Kisah cinta antara Fatimah, seorang gadis cantik yang periang dan ramah, dengan Arshaka, CEO muda tampan yang pendiam tetapi sangat menyayangi seluruh keluarganya. Dan juga kisah cinta sang kakak, Keinan dengan seorang dokter cantik yang memiliki nama yang hampir sama dengan dirinya, Keisha.
Berawal dari sama-sama saling menyukai secara diam-diam, sampai akhirnya Arshaka nekat mengajak Fatimah untuk menikah dengan dirinya, demi keselamatan Fatimah dan juga keluarganya yang lain.
Sementara Keinan yang merasa sedikit minder untuk mengejar cintanya, mengingat status sosial mereka berdua yang berbeda. Tetapi sang gadis justru terus berusaha untuk meyakinkan Keinan bahwa status sosial bukan halangan bagi mereka. Sampai akhirnya Keinan pun berusaha dengan keras untuk membuktikan kepantasan dirinya.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta kedua pasangan adik dan kakak ini? Apakah mereka akhirnya mampu untuk meraih kebahagiaan di dalam kehidupan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17. Drama Keinan
Keisha yang saat ini sedang makan siang di kafe Awan tiba-tiba dikejutkan dengan suara dering ponselnya yang berbunyi nyaring. Keisha mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang sedang meneleponnya saat ini.
"Arnelle?" heran Keisha setelah tau kalau ternyata Arnelle yang meneleponnya.
Keisha pun kemudian menggeser tombol hijau pada layar ponselnya tersebut.
"Assalamu'alaikum, Ar," salam Keisha.
"Wa'alaikumsalam, Kei. Kei Lo sekarang ada dimana?" jawab salam Arnelle yang sekaligus langsung bertanya.
"Gue ada di kafe Awan. Lagi makan siang. Kenapa, Ar?" jawab Keisha yang juga bertanya balik.
"Lagi di kafenya Keinan, Mas," ucap Arnelle yang masih bisa didengar oleh Keisha.
"Ah, kebetulan kalau gitu. Biar Jonathan jemput dia kesana sekarang juga," kata Rayyan.
Bisa Keisha tebak kalau sepertinya saat ini Rayyan sedang berada di samping Arnelle dan ikut mendengarkan pembicaraan antara dirinya dengan Arnelle sekarang.
"Ada apa sih, Ar?" tanya Keisha lagi, merasa bingung.
"Kei, ada sesuatu hal yang gue mau minta tolong sama Lo. Lo tunggu disana, ya. Sebentar lagi Jonathan, asistennya Mas Rayyan, akan jemput Lo kesana," kata Arnelle memberitahu Keisha.
"Oh, oke, Ar. Gue tunggu disini," balas Keisha.
"Oke. Gue tutup dulu kalau gitu. Thanks ya, Kei. Assalamu'alaikum," kata Arnelle.
"Iya, Ar. Sama-sama. Wa'alaikumsalam," balas Keisha.
Tut.
"Ada apa sih sebenarnya? Kok kayak ada masalah yang sedang terjadi gitu? Hmm, ya udah deh, gue tunggu Kak Jonathan jemput gue aja," kata Keisha kepada dirinya sendiri.
Keisha lalu melanjutkan makan siangnya dengan sedikit cepat. Dan tidak lama kemudian, Jonathan pun akhirnya tiba di kafe Awan dan langsung menghampiri meja Keisha.
"Selamat siang, Bu Dokter Keisha," sapa Jonathan ramah.
"Selamat siang juga, Kak," balas Keisha dengan ramah juga.
"Sudah selesai kah, Bu Dokter? Bisa kita berangkat sekarang?" tanya Jonathan kemudian.
"Sudah kok, Kak. Mari kita langsung berangkat sekarang aja," jawab Keisha.
Keisha lalu berdiri dari duduknya seraya menyampirkan tas selempangnya. Dan kebetulan bertepatan dengan Keinan yang baru saja keluar dari arah dapur kafe saat ini.
Keinan merasa terkejut ketika melihat keberadaan Jonathan yang sedang bersama dengan Keisha saat ini. Dan ketika Keinan melihat Jonathan yang nampak mempersilahkan Keisha untuk berjalan terlebih dahulu, Keinan pun refleks langsung berseru,
"Tunggu, Jo!"
Keisha dan Jonathan seketika langsung berbalik dan mengalihkan perhatian mereka berdua ke arah Keinan. Dengan setengah berlari Keinan pun lalu menghampiri Keisha dan Jonathan.
"Ada apa ini, Jo? Lo mau bawa Bu Dokter kembaran pergi ke mana?" tanya Keinan merasa bingung dan terkejut.
"Gue mau bawa Bu Dokter Keisha ke rumah keluarga Rajendra, Kei. Tuan muda gue dan Nona Arnelle mau minta tolong sama Bu Dokter Keisha," jawab Jonathan.
