NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Senja di bagian barat sudah hadir di iringi terbenamnya matahari di ujung timur, sang raja malam perlahan lahan mulai mengepak ngepak sayap kegelapan di malam itu, namun sang Dewi bulan tak hadir di langit dengan kerlap kerlip bintang bertaburan, di bawah gelapnya malam, terpancar api obor di salah satu rumah gubuk lusuh yang berada di kawasan hutan dan orang orang yang tak jauh dari hutan itu, menyebutnya Bukit atau Gunung Nyongkokot.

Jika orang lain yang bukan warga sekitar bukit itu, tidak akan menyangka bahwa di gubuk lusuh itu ada kehidupan satu keluarga yang sangat tentram dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan zaman sekarang, mereka pasti berpikir paling hanya satu lelaki atau wanita tua yang sudah berumur seabad yang masih ingin hidup di hutan belantara itu.

Namun siapa sangka di gubuk lusuh itu ada kehidupan satu pasangan suami istri bersama dengan lima anaknya yang tiga di antaranya sudah dewasa tapi tidak berniat untuk keluar dari rumah itu dan mengajak kedua orangtuanya serta adik adiknya untuk mengenal orang luar.

Kodir Sodiq, ya dia kepala keluarga sekaligus pondasi dari keluarga yang di bangun dari nol dengan didikan pada istri dan anak anaknya untuk selalu mencintai alam yang ada di sekitarnya. Ia tidak melarang pada anak-anaknya bila sudah dewasa untuk pergi meninggalkan hutan ini dan mengikuti takdir perjalanannya sendiri.

Dalam gelapnya malam dengan di temani cahaya api obor di Sahung yang tak jauh dari gubuknya itu, Kodir menceritakan pahitnya kehidupan semasa remaja yang di pitnah oleh Kakak nya sendiri hingga menikahi Iroh istrinya dan di usir dari kampungnya lalu memutuskan untuk hidup di hutan ini hingga sampai sekarang.

Tujuan Kodir menceritakan kelamnya kehidupan masa remaja semata mata untuk mengungkap tabir kehidupan pemuda yang di temukan nya itu.

" Aku bener bener salut tentang rasa sabar dan kepasrahan atas tindakan orang orang tak bermoral itu, seandainya itu terjadi padaku, sudah aku habisi mereka semua Mang." Prediansyah membuka suaranya setelah hampir satu jam mendengarkan kisah lelaki setengah tua yang menolong nya dan memperbolehkan untuk tinggal bersama keluarga yang cukup humoris itu.

" Apakah aku boleh bertanya Mang, namun pertanyaan yang aku berikan mungkin akan membuat Mamang berpikir keras dan mau mempertimbangkannya." Lanjut Prediansyah kemudian.

Kodir tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya dalam cahaya remang remang lalu mengangguk." Silahkan Aden.!

" Apakah Mamang tidak ada niat untuk kembali ke keluarga Mamang untuk membuktikan bahwa Mamang tidak bersalah?"

Kodir diam tak menjawab nya, Prediansyah kembali mengeluarkan suaranya." Pembuktian yang Mamang pecahkan bukan untuk Mamang dan istri Mamang saja, tapi untuk anak anak Mamang bila Mamang Kodir dan istri sudah tidak ada di dunia ini.

Kodir berkerut keningnya, Prediansyah merasa bahwa ucapan nya itu mampu menembus batas hati yang tak boleh di ucapkan." Maaf, Mang bukan aku mendoakan Mamang dan istri cepat mati, namun seandainya, karna umur itu tidak ada yang tau kan Mang.!

" Santai aja aden, tak usah meminta maaf, namun pertanyaannya dari Aden sulit untuk Mamang jawab saat ini."

" Kenapa?" Prediansyah penasaran ada sesuatu yang di sembunyikan oleh lelaki setengah tua itu, jelaslah pasti masih di sembunyikan orang aku baru beberapa jam tinggal di sini.

" Hehehehe........ Tidak ada apa apa, namun keluarga ku dan keluarga istriku sudah meludahkan air liurnya yang tak bisa di ambil kembali.!

