NovelToon NovelToon
DELIMA

DELIMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Cintapertama / Patahhati / CEO / Diam-Diam Cinta / Persahabatan
Popularitas:45.3k
Nilai: 5
Nama Author: KarismaAd

Delima Anastasia : Hidup dengan sederhana, dipertemukan dengan CEO di temat ia bekerja. Semenjak bertemu dengan CEO itu, ia sudah mempunyai perasaan kepada bos muda di kantornya, dengan hobinya menulis maka ia salurkan menjadi sebuah cerita didalam novelnya.

Sampai suatu hari ia merasa bahwa CEOnya itu mengawasinya dari jauh dan mulai bersikap tidak wajar, membuat Delima merasa selalu di awasi.

"Aku tidak tau takdir membawaku kemana, yang jelas jangan buat aku menderita Tuhan."

Derel Sean Miller :
"Setelah kau jadikan aku fantasimu membuat sebuah cerita, apakah aku akan membiarkanmu pergi dengan mudahnya?"

Tidak akan Delima, kau akan tetap di sini, di tempat yang seharusnya yaitu di sisi ku, kau adalah milikku dan siapapun tak akan ku biarkan milikku di ganggu ataupun disentuh orang.

Kau akan menjadi milikku, karna dari awal kau memanglah tercipta untukku. Apapun caranya itu pasti akan aku buktikan tidak akan lama lagi Del.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KarismaAd, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17

Ia memejamkan matanya sejenak, menyenderkan tubuhnya di kursi. Masih saja menghela nafas, tanda ia merasa lelah dengan semua ini.

Masih saja teringat tentang dia, ia merasa baru bertemu dia, bercanda dengan perbincangan yang seru, saling melempar senyum dengan penuh kecerian.

Tapi sekarang hanya ke hampaan yang ia rasakan, hatinya serasa mati tak pernah tersentuh oleh rayuan wanita dan sekarang warkaholic tersemat di akhir namanya. Hanya dia yang bisa mengembalikan semua itu, tapi itu hanyalah sebuah angan yang tak akan pernah terwujud.

Pria itu membuka matanya kembali, masih mengelus pigura yang terdapat foto seorang anak perempuan yang sedang tersenyum, sambil melihat ke arah anak laki-laki yang sedang memalingkan yang sudah di penuhi dengan rona merah di wajahnya karena malu.

Derel tersenyum dengan kelakuannya dulu, bisa-bisanya ia malu sama anak cewek itu. Tanpa ia sadari, ia tersenyum dengan lebar dengan sangat tulusnya dan itu biasanya ia berikan kepada keluarganya dan untuk dia.

Ya, pria itu adalah Derel, ia yang kelihatan kuat dan tangguh ternyata sangatlah rapuh dan lemah, semua orang bahkan tak menyadarinya. Hanya satu yang bisa membuat ia seperti ini yaitu, anak perempuan yang terdapat dalam pigura itu.

Dia adalah dunianya Derel, dia hidupnya, dan karna dialah, ia bertahan sampai sekarang. walaupun tidak bisa ia sentuh dan ia gapai.

"Kamu tau, aku selalu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sama setiap kali aku kesini. Berharap pertanyaan itu akan segera di jawab." Menjeda ucapannya sejenak, dan melanjutkan kembali.

"Hanya kenangan yang tersisa di sini, memori kita yang aku simpan di setiap sudut ruangan ini. Aku selalu berharap kamu bisa melihat ini semua, melihat betapa seriusnya aku menyimpan dirimu di hatiku. Bahkan aku memasang benteng yang tinggi, tak kubiarkan satuborangpun mengalihkan posisimu di hatiku." Berusaha menahan gejolak di hatinya supaya tidak keluar.

Sejenak Derek mengusap kembali foto itu, secercah senyum terbit dari bibirnya kembali. Dengan sekejap senyum itu berubah menjadi hambar dan hampa. Matanya memandang foto itu dengan tatapan kosong dan nanar.

"Sampai kapan aku menunggumu princes kelinci, bahkan bertahun-tahun lamanya aku mencarimu, tak kunjung jua aku temukan. Dimana kau sekarang princes kelinci, aku tidak bisa bersabar lagi menunggumu, bahkan jaminannya kau selamat pun tak aku dapatkan." Menghela nafas dengan gusar, sekarang ia berusaha menahan jatuhnya air yang ada di kelopak matanya.

