NovelToon NovelToon
Arrogant Husband

Arrogant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marnii

Gaza Munarga adalah seorang ahli waris yang memegang kendali atas perusahaan Tirtama Group selama lima tahun semenjak kematian sang ayah.

Ia dikenal sebagai pria es yang mampu membekukan mental seseorang saat bertatapan dengannya.

Zara Maharani, seorang wanita yang hanya tinggal bersama kedua adiknya. Sebagai anak sulung, ia mesti rela berkorban membanting tulang mencari pundi-pundi nafkah demi kelangsungan hidup bersama kedua adiknya itu.

Kepribadian Zara yang polos. Namun, memiliki sifat di mana ia senang memarahi orang lain di saat ia sedang kesal.

Hingga dua insan ini dipertemukan dalam sebuah kecelakaan tanpa sengaja. Kekesalan yang berujung karma bagi Zara, hingga pada akhirnya Gaza menikahi Zara hanya bertujuan untuk membuat wanita ini bertekuk lutut padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marnii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makanan Kesukaan Zara

***

Wendi memberanikan diri mengetuk pintu saat ia tiba di depan kantor dekan. "Permisi," ujarnya dengan sopan.

"Masuklah," sahut seseorang dari dalam ruangan.

Wendi pun mendorong pintu dengan pelan. "Anda mencari saya, Pak?"

"Bukan, tapi beliau." Sambil mengarahkan pandangan pada Gaza yang duduk di hadapannya. Wendi ikut menoleh pada Gaza. "Bukankah kamu adalah om-om yang telah menikahi."

"Jaga bicaramu, jangan lancang bicara pada Tuan muda, Gaza," bentak Pak Dekan dengan membesarkan matanya.

"Ck, apa aku tidak salah dengar? Tuan muda? Apakah dia masih muda?" Wendi menaikkan alisnya tersenyum lucu.

"Wendi!" bentak Pak Dekan dengan geramnya. Bisa-bisanya saat ia sangat menghormati seseorang sebagai dekan, tetapi sebagai seorang mahasiswa Wendi malah begitu lancang pada Gaza, apalagi Wendi berasal dari universitas di mana tempat ia bekerja, gelar yang ia sandang saat ini bisa saja terancam karena ucapan Wendi.

"Lee, bawa dia." Sembari menatap lekat pada Wendi.

Sekertaris Lee pun berjalan ke arah Wendi. "Mari, Tuan muda. Ikutlah bersama saya." Sekertaris Lee membungkuk hormat di hadapan Wendi, tetapi Wendi dengan cepat membalasnya dan ikut membungkuk. Ia tak terbiasa diperlakukan seperti itu pada orang yang lebih tua darinya.

"Anda terlalu sopan, Tuan," ucap Wendi.

Dasar bocah, dia bahkan lebih sopan pada Lee Jonas ketimbang aku seorang Gaza, benar-benar pria yang tak kenal takut. Batin Gaza.

"Mari, Tuan muda." Sekertaris Lee mempersilahkan Wendi untuk keluar dari ruangan.

"Jika aku tak setuju, apa Anda akan memaksa?" tanya Wendi.

"Anda sendiri tahu jawabannya, Tuan."

"Ck, seharusnya aku tidak menghormatimu barusan." Wendi pun melangkah keluar dengan kesal.

***

"Katakan saja sekarang, apa yang kalian mau dariku?" Wendi langsung angkat bicara ketika ia telah masuk di mobil dan duduk di samping Gaza.

"Tidakkah kakakmu mengatakan bahwa kau seharusnya bicara dengan nada yang sopan pada kakak iparmu?" ujar Gaza datar sambil menatap lurus ke depan.

Wendi tersenyum sinis. "memangnya Anda pantas disebut kakak ipar? Anda bahkan tidak menyukai pernikahan itu, Anda menikahi Kak Zara hanya demi keperluan bisnis, tetapi aku tak mengerti dengannya, kenapa dia harus mau menikah dengan lelaki seperti Anda, padahal aku tau Anda bukanlah tipe pria idamannya."

Gaza menoleh pada Wendi, menatapnya tanpa berkedip.

"Kenapa? Anda tidak terima dengan apa yang kuucapkan?" Lagi-lagi Wendi tertawa sinis.