Prediansyah berpikir keras, meludahkan air liur nya dan tak bisa di ambil lagi, itu apa artinya, bener bener aku tidak tahu.

Di saat kesunyian melanda di gelap nya malam, Predi sedang mencari arti dari ucapan lelaki setengah baya itu, sementara Kodir sendiri berpikir keras apa yang di tanyakan oleh anak muda ini, ada rasa penasaran tentang tiba tiba anak muda yang di temukan di kedalaman bukit Nyongkokot bertanya begitu.

" Bugh.!

" To...... Lo...... Tolong.............................!

Suara seperti buah nangka yang sudah matang jatuh dari tangkal nya dan suara pelan seorang lelaki meminta tolong.

Kodir dan Predi menoleh ke arah suara itu tapi, yang di lihat hanya gelap nya malam. Kodir pun langsung bangkit dari sila nya turun dari Sahung di ikuti oleh Prediansyah.

Setelah melangkah dan mengambil obor yang tertancap dalam bambu pagar itu, Kodir berjalan bersama Prediansyah ke arah suara yang tampak terdengar pelan namun menyayat hati.

" Hiks........ Tolo...... Tolong............... Hiks............!

" Astaghfirullah Al aidzim....................!

Kodir bergegas ke arah pemuda yang merintih kesakitan seluruh tubuhnya penuh darah bahkan wajahnya tampak sudah di lumuri darah segar.

" Aden tolong pegang obor ini dan pimpinan jalan dengan cahaya dari obor ini, Mamang akan menggendong pemuda ini membawanya ke rumah." Kadir menyerahkan obor pada Prediansyah yang di balas anggukan langsung olehnya.

" Pak....... Tolong.... Aku pak...... Hiks...... Hiks........." Suara bergetar di iringi tangisan dari pemuda itu membuat hati Mang Kodir dan Predi iba.

" Anak muda sebaiknya kau jangan banyak bicara Mamang akan membawamu ke rumah untuk di obati." Kodir langsung memangku pemuda itu yang tiba tiba langsung pingsan.

Siapa yang telah melakukan nya, ini sudah hampir ke 70 orang yang terluka seperti ini, dan tempat ini rata rata di jadikan untuk pembuangan akan kekejaman orang yang di lakukan nya itu.

Mudah mudahan pemuda ini selamat dan tahu siapa yang melakukannya, ini sudah tidak bisa di toleransi lagi, dari enam puluh sembilan orang yang di buang ke bukit ini semuanya mati dan menjadi santapan penghuni bukit ini, namun kali ini aku tidak akan membiarkan nyawa pemuda ini mati, aku harus mencari tahu dan turun Gunung untuk menumpas keji nahi mungkar ini." Tekad bulat dari pertanyaan Prediansyah di sanggupi oleh Mang Kodir.

" Bu......... Bu.......... Bu.......... Tolong buka pintu rumahnya segera." Panik Prediansyah sesaat setelah sampai di depan pintu gubuk itu.

Suara langkah kaki terdenger oleh Prediansyah maupun Mang Kodir yang sedang membawa pemuda yang nampak sudah pingsan.

" Kreat....................!

Pintu terbuka, sosok wanita setengah baya langsung menganga mulutnya sesaat dan berkata panik."

" Yaa Allah pak.............. Ada korban lagi, aduh mana masih muda lagi.!

" Bawa pak ke dalam. Ayo pak." Sang istri Mang Kodir bergegas ke dapur untuk membuat obat dari bahan bahan rempah, sedangkan Kodir bergegas masuk di bantu oleh Prediansyah membaringkan pemuda itu.

Apakah ini sama denganku masuk ke rumah Abah Peot dan tiba tiba berada di hutan ini, namun tadi Mang Kodir ini korban ke 70 dari kebiadaban orang orang di luar sana. Banyak misteri yang harus di pecahkan dan keputusan ku tinggal di sini memang sangat tepat.

Ayah ibu, aku mohon untuk saat ini jangan menghawatirkan anakmu yang sedang di rundung rasa penasaran akan hidup yang telah aku lakukan salah." Ungkap hati Prediansyah.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!