"Aku masih ingat, kata-katamu saat itu. Jangan lakukan hal buruk kepada seseorang, karna itu akan berbalik kepada dirimu sendiri. Kau juga bilang tetap ceria dan tersenyum, walaupun aku tidak ada bersamamu." Setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya, seakan tak sanggup lagi di membendungnya.

Derel berjalan ke sisi kiri ranjang kamar itu, ia tak sanggup menahan tubuhnya. Seketika ia merosot ke lantai dan bersandar di kaki ranjang itu, dengan air mata yang kian berguguran.

Hari ini menjadi saksi, dimana seorang Derel yang kuat, dingin dan tak pernah tertindas oleh apapun. Sekarang bagaikan orang yang paling menyedihkan, siapapun yang melihat ini, mereka tidak akan percaya dan tak sanggup melihat betapa hancurnya Derel tanpa adanya princes kelincinya di sisi dirinya.

" Mengapa kelinci kecil, mengapa kau pergi. Apa yang kau pikirkan saat itu, karna demi aku kau menyerahkan dirimu. Karna demi aku kau pergi bersama keluargamu atas suruhan mereka, hanya untuk membuatku tenang dan bahagia." Sudah habis pertahanan yang ia jaga, kini air bening itu terjun dengan bebasnya tanpa ada yang sanggup mencegahnya.

Siapapun yang mendengarnya pasti akan membuat hatinya juga pilu mendengarnya. Untung saja ruangan itu kedap suara, kalau tidak sudah di pastikan orang yang berada di Mension itu.

Mendengar rintihan dan bertapa terlukanya hati seorang Derel Sean Miller karna dia, sumber dunianya dan kebahagiaannya.

Teman dan keluarganyapun tidak mengetahui, betapa hancurnya seorang Derel. Kecuali dua orang yang tau persis perasaan Derel yaitu bik Aminah dan satu lagi Bram yang tak lain adalah asisten dan sekaligus sahabatnya.

Derel tersadar dari semua yang ia rasakan saat ini, ia tak akan lemah dan ia harus kuat menghadapi ini semua, dan ia akan berusaha memenuhi janjinya yang lain kepada princes kelincinya itu.

Tapi ia tak berjanji untuk tidak membalas, apa yang telah mereka lakukan ke padanya dan juga permata hatinya.

Derel mengusap air matanya dengan kasar, seketika smirtnya muncul. Siapapun yang melihat seringai itu, tidak akan sanggup untuk mendekat ke padanya. Apalagi jika itu di tujukan untuk mereka, mungkin cara satu-satunya mengakhiri hidup, adalah pilihan yang paling baik. Dari pada harus diakhiri oleh Derel.

"Bagaimana mungkin, gue bisa melepaskan kalian?" menjeda ucapannya sebentar, dan melanjutkan kembali.

"Kalian telah melakukan kesalahan yang sangat fatal, membuat cahanya menjauhiku. Itu tidak akan pernah bisa membuat aku berpaling dari dia." Masih mempertahankan senyum mengerikkan itu.

"Tunggu saja pembalasan yang akan aku lakukan dengan kalian, dan aku akan buat kalian merasakan kehancuran yang sebenarnya. Bahkan sampai kalian memohon untuk kematian kalian sendiri." Perasaannya kian membara dan tekatnya tidak akan pernah goyah.

"Tidak akan semudah itu memohon kepadaku, karan aku akan buat kalian tersiksa dan bahkan daging kalian serasa ingin berpisah dari tulangnya." Menarik nafasnya dalam- dalam.

"Bersenang-senanglah kalian saat ini, karena sebentar lagi kebahagiaan kalian akan berakhir. Gue akan memberikan kebebasan yang kekal buat kalian semua." Dengan sorot mata yang tajam, Derel berucap dengan smirt yang menghiasi bibirnya. Siapapun yang melihatnya bergidik ngeri, dan bisa kencing di celana sambil berlari terbirit- birit.

Setelah Dia meluapkan kesedihannya, ia segera keluar dari ruangan itu, untuk membersihkan dirinya. Sekejab ia terbanyang dengan sosok yang akhir-akhir ini mengusik pikirannya.