"Aku bukan tipe pria idaman? Lalu sejelek apa selera wanita itu?" Gaza balik tersenyum dengan sinis.

Wendi hanya bisa mencebikkan bibir dengan kesal, Gaza selalu memiliki cara untuk membalas ucapannya.

"Kalian ini mau bawa aku ke mana sih?" Wendi seketika bicara dengan sangat lantang.

Namun, tidak ada yang mau menjawabnya. Tiba di sebuah cafe, mereka pun turun, Gaza berjalan terlebih dahulu sementara Sekertaris Lee mengawasi Wendi dari belakang.

"Apa yang Anda mau? Katakan saja langsung pada intinya, aku masih sangat sibuk, banyak kegiatan yang harus kuselesaikan," ujar Wendi ketika mereka duduk di salah satu kursi di pojok ruangan.

"Apa kau pikir aku tidak memiliki kesibukan lain selain bertemu denganmu?" Gaza menyilangkan kakinya menatap lekat pada Wendi.

"Kudengar kau sangat menginginkan kesempatan untuk kuliah di Kanada? Benar begitu?" tanya Gaza dengan santai.

Wendi menatap Gaza dengan curiga. "Tidak, informasi yang Anda dapatkan tidaklah benar." Wendi menyilangkan tangannya di depan dada, sama sekali tak ingin mengakui.

"Benarkah? Padahal Tirtama Group saat ini sedang mengumpulkan mahasiswa cerdas dari universitasmu untuk mendapat beasiswa ke Kanada, sangat di sayangkan kamu tidak menginginkannya," ujar Gaza yang sengaja memancing Wendi.

Wendi mengalihkan pandangannya ke samping dan mulutnya tertutup dengan rapat, menggoyangkan kaki dengan pelan sedikit tergiur dengan tawaran Gaza.

Gaza tersenyum samar. "Yakin kau ingin melewatkan kesempatan ini? Ini adalah kesempatan emas agar kau juga bisa belajar seni musik di sana, bukankah kau sangat menyukai piano? Tidak ingin menjadi panegran pianis dan membahagiakan kakakmu?"

Hati Wendi benar-benar tergugah mendengar penawaran Gaza, ia mencoba menghela nafas dengan berat mencoba tetap tenang agar tidak begitu menunjukkan bahwa dia sangat tertarik dengan penawaran tersebut.

"Apa yang sebenarnya Anda inginkan? Semua apa yang Anda tawarkan pasti menginginkan timbal balik, bukan?" Berusaha agar tidak uring-uringan.

Gaza menatap netra Wendi dengan lekat. "Hanya satu, asal kau mau mengatakan makanan kesukaan wanita itu, maka kau bisa mendapat kesempatan untuk kuliah di Kanada."

"Cuma itu?" Wendi sedikit tercengang, bagaimana mungkin syarat Gaza hanya satu hal sepele seperti itu, bahkan sesuatu yang sulit saja ia bisa mengetahuinya, tidak mungkin soal makanan kesukaan Zara saja ia tak mengetahuinya.

"Kenapa harus bertanya padaku? Bukankah Anda hanya tinggal memerintahkan seseorang untuk menyelidikinya? Dan Anda akan mengetahui semuanya tentang Kak Zara."

"Aku tidak memintamu banyak bicara, kau hanya perlu menjawab pertanyaanku."

"Kak Zara tidak memiliki makanan kesukaan," jawab Wendi datar.

Gaza menatap Wendi tanpa berkedip, meminta jawaban atas ucapan tersebut.

"Semua jenis makanan selalu menjadi favoritnya Kak Zara, apa pun makanan yang masuk ke mulutnya, maka dia akan mengatakan bahwa makanan tersebut adalah makanan kesukaannya, maka dari itu aku mengatakan bahwa semua jenis makanan adalah kesukaannya." Wendi tersenyum kecil mengingat masa-masa saat ia bersama Zara, terkadang mereka hanya makan sepiring nasi berdua karena tidak memiliki uang, sekarang beban Zara bertambah dengan adik bungsunya yang sakit, hal itu memaksanya untuk menerima tawaran dari Gaza.

"Baiklah, ambil ini untuk biaya transportasi menuju kampusmu, rahasiakan pembicaraan kita hari ini, kau sendiri tahu akibatnya jika sampai berani membocorkan hal ini." Sembari menyodorkan sebuah kartu penumpang VIP untuk semua tranportasi yang ada di dalam maupun di luar negeri.

