[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemunculan Tiga Sosok Asisten Karina
Ternyata lelang kali ini juga dihadiri Baron dan keluarga Pratama.
Sejujurnya, Karina tak ingin bertemu dengan mereka semua tanpa terkecuali.
Namun, karena di tempat lelang hanya ada satu pintu keluar utama, dia tak sengaja berpapasan dan bertemu dengan mereka yang tak ingin ditemuinya.
“Kau, sedang apa kau di tempat ini? Hmmm... apa kau sedang menjual diri demi uang?”
Suara Celine terdengar jelas, tapi tak sedikitpun dianggap oleh Karina yang sepenuhnya mengabaikan wanita itu.
“Hei berhenti! Aku ini sedang bicara denganmu!”
Secepatnya Karina ingin pergi, tapi Celine lebih cepat lagi bergerak menghadang jalannya, diikuti oleh keluarganya yang melakukan hal serupa.
“Oh, apa sebelumnya kita saling kenal?”
Suara Karina terdengar lembut, sama sekali tak ada emosi dalam suara yang didengar banyak orang, berbeda dengan suara Celine yang keras mengandung banyak emosi.
“Jawab aku, apa yang kau lakukan disini?”
Mengabaikan ucapan Karina, Celine terus saja memaksa gadis itu menjawab pertanyaannya.
“Apa yang aku lakukan di sini yang jelas nggak ada hubungannya dengan kalian.”
Karina tak ingin terlihat dekat dengan Celine ataupun keluarganya, jadi sejak awal dia terang-terangan membangun dinding pemisah dengan mereka semua.
“Tentu saja ada hubungannya dengan kami, karena kalau sampai kau berbuat memalukan di tempat itu, itu juga akan membuat malu keluarga Pratama!”
Celine ingin menunjukkan kalau Karina memiliki hubungan dengan keluarga Pratama, tapi di sisi lain dia juga ingin menunjukkan ke semua orang kalau Karina bukan wanita baik-baik.
“Eh, kenapa aku nggak tau kalau aku ini memiliki hubungan dengan keluarga Pratama? Coba Nona ini cek di kartu keluarga besar Pratama, apa di situ ada namaku, atau paling nggak apa di situ ada nama keluargaku?~”
“Kalau ada, baru aku percaya keluarga Pratama memiliki hubungan denganku!”
Suara Karina terdengar begitu tenang, membuat orang-orang yang mendengar merasa lebih percaya dengan ucapannya.
“Kau itu cucuku, calon suami Tuan Baron. Jadi lebih baik kamu cepat ikut kami kembali ke rumah, jangan lagi ngambek karena Tuan Baron enggan cepat-cepat menikahimu!”
‘Apa lagi ini?’ batin Karina usai mendengar ucapan Lestari.
“Aku ngambek gara-gara dia enggan cepat-cepat menikah denganku?” Karina menunjuk tepat ke wajahnya yang sejak tadi berhasil membuat banyak orang mimisan, efek dari dia lupa memakai masker.
“Cih, pria bodoh mana yang enggan cepat-cepat menikah denganku?~”
“Yang ada, aku yang nggak mau memiliki hubungan dengan pria tua jelek sepertinya, apalagi kekayaannya nanggung, jauh lebih kaya aku dari dia!”
Setiap kali bertemu dengan keluarga Pratama, Karina selalu merasa harinya sangat buruk, dan kali ini dia benar-benar akan memberi pelajaran pada keluarga itu.
“Kau lebih kaya dari Tuan Baron? Puih, terus saja bermimpi!”
Celine berseru setelah meludah ke samping.
“Orang yang anda panggil Tuan bahkan penghasilannya selama satu tahun nggak sampai setengah dari penghasilan bersih yang diterima Nona dari Aurora Grand Mall.”
Olivia, asisten Karina yang wajahnya sudah tak asing bagi sebagian orang yang hadir di tempat lelang tiba-tiba membuka suara.
Selama ini semua orang mengenalnya sebagai pengelola sekaligus asisten dari pemilik Aurora Grand Mall, yang tahun ini mencetak rekor pendapatan terbanyak sejak mulai beroperasi, dan itu pendapatan yang sangat besar.