Sosok itu seakan tak asing baginya, ia bahkan merasakan perasaan yang sama dengan dia. Dengan sekejap ia halau semua perasaan itu.

"Itu kesamaan yang kebetulan dan tidak ada yang bisa seperti dia." Itulah yang ia ucapkan selalu, ketika hatinya melenceng dari dia.

Sekarang Derel, merebahkan dirinya di ranjang, ia langsung tertidur dengan lelapnya. Karena lelah dengan semua aktivitas, baik di kantor maupun di luar kantor. Apalagi tadi tenaganya terkuras dengan menangis, sungguh capek dirinya, baik hati, pikiran, jiwa dan raganya.

"Triingg.. Triinngg..." Suara hpnya terus berdering.

Sedangkan yang punya asik dengan tidur nyenyaknya, dan tak terusik dengan suara bunyi hpnya itu.

"Mengapa gak di angkatnya, awas aja anak ini nanti. Jangan harap aku akan mengabulkan apa yang ia minta. Huff, tapi tak apalah karna aku lagi senang hari ini, maka aku maafkan dia." Ucap wanita paruh baya, dengan dumelannya. Siapa lagi kalau bukan momy Ratna.

Andai aja momy Ratna tau kalau anaknya sekarang sedang terpuruk. Pasti ia tak akan mengganggu, dan malahan akan merangkul dan menenangkan anaknya itu.

Tapi mau bagaimana lagi, Derel tidak mau menceritakan kepada kedua orang tuanya, adiknya dan para sahabatnya kecuali Bram.

Ia tak mau mereka terlibat dan dan ikut campur dengan masalah yang sangat berbahaya ini. Ia tidak ingin kehilangan lagi orang-orang yang ia sayang.

Kehilanga dia saja sudah buat ia hancur apalagi harus di tambah kehilangan yang lain lagi, tidak akan pernah terbanyangkan olehnya.

1
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau udah ketemu teman teman apa lagi teman lama bawaan nya pengen cerita masa lalu terus, karena banyak kenangan indah bahkan duka yang cukup memberi pelajaran
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Wajar sih kalau orang dah bisa lakuin sesuatu kayak gitu, ya semisal hal yang jarang pasti bakal timbul tanda tanya di pikiran orang ya kan.
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Duh gimana gak tegang kalau udah di introgasi kayak gitu, sama mamanya lagi. Jadi was - was gimana gitu kalau sampai salah ngomong
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Pantas aja napasnya kayak gitu, orang lagi mimpi buruk. Bener - bener kerasa sampe dunia nyata
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kala lelah mata setiap insan pasti terpejam, berharap saat membuka mata perasaan nya bisa sedikit membaik.
Aku kamu tak terpisahkan
Wajar Delima kaget tiba tiba Dea datang datang ngagetin Delima
Aku kamu tak terpisahkan
Derel kamu pria yang sangat dingin dan irit bicara sekali
Aku kamu tak terpisahkan
Delima kamu wanita hebat bisa menyembunyikan masalah kamu
Aku kamu tak terpisahkan
Dista kesal gara gara ulah Delima yang memotong pembicaraan dirinya
Aku kamu tak terpisahkan
Pantas Derel terlihat buru buru karena sudah di tunggu oleh ibunya Derel
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Dea kamu selalu saja bikin kaget Delima kasihan dia tuh
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan Delima kerjaan menumpuk tetap ingat istirahat biar ngga sakit
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Kasihan sekali Delima karena memendam masalahnya sendirian
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Delima kamu dengarkan dulu cerita dari Dista jangan di potong pembicaraannya
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Ternyata lift sedang rusak makanya Derel di cegat oleh sekertarisnya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Kalau udah siap memang enak, but ngerjainnya capek
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Liat dulu dia lagi ngapain jangan langsung teriak - teriak aja
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Sabar... Mau gimana lagi udah gak sengaja di tabrak ya ujungnya mungut deh
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Mantap di umur yang dah matang kantong pun dah cukup tebal Yo kan
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Sefati Winari
Ekhem, ngomongin soal manis semanis apa sih Kaka ini sampe di bilang kayak gitu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!