"Minta tolong? Mau minta tolong apaan sampai Bu Dokter kembaran harus Lo bawa ke rumah keluarga Rajendra, Jo?" tanya Keinan lagi.
"Sorry Kei, tapi gue nggak bisa jelasin masalahnya ke Lo sekarang," sesal Jonathan.
"Jo, jangan main rahasia-rahasia-an kayak gini deh. Lo jelasin ke gue ada masalah apa, atau jangan harap Lo bisa bawa Bu Dokter kembaran dari sini," ancam Keinan.
Keisha memilih untuk diam dulu, karena sebenarnya Keisha pun juga sama penasaran dan bingungnya dengan Keinan saat ini. Sementara Jonathan terlihat mulai serba salah.
"Kei, please, tolong jangan persulit gue. Gue harus bawa Bu Dokter Keisha ke rumah keluarga Rajendra sekarang juga, semuanya sedang nungguin kedatangan Bu Dokter Keisha. Tapi gue juga nggak bisa ceritain ke Lo masalah yang sebenarnya sedang terjadi sekarang. Please, Kei," ucap Jonathan dengan memohon kepada teman baiknya itu.
"Kak Kei, sepertinya memang ada sesuatu yang sedang terjadi. Tolong Kak Kei jangan mempersulit Kak Jonathan lagi, ya. Biar aku ikut sama Kak Jonathan untuk datang ke rumah keluarga Rajendra sekarang," kata Keisha, mulai merasa kasihan melihat Jonathan yang sedang kesulitan.
"Tapi Bu Dokter kembaran, kelakuan Jonathan ini mencurigakan banget. Nggak biasanya loh Jonathan sama Rayyan main rahasia-rahasia-an kayak gini sama aku," ucap Keinan setengah merajuk.
Keisha justru mengulum senyum kecil melihat tingkah laku Keinan yang tidak seperti biasanya itu.
"Kei, sorry deh, gue janji nanti pasti gue bakal jelasin ke Lo tentang semua masalah yang sedang terjadi ini. Tapi please, gue harus bawa Bu Dokter Keisha sekarang juga ke rumah keluarga Rajendra, Kei," mohon Jonathan lagi.
"Nggak boleh," tolak Keinan.
"Kak Kei," bujuk Keisha juga.
"Pokoknya enggak ya enggak," kekeuh Keinan.
"Kei, please," mohon Jonathan, lagi dan lagi.
Keisha sampai tidak tega melihat wajah Jonathan yang memelas seperti itu. Tapi sepertinya Keinan juga sangat bersikeras. Keisha menggelengkan kepalanya beberapa kali, sangat tidak menyangka kalau seorang Keinan bisa menciptakan 'drama' sampai seperti ini.
"Kei. Lo nggak kasihan apa sama gue?" kata Jonathan dengan memelas.
"Oke deh, oke. Tapi gue harus ikut sama Bu Dokter kembaran juga. Gue mau tanya langsung sama Rayyan aja kalau Lo nggak mau jawab pertanyaan dari gue tadi," kata Keinan pada akhirnya.
"Tapi Kei ---"
"Nggak ada tapi-tapian. Gue ikut, atau jangan harap Lo bisa bawa Bu Dokter kembaran pergi dari sini," tegas Keinan memotong perkataan Jonathan.
"Hmh, iya deh iya, Lo boleh ikut," kata Jonathan yang pada akhirnya mengalah.
"Nah gitu dong," ucap Keinan, tersenyum penuh kemenangan.
"Astaga, Kak Kei," kata Keisha, tidak habis pikir.
"Kenapa? Aku kan cuma mau memastikan keselamatan Bu Dokter kembaran aja. Aku janji deh nggak akan buat ribut pas di sana nanti," ucap Keinan tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Ya sudah Bu Dokter Keisha, nggak pa-pa kok, biarkan Keinan ikut dengan kita," kata Jonathan.
"Tapi janji loh ya nggak bikin ribut?" tegas Keisha kepada Keinan.
"Iya, Bu Dokter kembaran. Aku janji," jawab Keinan meyakinkan.
"Baiklah, mari kita berangkat sekarang," ajak Jonathan kemudian.
"Oke," balas Keinan dan Keisha, mengiyakan.
Keinan sempat berpamitan terlebih dahulu kepada Fandi, salah satu karyawan kafenya. Setelah itu Jonathan pun lalu membawa Keinan dan Keisha untuk pergi ke rumah keluarga Rajendra.
ternyata papa dan opa nya Darren mengetahui semua apa yang di lakukan Darren dan apa yang Darren lakukan ke shila
Darren bener" gak ada otak ya bisa" nya acara keluarga shila saja dia sampai lupa dan dia lebih mentingin Evelyn
selamat buat kesya dan shila ya
wah wah shila sama Darren udah beneran menjadi suami istri kah ini