Melihatnya begitu menghormati sosok wanita cantik bahkan memanggilnya Nona. Seketika banyak orang di sekitar yang berspekulasi kalau Karina adalah pemilik Aurora Grand Mall yang sangat misterius.
Tak berhenti sampai di situ...
Semua orang tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Martin, pengelola Celestial Plate yang juga merupakan asisten Karina.
“Olivia, jangan lupa kalau pendapatan Celestial Plate hanya berbeda sedikit dengan Aurora Grand Mall.”
Martin tak ingin kalah dari Olivia saat tampil di hadapan Karina.
“Ehem... Pendapatan kalian berdua kalau digabungkan baru akan setara dengan pendapatan Black Sovereign.”
Yang berbicara adalah Adam, pengelola Black Sovereign, sekaligus asisten yang belum lama ini dimiliki Karina.
Ketiganya merupakan sosok yang diberikan Sistem pada Karina, dan tentunya mereka secara otomatis saling mengenal satu sama lain.
Tiga sosok yang sangat dikagumi banyak orang berkumpul di tempat dan waktu yang sama, dimana mereka tampak sangat menghormati wanita paling cantik yang saat ini tengah menunjukkan senyuman, sebuah senyuman manis yang cukup untuk membuat banyak pria kembali mimisan, lebih parah dari sebelumnya.
Nicholas yang menyaksikan semuanya dari tempatnya berdiri tiga langkah di belakang Karina, tiba-tiba dia tersenyum sangat tipis sampai tak ada yang sadar dia tersenyum.
Sementara itu Celine, keluarganya, dan Baron yang bukan orang bodoh. Mereka tentu saja tau identitas sosok yang bisa membuat tiga sosok berpengaruh menaruh hormat pada sosok itu.
Tentu saja itu adalah sosok misterius, pemilik tiga tempat yang kini tengah berada di puncak kejayaan, terutama Black Sovereign yang bukan tempat sembarangan, bahkan konon katanya Black Sovereign dijaga oleh banyak kultivator, keberadaan yang selama ini hanya dianggap sebagai mitos.
Ketiga sosok itu kini berdiri di belakang Karina, menatap tajam orang-orang yang berani menghadang langkah kaki Nona mereka.
Baron menjadi orang pertama yang sadar situasi tak lagi menguntungkannya, dan diam-diam dia menyelinap pergi tanpa sepengetahuan Celine dan keluarganya.
Begitu sadar Baron tak lagi terlihat diantara mereka, Celin dan keluarganya cepat pergi tanpa mengatakan apa-apa.
Tetapi dalam diam, Lestari yang terkenal sebagai sosok licik, dia sudah menyusun rencana untuk menguasai seluruh kekayaan milik Karina.
‘Tunggu saja, begitu aku berhasil membuat Sophia tunduk, semua kekayaan anak sialan itu akan menjadi milikku!’ batin Lestari, yakin dia masih bisa mengendalikan Sophia seperti biasanya, apalagi jika dia menunjukkan sedikit kasih sayang pada wanita yang selama ini tergila-gila dengan kasih sayangnya.
Setelah mereka semua pergi, di bawah sorot mata tajam Adam, orang-orang yang hadir untuk menonton, mereka buru-buru pergi, takut dengan tatapan Adam yang mengerikan.
“Lain kali jangan membuat kehebohan seperti sekarang ini!” Karina berbicara tegas di hadapan ketiga asistennya.
Ketiganya bersamaan menganggukkan kepala. “Kami mengerti, Nona!” ucap mereka bersamaan.
“Hmm, kalian boleh pergi!” ucap Karina yang ingin cepat pulang dan beristirahat.
Diijinkan pergi, ketiga sosok yang sangat patuh pada Karina, mereka langsung pergi, menyisakan empat pengawal yang berjaga di dekat Karina.
Menoleh kebelakang, Karina memandang Nicholas, dan setelah tersenyum ke arah pria itu, dia membalikkan badan dan melangkah menjauh dengan ekspresi wajah yang kembali datar.
Rasa kesal pada keluarga Pratama yang terus saja mengganggunya masih tersisa, dan hal itu membuat suasana hati seorang Karina menjadi buruk, padahal sebelumnya dia merasakan sebuah kebahagiaan begitu mendapatkan hadiah luar biasa dari Tugas Sistem yang berhasil diselesaikan.