"Tidak perlu." Wendi pun berdiri dan ingin meninggalkan Gaza.

"Ambil atau kau mau aku mencabut tawaranku barusan?" Seketika Wendi menghentikan langkahnya dan meraih kartu tersebut. "Suruh ambil, ya akan aku ambil, lumayan untuk menghemat uang." Dengan wajah yang datar Wendi pun meninggalkan Gaza di sana.

Semua makanan? Apa perlu aku membelikannya semua jenis makanan yang ada di kota ini? Gaza mulai berpikir, apa yang harus ia berikan pada Zara.

Saat ia melihat Sekertaris Lee di meja yang berjarak sedikit jauh darinya, ia pun melambai mengajak Sekertaris Lee untuk datang.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan muda?" tanya Sekertaris Lee dengan sopan.

"Duduklah, aku ingin bicara serius padamu."

Sekertaris Lee mengangkat alisnya, tidak seperti biasa Gaza bersikap seperti itu.

"Ada apa, Tuan muda?" Sembari duduk di hadapan Gaza.

"Apa kau tahu cara menyenangkan hati wanita?" tanya Gaza dengan suara yang pelan.

"Hah?" Sekertaris Lee tercengang, sejak kapan Gaza ingin mempelajari sesuatu yang bisa membuat wanita senang?

"Em ... makanan, semua wanita tampaknya sangat menyukai makanan, mereka tidak bisa menahan godaan jika melihat banyak makanan di hadapannya," jawab Sekertaris Lee yang mencoba untuk menahan tawa.

"Apa itu terlihat romantis?"

Astaga, apa yang terjadi pada Tuan muda? Kapan ia peduli mengenai keromantisan? Bukankah dia seorang pekerja akut yang tak peduli masalah percintaan? Sekertaris Lee mulai membatin.

1
Rahmah
baru nyadar pas sampai sini ternyata ceritanya bukan di indo toh
Rahmah
akhirnya si manusia es bucin juga sama istinya🤣
Rahmah
ternya anaknya lbh peka dan genius dr papanya
Rahmah
pemikiran Zaza di luar nurul memang
Rahmah
nah gitu baru benar kamu bersikap Gaza tegas dong
Rahmah
kamu tidak perlu merasa bersalah dan minta maaf bd GAza .kekejamannya dimasa lalu pada mu juga sangat mengerikan jd it' s ok
Rahmah
seharusnya kau sadar gaza sifat dan tingkah zaza menurun dari mu.dasar menyebalkan
Rahmah
sikapnya dingin seperti Gaza mulut nya juga persis bon cabe
Rahmah
tiga tahun kemudian tp ceritanya gak jelas
Rahmah
itulah kelebihan istrimu Gaza dia berbeda dari wanila lainnya.unik🤣
Rahmah
pasti ada yg menyebabkan Gaza bersikap spt itu
Taris
Luar biasa
Saadah Rangkuti
aku harap clarisa dan kayra bukan istri dan juga anaknya gaza 😒
Saadah Rangkuti
Luar biasa
Shifa Burhan
pola pikir wanita setia
mereka akan melaknat lekaki kayak ferdi yang sok baik pada istri orang dan membuat rumah tangga orang hancur

pola pikir wanita jablay
Ferdy adalah lelaki baik, jadi boleh peluk sana ini

pola pikir wanita setia
suami pelukan dengan wanita lain itu salah begitu juga istri pelukan dengan lelaki lain itu salah

pola pikir wanita egois
suami pelukan dengan wanita itu salah tapi istri pelukan dengan lelaki lain itu bukan kesalahan karena hanya sahabat

fakta
sebuah novel adalah hasil pola pikir novelisnya yang artinya sebuah novel menggambarkan karakter novelisnya
anita
, kipas...kipas...ac..ac...es batu..es batu..ada yg lg kpanasan tuh...
anita
wooo gaza sialan🤣🤣🤣🤣
anita
zara emosi n marah2 itu gk baik,klo kamu mau kamu msh punya sodara kembar kok,yaitu SAYA,wkwkwk...🤣🤣🤣🤣
anita
q br komentar,karyamu sangat memukau thor..sukses buatmu
anita
thor buat gaza bucin akut sm zara ya...harus pokoknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!