hatinya sedang tidak baik- baik saja hanya melihat dirinya didepan cermin .
"Entah kebahagiaan apa yang sedang disiapkan. Semoga ini yang terbaik" Ucap Meiya didalam hatinya. Meiya pun langsung ke kamar mandi dan bersiap-siap.
Setelah bersiap-siap meiya pun langsung turun menemui Mamah dan Ayahnya yang tengah sarapan.
"Meiya hari ini kamu jangan ke kantor dulu . Nanti Baim akan kesini untuk mengajakmu memilih cincin pertunangan" Ucap Adi disela-sela mereka sedang sarapan.
" Tapi Ayah bagaimana dengan pekerjaanku?" Meiya yang enggan.
"Baim sudah meminta Asistennya mengizinkanmu" Jawab Adi kembali. Meiya pun terdiam. Dinda pun langsung menyiapkan sarapan untuk Meiya.
Sedangkan dirumah Baim ia sudah siap dengan pakaian santainya .Hari ini ia tidak masuk kantor karena permintaan Ayahnya .
Baim melajukan mobilnya ke kediaman Meiya.
Sesampainya dirumah Meiya ia menekan Bel rumah tersebut . Adi yang mendengar pun langsung beranjak dan membuka pintu tersebut.
"Nak Baim ayo masuk . Apakah sudah sarapan?" Tanya Adi kepada calon mantunya.
"Saya sudah sarapan Om" Jawab Baim.
Melihat Baim datang, Dinda pun memanggil Bi Ina untuk membuatkan minum.
"Bi buatkan minum dan bawa ke depan ya" Perintah Dinda.
"Baik nyonya" Jawab Bi Ina.
Meiya yang sudah sarapan pun langsung menuju ruang tamu menemui Baim dan Ayah serta Dinda Mamahnya.
"Silahkan diminum" Bi Ina yang datang membawa minuman lalu ia menghidangkannya. Baim pun tersenyum.
Setelah berbincang-bincang Baim pun langsung pamit untuk mengajak Meiya ke toko perhiasan.
Baim pun membuka pintu mobil untuk Meiya . Meiya pun masuk begitu juga Baim.
Didalam mobil melihat Meiya tidak mengenakan sabuk pengaman, Baim langsung mendekati Meiya .
Pandangan mereka tertuju satu sama lain. Meiya gugup melihat Baim yang ada didekat wajahnya.
Baim yang melihat meiya gugup pun langsung cepat-cepat memasangkan sabuk pengamannya dan melajukan kendaraannya.
Disepanjang perjalanan tidak ada satu kata baik Meiya maupun Baim. Semuanya sama-sama diam.
Sesampainya di tempat tersebut Meiya dan Baim langsung menuju toko perhiasan.
"Silahkan kamu pilih yang mana" Sesampainya disana.
Meiya pun hanya diam dan bingung ia tidak terlalu mengerti tentang perhiasan.
Melihat meiya bingung pun Baim langsung ia langsung meminta pelayan memberikan yang terbaik yang ada di toko tersebut.
"Ini tuan" Ucap Pelayan tersebut. Pelayan itu memberikan Cincin Perhiasan termahal.
Baim memakaikan cincin tersebut dijari manis Meiya. Melihat cincin tersebut muat dengan tangan ia dan Meiya. Baim mengambil Cincin tersebut. Ia memberikan kartu kreditnya.
"Apakah ada yang kamu mau beli lagi?" Tanya Baim kepada Meiya.
"Tidak ada." Jawab Meiya. Mereka pun meninggalkan toko tersebut dan pulang.
Sesampainya dirumah Meiya Baim pun mampir sebentar.
"Duduklah. Aku ke atas dulu" Sambung Meiya kepada Baim.
Meiya pun langsung ke kamar nya untuk menganti pakaian nya karena saat ia pergi dengan Baim ia mengenakan pakaian kantornya.
Baim yang duduk disofa tersebut sambil memainkan handphone nya . Ia mengecek email yang masuk.
Dirumah meiya pun tidak hanya ada Bi Ina kebetulan mamah dan Ayah nya Meiya sedang keluar.
Baim yang sibuk dengan handphone nya tersebut tidak menyadari Meiya turun .
Meiya bergegas ke dapur untuk membuatkan minum untuk Baim.
Setelah selesai Meiya langsung menghampiri Baim dan membawakan minum .
Namun tiba-tiba Meiya tersandung sofa tersebut
"Ah" Meiya. Baim yang mendengar nya ia mencekal Meiya agar tidak jatuh.
Dan?, Pandangan mereka saling bertemu.
"Maaf" Ucap Meiya kepada Baim. Meiya langsung melepaskan cekalan tersebut.
"Silahkan diminum" Sambung Meiya.
" Hmmm" Jawab Baim. Meiya pun tersenyum.
Jangan lupa juga mampir di karyaku Hehhe
Jangan lupa mampir dikarya aku juga yaaa💜💜💜💜